
"Itu kerna dia belum sepenuhnya tidur, itu sebabnya kau tidak boleh membangunkanya"Oyen duduk dengan wajah lelah.
"Baiklah, bisakah kau memberitahukan ku peraturanya sekarang?" Bonie merasakan tangan kirinya yang di patahkan hitam mulai membaik seiring berjalannya waktu.
Oyen diam namun muncul layar sistem dengan huruf huruf besar di layar.
[PERATURAN]
[1. Dilarang membocorkan tentang Sistem]
[2. Jangan pernah terlalu dekat dengan Host itu bisa berdampak buruk]
[3. Di larang Ikut campur urusan yang tidak bersangkutan dengan Misi]
"Maaf karna tidak memberitahu mu dari awal tuan" Oyen menunduk.
"Tak apa, yang terpenting adalah menyembuhkan lengan ku" Bonie menatap tangannya yang patah.
"Itu akan sembuh selama 12 jam, tenang saja tuan, jika kau meningkatkan kondisi mu itu akan lebih cepat sembuh, kalaupun kau mati kau akan hidup kembali karna kau tak bisa mati setelah menjalin kontrak bersama sistem" senyum cerah muncul di wajah Oyen.
Kini sifatnya sudah kembali seperti semula.
'Sepertinya Hitam sudah sepenuhnya tertidur, aku harus berhati hati di kemudian hari' pikir Bonie.
"Syukurlah... ayo mandi dan beristirahat, yen!" Bonie berdiri dan berlari ke arah rumahnya.
Rumah Bonie Sangat besar, di dalamnya terdapat Dua kolam besar berbentuk lingkaran dengan ke dalaman yang berbeda.
Ada ruangan GYM dengan berbagaimacam Alat.
Lapangan tembak,
Sebuah perpustakaan besar yang berisi jutaan buku.
Kamar yang sangat besar.
Yang paling membuat mata Bonie bersinar adalah ruangan besar yang di sana ada banyak komputer.
"Aku tidak akan bosan di rumah jika seperti ini" Bonie berganti pakaian dan berbaring di sofa besar yang nyaman.
"Bukannya sudah ku bilang? Rumahmu lebih besar dari Apartemen kecil itu" Oyen ikut duduk di sofa dekat Bonie.
"Hem... bukannya kau bilang aku tidak bisa mati lalu tuan mu yang sebelumnya ke mana?" Bonie.
"Ah?! Tuan kita memiliki Misi" Oyen terlihat tidak mendengar perkataan Bonie.
'Apa dia tak mendengarnya? Ku tanyakan lagi? Tapi, itu tak penting bagi ku' Pikir Bonie.
"Misi apa itu?" Tanya Bonie.
[Misi level E]
[Membunuh sebanyak mungkin musuh yang sudah membunuh adik Jendral Koko]
__ADS_1
[Imbalan: 45 poin sistem]
"Sebentar, Aku ingin mengecek Status ku" Bonie.
Status
Nama:Bonie noir
Poin:30
Kekuatan:17
Kecerdasan:9
Energi:8
Kecepatan:6
Skil:-
Label: sampah pemula
"Oyen, uang ku apa kah habis?" Bonie karna seingat nya harusnya uangnya masih tersisa.
"Ya, masih, itu bisa kau gunakan nanti dalam misi" Oyen.
"Berapa?" Bonie
"620 juta dolar" Oyen.
Pemandangan di luar sangat menakjubkan.
"Oyen, apa di sini tak pernah malam?" Bonie baru menyadari kalau tidak ada matahari maupun awan di tempat itu.
"Ya, tuan apa mau menerima Misi?" Oyen bertanya.
"Butuh 8 Jam lagi untuk tanganku sembuh seperti semula, lebih baik kita istirahat di ruang sistem saja dulu" Bonie kembali berbaring dan dalam sekejab tertidur.
"Kalau begitu aku akan pergi bermain dengan hewan hewan lainnya" Oyen terbang keluar dari rumah.
***
Bonie telah bangun dari tidurnya selama 4 jam.
"Tidur membuat tubuhku lebih sehat, mungkin..." Bonie berjalan menuju ruang makan dan melihat ke dalam kulkas.
"Aku ingin makan ice cream..." Bonie menatap isi kulkas dan akhirnya melihat sebuah kotak Ice cream.
"Rasa coklat ini kesukaan ku" Bonie mengambil beberapa cemilan lain dan membawanya keluar rumah menuju pohon Keajaiban.
