Sistem Koin Emas

Sistem Koin Emas
Berkat Tim


__ADS_3

"Hais.. Keras sekali watak bapak ini..?"


Aku harus tetap menjalankan misi dari support sistem. 


"Baiklah.. Jika demikian, aku beli saja dulu.. Yang penting ayam bapak ini habis terbeli. Meski sebenarnya aku yang membelinya." 


Aldi membatin di dalam hatinya setelah bapak penjual ayam berpaling dari Aldi. 


(Peringatan!!) 


(Di larang melakukan hal curang untuk menjalankan misi.) 


(Sistem mendeteksi jika pemilik sistem memikirkan melakukan pelanggaran misi.) 


(Melakukan pelanggaran misi, dianggap gagal menjalankan misi dari support sistem.) 


"Apa..!! Pelanggaran..!!"


Aldi berbicara lumayan keras hingga pak Sugeng dapat mendengarnya. 


"Mas, jika bapak penjual ayam ini tidak mau di bantu, itu bukan suatu pelanggaran. Tidak ada hukum yang mengatur hal seperti itu." Pak Sugeng menasehati Aldi yang terkejut dengan peringatan dari sistem. 


Mendengar ucapan pak Sugeng, Aldi tersenyum kaku karena tidak mungkin menjelaskan hal sebenarnya kepada pak Sugeng. 


"Sebaiknya kita balik ke kantor dulu mas.. Apa mas Aldi sudah menyiapkan keuangan yang mas Aldi ucapkan kepada direksi sausu..?"


"Karena saya yakin jika mas Aldi masih membutuhkan proses untuk uang yang begitu banyak. Sebab jika tidak, mas Aldi pasti sudah langsung membayarnya."


Pak Sugeng kembali berbicara serta mengajak Aldi untuk kembali ke kantornya dan tidak perlu membantu penjual anak ayam yang tidak mau di bantu. 


Mendengar ucapan pak Sugeng, Aldi semakin tersenyum kaku dan bingung untuk memberi pengertian kepada pak Sugeng. 


"Emm.. Gini.. Pak Sugeng gak perlu khawatir tentang uang yang saya janjikan kepada pihak sausu. Saya transfer saat ini juga bisa. Tetapi saya menjanjikan besok, supaya saya tidak terlihat terlalu arogan dan lebih terlihat seperti orang yang masih sedang berusaha."


"Memberi kesan pantang menyerah akan lebih baik daripada memberi kesan arogan karena uang. Meski terkadang kearoganan di butuhkan sesekali. Tetapi kepada orang yang memang harus di jatuhkan mentalnya."

__ADS_1


"Itu saja alasannya kenapa saya tidak langsung membayar tadi." 


Aldi berbicara sambil menepuk pundak pak Sugeng lalu pergi meninggalkan pak Sugeng dan meminta pak Sugeng untuk menunggunya beberapa saat. 


"Pemikiran cerdas dan dewasa. Seakan seperti seseorang yang sudah kenyang pengalaman." Pak Sugeng membatin setelah mendengar ucapan Aldi. 


****


"Naga Emas.. Keluarlah." Aldi bergumam dengan nada suara menekan karena merasa jengkel terhadap Naga Emas. 


"Apa maksudmu aku akan melakukan pelanggaran." Segera Aldi berbicara kepada Naga Emas dengan mendekatkan wajahnya kepada Naga Emas. 


"Misimu adalah membantu menjualkan dengan target. Membantu.. Pahami dengan membantu.. Bukan menghabisikan dagangan bapak penjual anak ayam yang berarti tidak ada aturan untuk membelinya sendiri."


"Lalu kenapa kemarin di restoran aku boleh mengajak orang untuk mengisi kursi kosong dan membayar makanan mereka. Hal itu tidak pelanggaran..!"


"Karena saat itu misimu bukan membantu restoran. Hanya di minta mengisi semua tempat duduk yang kosong. Itu artinya kau di perbolehkan menggunakan caramu kemarin."


"Sama saja. Kamu mengatakan mau membantuku kaya dan melatihku supaya aku bisa mempertahankan kekayaanku setelah selesainya misi sistem koin emasmu..!! Jika seperti ini apa..!!"


"Naga Emas sialan.. Naga Emas b*doh.." Aldi dengan jengkel mengumpat sendiri setelah mendengar penjelasan dari Naga Emas. 


