
** 15 hari yang lalu **
Tanpa ada angin ataupun hujan, Inez hampir tiap waktu ke kantor Aldi. Bahkan Inez bisa 3-4 kali ke kantor Aldi tiap harinya. Sedangkan karyawan Aldi tidak berani menolak kedatangan Inez karena mengira jika Inez adalah kekasih dari Aldi.
Meski setiap pagi Inez ke kantor Aldi dan juga bertemu dengan Aldi tiap hari. Tetapi Aldi tidak begitu mempedulikan Inez. Bahkan terkadang Aldi terlihat risih dengan keberadaan Inez.
"Wah.. Ternyata sudah memulai pembangunan kantor dan gudang baru ya."
"Untung aku mengikutimu."
Inez yang tiba-tiba datang dan memeluk tangan Aldi yang sedang memasukkan jarinya ke saku celana, membuat Aldi terkejut hingga dengan spontan menarik tangannya.
"Ini bukan tempat untuk seorang wanita."
"Siapa bilang tempat seperti ini di larang untuk wanita. Ooohh.. Aku tau.. Kamu tidak mau melihatku kepanasan dan capek ya…? Tenang saja, aku salah satu wanita tangguh." Mendengar Inez menjawab demikian. Aldi langsung meninggalkan Inez untuk bertemu dengan kepala proyek.
"Pak, pastikan semuanya selesai sesuai dengan target yang saya katakan."
"Siap mas. InsyaAllah semua akan selesai sesuai target. Sebab mas Aldi sudah menambahkan pekerja melebihi dari cukup." Mendengar hal itu, Aldi berjalan meninggalkan kepala proyek dan mulai berjalan berkeliling melihat galian pondasi yang nampak di beberapa bagian sudah di pondasi.
"Hal semacam ini harus di awasi setiap hari jika kamu ingin selesai tepat waktu."
"Tapi, apa kamu ada waktu..?"
"Bukannya kamu akan berkeliling kota untuk membuka 10 cabang usahamu..?" Inez berbicara kepada Aldi dengan terus mengikuti Aldi dari belakang.
"Sok tau.." Aldi menjawab singkat atas apa yang Inez bicarakan.
"Sebenarnya memang harus di awasi. Tetapi aku tidak memiliki orang untuk hal itu. Biarlah.. Semoga semua berjalan sesuai rencana." Aldi membatin setelah menjawab ucapan Inez dengan singkat.
"Jika di perbolehkan, biarkan aku yang mengawasi mereka di sini. Aku akan memastikan, saat kamu kembali untuk melihat perkembangan pembangunan kantor dan gudangmu, semua akan berjalan sesuai dengan target yang kamu berikan."
"Terserah padamu.." Aldi menjawab asal saja. Sebab Aldi tidak begitu memperdulikan ucapan Inez.
"Mulai hari ini, sesuai dengan ucapan Aldi. Aku yang akan mengawasi proyek ini. Sebab Aldi akan pergi ke luar kota selama 2 minggu." Inez berbicara dengan berteriak di hadapan para pekerja proyek.
"Wanita ini.. Entahlah.. Terserah padamu." Aldi membatin setelah mendengar ucapan Inez.
****
Dalam pengawasan Inez, proyek berjalan melebihi apa yang di bayangkan oleh kepala proyek. Sebab pemasangan rangka baja pada gudang, bisa selesai lebih cepat. Hal itu dikarenakan Inez mendatangkan truk crane untuk mengangkat rangka baja.
"Jika seperti ini, saat mas Aldi datang suda pasti hanya menyisakan finishing."
"Memang itu yang saya harapkan pak. Oleh karena itu saya di sini."
Percakapan kepala proyek dengan Inez saat mengawasi jalannya pembangunan kantor 3 lantai beserta gudang di sebelahnya.
****
__ADS_1
"Kau sudah datang..? Bagaimana perkembangan 10 cabang barumu..?"
"Terimakasih.. Dan.. Maafkan aku karena jarang mengangkat telpon darimu. Aku sudah mendengar semuanya dari kepala proyek." Mendengar ucapan Aldi yang tidak sesuai dengan apa yang di tanyakan oleh Inez. Serta tatapan dari Aldi yang sudah 2 minggu tidak di lihat oleh Inez. Membuat Inez gugup dan salah untuk bersikap.
"Kau tidak perlu menjawab. Sebagai ucapan terimakasih ku, aku traktir makan."
"Ayo.."
Aldi berucap lalu menggenggam tangan Inez dan menariknya sampai Inez masuk ke mobil.
Sedangkan Inez seakan tidak dapat mengungkapan rasa bahagianya saat tangan Inez di genggam oleh Aldi. Hal yang belum pernah Aldi lakukan.
****
"2 minggu tidak bertemu dan aku sudah mengawasi serta membantu mempercepat proyek dengan menyewakan crane."
"Kamu hanya mengajakku makan pecel semanggi..?"
Inez berbicara seakan tidak percaya jika Aldi mengajakknya untuk makan pecel semanggi yang di jual oleh pedagang pecel semanggi gendong di pinggir trotoar dekat McDonald's Darmo.
"Tahu gak.. Pecel semanggi ini hanya ada di Surabaya."
