
Setelah membaca kontrak kerja, mereka bertiga langsung menandatanganinya di depan Aldi. Pak sugeng juga memberikan data nama produsen dan alamat setiap produsen dari semua produk yang di pasarkan oleh perusahaan lama pak sugeng. Dimana perusahaan tersebut akan tutup di akhir bulan ini.
"Kontrak kerja ini akan saya simpan dan ini adalah bonus untuk tim." Aldi memberikan bonus kepada pak Sugeng dan lainnya masing-masing 250rb.
"Bonus ini saya berikan sebagai ucapan terimakasih karena kemarin bapak semua bekerja sebelum saya berikan kontrak kerja." Aldi kembali berucap kepada pak sugeng dan lainnya.
"Baik mas.. Terimakasih. Kami terima pemberian ini. Kami juga langsung pamit pulang terlebih dahulu."
Aldi menjawab mereka bertiga dengan senyuman dan anggukan kepala.
Saat mereka bertiga sudah keluar dari rumah Aldi, dengan segera Aldi menuju kamarnya dan mengambil 9 koin emas yang Aldi dapatkan setelah menyelesaikan misi.
"Ukuran koin emas ini berbeda. Itu artinya, berat dari masing-masing koin emas juga berbeda."
"Baiklah, sebaiknya aku langsung menjualnya. Aku membutuhkan sejumlah uang lagi untuk menambah modalku."
Dengan membawa 9 koin emasnya, Aldi bergegas menuju tempat Aldi menjual koin emas sebelumnya.
"Ada yang bisa saya bantu mas..?" Karyawati toko emas segera menawarkan bantuan kepada Aldi sesaat Aldi memasuki toko.
"Bukankah ini pria yang beberapa hari lalu kemari dan menjual emas. Hari ini dia kemari lagi. Apa dia akan menjual emas lagi..?" Karyawati tersebut membatin di dalam hatinya saat Aldi menuju tempatnya berdiri.
"Ya.. Saya mau menjual koin emas saya lagi." Aldi menjawab dan menyerahkan 9 koin emasnya.
"Sepertinya beratnya beragam. Saya timbang jadi satu ya?" Mendapati pertanyaan tersebut, Aldi mengangguk dan tersenyum.
"Semoga akan mendapatkan bonus seperti waktu itu.." Sang karyawati membatin saat memproses penimbangan koin emas milik Aldi.
Setelah menimbang koin emas milik Aldi, terhitung berat emas 31 gram. Setelah menentukan harga dengan Aldi, karyawati tersebut memasuki sebuah ruangan dengan membawa koin emas milik Aldi.
****
"Mbak Inez, ini 31 gram.."
"Koin emas seperti ini lagi..? Koin emas ini memiliki kandungan emas murni." Anak pemilik toko emas yang menerima koin emas milik Aldi cukup kaget dengan kepemilikan koin emas Aldi.
"Biar saya yang memberikan uangnya. Kamu tunggu luar." Mendapati perintah dari anak pemilik toko, karyawati tersebut tidak memiliki kuasa untuk menolak.
Tidak berselang lama dari karyawati keluar ruangan, anak pemilik toko keluar dengan membawa sejumlah uang.
"Selamat sore. Perkenalkan saya Inez pemilik toko. Emm.. Lebih tepatnya anak dari pemilik toko."
"Kenapa aku gugup. Aku tidak mengira jika pemilik koin-koin emas itu masih muda." Inez membatin saat melihat Aldi yang menurut Inez cukup tampan dan manis.
"Oh iya. Saya Aldi, bagaimana dengan uang saya..?"
__ADS_1
"Iya..ini.. Jadi berat koin emas tadi 31 gram di kalikan 945.000 per gramnya. Jadi semuanya Rp 29.295.000." Inez memberikan uang tersebut kepada Aldi dan langsung di hitung ulang oleh Aldi.
"Baik. Sudah pas.."
"Mbak.. Ini buat mbak dan yang ini buat teman-teman mbak." Aldi kembali memberikan uang 100rb kepada karyawati yang tadi melayani Aldi.
"Mas Aldi.. Jika nanti ingin menjual emas lagi, akan saya beri harga khusus jika mas Aldi selalu menjual kepada toko kami." Inez segera memanggil dan berbicara kepada Aldi yang ingin bergegas pergi.
