
"Tidak, aku harus belajar dan kemudian berkerja, Aku tidak sepertimu yang siap menghambur hamburkan uang" jelas Iyan menolak ajakan Bonie.
"Ah... aku tidak mungkin bermain sendiri, ku mohon... Iyan temanku yang tampan!" Bujuk Bonie dengan wajah imutnya. Tidak! Itu sama sekali tidak imut, apa menurutmu seorang pria berumur 21 tahun akan terlihat imut saat meniru anak berusia 5 tahun?
Tapi entah itu mempan atau dia hanya merasa kasihan Iyan akhirnya menerima ajakan Bonie.
"Baiklah, aku akan menemani mu bermain namun setelah selesai berkerja" Iyan mendorong Bonie mundur sedikit karna menyadari mereka berdua menjadi pusat perhatian.
"Huuh" gerutu Bonie mengikuti langkah Iyan menuju ke kelas.
***
Pelajaran hari ini dengan cepat mereka lalui walau Bonie merasa sangat bosan di kelas.
Bonie menunggu Iyan berkerja selama 4 jam di kafe dan hari sudah sore.
"Permainan seperti apa yang akan kita mainkan?" Iyan menatap ke arah Bonie yang sedang mengemudi mobilnya. setidaknya pura pura mengendarainya.
'Bagaimana ini Yen?! Aku mencari alasan untuk membawanya pulang tapi tak memikirkan game apa pun yang bisa kami mainkan' Bonie berkeringat dingin di balik bajunya.
"Ah, aku ada ide, tapi... itu akan memotong uang mu..." Oyen dengan senyum jailnya.
'Lalukan, apapun itu' Bonie sudah kehabisan cara untuk berdiskusi dengan Oyen.
"Apa ya? Kau akan tahu jika melihatnya" Bonie tersenyum sambil memperhatikan jalan.
"Kau tinggal di mana?" Iyan karna dalam ingatannya tidak ada rumah di pusat kota kecuali dia tinggal di...
"Apartemen RG di pusat kota"
Bonie menjawab dengan santai.
'Wah?! Dia bisa tinggal di situ... sepertinya keluarganya lebih kaya dari yang aku bayangkan, dan bahkan ratusan kali lipat lebih kaya dari ku' Iyan berkata dalam hati dengan takjub.
"Serius?!" Iyan.
"Hehe tentu saja, kalau kau mau kau bisa tinggal dengan ku, karna aku kesepian" Bonie.
"Tinggal dengan mu?! Yang benar saja? Apa kau mau aku ikut membayar tagihannya?!" Iyan dengan nada mengejek.
"Hah? Apa aku seburuk itu? Hahaha" Bonie tertawa sambil mengerutkan alisnya.
"Hahaha aku hanya bercanda!" Iyan menanggapi.
***
"Duduk lah dulu, aku akan mengambilkan minuman untuk mu" Bonie melemparkan tasnya ke atas meja di ruang tengah.
"Ya..." Iyan terdiam sesaat lalu duduk di sofa.
Ruangan itu adalah sebuah pemandangan yang menakjubkan bagi Iyan.
Ada tiga sofa dengan ukuran yang berbeda namun dengan model yang sama.
Ruangan itu di hiasi dengan warna hitam dan abu abu.
Meja kaca tebal dengan warna hitam dan sebuah gas bunga putih dan Bunga mawar berwarna hitam di dalamnya.
__ADS_1
Ada beberapa lemari dan dekorasi lainnya dan Tv lebar yang terlihat melengkapi ruangan itu.
'Tempat yang menakjubkan, dan lagi... ini lantai 100! Aku bisa melihat kota dari atas sini!' Pikir Iyan.
Saat Iyan sedang sibuk memandangi ruangan tempat dia berada seorang pria muda dengan kemeja yang tak terkancing memperlihatkan otot perutnya yang indah.
Di tangan pria itu terdapat dua kaleng minuman dingin.
Ya, itu adalah Bonie yang belum sempat mengancing kemejanya setelah berganti pakaian karna takut hostnya menunggu lama.
"Yo, Iyan apa kau menunggu lama? Aku mengganti pakaian dulu, Kau pasti lelah berkerja jadi ini minuman untuk mu" Bonie menyerahkan salah satu kaleng di tangan Ya kepada iyan.
Jika seseorang memperhatikan dengan benar
Maka dia akan melihat titik merah kecil di bagian atas kaleng yang di berikan oleh Bonie kepada Iyan.
