
"Assalamu'alaikum.. Selamat pagi.."
Aldi segera menyapa ketiganya dengan ucapan selamat pagi meski hari sudah mendekati siang. Aldi sempat membaca beberapa artikel di internet mengenai penyambutan untuk sebuah tim.
"Kami tadi melihat mas Aldi baru keluar dari tempat produksi kerupuk dan mengawal pickup berisi kerupuk."
"Jadi kami berinisiatif mencari tahu. Tapi kami kehilangan jejak. Sehingga membuat kami harus bertanya kesana kemari."
Salah seorang berbicara dan menjelaskan kedatangan mereka bertiga.
"Datang di waktu yang tepat dan pada saat yang di butuhkan."
"Mari silahkan masuk."
****
"Saya memiliki barang uji coba untuk di jual. Saya membutuhkan data respon pasar untuk produk ini."
Aldi segera menunjukkan kerupuk mentah yang dia miliki. Dengan harapan mereka bertiga mau membantu menjual sekaligus mengajari Aldi bagaimana menjadi sales.
"Barang seperti ini akan habis dalam beberapa jam."
"Benarkah..? Apa kalian mampu..?"
"Pancingan.. Tapi kami akan menunjukkan kualitas kami supaya layak menjadi sales andalanmu." Salah seorang membatin yang merupakan koordinator dari kedua orang lainnya.
"Sepertinya ada yang menantang dan ingin tau cara kerja kita."
"Aku mengikutimu bos."
"Sepertinya aku gak ada pilihan lain.. Aku ikut."
Mereka bertiga saling berbicara.
"Sepakat!! Kami akan menunjukkan kualitas kami." Sang koordinator berbicara dan menjulurkan tangannya terhadap Aldi.
"Oke.. Sepakat. Aku akan menilai dari ini tentang kelayakan."
Mereka pun berangkat dengan 2 motor dan saling berboncengan. Sebelum berangkat, mereka bertiga memperkenalkan diri mereka karena sebelumnya belum sempat berkenalan.
Sugeng. Merupakan koordinator tim dari sales. Aris dan Feri adalah kedua sales lainnya.
Aldi bersama dengan Sugeng, sedangkan Aris bersama dengan Feri. Dalam perjalanan, Aldi di minta hanya ikut untuk memperhatikan.
"Ya.. Mungkin aku memang sebaiknya diam dan memperhatikan saja dulu. Karena ini masih belum menjadi keahlianku." Aldi membatin saat di bonceng oleh Sugeng.
****
__ADS_1
"Itu merek baru.. Belum di kenal. Gak berani."
"Belum di kenal kalau pak Haji bilang mereknya. Ini barangnya sama pak Haji. Lebih murah lagi. Keluarin dari kemasan dan jadikan satu sama yang bermerek, sudah sama pak Haji. Untung lebih banyak."
"Kalau gak laku return ya!"
Siap pak Haji.. Kayak baru pertama ke sini aja saya pak Haji.
"Kamunya emang udah lama. Tapi produk dan perusahaan tempat kamu kerja yang baru."
Percakapan antara pak Sugeng dan pemilik toko benar-benar di perhatikan oleh Aldi. Bahkan Aldi juga memperhatikan gestur tubuh pak Sugeng saat berusaha meyakinkan pemilik toko.
"20 pack aja geng."
"Tanggung pak Haji, 30 pack. Biar keluar diskonnya 2%."
"Iya sudah terserah kamu. Pembayaran Tempo kan..?"
"Kalau tempo gak dapet diskon pak Haji."
"Gak jadi.. Gak berani kalau cash."
Aku keluarin semua diskonnya pak Haji. Jadi 2%+3%+2%. Pembayaran cash tapi pengambilan 40 pack.
Mendengar tawaran pak Sugeng, pemilik toko diam dan melayani pembeli. Dalam kondisi orderan mengambang, masih terlihat wajah penuh keyakinan dari pak Sugeng dan tetap menunggu.
"Jadi totalnya Rp 1.863.176 setelah di potong diskon. Besar diskonnya ini pak Haji."
"Kamu ini geng. Masih ngerayu aja."
"Ya iya pak Haji, demi omset. Coba bandingkan sama kompetitor. Harganya selisih sampai 300.000 per 20 pack. Kalau di tambah diskon jadi 400.000 lebih selisihnya."
