
** Tutup Bulan **
"Hari ini adalah hari penentuan perusahaan ini untuk terus menjalin kerja sama dengan sausu atau tidak. Hari ini kita harus mendapatkan omset sausu 184jt."
"Dengan mendapatkan omset tersebut, kita juga akan mendapatkan insentif 25jt dari mas Aldi. Karena hari ini adalah penentuan."
"Pantang pulang sebelum target."
Pak sugeng memimpin briefing pagi sebelum semua sales dan driver berangkat.
"PANTANG PULANG SEBELUM TARGET..!!"
Teriakan dari semua karyawan yang bersemangat menantang target akhir bulan, sampai terdengar ke ruangan Aldi. Mendengar hal tersebut, Aldi seakan puas memiliki karyawan yang loyal.
"Pak guntur, hanya pak guntur yang omsetnya di bawah 85%. Kejar pak, hanya kurang 4% dari target pak guntur. Biar sama-sama mendapat double insentif." Pak sugeng berbicara kepada salah satu salesnya.
Iya pak.. Siap.. InsyaAllah hari ini tembus ke 85%..
"Bagus pak.. Saya hanya bisa membantu omset tim, karena saya keliling di luar jalur hari ini." Sambil menepuk pundak pak Guntur, pak sugeng memberikan semangat.
****
(Mendapatkan 61 koin emas dari total omset akhir bulan.)
"Mendapatkan koin emas dengan penjualan yang mencapai target, terasa sangat melegakan." Aldi membatin setelah mendengar suara dari Naga Emas.
** ke esokan harinya **
"Selamat mas Aldi. Tim hebat dengan strategi yang sangat jitu menutup pergerakan kompetitor."
"Saya sangat suka dengan hasil ini."
"Saya juga tidak menyangka jika mas Aldi benar-benar bisa menutup target penjualan kami."
Direktur marketing sausu bersama timnya datang ke kantor Aldi untuk memberikan selamat dan juga tugas yang di berikan oleh pimpinan.
"Sesuai dengan MoU yang sudah di tandatangani sebelumnya. Kontrak kerja sama kita bisa di lanjutkan."
"Tentu.. Tentu saja mas Aldi. Tujuan saya kemari, selain memberikan selamat, saya dengan tim saya juga bermaksud mengundang mas Aldi ke Nunez Resto jam 12.00 untuk tanda tangan kerja sama."
"Saya pasti akan datang besok."
** sore harinya **
(Misi berhasil.)
(Telah mendapatkan 5000 outlet sebelum batas waktu)
__ADS_1
(Mendapatkan 500 koin emas.)
"Wooow… banyak sekali koin emas yang aku dapatkan."
"Dengan tambahan 500 koin emas, itu berarti aku memiliki 598 koin emas. Semoga berat koin emas yang aku miliki bisa mencapai 2kg.. Kikikikiki.."
Aldi membatin dengan senyum-senyum sendiri karena kini memiliki banyak koin emas. Saat Aldi berfikir akan menjualnya, Aldi baru teringat jika dirinya memiliki janji kepada Inez.
"Bagaimana ini..?"
"Apa aku harus menjual ke toko lain..?"
"Sepertinya harus demikian."
"Inez.. Inez.. Cantik sih.. Tapi…."
"Aku gak punya keberanian untuk bertemu dan di salahkan atas janji yang sampai lama belum aku tepati."
Aldi membatin dengan membawa semua koin emasnya untuk Aldi jual. Dengan segera Aldi mencari toko emas yang tidak kalah besar dengan toko emas milik orang tua Inez.
****
"Selamat malam Mas..? Ada yang bisa kami bantu..?"
"Aaaa…"
"Tunggu, biar saya tebak.. Masnya mau beli perhiasan buat pacar mas kan..? Mau beli kalung atau cincin. Sebab, kalung atau cincin yang paling pantas di jadikan hadiah ke pasangan." Seorang karyawati toko emas dengan cepat menyecar Aldi dengan ucapannya sebelum Aldi berbicara.
"Oouuu…"
"Maaf.. Saya kira mau beli perhiasan."
"Boleh saya lihat emas yang mau di jual..?"
Pegawai tersebut berbicara kepada Aldi. Setelah mendengar permintaan dari pegawai tersebut, Aldi mengeluarkan koin emasnya. Tetepi hanya 4 keping. Sebab Aldi ingin mengetahui harganya terlebih dahulu.