"Selama 2 minggu aku keliling di 10 kota, tidak ada yang jual pecel semanggi."
"Bahkan mereka para pedagang pecel di 10 kota, tidak tau apa itu daun semanggi."
"Setelah makan pecel semanggi, baru kita makan yang lain. Terserah kamu mau makan apa.."
Aldi berucap kepada Inez saat masih mengantri untuk membeli pecel semanggi.
** 4 hari kemudian **
"Mbak Inez, sebaiknya mbak Inez jangan masuk dulu." Salah satu sales Aldi menahan Inez untuk masuk ke dalam kantor Aldi.
"Kenapa..?" Belum sampai sales tersebut menjawab pertanyaan Inez. Terdengar suara bentakan serta cacian dari dalam kantor. Suara yang belum pernah Inez dengar sebelumnya.
"Siapa orang di dalam yang sedang marah-marah..?"
"Sebaiknya mbak Inez jangan ikut campur untuk hal ini. Di luar jangkauan mbak. Biar mas Aldi yang menyelesaikan sama pak Sugeng."
"Mama.." Setelah mendapat larangan dari sales Aldi, Inez mengingat mamanya Aldi yang pasti mendengar bentakan dan amarah dari orang tersebut.
Dengan segera, Inez pergi ke tempat mama Aldi berada lewat pintu yang lain.
"Bi, sebaiknya mama di ajak jalan-jalan aja.."
"Baik mbak." Bibi yang merawat mama Aldi segera mendorong kursi roda yang di duduki mama Aldi untuk keluar rumah dan mengajaknya jalan-jalan.
** Di tempat terpisah **
__ADS_1
Aku sudah memperingatkanmu..!!
Sangat jelas..!!
Kau tidak mengerti arti kata balas budi atau memang kamu tidak mau balas budi.. Hah..!!
Aku hanya memintamu agar meninggalkan Sausu.. Agar kau tidak bersaing denganku..!!
Supaya kita bisa memiliki hubungan yang tetap baik..!!
Wendi Suherman benar-benar datang dengan amarah.
"Meski kini perusahaan ku adalah kompetitor dari perusahaan pak Suherman. Saya rasa kita tetap bisa memiliki hubungan baik. Dengan saling menghargai."
"Kau memang seorang bocah. Tidak akan ada hubungan yang tetap baik-baik saja ketika sudah menjadi lawan bisnis. Dunia bisnis tidak seramah yang kau bayangkan nak." Sambil tersenyum licik Wendi Suherman menjawab ucapan Aldi.
"Mulai Hari ini juga.. Kau harus meninggalkan bangunan dan tanah ini!!
"Pergi dar properti ku..!!"
"Kau telah bermain api denganku. Maka bersiaplah terbakar oleh api itu."
Wendi Suherman kembali berbicara lalu terlihat berbalik untuk pergi sebelum Aldi menanggapi ucapannya.
"Waktumu sampai nanti tengah malam. Atau kau akan menanggung akibatnya jika kau belum pergi dari properti ku." Wendi Suherman kembali berbicara sebelum menutup pintu kantor Aldi dengan sangat keras.
Di luar kantor, semua sales menundukkan kepala tidak berani memandang Wendi Suherman yang baru keluar dari kantor Aldi menuju mobilnya. Hanya Inez yang berani menatap Wendi Suherman dengan tatapan tajam.
Melihat ada seorang wanita muda yang menatapnya dengan tatapan tajam penuh kebencian, Wendi Suherman hanya membalas pandangan tersebut dengan senyuman licik.
Setelah melihat kejadian tersebut, Inez mengurungkan niatnya yang akan mendatangi Aldi. Inez mengikuti keluar dengan mobilnya dan membuntuti Wendi Suherman sambil menelepon seseorang.
****
Braaak.. Suara pintu di buka paksa seperti suara pintu di dobrak. Bersamaan dengan pintu di buka, 2 orang pengawal yang berjaga di lantai tersebut, di lemparkan ke dalam ruangan.
Mendengar hal itu, orang yang ada di dalam ruangan berdiri karena terkejut.
"Apa maumu..!!" Wendi Suherman berbicara dengan membentak kepada ke enam pria yang membuka paksa pintunya.
Kini 2 orang berjaga di pintu, dan empat pria lainnya memasuki ruangan kantor Wendi Suherman. Saat empat orang tersebut sudah di hadapan Wendi Suherman, Inez masuk ke dalam ruangan dan berdiri di hadapan Wendi Suherman yang hanya di pisahkan meja.
"Jika kau berani macam-macam terhadap Aldi Ramadhan. Kau akan berhadapan denganku!!" Setelah mengucapkan hal itu, Inez berbalik untuk meninggalkan ruangan tersebut.
"Siapa gadis ini..? Tidak mungkin dia orang sembarangan. Sehingga berani mengancamku. Dia adalah gadis yang tadi di tempat Aldi dan menatapku sangat tajam." Wendi Suherman membatin setelah mendapat peringatan dari Inez.
"Siapa kamu..!" Sekali lagi Wendi Suherman bertanya identitas Inez.
"Inez Azima… Inez Azima Baokunar." Inez menyebutkan nama lengkapnya bersama dengan nama keluarga besarnya.
__ADS_1