Sistem Koin Emas

Sistem Koin Emas
Sikap Tegas Aldi


__ADS_3

Tanpa ada pembicaraan di dalam mobil, Aldi hanya bisa mengikuti keinginan seorang wanita cantik yang kini sedang menyetir ke tempat yang Aldi juga tidak ketahui. 


Setelah sampai di sebuah mall, Inez segera meminta Aldi turun lalu jalan dengan menggandeng Aldi. 


"Uhh.. Apakah harus seperti ini ya jalannya. Aku harus bersikap bagaimana..?" Aldi membatin saat Inez berjalan dengan menggandeng Aldi. 


****


"Eh.. Eh.. Liat bos muda kita.." 


"Ceweknya bos cantik." 


"Wuus.. Iya.. Pantes lah.. Klo bos punya cewek cantik. Masih muda, kaya, juga tampan. Asal bukan kamu aja yang punya cewek cantik kayak gitu. Hancur dunia persalesan."


"Ha.. Ha.. Ha.. Ha.. Ha.."


Percakapan para karyawan Aldi yang secara tidak sengaja melihat Aldi sedang bergandengan dengan Inez. 


"Pasti mereka akan nonton. Cepat WA bos muda kita. Akan semakin seru jika merayakan keberhasilan target kita bersama bos."


"Sudah aku WA.. Aku memintanya bergabung dengan kita setelah bos selesai nonton dengan kekasihnya."


****


"Kita lagi ngerayain pencapaian target di 380° Hayyhal Plaza mas. Kalo sudah selesai nontonnya, gabung. Kita tunggu." Aldi membaca pesan WA dari salah satu karyawannya yang tadi melihat Aldi sedang bergandengan dengan Inez. 


"380°? Bukannya itu clup malam..?" Aldi membatin sesaat membaca pesan WA. 


Saat nonton, suasana antara Aldi dan Inez menjadi mencair. Mereka saling bergurau kecil sambil menikmati film yang sedang di putar. 


****


"Sebelum pulang, kita makan dulu ya..?"


"Boleh.. Tapi nanti kamu pulang sendiri. Aku masih akan keluar sama temen-temen ku. Mereka akan menjemputku di lobi Plaza." Aldi menjawab saat Inez mengajaknya makan. 


Mendengar Aldi yang tidak akan pulang bersamanya, Inez hanya memberi jawaban iya dengan ekspresi wajah. 


****


"Aku pulang dulu.. Dha.. Dha.." Inez berpamitan dengan melambaikan tangannya kepada Aldi. 

__ADS_1


"Besok aku ke tokomu." 


"Aku tunggu." Inez menjawab ucapan Aldi lalu mengecup tangannya dan melambaikan kepada Aldi. 


"Uuh.. Sepertinya dia benar suka kepadaku. Tapi aku belum memikirkan tentang wanita."


Setelah melihat mobil milik Inez pergi, Aldi menuju ke 380° untuk memenuhi undangan karyawannya. 


Saat Aldi baru keluar dari lift, Aldi bertemu dengan pak sugeng yang juga terlihat baru memasuki clup 380°.


****


"Ini dia bos muda kita." Salah seorang karyawan Aldi memberitahu kepada yang lain saat Aldi baru memasuki pintu clup. 


Dengan segera salah seorang karyawan Aldi menjemput Aldi yang nampak kebingungan mencari seseorang yang mengundangnya. Untuk pertama kali Aldi memasuki sebuah clup malam dengan suara musik DJ yang menemani. 


"Ini dia pimpinan muda kita sudah datang." Kedatangan Aldi di sambut dengan tepukan dari para salesnya. Suasana yang baru buat Aldi. Sebuah perayaan keberhasilan yang tidak pernah ada di benak bayang-bayang Aldi. 


Para karyawan Aldi, tidak ada yang memanggil Aldi dengan sebutan bos. Sebab Aldi tidak mengizinkan panggilan tersebut di sematkan kepadanya. 


Terlihat beberapa karyawan Aldi sudah terlihat terpengaruh oleh minuman beralkohol. Di tempat tersebut juga ada beberapa wanita seksi menemani para karyawan Aldi yang sedang minum. 


"Mas Aldi mau pesan apa..? Biar saya yang pesankan."


"Jangan tertawa. Bagaimanapun dia bos kami." Salah seorang karyawan Aldi memperingatkan para wanita seksi. 


"Mas Aldi.. Di sini gak ada es teh. Ini clup malam. Bukan warung kopi seperti biasanya kita nongkrong. Di sini hanya ada *****, ***, *******, ********, ****** dan lain-lain yang beralkohol."


"Bagaimana dengan air putih. Aku cukup air putih saja. Jika tetap tidak ada, mungkin aku cari di luar saja." Terlihat wajah Aldi menunjukkan sedikit masam. 