Sedangkan Aldi hanya menjawab ucapan Inez dengan senyum dan anggukan.
"Bahkan dia seperti menghiraukan ku." Inez membatin saat melihat Aldi berlalu pergi.
"Jika dia datang lagi, untuk menjual koin emas. Kalian segera panggil aku. Biar aku yang melayani dari awal."
"Baik mbak Inez."
****
"Sudah habis..?" Pak Toni sangat terkejut dengan penyampaian Aldi yang mengatakan jika dirinya akan kembali membeli produk uji coba berikutnya karena produk yang kemarin lusa di kirim sudah habis.
"Iya.. Dan sekarang saya ingin membeli lagi senilai 20jt."
"Saya akan menyiapkannya dan akan saya kirim besok pagi. Tapi kemasan dengan label yang saya janjikan belum siap mas. Karena saya tidak menyangka jika produk sebelumnya akan habis dalam waktu 2 hari."
"Baik.. Baik mas Aldi. Siap.. Saya ikut saja dengan rencana mas Aldi."
****
Setelah melakukan beberapa perbincangan dengan pak Toni sebagai pemilik produsen Krupuk, kini Aldi sudah sampai di rumah.
"Kini aku memiliki uang sekitar 80an jt. Usaha dan sistem ini benar-benar menjanjikan dan benar-benar membantuku jadi kaya."
"Hanya tinggal menunggu waktu saja. Maka semuanya akan berubah manis."
Aldi membatin setelah menghitung semua uangnya yang Aldi dapat beberapa hari belakangan.
"Oh iya.. Data nama-nama produsen dari pak Sugeng belum aku baca." Aldi yang mengingat catatan pemberian pak Sugeng, segera mencarinya dan ingin mempelajari peluang yang bisa di ambil Aldi.
(Misi besar kedua terdeteksi.)
(Pilih dari salah satu produsen dan harus memiliki omset sebesar 200jt.)
(Waktu yang di berikan 2 bulan.)
(Di mulai dari sekarang.)
__ADS_1
Secara tiba-tiba naga emas muncul dan memberikan misi berikutnya kepada Aldi.
"Wah.. Aku belum memilih tapi waktu sudah di mulai."
"Bagaimana ini..? Aku harus memilih yang mana..?"
"Segala aspek harus aku perhitungkan. Dari modal dan juga prospek."
"Belum selesai untuk pengembangan kerjasama kerupuk, kini misi baru terdeteksi dan aku harus menjual produk baru."
Aldi berbicara sendiri dengan nada suara sedikit kesal karena misi yang di berikan naga emas.
"Pak sugeng.. Ya.. Benar pak sugeng."
"Aku membutuhkan analisahnya."
"Tetapi aku tidak boleh terlihat seperti sedang mengandalkan dan terlalu berharap kepada pak sugeng. Hal itu bisa merusak kepercayaan yang sedang aku bangun."
"Baiklah.. Jika demikian aku akan ke rumah pak Sugeng."
****
"Harus terlihat seperti sedang tidak membutuhkan kemampuan analisis pak Sugeng."
"Ya.. Ya.. Harus demikian"
Aldi membatin saat akan mengetuk rumah pak Sugeng.
Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu rumah pak Sugeng.
****
"Silahkan di minum mas Aldi." Pak Sugeng segera menyuguhkan kopi sebelum Aldi membicarakan kepentingannya.
Pak Sugeng mengerti jika seorang bos datang ke rumahnya, pasti ada hal penting yang akan di sampaikan.
"Mas Aldi pasti memiliki kepentingan yang lumayan mendesak hingga mas Aldi datang kemari." Pak Sugeng segera memulai pembicaraan setelah duduk satu meja dengan Aldi
"Sebenarnya tidak mendesak pak. Hanya saja hal ini di katakan tentang pekerjaan bisa, tapi di katakan di luar pekerjaan bisa."
Ok, langsung saja saya sampaikan.
"Jadi begini, demi memudahkan pak sugeng. Saya ingin tau produsen dengan produk mana yang akan memudahkan pak sugeng untuk berjualan. Tetapi dengan potensi lobi yang lebih mudah kepada produsen."
Aldi mulai berbicara kepada pak Sugeng.
__ADS_1