Sistem Koin Emas

Sistem Koin Emas
10 Cabang


__ADS_3

"Oh ya. Saya juga meminta konsinyasi di 10 cabang baru." Aldi kembali berbicara kepada direksi sausu yang sedang menyiapkan kontrak kerja sama baru. 


"Pemuda ini.. Semakin menjengkelkan." Direktur pemasaran sausu bergumam dengan suara penekanan dan terlihat ingin berdiri untuk membantah keinginan Aldi. 


Tetapi sang direktur utama sausu mendahului berdiri dengan menekan pundak direktur marketing sausu supaya mengurungkan berdirinya. 


"Tentu kami akan memberikan konsinyasi. Tetapi kami yang menentukan target penjualan."


"Em.. Em.. Em.. Tidak, target penjualan di tiap cabang harus di bicarakan bersama dengan melihat kondisi pasar di tiap cabang. Tentu dengan target logis." Mendengar penolakan Aldi, alis direktur utama sausu sampai bergetar karena merasa jengkel dengan jawaban Aldi. 


"Target logis yang seperti apa..?"


"Target logis yang melihat dari segi biaya produksi dan operasional serta tetap mengedepankan keberlangsungan kedua perusahaan sehingga dapat maju dan besar bersama tanpa adanya saling menjatuhkan." Mendengar hal itu, direktur utama sausu melunak dan memberikan isyarat jika mereka menyetujuinya. 


****


"Setelah sausu, kita ke produsen kerupuk." 


"Baik mas.. Tapi, jika boleh tau. Support seperti apa yang di inginkan oleh mas Aldi..?"


"Penyediaan tempat. Setidaknya, produsen kerupuk akan memberikan bantuan sewa kantor di tiap cabang." Sambil tersenyum, Aldi berbicara kepada pak sugeng. 


Sedangkan pak sugeng yang mendengar hal tersebut seakan tidak percaya. Itu artinya, Aldi membuka 10 cabang baru tanpa menggunakan modal sedikitpun. 


Pak sugeng tersenyum sendiri karena hal seperti itu tidak pernah terpikirkan oleh pak sugeng yang sudah melalang buana lebih dari 20 tahun di dunia persalesan. 


****

__ADS_1


"Mas Aldi.. Kenapa tidak memberi kabar jika akan kemari..?" Mendengar pertanyaan pak Toni, Aldi hanya tersenyum dan mengatakan jika dirinya lupa untuk menelpon pak Toni sebelumnya karena Aldi yakin jika pak Toni pasti berada di rumah. 


Setelah 5 bulan Aldi memasarkan kerupuk pak Toni, kini terlihat perubahan besar di tempat produksi pak Toni. Dimana kini terlihat para pekerja pak Toni hampir 100 orang yang sebelumnya pak Toni memproduksi kerupuk hanya dengan anak istri serta di bantu beberapa pekerjaan saja. 


Di rumah pak Toni, Aldi di layani bagaikan seorang tamu istimewa dan juga telah memiliki kedekatan seperti seorang saudara. Bahkan, Anak-anak pak Toni yang masih kecil, tidak sungkan untuk manja dan sekedar meminta uang jajan kepada Aldi. 


Kedekatan yang terjalin karena memang sama-sama melakukan kerja sama dari nol dan karena terlalu seringnya Aldi ke rumah pak Toni untuk memesan kerupuk di saat awal-awal bekerja sama. 


"Pak Toni, saya akan membuka 10 cabang baru di 10 kota."


"Ekspansi yang bagus mas Aldi. Saya mengikuti saja kemauan mas Aldi." Dengan tersenyum pak Toni berucap kepada Aldi. 


"Untuk membuka 10 cabang baru, saya menginginkan support dari pak Toni. Saya menginginkan pak Toni bersedia untuk menyewa tempat di 10 kota dan di jadikan kantor pemasaran Bintang Naga Emas." Mendengar hal tersebut, senyum pak Toni dengan cepat menghilang. 


"Mas Aldi, saya sangat beruntung bertemu dengan mas Aldi dan telah membesarkan usaha saya dengan pemasaran yang luar biasa bagi saya." 


"Tetapi untuk mendukung apa yang mas Aldi minta, sepertinya masih sulit bagi saya."


