
Mendengar ucapan Aldi, pak Sugeng menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dan tersenyum halus.
"Apa sebenarnya yang di inginkan bos mudaku ini..?"
"Aku harus benar menganalisis yang sedang di inginkan bos muda. Karena aku membaca ini bagai sebuah peluang."
Pak Sugeng membatin sambil menatap Aldi dengan senyuman halus pak Sugeng.
"Sebelum saya menjawab pertanyaan mas Aldi, saya ingin sebuah kesempatan."
"Maksud pak Sugeng..?" Mendengar jawaban pak Sugeng, Aldi berekspresi dengan wajah penuh tanda tanya.
"Tentu ini adalah sebuah peluang bagi saya jika ada seorang bos muda dengan perusahaan barunya sedang bertanya sesuatu yang menurut mas Aldi yang akan saya butuhkan nantinya ketika saya berjualan."
"Tetapi, di balik itu. Ini adalah sebuah analisis yang di perlukan perusahaan atau bos muda yang belum mengetahui pasar."
"Jadi, beri saya peluang untuk berkarir mendampingi mas Aldi membangun perusahaan mas Aldi. Saya akan memberikan semua pengalaman 20 tahun saya di dunia sales dan marketing supaya perusahaan mas Aldi maju. Dan saya harap mas Aldi menjamin posisi manajer perusahaan mas Aldi kepada saya ketika saya dapat memajukan perusahaan mas Aldi."
Mendengar pertanyaan Aldi, pak Sugeng mulai berdiri seperti seseorang yang akan presentasi.
"Cerdik. Pemikiran seseorang yang cerdik. Tetapi pemikiran seperti pak Sugeng juga akan berbahaya untuk kedepannya jika aku tidak bisa merangkul." Aldi membatin setelah mendengar penjelasan pak Sugeng.
"Baik.. Setuju." Aldi berdiri dan menjabat tangan pak Sugeng dan menjadikannya simbol kesepakatan membangun kepercayaan.
****
"Langkah pertama sudah dalam genggaman. Kini mengenai langkah ke dua."
"Sesuai dengan ucapan pak Sugeng, aku harus menyiapkan semua dokumen perusahaan supaya produsen lebih yakin. Tetapi aku belum memiliki itu semua."
"Sekarang, bukan lagi home industri yang akan aku hadapi, tapi sebuah perusahaan produksi berpengalaman."
"Jadi apa yang harus aku lakukan..?"
Sesampainya di rumah, Aldi mulai memperhitungkan langkah-langkah yang akan di ambil Aldi.
Hal selanjutnya yang akan Aldi lakukan adalah mengurus sebuah CV atau PT. Aldi yang tidak memiliki pengetahuan sama sekali dengan hal tersebut, mulai mengutak-atik ponselnya dan mencari tau apa yang perlu Aldi tau.
Hingga tengah malam Aldi mencari informasi yang di butuhkan.
"Bagaimana mungkin aku harus menunggu 2 bulan untuk nama CV perusahaan..?"
"Yang benar saja. Waktu misiku hanya 2 bulan. Pasti ada cara lain."
Dalam pencarian di internet, akhirnya Aldi menemukan sebuah jasa pembuatan CV atau PT dengan waktu yang relatif cepat. Hanya 4 hari untuk CV dan 1 bulan untuk PT. Meski harus membayar lebih mahal untuk pengurusannya.
Akhirnya Aldi memutuskan untuk memiliki CV terlebih dahulu karena Aldi sedang di kejar waktu misi.
__ADS_1
****
"Mas Aldi, hari ini kami sudah resmi berhenti dari pekerjaan lama kami. Perusahaan sebelumnya tempat kami bekerja sudah resmi tutup."
"Itu artinya pak Sugeng, pak Aris dan pak Feri akan berfokus pada perusahaan ini. Jika demikian, saya menunggu janji pak Sugeng untuk ikut membesarkan perusahaan ini."
"Siap mas Aldi."
Setelah pembicaraan keduanya, Aldi menyampaikan kepada pak Aris dan Pak Feri jika untuk sekarang dan kedepannya, pak Sugeng akan memimpin tim penjualan.
Aldi juga menyatakan jika hari ini, Aldi sedang Ada urusan. Sehingga tidak dapat ikut dalam tim penjualan.
****
"Selamat siang.. Betul mas Aldi..?"
"Ya, betul.. Silahkan duduk."
Aldi sedang bertemu dengan salah seorang petugas dari perusahaan jasa pembuatan CV. Dalam pertemuan tersebut, seakan Aldi mendapatkan angin segar karena dapat dengan cepat untuk membuat CV beserta semua ijin yang di perlukan.
Setelah membayar uang muka dan memberikan semua kebutuhan berkas yang di perlukan. Kini Aldi hanya harus menunggu 4 hari sampai semuanya selesai.
