
"Tidak ada tempat lebih baik untuk jual beli selain pasar. Di sana akan banyak toko atau lapak penjual arloji." Aldi membatin saat memacu motornya.
Beberapa saat kemudian, Aldi sudah sampai di pasar dan sudah menawarkan arlojinya ke beberapa toko. Tetapi hasilnya belum sesuai keinginan. Semua penawaran jauh dari harga yang di tentukan sistem. Bahkan banyak di antaranya menawar dengan harga rendah.
"Jual emas mas.."
"Sini mas kalau mau jual emas."
Seorang bapak-bapak pemilik lapak jual beli emas memanggil Aldi karena di kira Aldi mau menjual emas.
"Tidak pak, saya bukan mau menjual emas. Tapi apakah bapak tau tempat menjual Arloji ini supaya memiliki nilai lebih?"
Terdengar nada suara putus asa dari Aldi hingga asal menanyakan kepada penjual emas yang memanggilnya.
"Boleh saya liat arlojinya lebih teliti."
"Iya pak.. Silahkan." Seakan acuh Aldi menyerahkan arlojinya dengan memandang ke segala arah untuk mencari toko lain yang sekiranya belum di datangi oleh Aldi.
"Mas.. Ini pegang dulu arlojinya. Saya mau nutup lapak saya dulu. Jangan ke mana-mana, akan saya antar ke tempat yang cocok menjual jam tangan ini."
Aldi mengambil arlojinya dan memandangi bapak-bapak yang sedang menutup lapaknya seakan terburu-buru.
"Bapak sedang terburu-buru mau nutup?"
"Iya.. Saya terburu-buru karena arloji itu. Siapa nama kamu..?"
"Aldi.. Saya Aldi Ramadhan."
"Oke.. Tunggu sebentar. Oh ya.. Bapak harus memastikan dulu. Bapak minta komisi 10% dari penjualan arloji itu. Berapapun harganya, kamu harus memberi bapak 10%."
Ee.. Oh.. Iya baik.
Seakan terheran Aldi dengan percakapannya dengan bapak pemilik lapak. Aldi hanya diam menunggu dan memperhatikan pemilik lapak yang seakan sangat senang dan tidak sabar.
"Terburu-buru dan meminta komisi 10% dari penjualan arloji ini..? Sampai harus seperti itukah ekspresi bapak ini yang akan mendapatkan komisi 10%..?" Aldi membatin terheran.
****
"Selamat siang ko.."
__ADS_1
"Iwan.. Ya ada apa..?"
Kini Aldi mengetahui jika bapak-bapak yang mengantarnya ke sebuah toko milik orang keturunan china. Karena pemilik toko memanggil nama bapak Iwan.
Terlihat pemilik toko dan pak iwan sudah lama kenal dari cara mereka berbicara. Di dalam toko juga ada beberapa pengunjung yang sedang di layani oleh pegawai.
"Hei nak sini.. Kamu punya arloji apa..?"
"Oh.. Ini ko.." Aldi menjawab sambil memberikan arlojinya.
Setelah memberikan arlojinya, Aldi di minta duduk terlebih dahulu karena arloji itu akan di cek dulu.
** 10 menit kemudian **
"Kamu minta berapa..?"
"Emm.."
"Wes.. Gak usah banyak mikir. 2jt ya!! Langsung saya bayar." Belum sempat Aldi menjawab, pemilik toko langsung menawar dengan harga 2jt.
"Loh.. Kok segitu..? Gak segitu harganya..?"
"Wes.. Diemo wan.. Nanti kamu aku kasih komisi sendiri. Anak itu gak tau harga arloji ini." Pak iwan dan pemilik toko saling berbisik.
"Arloji buatan tangan tanpa batrai. Hanya di produksi 23 buah. 15 arloji lainnya sudah ada di Eropa dan 8 arloji sisanya masih di Indonesia. Itu adalah salah satunya. Akan aku beli 15jt."
Aldi yang sebelumnya terkejut dengan penawaran secara tiba-tiba, kini semakin terkejut saat tahu penjelasan mengenai arlojinya.
