Sistem Koin Emas

Sistem Koin Emas
Mencari Solusi Terbaik


__ADS_3

"Dalam 58 hari kedepan, perusahaan harus bisa mendapatkan omset minimal 2 milyar."


"Itu adalah target yang harus dan wajib terpenuhi. Jadi apakah ada yang memiliki ide supaya omset kita tercapai..?" 


Aldi berbicara kepada timnya mengenai target yang harus di capai.


(Misi besar terdeteksi.) 


(Kuasai pasar Surabaya dengan memiliki 5000 otlet. Waktu yang di berikan 2 bulan dan terhitung dari sekarang.) 


(Semoga berhasil.) 


"Sial.. Dalam kondisi seperti ini aku di beri misi..? Yang benar saja..?" Aldi membatin di saat pak Sugeng dan lainnya masih nampak berfikir dengan pertanyaan Aldi tentang target 2 milyar. 


"Sebenarnya ada solusi mas.. Tapi, saya tidak tahu mas Aldi support atau tidak dengan solusi saya. Karena saya rasa, solusi ini harus di barengi dengan penambahan modal perusahaan." Aldi mempersilahkan pak Sugeng untuk menyampaikan idenya. 


"Perusahaan harus menambah karyawan. Mulai dari sales dan juga pengiriman. Bahkan jika di perlukan, di tambah dengan sales kanvas untuk penjualan luar kota." 


"Tetapi kembali lagi, hal ini juga akan menambah pengeluaran perusahaan dan ini bukan jaminan perusahaan dapat untung."


Pak Sugeng menjelaskan kepada Aldi.


"Ini dia solusinya. Sistem memberiku misi 5000 outlet, itu karena sistem membimbingku untuk mendapatkan omset yang aku inginkan." Aldi membatin setelah mendengar penjelasan dari pak Sugeng. 


Seakan memiliki ide yang harus di eksekusi bersamaan dengan data yang ada. Aldi kini juga meminta Adminnya mengikuti rapat. 


Dalam rapat, Aldi meminta data outlet yang sudah melakukan repeat order dan outlet yang belum melakukan repeat order kepada adminnya. Setelah data di temukan, rata-rata outlet yang melakukan repeat ada di kisaran 3 minggu. 


"Setelah saya hitung dengan data penjualan yang ada. Pak Sugeng, pak Aris dan pak Feri masih harus menambah outlet yang melakukan pembelian atau istilah dalam dunia sales apa namanya..?"


"EC pak.. Effective Call.." 


"Ya.. EC. 1 sales harus memiliki 680 EC dalam 1 bulan. Dan kita akan menambah 7 sales lagi. Dengan begitu, bukan hanya bisa mencapai 2 milyar omset perusahaan dalam waktu 58 hari. Tetapi kedepannya, omset 2 milyar per bulan bisa dengan mudah tercapai."


Setelah aldi mendapatkan solusi atas targetnya. Aldi mempersilahkan yang lain untuk pulang. Tetapi tidak dengan pak Sugeng. Karena Aldi masih ingin membicarakan eksekusi dari hasil rapat tadi secara berdua dengan pak Sugeng. 


****

__ADS_1


"Saya seperti gak percaya jika mas Aldi punya perhitungan yang tepat dan logis. Tetapi dari hitungan mas Aldi, kita juga harus menambah armada mas. Setidaknya 3 armada lagi."


"Itu tugas saya untuk penambahan armada. Tapi, sekarang tugas pak Sugeng, harus bisa menemukan 8 sales dan 4 driver yang juga handal dalam tugasnya."


"8..? Bukankah kita hanya membutuhkan 7 sales tambahan..?"


"Bukankah koordinator, tidak harus memiliki areanya sendiri..? Saya yakin pak Sugeng dapat mengimplementasikan apa yang saya inginkan dengan lebih terperinci." 


Dengan rencana besar yang sudah di bicarakan, kini berita CV. Bintang Naga Emas membuka lowongan sudah di sebar ke berbagai media online. 


****


Ke esokan harinya, sudah ada puluhan orang yang sudah siap melamar pekerjaan di perusahaan yang Aldi miliki. Demi kesuksesan rencana yang di bangun, Aldi lebih memilih dan memilah calon karyawan yang sudah melamar. 


Banyaknya pelamar, membuat Aldi memberikan waktu 3 hari kepada para pelamar untuk memberikan lamarannya. Karena di hari ke 4, mereka akan di seleksi dengan beberapa test. 


