
'Hem, hem, ternyata aku sangat kaya jika di sini' Pikir Bonie tersenyum senang.
Tingkahnya membuat perempuan yang masih mengarahkan tangannya memberikan kunci sedikit tidak nyaman.
"Tuan?"
"Ah? Maaf ini 11 perunggu 1 perunggu untuk mu sebagai permintaan maaf" Bonie mengeluarkan uang dari sakunya.
Bonie kini mengenakan pakaian kulit yang terlihat lebih bagus dari yang lainnya.
"Terimakasih tuan"
Melihat senyum manis perempuan di hadapannya Bonie sedikit malu.
"Apa kau jatuh cinta?" Oyen Curiga.
"Tentu saja Tidak!" Bonie kembali ke wajah santainya dan pergi menuju ke arah yang di tunjukan oleh perempuan tadi.
***
Bonie sampai di depan pintu kayu yang terlihat tua.
"Ah... ini bahkan lebih parah dari rumah ku di bumi sebelumnya!" Bonie wajah kesal dan frustasi melihat ruangan yang akan di tempatnya sementara itu.
"Berhenti membandingkan nya tuan, kau harusnya mencari cara untuk menyelesaikan misi" Oyen.
"Bukannya tinggal ikut serta dalam pasukan? Oh, astaga... apa yang bisa ku lakukan tanpa senjata" Bonie duduk di kursi kayu.
"Kau melupakan sistem?" Oyen memperlihatkan mata imut imut nya.
"Kalau begitu kita buka Shop" Bonie mengembalikan semangatnya.
"Aku berharap bisa memakai pistol..." Bonie.
"Sisa beli saja kan?" Oyen menyeringitkan dahinya tak paham.
"Aku tidak bisa menggunakannya! Kalau tahu begini aku akan belajar menembak dan tidak malas malasan dalam dua hari ini" Bonie lemas.
"Jangan protes pada ku...!" Oyen ikut pusing di buat Bonie.
"Kalau begitu kita pakai pedang, bukan kah itu senjata paling umum di sini? Tidak terlihat aneh jika aku tidak bisa memakainya saat perang" Bonie merasa di hidupkan kembali.
"Hah?! Bodoh... kenapa tuan ku sangat bodoh? Tentu saja kalau kau tidak bisa menggunakan pedang di tempat seperti ini itu akan sangat memalukan" protes Oyen tentang pemikiran tuannya.
Bonie terdiam dan menatap ke langit langit berpura pura tidak mendengar apa pun, hatinya tersayat sayat karna
Perkataan Oyen.
"Lupakan, kau bisa membeli ke ahlian dari sistem" Oyen mencerahkan mata Bonie yang buram sebelumnya.
"Kenapa kau tak mengatakannya padaku?!" Bonie mengamuk dan menggoyangkan tubuh Oyen sampai membuatnya merasa sangat pusing.
"Bukankah aku sudah mengatakannya?" Oyen merasa dunia berputar di kepalanya.
"Huh, mari kita membeli sesuatu" Bonie memalingkan wajahnya.
"Hehe" Oyen menggoyangkan ekornya.
***
Di tempat lain Jendral koko sedang mempersiapkan dirinya untuk perang keesokan harinya.
"Korban jiwa tidak bisa di hindari, maafkan aku semua, tapi! Dengan menghancurkan wilayah musuh kami akan hidup. Tentram walaupun... ini karna keinginan balasdendam ku sendiri" Jendral koko menatap setiap sudut kamarnya.
"Lebih baik aku tidur" merebahkan tubuhnya keranjang Jendral koko tertidur dalam sekejap.
******
Wajah Bonie terlihat sangat pusing dan berkeringat.
__ADS_1
"Ah... kenapa sangat mahal" Bonie mencoba tenang.
"Sabar tuan, kau memiliki banyak poin untuk itu" Oyen mencoba menenangkan sikap Bonie yang akan muncul jika merasa uangnya terancam.
Status
Nama:Bonie noir
Poin:30
Uang:619,9 juta.
Kekuatan:17
Kecerdasan:9
Energi:8
Kecepatan:6
Skil:-
Label: sampah pemula
[Gaya pedang pelangi surgawi]
[Tidak memiliki tingkatan]
[Kekuatan teknik ini bisa meningkat sesuai kekuatan pemiliknya, mampu meningkat kekuatan, kecepatan dan energi]
[Terbagi menjadi 7 tingkatan]
[10 poin]
"Kenapa tuan tidak memilih yang lain seperti... ini?"Oyen menyentuh sebuah buku dan muncul penjelasan skil yang di pilih Oyen.
