
Dalam rapat, Aldi memperlihatkan wajah seriusnya akan sesuatu permasalahan yang terjadi di perusahaan dengan tatapan tajam. Melihat akan hal itu, semua karyawan seakan mendapatkan tekanan dari tatapan yang di perlihatkan Aldi.
Aldi yang di ketahui oleh para karyawan sebagai orang humoris dan hangat kepada semua karyawan. Membuat mereka terdiam seribu bahasa karena ekspresi yang jarang di lihat oleh para karyawan dari sikap dan tatapan Aldi.
Terlebih dari para sales baru yang sangat jauh dari harapan. Pencapaian penjualan dan distribusi tidak ada yang mencapai target.
Pak Sugeng memulai rapat dengan mempertanyakan kendala para sales di lapangan mengenai produk sausu. Hal yang sebenarnya sering di tanyakan oleh pak Sugeng di setiap harinya.
Tetapi, pertanyaan tersebut terasa sangat berbeda karena pak Sugeng bertanya di hadapan Aldi yang merupakan seorang pemilik perusahaan. Terlebih raut wajah Aldi terlihat semakin tidak ramah ketika satu persatu dari para sales menjawab pertanyaan pak Sugeng.
"Jadi, bapak-bapak semua mengalami kesulitan karena adanya kompetitor yang lebih terkenal dan memiliki macam produk lebih bervariatif sehingga memaksa toko harus menerima produk kompetitor dan memberikan tempat yang lebih baik di toko mereka supaya pembeli lebih mudah melihatnya."
"Jika seperti itu alasannya, berarti hanya di permasalahan kecepatan repeat order..? Tetapi mengapa saya melihat data yang ada berbeda..? Jika permasalahan di repeat order, seharusnya EC setiap sales tercapai..? Tetapi yang saya lihat di data, tidak ada yang memenuhi target EC kecuali pak aris dan pak Veri..?"
"Lalu di mana kesalahannya..?"
Aldi berbicara dengan suara yang mendominasi di ruangan tersebut. Sehingga membuat semua orang terdiam tanpa memiliki jawaban yang tepat.
"Yang perlu bapak tahu, bapak-bapak semua bekerja di sini jangan menganggapnya hanya sebagai sebuah pekerjaan rutinitas belaka dan hanya menjalankan pekerjaan dari perusahaan."
"Nanti kalau tidak target, ya mau gimana lagi.. Di keluarkan gak papalah.. Nanti aku cari pekerjaan lain. Ya betul.. Betul sekali.. Pemikiran seperti itu.. Tapi, jika bapak punya pemikiran seperti itu.."
"Sampai kapan..? Sampai kapan bapak mau pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain… ? Sampai kapan bapak akan kembali start dari awal tanpa memiliki finish..?"
"Anggap ini usaha bapak.. Anggap ini cara bapak mencukupi keluarga bapak.. Supaya apa..?"
"Supaya bapak lebih ikhlas untuk bekerja."
"Perusahaan ini bukan perusahaan besar.. Belum.. Tetapi akan menjadi perusahaan besar kedepannya. Tapi…"
"Tapi saya membutuhkan bantuan bapak semua."
__ADS_1
"Bapak semua adalah awal dari perusahaan ini. Karyawan perintis dari perusahaan ini. Maka jadilah layaknya perintis bukan pewaris."
"Jika perusahaan ini besar, maka bapak-bapak semualah pemenangnya. Sebab bapak-bapak adalah calon para pemimpin perusahaan ini."
"Raih finish bapak-bapak dengan pensiun di perusahaan ini. Tentu.. Tentu akan ada reward dari perusahaan.. Dan saya memastikan itu."
"Tetapi jika penjualan sausu di perusahaan seperti ini.. Maka perusahaan tidak akan memasarkan produk sausu lagi. Kontrak kerjasama dengan produsen akan di putus. Jika itu terjadi..? Apakah bisa perusahaan menjadi besar..?"
"Tentu tidak akan bisa.. Yang ada, saya akan melakukan pengurangan karyawan."
"Bulan depan, penjualan sausu harus melebihi angka 1,3 milyar. Untuk mencapai target tersebut, maka penuhi target EC, maka target volume akan mengikuti."
