
Sekitar 2 jam berlalu saat mereka berjalan menuju medan perang.
Kini pasukan Bonie sudah berada di dataran rerumputan yang hijau dan luas.
"Kita tinggal menunggu pasukan lawan" Bonie memisahkan diri dari pasukan dan duduk di dahan pohon di sisi hamparan rerumputan yang indah itu.
Bonie tak menyadari kalau hamparan rumput itu akan berubah menjadi merah karna darah dan mayat akan berhamburan di mana mana.
Bonie tercengang sesaat melihat pasukan lawan yang berjumlah lebih banyak dari pasukannya sekitar 2 kali lipat.
"Tapi... bukannya ini bagus?" Bonie bergumam keraguan yang muncul dalam hatinya langsung hilang seperti tidak pernah ada karna memikirkan berapa banyak uang yang di dapatkan Nya.
"Lihat! Pasukan musuh sudah muncul!" Teriak Bonie memperingatkan.
"Eh?" Semua orang menoleh ke arah Bonie juga Jendral koko.
"Baiklah, semua bersiap!" Jendral koko kembali menghadap ke depan setelah melihat Bonie yang berdiri di atas dahan pohon yang tinggi.
"Tuan semangat!" Oyen menyemangati.
"Aku pergi dulu ya tuan, aku ada urusan" Oyen menghilang.
Bonie yang sedang fokus melihat para calon poinnya itu menjawab dengan cepat.
Bonie bahkan tidak melihat wajah takut Oyen yang tidak bisa di sembunyikan.
"Baiklah" ucapnya sebelum pelompat ke bawah untuk memulai perang.
***
Oyen kembali ke ruangan Sistem dengan wajah cemas.
"Bagaimana ini? Apa aku akan di pukuli oleh tuan nantinya?!" Oyen berguling guling di rerumputan di bawah pohon Keajaiban.
"Dia tidak akan berani memukul mu jika ada aku" Suara yang kemarin di dengar Oyen kembali terdengar lagi di kepalanya.
"Kau sungguhan akan ikut campur?" Oyen dengan mata berkaca kaca.
"Tidak, jika kau tidak di ambang kematian aku tidak akan menolong mu" suara itu menjawab dengan dingin.
Sepertinya perkataannya yang tadi itu karna dia berbicara tanpa berpikir.
"Hiks" Oyen yang mengira dia memiliki harapan menangis pelan.
"Tidak! Tuan tidak mungkin memukul ku" tiba tiba Oyen kembali ke wajah manisnya yang biasa.
***
Di tempat lain.
Bonie sedang menatap jendral koko dan lawannya sedang berbicara dari kejauhan.
"Apa ini perundingan?? Harusnya perang itu seperti menyerbu kastil atau semacamnya bukan? Pengalaman ku di game membuatku ragu apa semua di game itu benar benar bisa terjadi di dunia nyata?" Gumam Bonie pelan.
Lalu terdengar suara teriakan dari kedua belah pihak.
"Sarang!!!"
"Eh sekarang?!" Bonie kaget melihat para prajurit lain nya berlarian dan menyerang musuh.
Setelah mengumpulkan keberanian Bonie berkata dengan lantang.
"Baiklah, kemari poin poin berharga ku" Bonie tanpa sadar sudah berlari ke depan dan berhadapan dengan seorang prajurit lawan yang tampak lemah.
__ADS_1
_sring_ pedang Bonie keluar dari sarungnya.
Pedangnya panjang tipis dan ringan dengan gagang berwarna hitam dan merah yang berpola.
Terlihat sangat berbeda dari pedang pedang di dunia itu, yang berat, tebal dan sedikit kasar, itu pasti menyakitkan pikir.
"gaya pedang pelangi surgawi Ungu!" Ucap Bonie sebelum dengan cepat gerakan indahnya membuat lawan lengah dan terluka.
Tidak menurutku dia langsung mati. Darah segar keluar dari daging dan kulitnya yang terpotong tapi.
Kepala prajurit yang melawan Bonie sudah terpisah dari tubuhnya.
Tubuh Bonie gemetar melihat pedang di tangan ya berlumuran darah.
Melihat ke sekitar wajahnya semakin memburuk.
Banyak sekali orang yang terkena serangan dan berdarah darah apa lagi yang merintih kesakitan tidak bisa di hindari dari kedua belah pihak.
"Eh? Apa ini sama seperti game?!"Bonie merasa kakinya lemas dan hampir tersungkur di depan mayat yang di bunuhnya.
Namun sebelum Bonie bisa mendapat kan jawaban seorang prajurit menyerangnya dan membuatnya terluka tipis di lengannya.