(Aturan baru.) 


(Di larang mencemooh pemberi sistem.) 


"Aturan baru..! G*la.. Tidak tahu apa jika situasi ku kini sedang terdesak.."


"Dasar.. Naga Emas b*doh."


"Aaaauuuu… panas.." Setelah mencemooh Naga Emas, terasa punggung Aldi seperti tersengat logam panas. 


"Sial.. Dia membakarku.. Naga Emas… … errrkkkhh.." Aldi tidak jadi meneruskan ucapannya karena takut terbakar lagi. 


****

__ADS_1


"Mas Aldi dari mana..? Kita mau langsung ke kantor sekarang..?" Pak Sugeng segera berbicara kepada Aldi karena sudah kepanasan menunggu Aldi. 


"Sebaiknya kita minum es atau kopi dulu pak.. Saya juga minta tolong untuk pak Aris dan pak Feri supaya datang juga." Setelah berucap demikian, Aldi dan pak Sugeng pergi ke sebuah warung kopi yang tidak jauh dari tempat tersebut. 


Sambil menunggu pak Aris dan pak Feri. Aldi berbicara kepada pak Sugeng jika dirinya harus membantu menjual jualan dari bapak penjual anak ayam. Terlebih setelah Aldi mengetahui jika dalam 1 minggu terakhir, penjual anak ayam hanya menjual 200 ekor anak ayam dan keuntungan habis untuk beli pakan 1000an anak ayam yang masih ada di rumahnya. 


****


Setelah pak Aris dan pak Feri datang, Aldi menceritakan keinginannya. Mereka mendiskusikan cara membantu penjual anak ayam. Hingga mereka berempat bersepakat untuk meminta bantuan dari salah seorang saudara dari pak Aris yang merupakan kepala dinas Peternakan kota surabaya. 


Saat bertemu dengan saudara pak Aris yang merupakan kepala dinas kota surabaya, pak Aris mengungkapkan tentang hal membantu kesulitan pemasaran peternak ayam. 


Pembicaraan tersebut membuahkan hasil. Dimana usulan Aldi dan timnya, selaras dengan rencana pemkot surabaya untuk kemandirian ternak dan kesejahteraan masyarakat. 


"Terimakasih atas idenya. Jadi, setelah saya diskusikan di rapat untuk percobaan dan percontohan awal. Saya membutuhkan 1000 anakan ayam yang akan di bagikan kepada masyarakat."


Setelah mendengar ide dari aldi dan tim, kepala dinas melakukan rapat singkat lalu menemui Aldi dan tim setelah rapat. Mendengar ucapan dari kepala dinas Peternakan, Aldi tersenyum sebelum menjawab. 


"Saya ada kenalan yang saat ini kesulitan menjual anak ayam. Bagaimana jika jualan orang tersebut di beli oleh dinas untuk di bagikan kepada masyarakat sebagai percobaan dan percontohan awal."


"Bagus.. Berarti bisa langsung di eksekusi saat ini juga. Kebetulan 1 jam ini saya tidak memiliki agenda. Kita bisa langsung ke sana sekarang." Kepala dinas berbicara lalu jalan mendahului yang lain. 


"Itu yang aku harapkan bapak.." Aldi membatin dengan tersenyum puas. 


****


(Selamat, misi berhasil.) 


(Uang senilai 1,9 milyar telah di tambahkan ke rekening.) 


"Akhirnya.. Semua ini karena kerja sama tim." Aldi membatin dalam senyumnya lalu mengajak pak Sugeng dan yang lain menuju kantornya. Untuk membahas kemajuan perusahaan yang semakin di tekan oleh target penjualan.


****


"Mas Aldi, kenapa kita ke kantor..? Target harian saya belum sampai." Pak Aris berbicara kepada Aldi karena merasa malu jika target harian tidak tercapai padahal masih dalam jam kerja yang seharusnya masih bisa di maksimalkan. 

__ADS_1


"Tidak apa untuk hari ini pak.. Saya ingin mengajak bapak semua rapat untuk kemajuan perusahaan. Pembahasan sore ini akan menentukan maju atau mundurnya perusahaan untuk 2 bulan ke depan." Aldi berbicara kepada pak Aris lalu masuk ke dalam kantor mendahului yang lain. 


__ADS_2