Sistem Mengubah Takdir.

Sistem Mengubah Takdir.
Akhir cerita


__ADS_3

wanita yang setengah sadar itu ketika melihat pangeran sedikit keterjutan melintas di matanya.


"pangeran?!" Dia sangat terkejut.


"tentu saja, siapa lagi yang kau pikir akan menangkap mu?" ucap pangeran mengenakan sarung tangan dari meja dengan lihai.


"apa kau tau kemana orang yang sudah membawa mu ke sini?" tanya pangeran dan menggapai pisau tipis.


"mana ku tau kemana perginya bajingan gila itu?!"


mendengar pertanyaan pangeran dia berteriak histeris dengan emosi meledak.


"baiklah... ceritakan bagaimana kau di tangkap olehnya" ucap Pangeran.


sang wanita mengerutkan kening dan dengan patuh menceritakan bagaimana kronologi ia bisa di tangkap oleh Bonnie.


...----------------...


setelah melihat Bonnie (tuan muda kaya yang tampan) pergi nyonya Yin menghela nafas dan masuk ke dalam ruangannya, dan mendengar bahwa bawahannya yang di kirim untuk membunuh pangeran sudah menghilang sebuah firasat muncul di hatinya.


"dia pasti sudah tertangkap, aku tidak tau apakah dia sudah membocorkan identitas ku ini. (tidak, bawahan mu sudah mati karena tidak ingin membocorkan rahasia identitas mu dan sekarang kau meragukannya haaa...)


"aku harus lebih berhati hati"


setelah berpikir sebuah ketukan datang dari pintu dan seorang pria masuk ke dalam ruangan.


"hai manis apa kau merindukan ku?" pria muda itu memiliki wajah sedikit di atas rata rata.


melihat kedatangan kekasihnya nyonya Yin membuang semua pikiran negatifnya dan dengan cepat berjalan menghampiri kekasihnya dan memeluknya.


"hei bagaimana kalau kita minum? ucap nyonya Yin.

__ADS_1


"oh?? apa kau memiliki masalah?" kekasihnya menariknya untuk duduk di kursi dan bertanya dengan lembut.


"tidak juga, aku hanya ingin minum"


"baiklah, mari kita minum"


mereka minum anggur sampai setengah mabuk dan kemudian Bonie muncul di jendela kaca melihat bahwa mangsa nya sudah mulai mabuk dan menyeringai.


"bos ini akan mudah" Oyen.


"jangan lupakan ini dunia sihir" Bonnie mendorong Oyen Sedikit menjauh.


"baiklah.. lalu?" Oyen


Bonnie membuka jendela perlahan dan masuk, dia tak terlihat karena ruangan dalam kondisi remang remang.


"Yen, apa kau memiliki pistol dengan peluru tidur?" tanya Bonnie.


"ada, itu seharga 2 poin, mau?" tanya Oyen.


"Beli saja! aku takut mereka akan menyadarinya". Bonnie


"siapp!" Oyen dengan cepat membeli nya dan meyerahkan pistol pada Bonnie.


"ini ada pelurunya?" Bonnie .


"ada, itu berisi 20 peluru" Oyen menjelaskan dengan sabar.


tanpa berbicara apa apa lagi Bonnie mengarahkan pistolnya ke arah leher kekasih nyonya Yin.


dengan pistol yang kedap suara kekasih nyonya Yin sudah tertidur di sofa dengan nyenyak.

__ADS_1


nyonya Yin yang masih setengah sadar, sedikit keheranan melihat kekasihnya tertidur pulas namun di tengah pemikirannya kesadarannya juga ikut menghilang dengan cepat.


"lalu aku tidak begitu paham bagaimana aku sudah sampai sini dan di rantai bahkan di siksa seperti babi!!" Nyonya Yin dengan penuh kebencian.


'tertidur? sepertinya kepala pelayan ku bukanlah orang sembarangan karna bisa membuat penyihir tingkat 3 tertidur tanpa menyadari apa pun' pikir pangeran dan melangkah maju untuk memegang dagu nyonya Yin dengan suara mengancam.


"apa lagi?" tanyanya.


"aku tidak tahu, saat aku pingsan aku merasa dia keluar dari penjara dan menghilang begitu saja!" teriak nyonya Yin.


"dia pasti bawahan mu! kenapa repot repot bertanya pada ku!"


"oke, kita bahas hal yang penting sekarang, siapa orang di belakang mu?"


"itu paman mu! cih! aku sangat menyesal sudah mengikutinya" nyonya Yin meludah.


dan di tengah caciannya nyonya Yin sudah tidak sadarkan diri dan kepalanya menggelinding ke sudut ruangan penjara.


memegang pedang berlumuran darah pangeran terdiam beberapa saat dan langsung keluar dari penjara.


setelah kejadian itu pangeran membunuh pamannya dan menaiki tahta kerajaan dengan sukses.


kini Bonnie sedang menonton hal itu dari ruangan sistem.


...****************...


Oyen: Bos ini kue mu~ (membawa sekotak kue coklat dan meletakan nya di atas meja)


Bonnie: (Wajah murung dan penuh dengan kebencian)


penulis:... 'apa yang salah sekarang?'⊙⁠﹏⁠⊙

__ADS_1


__ADS_2