"Jika target 1,3 milyar tercapai, maka saya akan memberikan bonus 25 jt dan di bagi rata semua karyawan ini. Dan saya akan memberikan tambahan insentif kepada sales yang mencapai target 85%, 100% yaitu 10% dari gaji pokok bapak-bapak. Bagi yang mencapai target 110% keatas, akan saya beri tambahan insentif 15% dari gaji dan berlaku tiap kelipatan 20% target. Maka akan dapat tambahan insentif 15% dari gaji."
"Dan bagi yang tidak memenuhi target, maka maaf. Saya harus mengganti karyawan tersebut dengan karyawan yang mau berjuang dengan rasa memiliki kepada perusahaan."
"Punishment ini juga berlaku bagi pengiriman dan admin atas target masing-masing."
Setelah meninggalkan rapat, Aldi menuju ke sebuah showroom mobil bekas. Di sana Aldi membeli mobil berjenis minibus dengan pintu tengah yang menggunakan pintu geser. Karena akan Aldi pergunakan sebagai armada kanvas.
Aldi memiliki pemikiran tersebut, setelah Aldi mengingat ucapan pak Sugeng mengenai sales kanvas dan di rasa kini sedang di butuhkan.
****
Ke esokan harinya, setelah semua sales dan driver berangkat menjalankan tugasnya. Aldi mengajak pak Sugeng untuk berkeliling langsung membawa barang dengan armada mobil yang baru kemarin Aldi beli.
"Mas, jika saya ikut dengan mas Aldi keliling di luar surabaya. Saya tidak bisa dampingi para sales untuk menyelesaikan masalah di lapangan."
"Mereka semua bukan sales baru. Mereka semua rata-rata memiliki pengalaman sales dan memiliki pengalaman dengan penjualan baik. Tetapi mereka kemarin tidak bisa menyelesaikan masalah mereka di lapangan dan tidak mencapai target hanya karena keinginan yang kurang besar. Setelah rapat kemarin, mari kita cukup lihat dengan hasilnya."
Setelah mengucapkan hal itu, Aldi segera menaiki mobil dan menunggu pak Sugeng yang masih terlihat ragu.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin hanya akan melihat setelah mendudukan para sales untuk rapat?" Terlihat keraguan dalam batin pak Sugeng.
Tiin.. Tiiin.. Suara klakson mobil di bunyikan Aldi untuk membuyarkan lamunan dan keraguan pak Sugeng.
****
"Pak, tolong buat group WA khusus untuk para sales. Tapi jangan masukkan saya ke group itu."
"Baik mas.." Pak Sugeng yang tidak mengerti dengan maksud Aldi, tetap menjalankan perintah yang Aldi minta.
** jam 2 siang **
Foto barusan juga kirim ke group sales pak. Sampaikan juga jika kita terlambat sampai kantor dan mungkin baru magrib sampai kantor. Katakan jika teman-teman sales mau pulang terlebih dahulu gakpapa."
Dari pagi, Aldi dan pak Sugeng membagikan foto bahkan video aktivitas penjualan mereka dengan penanda lokasi yang menandakan berada di kota Gresik.
** jam 17.30 **
Saat mobil yang di gunakan Aldi memasuki garasi, terlihat 3 motor sales masih di sana.
"Masih belum pulang..?" Aldi menyapa 3 salesnya yang masih berada di kantor yang merupakan rumah Aldi.
"Kami juga baru sampai mas. Yang lain juga masih perjalanan. Bahkan pak Eko masih di toko 5 menit lalu."
Mendengar jawaban dari salesnya, Aldi tersenyum dan mengajak semuanya masuk ke kantor.
"Ternyata ini maksud dari semuanya. Bukan hanya bicara yang di lakukan. Tetapi juga menumbuhkan rasa malu sehingga juga tumbuh menjadi rasa memiliki. Sehingga mereka semua juga rela mengejar target masing-masing meski sudah habis jam kerja mereka."
"Ternyata, kini aku juga belajar dari anak muda ini."
Pak Sugeng membatin setelah menggabungkan semua kejadian di hari itu.
__ADS_1
30 menit kemudian, semua sales telah datang dan mulai memberikan setoran mereka kepada admin. Tetapi keterkejutan dengan rasa malu terjadi kepada semua sales saat melihat setoran yang di berikan Aldi lebih besar dari semua sales.