"Ada.. Jika air putih ada." Karena melihat perubahan pada raut wajah Aldi, sang karyawan tidak ingin lagi memaksa Aldi untuk minum minuman beralkohol. 


Saat Aldi duduk, Aldi juga menolak di temani oleh wanita seksi. Meski wanita tersebut sudah merayu hingga mencoba membangkitkan gairah Aldi. 


Hingga cukup malam, akhirnya Aldi memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Kepulangan Aldi di ikuti oleh pak Sugeng yang menangkap rasa tidak nyaman dari Aldi dengan pesta keberhasilan para karyawan. 


"Mas Aldi pulang naik apa..? Biar saya antar jika tidak ada kendaraan." Pak sugeng yang mengetahui dari karyawan lainnya jika Aldi tidak naik kendaraan pribadi, mencoba memberikan tumpangan kepada Aldi. 


"Tidak usah. Pak sugeng lanjutkan saja pestanya. Saya naik taxi online saja."


****

__ADS_1


Ke esokan harinya, Aldi sudah menunggu para karyawannya di ruangan yang biasa mereka gunakan untuk rapat. Setelah jam 09.00 Aldi menunggu, kini Aldi berdiri dan bersiap memimpin rapat dengan karyawan yang tidak semuanya masuk kerja. 


Para karyawan Aldi tidak ada yang bergurau atau bermain ponsel. Mereka mengerti dengan raut wajah serius Aldi yang menandakan ada sesuatu yang sedang mengganggu Aldi. 


"Jika bapak-bapak dan mas-mas masih ingin bekerja dengan saya. Dengan tegas saya tidak ingin ada perayaan pencapaian target seperti tadi malam lagi."


"Bukan saya ingin ikut campur urusan pribadi masing-masing. Tapi lihat hasilnya!"


"Hari ini, 7 karyawan tidak masuk bekerja. 2 driver dan 5 sales. Tidak ada alasan lain selain mereka masih pusing karena minuman beralkohol tadi malam."


"Jika terjadi lagi seperti hari ini, ada karyawan yang tidak masuk bekerja karena masih mabuk. Akan saya keluarkan."


"Jika keesokannya libur, bapak-bapak dan mas-mas ingin mabuk silahkan. Saya tidak melarang. Tetapi tidak dengan saat masih hari efektif untuk bekerja."


"Saya tidak ingin kejadian ini terulang. Sekian terimakasih."


Dengan tegas Aldi berucap di depan rapat yang tidak ada satupun yang menjawab termasuk pak Sugeng yang merasa paling bersalah. 


Setelah keluar dari rapat, Aldi segera menuju ke toko emas milik orang tua Inez. Di sana Aldi langsung menemui Inez yang berada di ruangan pribadinya di toko. 


"Sekarang, kalau mau jual emas ada syaratnya. Kamu harus nemani aku jalan-jalan." Mendengar ucapan Inez, Aldi terkejut dengan cara menunjukkan ekspresi wajah yang tidak biasa. 


"Jika seperti itu caranya, aku jual ke toko lain saja."


"Coba saja kalau ada yang mau beli. Mungkin nanti kamu akan di anggap pencuri. Sebab, semua toko emas sudah mengetahui jika koin emas yang di miliki kamu adalah koin emas identik yang sudah aku patenkan. Jadi, kamu hanya bisa jual koin emas itu ke tokoku."


"Licik.. Jadi kamu berusaha mendekatiku untuk hal ini. Memonopoli penjualan emasku?"


"Jahat.. Kenapa menuduh ku seperti itu. Aku melakukan ini karena melindungimu." Inez berbicara sambil mengembungkan pipinya. 


"Melindungiku…?" Aldi membatin dan nampak berfikir untuk memahami maksud dari Inez. 


"Melindungiku dari apa..? Kau hanya ingin membuat alasan supaya bisa memonopoli penjualan emasku bukan..?" Aldi yang tidak menemukan alasan dari ucapan melindungi dari ucapan Inez. Tidak percaya dan tetap yakin jika Inez adalah wanita licik. 


"Sekarang bayangkan jika kamu menjual koin emasmu ke banyak toko. Akan banyak orang yang tau dan menganggap kamu masih memiliki banyak simpanan koin emas."  


"Mungkin jika mereka memiliki pemikiran yang sama denganku, mereka akan berfikir jika kamu masih memiliki segudang koin emas."


"Maka hal itu akan membahayakan mu karena akan banyak perampok dan pemburu harta untuk merampok rumahmu." 


Inez berbicara dengan menunjukkan raut wajah kesalnya karena Aldi menganggapnya sebagai wanita yang licik hanya untuk memonopoli koin emas milik Aldi. 

__ADS_1


Mendengar alasan yang masuk akal. Aldi seakan merasa bersalah karena sampai terucap jika Inez adalah wanita yang licik. 


__ADS_2