Semakin banyak pelamar, akan semakin bagus bagi perusahaan Aldi. Sebab Aldi dapat mencari sales berpengalaman dan memilih sales yang benar-benar memiliki etos kerja yang baik. 


** 6 hari kemudian **


Kini, Aldi sudah memilih 8 sales dan 4 driver baru. Karena hari ini adalah hari Jum'at. Aldi meminta kepada para karyawan barunya untuk mulai bekerja di hari senin. 


****


"Satu permasalahan telah selesai. Kini aku memiliki masalah lainnya." Aldi kini sedang berada di sebuah mall untuk menghilangkan penatnya. Aldi memilih untuk bersantai di akhir pekan dengan mencicipi beberapa makanan di mall tersebut sambil memikirkan langkah berikutnya. 


"Uangku hanya tersisa 200an juta, sedangkan aku membutuhkan 3 armada truk baru. Apa yang harus aku lakukan..?"


"Akankah aku menggunakan support dari sistem lagi..?"


"Sebuah pilihan pasti memiliki resikonya sendiri. Tetapi apakah aku memiliki pilihan lain selain support dari sistem..?" 


Aldi membatin seperti seseorang yang sedang melamun dengan makanannya. 


"Makanan tidak akan bisa memecahkan solusimu.. Karena makanan tidak akan bisa menjawab pertanyaanmu."


Mendengar suara dari seorang wanita, sontak membuat Aldi mencari sumber suara. 

__ADS_1


"Ka.. Kamu.." Aldi berbicara sambil mengingat nama wanita cantik yang sekarang ada di depannya. 


"Kau sudah melupakanku..? Begitu cepat kau melupakan namaku. Boleh aku duduk di sini..?" Belum sempat Aldi menjawab karena masih berusaha mengingat nama wanita yang kini sudah duduk di kursi depan Aldi tanpa menunggu jawaban dari Aldi. 


"Aku sedikit lupa dengan namamu. Tapi aku sangat mengingat jika kamu adalah pemilik restoran itu bukan..? Apa nama restorannya..?"


"The Halia Resto." Setelah bertanya, Aldi menjawab sendiri pertanyaannya karena berhasil mengingatnya. 


"Lalu, namaku..?" 


"Lei.. Leili jika aku tidak salah ingat." Beberapa saat kemudian Aldi menjawab dengan sedikit ingatannya. 


Tanpa berbicara, Leili menjulurkan tangannya mengajak Aldi untuk berjabat tangan. 


"Perkenalkan lagi. Namaku Leili Karlina."


Setelah perkenalan ulang tersebut, Aldi merasa canggung untuk memulai pembicaraan. 


"Jadi… apa kamu tidak ingin menawarkan minuman kepada kenalan barumu..?" Dengan nada bercanda Leili mencairkan kecanggungan Aldi. 


Mereka melakukan percakapan layaknya seseorang yang ingin mengenal satu sama lain. 


"Sekarang kembali di saat pertama tadi kita bertemu. Apa yang kamu pikirkan sampai seperti seseorang yang sedang melamunkan masalah yang besar..?"


"Apakah suatu permasalahan besar untuk pengusaha muda yang baru-baru ini merekrut belasan karyawan..? Jika ada persoalan, mungkin aku bisa memberimu beberapa masukan."


Leili yang sebelumnya mencari tau tentang Aldi, berusaha untuk mencari tahu permasalahan Aldi. 


"Apakah berita perusahaan kecilku sampai begitu besar di surabaya..? Sampai kamu mengetahuinya..?" Mendengar pertanyaan dari Aldi, Leili hanya mengangkat bahunya seolah tidak ingin menjawab lebih detail. 


"Bukankah kamu juga seorang pengusaha..? Jika kamu ada permasalahan modal..? Apa yang akan kamu lakukan..?" 


"Aku belum pernah kekurangan modal, sebab aku menjalankan usahaku dari nol 4 tahun lalu. Aku juga melakukan peningkatan selangkah demi selangkah. Dengan kata lain, aku melakukannya dengan bertahap." Leili menjawab dengan mengingat hal-hal yang dia lakukan untuk usahanya. 


"Tetapi ada juga pengusaha yang mengandalkan bank untuk menambah modal. Dengan mengangsur, maka mereka menganggap akan lebih ringan. Bahkan juga ada pengusaha yang memang sengaja hutang kepada bank karena menganggap fresh money dapat di gunakan untuk hal lainnya."


"Itu dia. Aku hanya harus menimbang resikonya dari kedua solusi tersebut. Antara support dari sistem atau hutang kepada bank." Aldi membatin setelah mendengar penjelasan dari Leili. 

__ADS_1


__ADS_2