Tapi, Iyan tak begitu memperhatikan.
"Minuman apa ini? Aku baru pertama kali melihatnya" Iyan menunjukan wajah amat penasaran.
"Ini, adalah minuman yang tak sengaja ku beli dengan minuman lainya di supermarket, aku juga belum mencobanya, jadi mari kita coba bersama" Bonie berbohong dengan sempurna.
"Ayo! Ayo! Cepat minum!" Oyen berteriak semangat.
'Sabarlah, kau tak boleh memaksanya minum karna kehendakmu' Bonie.
"Bilang saja, kau juga sangat ingin dia meminumnya" ucap Oyen dengan wajah khasnya.
_klang_ suara tutup kaleng terbuka secara bersamaan.
_Glek_ suara tegukan terdengar dari tenggorokan Iyan.
"Kau, hebat" Bonie terbata melihat Iyan benar benar menghabiskannya.
"Ini enak" Iyan sebelum dia tersandar ke belakang menutup matanya kemudian tertidur dalam hitungan detik.
"Itu... manjur!" Bonie melompat senang.
"Aku tak habis pikir ternyata pria bodoh sepertimu sangat licik!" Oyen.
"Itu bukan sesuatu yang licik, kau tahu? Aku adalah pria pintar mulai sekarang" Bonie meminum miliknya juga dalam beberapa tegukkan dan ikut tertidur di samping Iyan.
"Apa aku yang di suruh berjaga?" Oyen menyalakan Tv dan menonton dia dengan sampainya duduk di atas meja.
Kenapa mereka tertidur? Ya itu adalah rencana Bonie di mana dia menaruh Obat tidur yang kuat di dalam minuman.
Itu memungkinkan mereka tidak akan merasakan sakit, dampak dari meminum minuman itu.
***
Keesokan harinya.
Iyan perlahan membuka matanya.
"Eh? Aku tertidur di sini?" Iyan memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing.
Melihat ke sekitar Iyan melihat Bonie yang masih tidur di atas salah satu sofa.
__ADS_1
"Kami berdua tertidur saat meminum minuman itu?" Iyan menatap ke karpet dan melihat kaleng minuman yang terjatuh.
"Yang terpenting membangunkan Bonie dan kemudian berangkat sekolah, tapi kurasa dia akan kecewa karna tidak bisa bermain game, yah... itu bisa lain waktu" Iyan berdiri melangkahkan kakinya menuju ke arah Bonie yang terdapat air liur di sudut bibirnya.
"Bonie, bangun" Iyan menyentuh tangan Bonie.
"Hem...?" Bonie mulai membuka matanya.
***
"Ahhhh?! Kenapa aku membeli minuman aneh itu? Aku sudah cape membujukmu tapi kita sama sekali belum bermain game" Bonie merengek sambil mengendarai mobil nya menuju ke sekolah.
"Hahaha, aku akan menemanimu bermain lain kali" Iyan menenangkan Bonie.
"Hem" Bonie menghapus air mata di sudut matanya.
Tadi pagi Bonie terbangun dengan perasaan gelisah setelah di bangunkan oleh Iyan.
"Bagaimana aku akan menjelaskan ini ke host?!" Bonie mondar mandir di pintu kamar mandi saat Iyan mandi di rumahnya karna tidak mungkin dia pulang dulu karna hari benar benar tak bisa menunggu itu.
"Kecerdasan mu sudah bertambah 5 poin tuan apa kau tidak bisa berpikir?" Oyen meletakan tangannya di dagu, menunggu Bonie memecahkan masalah.
"Ah! Iya game" Bonie tersenyum senang saat berhasil mengatasi masalahnya.
Dan ternyata Iyan tak begitu memperdulikan tentang Minuman itu.
'Status' Bonie.
Status
Nama:Bonie noir
Poin:6 (bonus)
Kekuatan:17
Kecerdasan:9
Energi:8
Kecepatan:6
Skil:-
Label: sampah pemula
[Misi selesai di beri waktu 6 Jam untuk beristirahat sebelum kembali ke ruang Sistem]
[Misi kelas E]
[Membantu Host lulus Ujian]
[Tingkat keberhasilan B]
[Imbalan:20 poin]
[Bonus: 4 poin]
__ADS_1
[Jumblah:24 poin]
"Eh?!" Teriak Bonie saat melihat notifikasi Sistem.