
"Batas waktu support sistem ya.."
"Hmmmmhh.. Aku benar-benar melupakan batas waktu itu."
"Aku mendapatkan support dari sistem untuk pertama kali setelah aku menerima misi besar pertamaku."
"Lalu kini support dari sistem menghilang setelah aku menyelesaikan misi ke dua. Itu artinya, 3 kali kesempatan support dari sistem memiliki batas waktu untuk 2 kali misi besar sistem."
"Astaga.. Bagaimana dengan izin CV ku..?"
Aldi bergumam setelah melihat motornya tidak ada. Aldi juga bergegas mengecek izin usaha atas nama CV. Bintang Naga Emas melalui situs kementrian.
Tetapi izin usaha yang dimiliki perusahaan Aldi tetap tercantum dan tidak menghilang.
"Izin usahaku tetap aman meski di bantu oleh support dari sistem. Entahlah.. Aku harus cepat ke dermaga."
****
Setelah menyelesaikan urusan di dermaga, kepala Aldi terasa ingin pecah. Sebab Aldi harus memikirkan cara mendapatkan armada untuk pengiriman besok dan hari-hari kedepannya.
Disaat kebingungan, Aldi seakan rindu kehadiran orang tuanya yang dulu selalu memberikan apapun yang Aldi minta. Sehingga Aldi kini mengenang masa-masa tersebut dengan duduk di lantai lalu bersandar di kaki mamanya yang sedang duduk di kursi.
Beberapa saat kemudian..
"Mama.. Terimakasih.. Pikiran Aldi selalu cemerlang setelah bercerita kepada mama." Aldi beranjak dari duduknya dan mencium kening mamanya lalu pergi ke ruang kerja Aldi.
Di sana, Aldi menelpon adminnya supaya sesegera mungkin datang ke rumah Aldi.
Setelah sang admin datang, Aldi segera meminta rincian keuangan perusahaan setelah di potong order kepada produsen sausu dan kerupuk.
"Baiklah.. Kini aku siap bangkit."
****
Di pagi hari, Aldi segera menuju toko emas tempat biasa Aldi menjual koin emasnya. Di saat Aldi sampai di toko emas, toko tersebut masih tutup karena Aldi datang sangat pagi. Bahkan jam masih menunjukkan jam 5.30.
"Sial.. Aku seakan lupa jika toko buka jam 08.00."
"Lalu sekarang bagaimana..? Tidak mungkin aku pulang begitu saja."
Aldi membatin saat menyadari jika Aldi datang terlalu pagi karena semangat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
Tetapi karena memang tidak ada yang bisa di lakukan. Aldi berjalan seakan putus asa dan memang harus menunggu sampai pukul 08.00. Tetapi saat Aldi berjalan belasan meter dari toko, Aldi kembali menoleh ke arah toko dengan harapan ada keajaiban, yaitu toko tiba-tiba terbuka.
__ADS_1
"Itu adalah ruko 3 lantai. Itu artinya, pemilik toko juga tinggal di sana." Memang tidak secara ajaib toko tiba-tiba buka sebelum waktunya. Tetapi Aldi melihat peluang saat baru mengetahui jika bangunan tersebut adalah sebuah ruko.
Aldi berdiri di depan pintu kecil ruko, Aldi mencari sebuah tombol yang mungkin sebuah bel rumah. Tetapi beberapa menit Aldi mencari, Aldi tidak menemukannya.
Gradak.. Grak.. Grak.. Grak.. Suara rolling door terbuka.
Suara tersebut cukup mengagetkan Aldi karena Aldi baru saja akan mengetuk rolling door.
"Pagi sekali datang..!! Apakah kau mencariku secara pribadi atau memiliki kepentingan lain..!" Inez berada di balik pintu dan langsung menyerang Aldi dengan pertanyaan selidik hingga membuat Aldi canggung untuk menjawab.
"Mencari secara pribadi..?"
"Yang benar saja.."
"Wanita ini.. Apa dia tidak tahu dari raut wajahku kalau aku sedang terburu-buru."
Aldi hanya bengong dan membatin saat mendapatkan serangan pertanyaan dari Inez.
"Aku yakin kamu semalam kebanyakan kopi. Kau tidak sedang mencariku bukan." Inez kembali berbicara setelah pertanyaannya tidak di jawab oleh Aldi dan hanya bengong.
Graak.. Grak. Suara pintu rolling door akan di tutup kembali oleh Inez.
"Tentu.. Tentu aku mencarimu." Dengan segera Aldi berbicara dan menahan rolling door agar tidak tertutup.