"Sial! Tidak ada waktu untuk berpikir! Setelah aku melampiaskan emosiku pada kalian dan mendapat poin aku akan menghajar bocah bodoh itu!" Bonie kehilangan kendali atas pikirannya yang merasa, takut, emosi, marah, sedih dan lainnya.
Untuk mengatasi perasaan yang belum pernah di rasakannya itu Boniememutuskan untuk melam piaskannya pada para prajurit musuh.
[Membunuh 2 musuh]--
-[Membunuh 5 musuh]--
--[membunuh 10 musuh]-
Siklus pembunuhan Bonie terus berlanjut kejadian itu membuat beberapa orang bersyukur dan ada juga yang berduka.
Sedangkan yang menjadi Musuh Bonie merasa berduka dan sangat kesal.
'Aku benar benar membunuh!' Bonie merasa sesuatu mendorongnya untuk menikmati perang penuh darah itu.
'Ini demi Misi, tidak ada yang bisa mencegah ku untuk menyelesaikan nya!' Bonie berkata dengan lantang dalam hati dan terus melawan para musuhnya yang berjumlah lebih banyak dari pasukan nya.
'Aku akan mencobanya!' Bonie.
"Gaya pedang pelangi surgawi Biru tua!"
Lalu gerakan tangan Bonie berubah selain itu dia menyerang dengan tua tebasan menyilang dengan kecepatan yang tidak masuk akal untuk orang orang di dunia itu pikirkan.
[Membunuh 50 musuh]
[Mendapat 2 Poin]
"Baru 50 ya? Sepertinya aku harus banyak banyak berlatih" Bonie terus maju sambil membunuh musuh musuh yang ada di depannya.
****
Jendral koko sedang berlawanan dengan Jendral musuh namun perhatian mereka seketika di ambil Oleh Bonie yang terus menerus membunuh musuh dengan cara yang aneh.
"Kau memiliki Bawahan yang hebat!"
"Tentu saja, dan aku akan meratakan kota mu untuk adik ku" Jendral koko sambil terus bertukar serangan dengan musuhnya.
'Siapa pria itu? Aku belum pernah melihatnya dalam pasukan, dan senjatanya itu senjata yang sangat mematikan!' Pikir Jendral koko.
****
__ADS_1
Oyen merinding melihat kemarahan besar di mata Bonie yang semakin meningkat saat dia berhasil membunuh satu persatu lawannya.
Oyen bisa menyaksikan peperangan itu melalui layar sistem.
"Aku rasa aku benar benar mati" Oyen pasrah pada takdir, toh dia tidak bisa benar benar mati juga.
****
Sejam berlalu Bonie sudah mulai lelah saat menebas kepala musuhnya.
"Kemampuan ku meningkat!" Bonie girang sambil terus membunuh.
Bonie terlihat seperti iblis yang haus darah.
[Membunuh 575 musuh]
[ Total 23 Poin sistem]
"Ayo!" Bonie semakin bersemangat.
Setelah 1 jam Bonie bisa beradaptasi dengan peperangan penuh darah itu, walaupun ketika ia memikirkannya Bonie akan mual dan merasa Jijik.
Tanpa sepengetahuan Bonie ada yang berubah di Statusnya.
Status
Nama:Bonie noir
Poin:19
Uang:619,9 juta.
Kekuatan:18
Kecerdasan:10
Energi:9
Kecepatan:7
Skil:Gaya pedang pelangi surgawi
Label: pemula
Semua nya bertambah 1 poin. Dan lagi yang paling mengejutkan bahwa label 'sampah pemulanya' itu sudah hilang.
"Gaya pedang pelangi surgawi Hijau" Bonie memberanikan Diri untuk mengunakan Skil yang lebih kuat melihat dia telah di keping oleh para pasukan musuh yang ingin membalaskan dendam kematian temannya.
Cahaya hijau redup keluar dari pedang dan menyerang dengan serangan Vertikal.
"Akh!!!" Teriakan yang memilukan keluar dari musuh musuh di hadapannya.
"Cih, kalian mengotori baju ku!" Bonie terus menyerang tanpa sadar pasukan musuh tersisa seperempatnya saja.
[Membunuh 750 Musuh]
[Mendapat 30 poin]
Sistem terus memunculkan pemberitahuan untuk Bonie.
****
Waktu berlalu dengan cepat saat Bonie tersenyum cerah melihat layar sistem tanpa memperdulikan mayat mayat yang berserakan di dekat kakinya.
__ADS_1
[Misi selesai di beri waktu 6 Jam untuk beristirahat sebelum kembali ke ruang Sistem]