****
"Penjualan kita hari ini lumayan besar bos, tetapi lebih banyak kemarin beberapa pack."
"Ayolah pak Sugeng, jangan panggil aku bos. Panggilan itu membuatku tidak nyaman. Seolah aku hanya bisa memerintah jika aku di panggil bos."
"Terdengar sedap di telinga. Dan memang panggilan yang seharusnya seperti sebelumnya." Aldi menjawab dengan senyuman lebar.
"Oh iya, tadi pak Sugeng melaporkan jika penjualan kita lumayan. Tapi seakan ada sebuah permasalahan dari penyampaian pak Sugeng?"
"Bukan tentang penjualan yang harus mas Aldi khawatirkan. Tetapi tentang pengiriman. Jika potensi kami terpecah dengan pengiriman, perusahaan tidak akan bisa mencapai omset maksimal."
"Bagus.. Itu yang sudah aku pikirkan dan memang ingin aku sampaikan kepada pak Sugeng." Aldi menanggapi ucapan pak Sugeng seolah sudah memiliki solusi sebelum permasalahan terjadi.
****
Ke esokan paginya, Aldi sudah siap dengan muatannya dan menyiapkan ponsel untuk memulai GPS.
Aldi berpikir, untuk memulai semuanya Aldi ingin mengenal area terlebih dahulu dengan cara melakukan pengiriman kepada toko-toko yang sudah order.
Aldi ingin memulai membiasakan berkomunikasi dengan berbagai macam sifat pemilik toko grosir. Hal itu akan sangat bermanfaat untuk Aldi berkomunikasi kedepannya saat sudah memutuskan terjun pada dunia sales.
"Pengalaman dasar adalah sangat berguna untuk kedepannya. Oke.. Berangkat…" Aldi membatin saat mulai menjalankan truk bok.
****
__ADS_1
"Assalamu'alaikum.. Selamat pagi.. Betul grosir aneka?"
"Saya dari pengiriman.. Mau kirim kerupuk orderan kemarin."
Tidak ada yang menjawab sapaan Aldi dan pembicaraan Aldi saat sudah masuk ke grosir aneka. Sehingga hal itu membuat Aldi bingung dan hanya berdiam di dekat rolling door.
Jangan berdiri di sana..!! Sudah di turunkan barangnya..!!
"Yooo… toyo.. Hitung barangnya kerupuk yo.."
"Nota pengirimannya kasihkan ke toyo, biar di hitung barangnya.."
Pemilik toko berbicara dengan nada suara ketus karena pemilik toko menganggap Aldi menutup akses jalan keluar masuk.
"Barangnya belum saya turunkan bu.."
"Ngapain dari tadi berdiri di sana..!! Sudah tau itu barang orderan ya cepat turunkan biar di hitung, terus saya bayar. Biar kamu gak berdiri di sana nutup jalan!!"
"Iya bu maaf.. Saya turunkan.."
"Lamban..!!"
Meski terasa dongkol di hati, tetapi Aldi menganggap hal ini sebagai sebuah pembelajaran baru. Tanpa banyak bicara lagi, Aldi segera menurunkan 12 pack kerupuk sesuai orderan.
Setelah Aldi selesai menurunkan, oyo si karyawan toko segera menghampiri Aldi dan mulai mengecek barang yang di turunkan oleh Aldi.
"Baru ya mas..?"
"Apa mas..?"
"Kamu baru di pengiriman dan baru pertama kirim ke sini?"
Oyo berbicara kepada Aldi saat Oyo mengecek barang yang di turunkan Aldi.
Iya mas.. Saya baru.
"Emang gitu ibuk mas. Gak suka sama orang yang kerjanya lambat. Tapi sebenarnya baik." Setelah berbicara demikian, Oyo segera masuk ke dalam dan memberikan nota orderan kepada pemilik toko.
Tidak lama kemudian Oyo kembali kepada Aldi dan memberikan uang sesuai dengan barang yang di order.
****
Sampai sore hari, Aldi baru selesai. Tetapi ada 2 toko yang gagal di kirim Aldi karena toko tujuan sudah tutup terlebih dahulu.
Sesampainya di rumah, atau yang kini di sebut kantor oleh pak Sugeng dan lainnya. Aldi sudah melihat pak Sugeng dan lainnya sudah mulai merekap laporan penjualan hari ini.
Hal yang biasa di lakukan oleh sales untuk di serahkan kepada seorang admin lalu di teruskan kepada pengiriman.
__ADS_1
"Mas Aldi, ini laporan penjualannya serta nota order yang harus di kirim besok."
Setelah menyerahkan berkas tersebut kepada Aldi, pak Sugeng dan lainnya akan pulang karena jam sudah menunjukkan jam 16.00. Tetapi Aldi menahan pak Sugeng supaya tidak pulang terlebih dahulu.