"Kau mau menjual koin emas..? Aku kira kau mencariku karena hal lain. Nanti saja tunggu toko buka jika kau mencariku karena mau menjual emas." Rolling door yang tertutup setengah, berusaha kembali di tutup oleh Inez setelah berbicara kepada Aldi.
"Tolonglah.. Aku sangat membutuhkan pertolonganmu saat ini." Aldi berbicara sambil memasukkan kepalanya ke dalam.
"Kau memaksa sekali. Padahal aku hanya di ambil butuhnya saja."
"Aku akan membantumu tapi dengan syarat."
Inez berbicara kepada Aldi dengan nada suara memaksa.
"Baik.. Syaratnya apa..?"
"Kau harus mengajakku nonton." Mendapat jawaban tersebut, Aldi terkejut dan segera menarik kepalanya keluar hingga membentur rolling door.
"Nonton dengan cewek..? Ya ampun, aku mimpi apa tiba-tiba di ajak nonton sama cewek. Cantik lagi.." Aldi membatin setelah menarik kepalanya.
"Kenapa..!! Kamu tidak mau ya..! Jika demikian.. Aku tidak bisa menolongmu. Tunggu saja toko buka." Inez berbicara dengan ketus lalu melanjutkan menutup rolling door.
"Tunggu.. Aku mau." Aldi berbicara dengan cepat dan menahan rolling door dengan jari kakinya supaya tidak tertutup.
__ADS_1
Setelah Inez mau membantu Aldi dengan syarat, terhitung dari 176 koin emas milik Aldi memiliki berat 422 gram. Dengan harga 945.000, Aldi mendapatkan uang sebesar Rp 398.790.000.
"Kau selalu menjual koin emas dengan motif yang sama.."
"Kau seorang pencuri atau seorang pencari harta karun?"
Inez bertanya dengan tatapan selidik kepada Aldi.
"Tidak keduanya… Jika sudah di transfer, aku ingin segera pergi. Karena urusanku masih banyak."
"Tidak akan aku bayar jika kau langsung pergi tanpa memastikan janjimu." Inez berucap sambil melipat tangan ke depan.
"Iya.. Aku berjanji akan mengajakmu nonton."
Setelah mengucapkan janji tersebut, Inez segera mentransfer uang dari penjualan emas. Sebelum Aldi meninggalkan rumah Inez, Aldi dan Inez juga saling bertukar no handphone.
****
"Saya ingin truk ini dan ini."
Setelah mendapatkan uang dari penjualan emas, Aldi segera menuju showroom truk bekas. Disana Aldi membeli 2 truk box sekaligus dengan tahun yang masih muda.
"2 unit armada bekas tidak buruk jika masih muda." Aldi membatin dengan keyakinan tinggi. Dengan 2 armada baru, Aldi yakin akan kemajuan perusahaannya.
"Total dari kedua truk Rp 546.000.000. Bisa di bayar dengan mentransfer ke no rekening ini mas." Petugas admin showroom berbicara kepada Aldi.
Setelah membayar truk dengan uang penjualan emas dan keuntungan perusahaan, Aldi masih memiliki sisa uang 64jt.
Setelah melakukan pembayaran, Aldi segera pulang ke rumahnya karena Aldi yakin jika karyawannya kini menunggu Aldi. Karena beberapa kali pak sugeng sudah menghubungi Aldi.
****
"Mas Aldi dari mana..? Bagaimana dengan pengirimannya mas..? Truk kita belum di temukan oleh pihak dermaga. Truk itu seolah lenyap di telan lautan." Pak sugeng segera berbicara kepada Aldi sesaat Aldi tiba di rumahnya.
"Tidak masalah pak. Sebab, aku sudah membeli armada baru." Tidak berselang lama setelah Aldi berbicara, dua truk box datang.
"Itu armada baru kita sudah datang." Aldi berbicara lalu berjalan menyambut kedatangan armada barunya.
"Siapa sebenarnya bos mudaku ini. Terlihat tegar ketika mendapat musibah. Bahkan dengan cepat dia bangkit seakan tidak berfokus kepada masalah dan lebih memilih berfokus kepada jalan keluar berpotensi."
"Luar biasa.. Muda, dermawan, pemikir yang energik, penuh semangat, selalu mau untuk belajar dan juga kaya. Sepertinya aku akan lama bekerja untuknya."
Pak Sugeng membatin ketika Aldi meninggalkannya untuk menyambut armada barunya.
__ADS_1