Sistem Koin Emas

Sistem Koin Emas
Misi Harian


__ADS_3

Tanpa Aldi sadari, hampir setiap hari terjadi tawuran di dekat kantor Aldi. Hal itu terjadi karena setiap kali orang-orang dari Wendi Suherman akan datang ke kantor Aldi untuk pengusiran, orang-orang dari keluarga Boukunar telah menghentikannya terlebih dahulu sebelum sampai ke kantor Aldi. 


** Beberapa hari kemudian **


"Progres target mingguan di wilayah Jawa Timur bagian timur, ada 3 kota mencapai target dan 2 kota belum mencapai target."


"Banyuwangi mencapai penjualan 327jt. Jember mencapai penjualan 289jt. Probolinggo mencapai penjualan 182jt. Malang mencapai penjualan 283jt. Sumenep mencapai penjualan 169jt."


"Pencapaian target ini belum di hitung dengan penjualan hari ini sebagai penjualan tutup bulan mas." 


Pak Aris yang menjadi supervisor di wilayah timur, memberikan laporannya kepada Aldi dan juga pak Sugeng. 


"Pak Feri..?" Setelah mendengar laporan pak Aris, Aldi tidak langsung menanggapi dan meminta untuk pak Feri memberi laporannya juga. 


"Di wilayah barat, hanya 2 kota yang mencapai target mingguan mas."


"Madiun mencapai penjualan 306jt. Mojokerto mencapai penjualan 138jt.


Kediri mencapai penjualan 284jt.


Mojokeeto mencapai penjualan 211jt. Bojonegoro mencapai penjualan 196jt."


"Mojokerto yang memiliki penjualan sangat jauh dari lainnya mas."


Pak Feri memberikan laporannya dengan membaca data penjualan yang sudah ada di tangannya. 


"Tolong cari titik lemah dari tiap cabang. Saya tidak ingin jika bulan depan, target kita tidak terpenuhi."


"Saya siapkan 100jt untuk di gunakan menaikkan omset bulan depan. 40% berbentuk prodak dan 60% berbentuk uang. Saya harap dana itu bisa di gunakan tim untuk mendongkrak penjualan."


"Untuk mekanisme pembagiannya, saya serahkan kepada pak sugeng dan lainnya. Yang pasti, gunakan untuk promosi di tiap cabang."


"Tetap di ingat. Jangan fokus pada masalah. Tapi fokuskan kepada solusi untuk pencapaiann target. Saling menyalahkan tidak akan menemukan ujung yang memuaskan." 


Aldi memberikan masukannya kepada pak sugeng dan dua supervisor area. 


"Mas.. Bagaimana dengan pak Wendi Suherman..? Apa mas Aldi benar mengabaikan ancamannya..?" Pak sugeng bertanya dengan wajah khawatir. 


"Saya tidak terlalu memikirkan hal itu pak. Karena masalah itu sudah pernah saya pikirkan jalan keluarnya. Jadi saya tidak ingin terus memikirkan hal yang belum terjadi dan sudah ada solusinya. Hanya akan membuang waktu."

__ADS_1


"Saya lebih memilih untuk memikirkan target perusahaan ini dan kemajuan perusahaan ini. Yang pasti, tanggal 5 besok, kita sudah bisa menempati kantor baru. Kita juga sudah tidak ada urusan lagi dengan Wendi Suherman."


"Jika nanti pak Wendi Suherman datang lagi dengan kekuatannya untuk mengusir kita dari bangunan ini. Saya tinggal menyesuaikan solusi yang sudah pernah saya pikirkan dengan kondisi saat ini yang tentunya kita sudah semakin siap dengan bertambahnya waktu."


****


"Jika mas Aldi sudah menggelontorkan dana seperti ini. itu artinya mas Aldi menginginkan kita benar-benar mencapai target tanpa ingin mendengar alasan kegagalan."


"Gebrakan di awal bulan bagi pendatang baru di cabang memang perlu. Sebab hal itu akan menentukan nasib penjualan di bulan-bulan berikutnya."


"Lalu mekanisme apa yang akan kita gunakan..?"


Mereka bertiga membahas mekanisme promosi yang akan mereka lakukan di tiap cabang. Sedangkan Aldi memfokuskan untuk mendongkrak penjualan di cabang surabaya. 


** ke esokan harinya **


(Mendapatkan 240 koin emas dari penjualan akhir bulan.) 