"Saya juga sedang membangun tempat untuk menjemur yang lebih luas." 


"Gudang produksi yang masih sepenuhnya belum selesai tetapi saya paksakan untuk saya gunakan supaya dapat memenuhi target produksi yang juga di kejar oleh permintaan pemasaran dari mas Aldi." 


"Semua ini tidak membutuhkan biaya sedikit. Bahkan saya harus menggunakan pinjaman bank."


"Saya tidak keberatan untuk mensupport Bintang Naga Emas dengan menyewa tempat di 10 kota. Tetapi, keuangan saya kini benar-benar kosong untuk hal itu mas."


"Jika saya paksakan, sebenarnya ada. Tetapi saya tidak akan bisa memproduksi kerupuk untuk memenuhi kebutuhan mas Aldi. Saya juga pasti tidak akan bisa membayar pekerja saya bulan ini. Saya juga pasti tidak bisa membayar angsuran bank."

__ADS_1


Mendengar ucapan pak Toni, kini Aldi berfikir keras untuk memecahkan solusi yang ada. Bahkan, kini Aldi tidak yakin jika pak Toni dapat memberinya konsinyasi untuk 10 cabang baru. 


"Lalu, apa yang dapat di lakukan pak Toni untuk mendukung pembukaan 10 cabang baru. Yang tentunya akan berdampak semakin besar usaha pak Toni kedepannya."


"Mungkin saya hanya bisa membantu dengan memenuhi kebutuhan barang mas Aldi di 10 cabang dengan memberinya barang dulu lalu membayar setelah terjual."


"Konsinyasi..? Memang itu salah satu yang akan saya minta selain sewa gedung." 


Karena Aldi merasa Iba dengan pak Toni, akhirnya Aldi tidak jadi untuk meminta apa yang Aldi inginkan sebelumnya. Aldi merasa, konsinyasi untuk 10 cabang sudah cukup membantu. 


****


Kini Aldi memulai perjalanan ke 10 kota untuk menyiapkan semuanya. Aldi membuka cabang di, Kediri, Madiun, Mojokerto, Malang, Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Sumenep, Tuban dan Bojonegoro. 


Satu persatu Aldi meresmikan pembukaan setiap cabang setelah Aldi menerima karyawan yang di butuhkan. Di setiap kota, Aldi memiliki 7 karyawan. Seorang Admin, seorang kordinator, serta 5 sales kanvas dengan armada motor roda 3.


Sedangkan pak Aris dan pak Feri di jadikan Supervisor oleh Aldi. Di mana masing-masing memimpin di 5 kota untuk memaintenance semua kebutuhan cabang serta menuntut untuk pencapaian target. Sedangkan pak Sugeng, Aldi angkat menjadi ASM (Area Sales Manager). 


"Aku sudah menggunakan waktu 3 minggu untuk menyiapkan semua cabang. Kini tiap cabang sudah beroperasi. Sampai akhir bulan ini hanya sebuah pengenalan di tiap area cabang. Tapi, bulan depan mereka harus bisa mencapai target dari sistem Naga Emas."


****


"Pak sugeng, aku ingin setiap cabang mencapai target yang telah aku tentukan. Bagaimanapun caranya."


"Saya selalu mengusahakannya mas Aldi. Mulai awal bulan depan, saya akan berkeliling ke 10 cabang dan meminta pak Aris dan pak Feri supaya tidak hanya menekan tiap tim. Tetapi juga berkordinasi dan menyelesaikan permasalahan yang ada di tiap cabang."


"Untuk hal itu, saya serahkan kepada pak sugeng. Karena setelah ini, akan ada seseorang yang datang dan harus aku hadapi."

__ADS_1


Setelah berbicara demikian, kini Aldi pergi ke lokasi pembangunan kantor barunya. Aldi menginginkan supaya kantor barunya selesai di akhir bulan ini. Bahkan Aldi sampai menggunakan pekerja 3 kali lebih banyak dari semestinya supaya gedung barunya selesai di waktu yang tepat. 


"Wendi Suherman.. Aku menanti saat dirimu datang. Entah benar atau tidak dengan kabar yang ada. Tetapi aku telah menantikan dan siap menghadapi persaingan bisnis ini." Aldi membatin saat melihat gedung barunya sudah berdiri dan hanya perlu finising. 


__ADS_2