Sistem Koin Emas

Sistem Koin Emas
Perusahaan Distribusi


__ADS_3

"Kalau begini.. Jadi lebih serius dengarkannya. Ibarat kita sudah di bayar untuk menjadi pendengar."


Salah satu dari ketiganya berbicara dan di setujui oleh yang lain. 


"Saya sudah mendengarkan semua yang bapak bicarakan dari tadi. Jadi prusahaan tempat bapak bekerja akan tutup karena mengalami kebangkrutan yang sudah sangat sulit di atasi."


"Bapak semua juga akan mencari tempat kerja baru. Jika bisa memiliki produk yang sama seperti tempat bapak bekerja sebelumnya."


Ketiga orang tersebut mengangguk menandakan jika ucapan Aldi adalah benar. 


"Saya ingin bapak bekerja di perusahaan saya. Karena saya memiliki perusahaan distribusi."


"Supaya bapak semua lebih efektif ketika bekerja di tempat saya, maka saya membutuhkan informasi kontak mengenai perusahaan produk yang di pasarkan oleh perusahaan tempat bapak bekerja sekarang."


Mendengar ucapan Aldi, salah seorang yang merupakan koordinator sales dari lainnya, berbicara jika tawaran Aldi sangat menarik. Sehingga mereka akan mengupayakan apa yang di minta Aldi. 


Mengetahui ketiganya menyetujui, Aldi kembali memberi mereka masing-masing uang sebesar 100rb. Hal itu di lakukan supaya mereka bertiga lebih terpacu untuk memenuhi apa yang Aldi minta. 


****


"Siapa pemuda ini..? Mudah sekali memberikan uang kepada kita.."


"Iya, sangat loyal dengan uang."


"Itu artinya.. Kita sudah mendapat pekerjaan baru setelah ini."


Ketiganya saling berbincang dengan suara kecil saat melihat Aldi berlalu meninggalkan warung kopi. 


****


"Setidaknya aku akan memiliki 3 sales yang kemungkinan besar handal untuk berjualan."


"Sekarang aku sudah memiliki ide untuk berbicara dengan pemilik produksi kerupuk."


Aldi membatin sambil memacu motornya memasuki sebuah gang untuk menuju ke tempat rumah produksi kerupuk. 


****


"Jika saya di minta untuk menyediakan kemasan dengan logo perusahaan mas Aldi, bisa-bisa saja. Tetapi jika tenggat waktunya besok. Tentu tidak mungkin."


Aldi sudah melakukan pembicaraan dengan pemilik produksi kerupuk. Aldi mengaku memiliki perusahaan distribusi dan Aldi menginginkan kerja sama berkelanjutan. Di mana perusahaan Aldi akan menjadi perusahaan distribusi tunggal dari produksi kerupuk milik pak Toni, dengan produk uji coba sebesar 10jt dengan beberapa kali uji coba.

__ADS_1


Dalam kerja sama tersebut, Aldi meminta logo perusahaan yang masih di bayang-bayang Aldi. Tetapi pak Toni sebagai pemilik produksi kerupuk tidak bisa menyanggupi jika hanya berjarak waktu 1 hari. 


"Jika bapak tidak bisa membuat logo dalam kemasan. Cukup bapak buat cetakan dari kertas, lalu masukkan di dalam kemasan."


"Jika bisa, besok saya akan kembali ke sini dengan membawa uang untuk prodak uji cobanya."


Aldi mencoba melobi dengan mempermudah pemilik produksi kerupuk. 


"Baik.. Kita sepakat." 


Pak Toni menjawab dengan tegas dan semangat karena hal ini akan menjadi kemajuan pesat bagi produksi kerupuk yang awalnya hanya berskala rumah industri. 


"Kalau begitu saya permisi pulang terlebih dahulu dan kita akan kembali membicarakan kontrak berjangka dengan target penjualan serta kesanggupan produksi dari tempat bapak setelah saya melihat respon pasar atas prodak uji coba beberapa kali."


"Siap mas Aldi. Saya tunggu besok kedatangan mas Aldi. Saya akan langsung persiapkan barangnya serta kemasan sesuai permintaan mas Aldi."


****


Sesampainya di rumah, Aldi berfikir jika dirinya membutuhkan seorang perawat untuk mamanya. Sebab, Aldi sadar jika mulai besok Aldi akan sangat sibuk menjalankan misi sistem dan sebuah usaha barunya. 


