Sistem Mengubah Takdir.

Sistem Mengubah Takdir.
Masuk ke dalam perpustakaan


__ADS_3

Di sebuah ruangan seperti penjara di bawah tanah istana pangeran Bonie sedang melonggarkan dasi nya dan memandang perempuan cantik yang kini di rantai besi.


"siapa yang menyuruh mu ke mari?" Bonie sambil memilih milih alat penyiksaan di atas meja kayu.


tempat itu gelap dan hanya ada dua buah obor di luar penjara yang memberi sedikit cahaya kedalam ruangan itu.


"kau hanya pelayan! kau tak pantas untuk bertanya pada ku!" ucap wanita itu dengan penuh kebencian.


"oh? pangaran membebaskan ku untuk melakukan apa pun jadi aku tentu melekukannya!!!" tiba tiba Bonie meninggikan suaranya dan menarik cambuk dengan cepat dan mencambuk wanita itu dengan 75% kekuatannya karna kesal.


teriakan kesakitan menggema di ruangan bawah tanah.


"UPS! aku menggunakan terlalu banyak kekuatan" Bonie menutup mulutnya merasa bersalah yang benar benar palsu itu.


"kau!!!" wajah wanita itu rusak karna cambukan Bonie dan darah merembes keluar dari kulitnya.


"astaga... ku rasa kita harus bertemu di lain waktu" Bonie mencambuk wanita itu sekali lagi dan membuatnya pingsan dengan teriakan yang memilukan.


"berani sekali wanita ini menghina ku?" Bonie memanaskan besi dan meletakkannya di wajah wanita itu dan menekannya.


rasa sakit yang sangat sangat menyayat itu membuat wanita jahat terbangun dengan ekspresi terkejut dan kesakitan.


"hiks!!! wajah ku!" teriaknya.

__ADS_1


siksaan terus berlanjut sampai Bonie tidak menyadari kalau pangeran sedang berdiri di luar ruangan menonton siksaan Bonie.


Oyen yang pertama kali menyadari hal itu dan segera memberitahu Bonie.


"bos pangeran!" Oyen dengan panik.


"hm?! Bonie yang sedang memegang besi menjatuhkan nya dan mengenai kaki wanita itu dan iteriakan memilukan kembali terdengar.


"yang mulia" Bonie meluar dan membungkuk untuk memberi salam.


"bagaimana?" Pangeran terkejut melihat kekejaman Bonie namun ia dengan mudah menyembunyikannya. namun hal itu masih tak lolos dari pengamatan Oyen.


"Dia tidak mau mangaku pada hamba" ucap Bonie jujur.


"kata kan" ucap pangeran dengan nada tinggi.


"pangeran, ampuni hamba" ucap perempuan itu yang sikap nya berubah 180% di depan pangeran.


Bonie yang melihat itu merasa mual dan ingin muntah.


Pangeran memperlihatkan wajah jijik yang sangat jelas di depan wanita itu namun sang wanita tak keberatan dan terus meminta ampun pada pangeran.


Beberapa menit kemudian...

__ADS_1


Pangeran mengeluarkan sapu tangan dan membersihkan noda darah yang memenuhi telapak tangan nya.


"Dia sudah tidak berguna, ikut aku kembali" pangeran berbalik dan pergi keluar dengan santai.


sementara kondisi wanita penggoda benar benar sekarat.


"baik pangeran" Bonie membungkuk dan mengikuti pangeran di belakang lalu sedikit melirik kearah wanita penggoda dengan senyum merendahkan.


sesampainya di ruang kerja pangeran Bonie berdiri di belakang pangeran.


"kau cepat cari informasi tentang racun ini" Pangeran mengambil Sempel di botol kecil yang berisi anggur merah di dalamnya.


"yes akhirnya aku bisa keluar untuk mengambil benda itu!" Bonie bersemangat saat mengambil Sempel dan pergi untuk menyelidiki racun itu.


.......****.......


"Bos, Apa tidak apa apa mengunjungi tempat ini secara terang terangan?" Oyen melihat ke sekeliling.


"tentu saja dan ini lah yang aku inginkan saat menjadi kepala pelayan pangeran yaitu status sosial"


Bonie dengan sedikit bangga.


"jadi tidak ada yang mencurigai ku dan melarang aku masuk ke perpustakaan kerajaan jika sebagai bawahan pangeran" Bonie bersemangat saat menginjakan kakinya ke dalam perpustakaan yang tenang.

__ADS_1


__ADS_2