"Ini dia yang aku tunggu-tunggu. Pemberian koin emas dari sistem. Dengan selalu mendapat koin emas di awal bulan, membuat diriku lebih mudah mengembangkan usahaku. Bahkan jika memungkinkan, aku akan mengepakkan sayap dengan usaha di bidang yang lain."


** 2 hari kemudian **


"Keluarga Boukunar br*ngs*k.."


Setelah memarahi anak buahnya, Wendi Suherman segera menuju ke kantor Aldi yang merupakan properti milik Wendi Suherman. 


****


"Kau mengabaikan peringatanku..!! Bahkan kau meminta bantuan kepada keluarga Boukunar untuk melindungi kantormu."


"Keluar hari ini juga atau kau akan aku seret ke pengadilan dengan tuduhan penguasaan properti milik orang lain."


Wendi Suherman berbicara kepada Aldi tanpa memasuki kantor Aldi. 


Keluarga Boukunar..? Apa maksudmu..? 


"Jangan pura-pura bodoh.. Gadis yang ada di kantormu waktu aku memperingatkanmu. Dia adalah cicit dari pengusaha tambang. Tambang Boukunar."


"Gadis..? Mungkinkah itu Inez..?" Aldi membatin saat mendengar ucapan Wendi Suherman. 

__ADS_1


"Beri aku waktu 3 hari."


"Baik, 3 hari dan tidak lebih. Tapi kau harus membayar sewa selama 11 hari semenjak aku pertama mengusirmu hingga 3 hari kedepan. Atau aku akan menuntutmu."


"Baiklah, berapa yang kau inginkan..?"


"30jt/hari. Total 330jt untuk 11 hari."


"Sial, kau ingin memerasku. 30jt, sama dengan sewa rumah selama 1 tahun."


"Terserah padamu. Aku sudah memiliki bukti untuk menuntutmu. Bayar, dan semua beres dengan mudah. Atau aku tuntut, dan semua akan merepotkan."


"Anggap aku membayar sewa selama aku tinggal di rumah ini." Aldi membatin dengan pemikirannya yang tidak ingin semuanya berlarut sehingga mengganggu aktivitasnya. 


"Baiklah. Akan aku transfer saat ini juga." Setelah mengucapkan hal itu, Aldi segera mentransfer jumlah uang yang di minta Wendi Suherman. 


"Entah terlalu pintar atau terlalu bodoh. Sungguh mudah mendapatkan uang dari pemuda ini. Sifat lemah yang di wariskan dari DNA Fadil Ramadhan." Wendi Suherman membatin setelah menerima uang transferan dari Aldi. 


****


"Terlalu lemah. Kau tidak akan bisa melewati kerasnya dunia bisnis jika kau memiliki hati yang lemah kepada lawan bisnismu." Naga Emas secara tiba-tiba muncul di sebelah Aldi yang sedang memandang mobil Wendi Suherman pergi dari halaman kantornya. 


"Kau tidak perlu mengomentariku jika kau tidak bisa membantu." 


"Tentu aku bisa membantu, support dari sistem tinggal 1. Tapi kau tidak menggunakannya."


"Tentu aku tidak akan menggunakannya jika tidak terdesak. Support dari sistem itu akan menjadi bomerang bagiku nanti."


"Jika demikian. Cepat kumpulkan koin emasmu. Jika kau kaya, maka uang akan memiliki kekuasaannya sendiri. Tidak akan ada orang lagi yang akan merendahkanmu dan mempermainkanmu."


"Jika kau bisa memberiku koin emas setiap hari, maka hal itu akan lebih cepat terjadi."


"Maka mintalah misi harian kepada sistem. Kau meminta, maka aku akan memberikannya. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.." Bersamaan dengan tawanya, Naga Emas menghilang begitu saja. 


"Meminta misi harian..? Ternyata masih ada cara lainnya untuk mempercepat aku mendapatkan koin Emas..?" Aldi membatin dengan girang setelah mendengar ucapan dari Naga Emas. 


****


"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Manusia memang selalu cinta dengan harta. Bahkan harta dapat membutakan mata hatinya. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.."

__ADS_1


"Mintalah misimu.. Ambil koin emasmu.. Bukakan gerbang ini untukku.. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.."


Naga Emas yang terbang di atas tumpukan koin emas di tengah hutan. Seakan sudah tidak sabar dengan apa yang sudah ia nantikan. 


__ADS_2