[Teknik pedang angin]
[Bisa di gunakan untuk serangan tiba tiba dan menyelinap sangat capat bahkan jika di latih sampai tingkat an sempurna tebasan sangat senyap dan mematikan]
[3 Poin]
"Ah... tidak tertarik" Bonie tidak begitu peduli dengan teknik yang di sarankan Oyen.
"Kalau begitu Beli saja yang kau mau!" Oyen berteriak Kesal lalu pipi bulatnya mengembang karna amarah.
"Tolong ya, Oyen..." Bonie mengelus kepala Oyen pelan dan sikap Oyen langsung berubah 180%. Oyen menggoyangkan ekornya ke sana kemari.
'Benar benar mudah di bujuk!' Pikir Bonie tersenyum simpul.
"Jadi? Apa kau mau membelinya?" Oyen.
"Yah... walau pun sangat mahal aku harus bersabar sedikit" Bonie menyentuh dadanya yang merasakan detak jantungnya bertambah.
"Ok, kalau begitu mari kita beli" Oyen menyentuh kata beli di layar.
[Sukses]
[Poin di kurangi 10] [mempelajari Gaya pedang pelangi surgawi]
[Poin di kurangi 1]
[Mempelajari Skil baru berhasil]
Status
Nama:Bonie noir
Poin:19
__ADS_1
Uang:619,9 juta.
Kekuatan:17
Kecerdasan:9
Energi:8
Kecepatan:6
Skil:Gaya pedang pelangi surgawi
Label: sampah pemula
Bonie merasa berbagai macam informasi tentang skil barunya masuk begitu saja ke kepalanya.
"Perasaan yang menyenangkan" Bonie menutup matanya.
Namun sesaat kemudian setelah membuka kembali matanya.
Bonie merasa tertipu, kesal tak berdaya dan sedih.
"Bukan kah kau berkata kalau hanya 10?!" Bonie kembali mengamuk.
Karna kamar yang bersampingan dengan kamar Bonie tidak berpenghuni. Jadi teriakannya tidak terdengar oleh orang lain.
"1 itu di gunakan untuk mempelajari skil, apa kau ingin mempelajari skil sendiri? Bukankah membaca buku dasar saja kau akan tertidur?" Oyen Menjelaskan.
"Ehem... lupakan" Bonie tak tahu harus berkata apa jadi dia melompat ke tampat tidur dan menutup matanya berharap itu semua hanya mimpi.
***
Di lapangan yang sangat luas ratusan orang berbaris dengan rapi dengan senjata mereka masing masih di tangan.
Jendral koko sedang berdiri di depan barisan itu bersama dua orang di belakangnya.
Jendral koko berkata beberapa kalimat sebelum berkata.
"Ayo musnahkan meraka!"
Di sisi lain pria dengan pedang yang indah di pinggangnya sedang melihat ke seluruh penjuru. Pria itu berada di barisan paling belakang dari kelompok orang orang itu.
Pria itu tampak santai dan yang pastinya tampan ya, dia adalah Bonie, siapa lagi?.
****
"Apa yang di bicarakan oleh nya?" Bonie memasang kuping lebar lebar untuk mendengarkan.
Karna sangat penasaran Bonie bertanya pada seseorang yang ada di sebelahnya.
"Apa yang di katakan jendral koko?" Bonie bertanya tanya.
"Aku juga tidak mendengarnya, apa menurutmu jarak sejauh ini bisa mendengar nya?" Menjawab pertanyaan Bonie dengan sedikit tersenyum Canggung.
"Benar juga..." Bonie menghela nafas panjang.
"Apa kau ingin mendengarnya?" Oyen.
'Tidak jadi, itu tidak penting yang terpenting adalah menyelesaikan misi' Bonie.
'Eh??? Berapa imbalan untuk misi kali ini?' Bonie baru menyadari kalau dia belum melihat imbalan sama sekali.
"1 poin untuk 25 orang yang kau bunuh, semangat tuan" Oyen tersenyum lebar untuk menyemangati Bonie.
'Bisakah aku menyerbu musuh sendiri? Kalau begitu?' Bonie berpikir, dia tak ingin uang uang nya akan jatuh ke tangan orang lain.
"Mungkin kau ingin mati dan gagal dalam misi? Kalau kau gagal dalam misi kau tak bisa mengubah label mu itu" Oyen menjelaskan.
'Label... kenapa aku melupakan nya?!' Bonie teringat pada sesuatu yang bisa merusak suasana hatinya.
__ADS_1
'Lupakan rencana nekat itu, aku bisa mati dengan mengenaskan sebelum sempat membunuh satu orang pun' Bonie merinding memikirkan bagaimana kematiannya jika itu terjadi.