Mendengar perhitungan dengan membandingkan dari kompetitor. Akhirnya pemilik toko menyetujui pembelian.
Pembelajaran yang sangat berguna untuk Aldi kedepannya ketika Aldi harus memasarkan sendiri produk yang di miliki.
Aldi terus memperhatikan cara pak Sugeng menawarkan produk kerupuknya kepada toko-toko yang di kunjungi. Berbeda orang, berbeda cara pak Sugeng memberikan penawaran. Bahkan ada beberapa toko yang mau order tanpa harus memberikan diskon yang jelas membuat keuntungan lebih besar.
Tanpa terasa sudah 4 jam Aldi mengikuti pak Sugeng keliling ke toko-toko. Ada yang hanya pengambilan 1 pack dan yang terbesar dari pengambilan pak Haji yaitu 40 pack.
"Kita coba tanya Aris dan Veri dulu. Mereka sudah jual berapa pack." Pak Sugeng berbicara kepada Aldi dan hanya di jawab dengan anggukan oleh Aldi.
Terlihat pak Sugeng mengeluarkan ponselnya dan menelepon kepada Aris.
"Sepertinya kita sudah harus pulang bos. Orderan Aris sudah 124 pack. Sedangkan orderan kita 192 pack."
Kini pak Sugeng mulai memanggil Aldi dengan panggilan bos.
__ADS_1
Panggilan yang sebenarnya tidak nyaman di dengar oleh Aldi. Tetapi Aldi tidak ingin menolak dan memilih untuk mengikuti arus terlebih dahulu.
"Baru 4 jam keluar rumah, mereka bertiga hanya menyisakan 4 pack saja..?" Aldi membatin saat mereka berdua mulai berkendara menuju rumah Aldi.
****
"Sekarang, semua produk ini sudah habis dan tinggal di kirim besok."
"Ya.. Besok kita akan kirim semua produk ini. Mungkin hari ini sudah cukup, besok kita akan bertemu lagi."
Setelah melakukan perbincangan dan juga obrolan basa-basi. Mereka bertiga meninggalkan rumah Aldi. Tidak lupa juga Aldi berpesan kepada ketiganya tentang pesan informasi produksi dari produk yang di pasarkan oleh perusahaan tempat pak Sugeng bekerja.
"Jadi.. Besok aku akan mengirim semua kerupuk ini dengan apa..? Tidak mungkin di angkut dengan motor."
Aldi berbicara sendiri saat mengingat tentang pengiriman besok sambil melihat tumpukan kerupuk di rumahnya.
"Jika aku punya sebuah mobil bok, tentu aku tidak akan bingung." Aldi kembali berbicara sendiri dengan kesal dan menghempaskan tangannya yang sedang memegang kepalanya sendiri.
(Permintaan support dari sistem aktif.)
(Pemilik sistem akan mendapatkan support mobil bok dengan menjalankan misi kecil dari sistem.)
(Pilih "ya" Jika akan melanjutkan dan pilih "tidak" Jika tidak menginginkan support dari sistem.)
"Support sistem aktif lagi?"
"Sepertinya aku memang membutuhkannya."
Aldi bergumam saat mendengar suara naga emas memberikan support dari sistem. Lagi-lagi Aldi memilih untuk menerima support dari sistem.
(Memilih untuk mendapatkan support dari sistem.)
(Akan menjalankan misi kecil untuk mendapatkan support dari sistem.)
(Di wajibkan menjual arloji yang sedang di pakai dengan harga Rp 2.000.000)
(Waktu yang di berikan 1 jam dan di mulai dari sekarang)
"Apa..? Mana mungkin Arloji ini terjual dengan harga 2jt..?"
"Harga Arloji ini saja kisaran 700rb waktu papa membelinya dulu."
"Kemana aku harus menjualnya..?"
Aldi berbicara sendiri sambil membuka arlojinya lalu memandanginya.
"Tapi hanya ini cara satu-satunya supaya aku memiliki armada untuk pengiriman besok."
__ADS_1
Tanpa memiliki pilihan, Aldi keluar dengan motornya untuk menjual arloji yang dulu di beli dengan harga 700 ribu dan kini harus di jual dengan harga 2jt rupiah.