"Ini toko aku. Kenapa kamu tiba-tiba nawar sebelum aku membelinya."
"Karena kamu mau nipu anak ini dengan membeli barang jauh dari harga sesungguhnya."
Saat pemilik toko dan bapak-bapak yang menawar arloji milik Aldi adu mulut, aldi berdiri dan secara tiba-tiba mengambil arlojinya kembali.
"Entah di mana dan siapa aku tidak peduli. Siapa yang membeli dengan harga termahal akan aku berikan." Aldi berbicara dengan lantang supaya menghentikan adu mulut antara pemilik toko dan seseorang yang tiba-tiba menawar arloji milik Aldi.
Supaya tidak salah etika saat melakukan jual beli, Aldi segera keluar toko. Dan duduk di trotoar.
"Sini nak, aku beli 15jt. Berapa nomor rekening kamu..?"
__ADS_1
"Aku berani 17jt." Pemilik toko sebelumnya tiba-tiba menawar dari dalam pintu toko.
Di trotoar yang bisa di bilang ramai, terjadi kehebohan hingga menarik perhatian beberapa orang. Bahkan pemilik toko barang antik di sekitar juga tertarik melihat sumber kegaduhan. Kini seakan sebuah lelang dadakan terjadi di sebuah trotoar karena arloji milik Aldi yang sebenarnya sudah masuk daftar barang antik yang langka.
"30jt. Aku berani beli 30jt. Itu arloji buatan Suherman Regar bukan..?"
"Itu pak Ali pemilik toko barang antik di seberang jalan." Gumaman beberapa orang di kerumunan.
"Hei nak.. Kamu akan buat keributan di sini atau bahkan perkelahian kalau kamu tidak cepat menentukan harga." Pak iwan berbisik kepada Aldi yang terlihat bingung tapi senang dengan penawaran dari beberapa orang.
"Jadi aku harus melepas berapa..?" Pertanyaan Aldi kepada pak iwan, tetapi pak iwan menjawab dengan mengangkat kedua bahunya yang mengartikan tidak tahu.
"50jt..siapapun yang mau membeli untuk pertama kali dengan harga 50jt, dialah pemilik arloji ini." Aldi berbicara dengan keras dan bersamaan dengan itu, semua orang terdiam dan saling menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Siapa yang akan berani beli dengan harga 50jt, pasti akan sulit untuk menjual lagi."
"Iya.. Jika memang bukan kolektor, gak akan berani membeli."
"Kalau sampai ada toko yang berani beli, akan mengendap lama modal mereka."
Gumaman bisikan liar dari beberapa orang terdengar dalam kerumunan orang. Mereka yang menonton tanpa menawar sebelumnya, seakan menantikan pemenang dari lelang dadakan di trotoar.
"Jangan kau berikan ke orang lain lagi. Aku beli 50jt. Sini masuk, aku transfer uangnya di dalam."
Pemilik toko sebelumnya yang menawar 2jt kepada Aldi, dengan mengejutkan tiba-tiba mau membeli arloji Aldi dengan harga 50jt.
(Waktu tersisa 7 menit.)
"Mana nomor rekening kamu!! Aku transfer langsung." Terdengar suara pemilik toko seakan tidak ramah karena yang seharusnya arloji dapat dia beli dengan harga beberapa juta saja, kini harus dia beli dengan harga 50jt.
"Wan, lain kali kalau bawa penjual seperti ini lagi. Bawa ke dalam aja, biar gak ada yang ganggu aku nawar."
"Siap ko."
Setelah beberapa saat, pembayaran telah berhasil. Dengan segera Aldi memberikan arlojinya yang tanpa di sangka merupakan arloji antik.
(Misi berhasil.)
(Support dari sistem dalam proses.)
__ADS_1
"Akhirnya... Misi ini berhasil juga. Hal yang tidak memungkinkan, ternyata bisa berhasil melampaui Ekspektasi." Aldi bergumam dan keluar dari toko.
Terlihat senyum di wajah Aldi saat keluar dari toko. Tapi tiba-tiba pundak Aldi di pegang oleh seseorang seperti sebuah cengkraman.