"Wah... tuan kau sudah bangun rupanya" Oyen sedang bermain air dan menceburkan dirinya ke sungai yang di penuhi bunga teratai itu.
"Eh?! Bukan nya kucing sangat takut air? Ada kucing yang suka bermain air juga ya?" Bonie.
__ADS_1
"Huh, aku adalah kucing yang spesial!" Gerutu Oyen.
"Haha mau cemilan? Ayo kita makan cemilan di sini" Bonie duduk di bawah pohon yang rindang.
"Mau!" Oyen terbang keluar dari sungai kecil dan menjentikan jarinya. Bulu Oyen kering dalam seketika.
"Lihat ini, apa kau mau rasa coklat?" Bonie membuka kotak Ice cream.
"Mau dong!" Oyen langsung menyambar kotak es cream di tangan Bonie Dan kabur.
"Eh??! Kembalikan!" Bonie Berlari mengejar Oyen.
"Blek...!" Oyen menjulurkan lidahnya.
_buk_ tiba tiba buah kecil sebesar kelereng berwarna hijau tua jatuh tepat di kepala Oyen.
"Au?!" Oyen memegangi kepalanya dan menatap buah hijau yang bergelinding di rerumputan.
"Apa ini yen?" Bonie berjongkok dan mengambil buah bulat kecil yang bersinar karna bayangan matahari yang menerpanya.
"Kenapa bisa ada buah lagi?!" Oyen melompat kaget.
"Ini buah lain dari pohon Keajaiban? Kira kira seperti apa rasanya?" Bonie memasukan buah hijau itu kedalam mulutnya.
_klak_ suara jari yang tergigit dengan keras.
"Aduh! Oyen kenapa kau mengambil buah itu dari ku?! Aku ingin memakannya" protes Bonie sambil menatap jarinya yang kemerahan karna tergigit.
"Apa kau tahu? Ini buah penawar racun setelah kau memakan ini kau akan kebal terhadap racun namun, jika kau memakannya seperti ini kau akan keracunan. Kau harus memiliki racun mematikan dalam dirimu" Oyen menjelaskan sambil memperlihatkan buah hijau itu di telapak tanyanya yang imut.
"Keracunan? Lebih baik aku tidak memakannya kalau begitu" Bonie menarik tangannya yang siap untuk mengambil buah hijau kecil itu dari tangan Oyen.
'Jelas jelas kau ingin sekali memakannya' Pikir Oyen.
"Masih 3 jam lebih lagi ya? Aku mau belajar, bukankah ada perpustakaan di rumah? Ayo Yen kita belajar" Bonie menarik tangan Oyen yang sedang melahap ice cream dengan senyum lebarnya.
"Tuan? Bukankah kau bilang mau bersantai?" Oyen sedikit protes.
"Itu tadi, Aku mendadak ingin mempelajari hal baru" Bonie membuka sebuah pintu lebar di salah satu sisi rumahnya di lantai 2.
"Ini... surganya kutu buku" Bonie menari nari kecil melihat lemari lemari buku yang besar dan menjulang tinggi mengelilingi ruangan berdiameter 25 Meter dan sebuah sofa besar abu abu yang terlihat nyaman.
"Apa kau suka membaca buku?" Tanya Oyen penasaran.
"Tidak, aku hanya ingin terlihat seperti kutu buku sekarang" Bonie berjinjit untuk mengambil salah satu buku berwarna hitam bertulisan merah.
Sampul buku yang hitam pekat terlihat di oleskan dengan darah segar.
"Kau sisa memikirkan buku seperti apa yang akan kau baca, tapi... tidak semua buku. Di sini hanya ada pengetahuan dasarnya saja, jika kau ingin lebih jelas maka kau harus membelinya" Mata Oyen bersinar seperti melihat mangsa dengan mulut yang mengigit sendok penuh Ice cream.
"Pengetahuan dasar? Bukan kah terlalu tebal untuk kau sebut dasar?" Bonie memikirkan bahwa dia telah mengambil buku yang ingin di ambil nya tadi dan melihat judul yang lumayan membuat ku takut.
'Inti kegelapan'
__ADS_1
"Apa ini berisi tentang hantu?" Bonie menegaskan keringat dingin saat ingin membuka sampul buku tersebut.
"Ha? Hantu? Yah... mungkin memang tapi di sini menjelaskan kegelapan yang mendasar di Miliaran dunia ynag memiliki koneksi dengan Sistem" jelas Oyen sambil terus menyuap ice cream yang tersisa setengah itu.