"Saya cek dulu ya mas.. Saya bawa ke dalam. Masnya tunggu di sini." Dengan hanya tersenyum Aldi menjawab pegawai tersebut.
"Tampan sih.. Tapi sayang.. Pencuri.." Pegawai tersebut membatin sambil masuk ke dalam ruangan.
** 1 jam kemudian **
"Mbak.. Koin emas saya belum selesai di cek..? Lama sekali.." Aldi yang sudah bosan menunggu, mencoba bertanya kepada pegawai yang lain.
"Harap di tunggu ya mas.. Biasanya kalau lama.. Artinya emas tersebut lebih berharga dari emas yang lainnya." Pegawai tersebut menjawab pertanyaan Aldi, lalu kembali melayani pengunjung lainnya.
"Cukup membosankan." Aldi membatin sambil menghirup nafas panjang lalu menuju kembali di kursi tunggu.
__ADS_1
Tetapi, saat baru Aldi duduk kembali. Aldi melihat pintu toko emas terbuka.
"Inez..??" Aldi bergumam dan cukup terkejut saat melihat Inez memasuki toko lalu melihat Aldi sebentar dengan tatapan sinis. Lalu mengembalikan pandangannya ke seorang pegawai toko bersama dengan orang yang di perkirakan oleh Aldi adalah pemilik toko.
Entah apa yang di bicarakan Inez dengan pemilik toko. Tapi dari bahasa tubuh, Aldi memperkirakan jika Inez mengucapkan terimakasih.
Setelah berbicara beberapa saat, terlihat tangan Inez meraih sesuatu dari atas etalase yang berada di antara Inez dengan pemilik toko. Lalu Inez berbalik dengan tatapan tajam kepada Aldi. Sontak Aldi menjadi serba salah mendapatkan pandangan seperti itu.
"Kamu tega sekali menipuku." Inez tiba-tiba berbicara dengan keras dengan nada suara manja dengan sedikit rengekan seperti anak kecil sambil menunjukkan koin emas milik Aldi sebelumnya.
"Ayo…! keluar…!" Dengan menggembungkan pipinya, Inez berbicara sambil menarik tangan Aldi.
Aldi yang sedang menjadi pusat perhatian, seolah tidak memiliki kuasa untuk menolak dan melawan saat Aldi di tarik oleh Inez.
Aldi yang juga merasa memiliki kesalahan kepada Inez, menjadikannya seperti orang yang bersalah jika menolak tarikan dari Inez.
****
"2 bulan lebih menghilang dengan janjimu. Kini mau menjual koin emasmu ke toko lain karena tidak mau menepati janji..!"
"Jika memang gak suka, tinggal bilang aja! Gak usah ngasih harapan palsu sampai berjanji ngajak nonton!"
Inez segera berbicara dengan nada tinggi tapi terlihat seperti sedang marah manja saat sudah berhasil memaksa Aldi masuk ke dalam mobilnya.
"Apa..!! Gak usah jawab.. Gak ada alasan. Kamu yang salah." Inez segera menghentikan Aldi yang terlihat ingin bicara.
"Kan aku yang di paksa janji waktu itu. Kenapa kini aku yang paling salah..?" Aldi membatin saat yang ingin dia bicarakan di hentikan oleh Inez.
** 5 menit kemudian **
Aldi dan Inez hanya diam saja di dalam mobil. Aldi tidak ingin memulai bicara karena khawatir Inez masih belum ingin selesai mengomel.
** 5 menit kemudian **
"Aku.. Aku pulang dulu ya.. Sudah gak mau bicara lagi kan..?" Dengan ragu dan lugunya, Aldi berbicara perlahan kepada Inez.
"Jahat.."
"Kamu ini manusia apa bukan sih."
"Aku sudah segitunya.. Kamu masih gak mau ngajak aku nonton."
Dengan suara sedih dan wajah tertunduk, Inez berbicara kepada Aldi yang sudah membuka pintu mobil Inez untuk keluar.
"Eh.. Aku kira kamu sudah gak mau aku ajak nonton setelah marah-marah tadi." Aldi berbicara sambil membenarkan duduknya kembali lalu menutup pintu mobil.
"Cewek ini.. Apa dia suka sama aku..?"
__ADS_1
"Ini rezeki apa musibah buat aku ya..?"
Aldi membatin saat Inez tanpa kata-kata lagi, menghidupkan mobilnya lalu menjalankannya.