Sistem Mengubah Takdir.

Sistem Mengubah Takdir.
Menjadi lebih baik


__ADS_3

[Misi kelas E]


[Membunuh musuh yang telah membunuh adik Jendral kok]


[Tingkat keberhasilan A]


[Imbalan:50]


[Bonus:8poin]


[Jumblah:58 poin]


Status


Nama:Bonie noir


Poin:77


Uang:619,7 juta.


Kekuatan:20


Kecerdasan:10


Energi:9


Kecepatan:7


Skil:Gaya pedang pelangi surgawi


Label: pemula


"Kita menang!" Teriak para prajurit yang tersisa".


Masih tersisa sepertiga dari pasukan Bonie.

__ADS_1


Bonie tersadar kembali melihat ke sekeliling menyadari kalau dia sudah berada jauh dari tempat pertama dia berdiri di hamparan rumput hijau Itu.


Maksudku rumput yang banjir dengan darah dan mayat serta anggota tubuh yang entah milik siapa itu.


Jendral koko yang berhasil membunuh Jendral yang membunuh adiknya berjalan menuju Ke arah Bonie begitu juga dengan yang lain nya.


'Eh?! Kenapa mereka menuju ke arah ku? Apa aku akan di bunuh?' Bonie mundur beberapa langkah sebelum menyadari kalau dari belakangnya juga ada orang orang dalam pasukannya terutama yang di tanyai Bonie tadi.


"Kau hebat saudara ku! Kita menang! Aku akan meneraktirmu karna menyelamatkan nyawaku" sorang pria tinggi besar dan gagah merangkul Bonie.


"Eh?!" Bonie kaget dan baru sadar kalau aksinya selalu di perhatikan oleh orang lain.


'Artinya mereka sudah menyadari kalau aku ini aneh dari awal?' Pikir Bonie


Tersenyum canggung.


"Terikakasih banyak, kalau bukan karena kau mungkin kami akan mati seperti mereka yang tidak tersisa itu" Jendral koko melirik mayat mayat yang berserakan.


"Itu bukan apa apa" Bonie menggaruk kepalanya tidak mengerti.


'Orang orang di dunia ini. Sangat santai! Mereka membunuh hanya karna dendam pribadi' Pikir Bonie.


"Mari pulang dan rayakan!"


****


Suasana di kamar Bonie sangat suram.


Oyen meringkuk di sudut kamar dengan gemetar sedangkan Bonie duduk sambil menatapnya kesal.


"Kenapa kau tidak mengatakan kalau misi ini akan benar benar Membunuh?!" Bonie mengigit bibirnya menahan amarah yang sudah siap untuk di lampiaskan pada Oyen.


"Karna... aku ti-tidak tahu harus berkata apa... tuan kau tidak marah pada ku kan?" Oyen mencoba menoleh ke belakang dan matanya berpapasan dengan mata Bonie yang menatapnya dengan penuh ancaman.


"Aku tahu misi misi berikutnya tidak akan semudah yang pertama jadi aku. Akan membiasakan diri dengan itu" Bonie sedikit ragu.

__ADS_1


Jika Oyen tidak membohonginya maka Bonie tidak akan siap untuk kondisi yang lebih parah.


Bonie sudah memikirkan tantang itu di perjalanan pulang.


Kota musuh sekarang sudah berada di kendali Jendral koko jadi Misi Bonie benar benar selesai.


"Jadi Tuan apa kau tidak akan membunuh ku?" Oyen mendekat dengan cepat dan menggoyangkan ekor serta telinganya.


"Kenapa aku harus membunuh mu? Apa gunanya itu?" Bonie sedikit bingung.


"Aku pikir kecerdasan mu sudah cukup untuk menghilangkan kata bodoh..." Oyen mencemooh.


"Hah? Kenapa kau sebut aku bodoh?". Bonie mencubit pipi Oyen.


"Masih 4 jam tuan akan mengunakan waktu untuk apa?" Oyen Melihat ke luar jendela.


Suasana suka cita berlangsung di luar.


Walau ada sebagian pasukan yang gugur di pertempuran mereka tidak merasa sedih karna itu sebuah kehormatan bagi anggota keluarga mereka gugur dalam pertempuran demi masa depan.


"Ah... aku rasa orang orang di dunia ini bodoh!" Bonie ikut melihat ke luar jendela.


"Benar, mereka tanpa sadar telah di gunakan sebagai alat untuk balas dendam, jika tidak ada kau ceritanya akan seperti ini' Jendral yang mengorbankan nyawanya untuk balas dendam' Bagitu" Oyen.


"Ia juga, tinggal 4 jam kita jalan jalan aja di tempat ini yuk, nanti ada perayaan tapi sayang aku tidak sempat menghadirinya" keluh Bonie.


"Apa kau se ingin itu untuk tinggal lebih lama di sini?" Oyen.


"tidak, lebih cepat aku pergi lebih bagus" Bonie mengurungkan niatnya.


"Tapi kita bisa melihat lihat persiapannya juga tidak buruk" Bonie membawa pedangnya keluar dari kamat.


"untuk apa kau membawa padang?" Oyen bingung.


"untuk menjaga diri mungkin, di dunia ini siapa yang tahu. kalau musuh akan membalas dendam?" Bonie menjadi lebih waspada dari pada misi pertamanya.

__ADS_1


"Kau jauh lebih hebat sekarang tuan" Oyen mengoyang kan tubuhnya seperti kurung yang ingin di elus elus.


"Tentu saja" Bonie melangkah pergi dari penginapan.


__ADS_2