"Dimana aku harus mencari perawat untuk mama..?"


"Sabar ya ma.. Aldi akan berjuang untuk mama."


"Kesempatan memiliki koin emas dengan menerima sistem yang beresiko, harus Aldi terima. Mungkin ini memang kesempatan Aldi."


Aldi yang berdiri di belakang mamanya, berbicara dengan raut wajah kesedihan. 


Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu di rumah Aldi. 


"Bu Leli.. Silahkan masuk bu."


"Ah.. Gak usah nak.. Ibu cuma mau antar ini. Sama.." Bu Leli menyerahkan sebuah masakan lalu berbicara tetapi kemudian terdiam. 


"Terimakasih bu.. Barusan bilang Sama apa bu..?"


"Engga.. Gini, ibu dengar kalau pembantu nak Aldi pulang kampung. Apa nak Aldi gak butuh orang buat jaga mama nak Aldi..?"


"Bayaran kecil gak papa.. Saudara bu Leli lagi butuh kerjaan. Bu Leli bisa jamin kalau saudara bu Leli orangnya jujur."


Seolah kebetulan yang di rencanakan. Aldi yang berniat mencari orang untuk merawat ibunya. Tidak lagi harus bersusah payah mencari. 

__ADS_1


"Kebetulan bu. Saya memang berencana mencari orang. Kalau begitu, mulai besok pagi. Saudara bu Leli bisa langsung ke sini sebelum saya berangkat kerja."


"Iya.. Terimakasih.. Besok pagi saudara bu Leli akan ke sini."


**** 


Ke esokan harinya, Aldi berangkat menuju rumah produksi kerupuk setelah Aldi memberikan tugas kepada orang yang akan merawat mamanya. 


Tidak lupa Aldi juga sudah menyiapkan uang 10jt untuk pembayaran prodak uji coba kerupuk dari hasil uang penjualan koin emas dan uang dari menjual alas kaki di rumahnya. 


"Assalamu'alaikum pak Toni."


"Wa'alaikumussalam.. Kerupuknya sudah saya siapkan dan sudah di angkut di pickup." 


"Wah.. Sudah langsung siap pak.."


"Sesuai janji saya mas Aldi. Akan saya siapkan." Pak Toni berbicara dengan senyum lebar. 


Setelah Aldi melakukan pembayaran, kerupuk yang menjadi produk uji coba siap mengikuti Aldi untuk di bawa ke rumah Aldi. 


"Ternyata uang 10jt bisa jadi kerupuk mentah sebanyak 1 pickup. Bagaimana aku menjualnya nanti..?" Aldi membatin dengan senyum kecut saat melihat banyaknya kerupuk mentah yang di miliki Aldi. 


"Oh ya mas Aldi. Saya sudah pesan kemasan dengan logo perusahaan mas Aldi. InsyaAllah lusa sudah jadi." Pak Toni berbicara kepada Aldi yang sudah siap untuk memandu pickup yang akan membawa kerupuk mentah ke rumah Aldi. 


Sedangkan Aldi yang mendengar ucapan pak Toni, hanya tersenyum kecut. 


"Aku saja belum tau apakah aku bisa menjual habis kerupuk ini dalam waktu 5 hari lagi sesuai misi." Aldi membatin menanggapi ucapan pak Toni. 


****


Saat semua produk kerupuk mentah di turunkan di rumah Aldi. Terlihat tumpukan kerupuk lumayan tinggi di rumah Aldi. 


"Aku harus bisa.. Aku harus bisa.. Yang penting jalan dulu.. Di coba jual dulu.. Hasil belakangan. InsyaAllah hasil tidak akan mengkhianati kerja keras." 


Aldi berbicara sendiri untuk menyemangati diri sendiri. Lalu bersiap untuk menata kerupuk di atas motor dan memulai berjualan. 


Tapi, saat Aldi membuka pintu rumah. 


"Mungkin mereka solusi dari penjualanku. Aku harus bisa meyakinkan mereka untuk mulai bekerja bersamaku hari ini."


Aldi membatin saat melihat ke tiga orang yang kemarin di temui Aldi di warung kopi sedang bingung mencari rumah Aldi yang mengaku memiliki perusahaan distribusi. Ketiga orang yang sudah melalang lintang di dunia persalesan. 

__ADS_1


__ADS_2