Sistem Mengubah Takdir.

Sistem Mengubah Takdir.
Hukuman dari Hitam


__ADS_3

"Ada apa?" Iyan bingung mendengar Bonie berteriak.


"Tak ada, aku hanya kaget sedikit" Bonie tersenyum Canggung.


"Oh..." Iyan.


***


Sesampainya di sekolah.


Bonie menatap Iyan yang sedang mendengarkan penjelasan guru dengan seksama.


'Kenapa ini berakhir sangat cepat?!" Protes Bonie pada Oyen.


"Itu karena kau menggunakan minuman itu, bukan hanya bisacmembuatnya pintar tapi juga membuatnya lebih kuat dan percaya diri di masa depan" Oyen memunculkan layar Iyan di masa depan setelah kejadian itu.


"Itu dia di masa depan? Kenapa sangat berbeda dengan yang ini?"Bonie melirik ke arah Iyan.


"Jadi Tuan apa yang akan kau lakukan selama 4 Jam ke depan?" Oyen duduk di meja Bonie.


"Apa ya? Mungkin bersenang senang dulu" Bonie tiba tiba berdiri dan menarik tangan Iyan keluar kelas.


"Bonie, kenapa?" Iyan bingung.


"Aku... ingin mengucapkan perpisahan" ujar Bonie terlihat sedikit canggung.


"Hah? Perpisahan? Kau sedang bercanda bukan?" Iyan mengangkat alisnya dan memasang wajah tak percaya.


"Benar, aku akan pergi, karna misiku sudah selesai di sini" Bonie menyentuh pundak Iyan dengan ekspresi sedih dan senang.


"Misi?" Iyan semakin tidak mengerti.


"Kau akan tahu nanti, Iyan! Aku pergi host ku" Bonie berlari meninggalkan Iyan sambil tersenyum perpisahan.


"Ha? Kau bersungguh sungguh?" Pikiran Iyan terasa tertekan dan tak tahu harus berbuat apa.


Tanpa berpikir panjang dia berlari menyusul Bonie yang pergi dengan senyum lebar.


Saat Bonie mulai menjalankan mobilnya Iyan muncul di depan mobil menghalangi.


"Apa?! Itu berbahaya, capat berhenti!" Bonie pada Mobilnya.


Bonie keluar dari mobil dengan marah sekaligus khawatir.


"Kenapa kau berada di situ? Kau tahu itu berbahaya!" Bonie berkata pada Iyan yang masih terengah engah menghadangnya.


"Kau harus menjelaskan semuanya padaku! Jangan membuatku sampai pusing seperti ini!" Iyan menarik kerah pakaian Bonie dengan wajah kesal.


"Hah... harusnya aku pergi tanpa harus memberitahu mu" Bonie menghela nafas.


"Ayo kita cari tempat bicara" lanjutnya dan menarik tangan Iyan masuk kedalam Mobil.


***

__ADS_1


"Begitulah... kira kira sekitar 3 Jam lagi..." Bonie menatap ke arah jam tangannya.


Bonie sudah menjelaskan semuanya walaupun lebih banyak kearah kebohongan.


Iyan tertunduk mendengar penjelasan Bonie.


"Hiks... hiks! Huhuhuhu" Iyan menangis dalam posisi menunduk dan berusaha menyembunyikan tangisnya.


Namun itu percuma suara tangisannya bisa terdengar jelas ke telinga Bonie.


"Anu... kenapa kau menangis? Apa kau membenci ku?" Bonie panik.


"Huhuhuhu... hiks... aku, sangat senang bisa bertemu dengan mu!" Iyan melipat dari tempatnya dan memeluk Bonie.


'Yen... bagaimana ini? Aku tidak bisa berpikir apa pun, aku hanya berkata kalau aku mendapat misi untuk membantunya, tapi... aku tidak menyangka dia akan menangis seperti ini' Bonie berkata dalam pikirannya.


Oyen hanya diam, sepertinya sesuatu telah membuat suasana hatinya gusar.


Bonie tak begitu memperdulikan sikap Oyen, pikirnya Oyen hanya sedikit kesal karena dia tak sempat menyelesaikan acara Tv yang di sukainya tadi pagi.


Padahal sikap Oyen ini menyembunyikan sesuatu yang bahkan Sangat Bonie ingat untuk kedepannya.


"Lupakan tentang apa pun itu, jika kau terus menangis, kau bisa mengotori bajuku, apa kau tahu ini harganya berapa?" Bonie mencoba melepaskan pelukan Iyan.


"Maaf, Aku terlalu senang" Iyan melepaskan pelukanya dan tersenyum manis.


"Yah... kau cukup tampan tapi sayang aku bukan wanita dan lagi aku masih normal" Bonie.


"Hahaha" keduanya tertawa tanpa memperdulikan wajah Oyen yang semakin buruk setiap detiknya.


Bonie dan Iyan sedang duduk berdua di pinggir kolam renang sehabis lelah berenang.


[Menghitung mundur untuk kembali ke ruang sistem dalam 30 detik di mulai]


"Iyan, kau bisa tinggal di apartemenku selama 27 hari, kan sayang kalau terbuang sia sia" Bonie memberikan kunci pada Iyan.


"Kau yakin?" Iyan menatap kunci yang ada di tangannya.


"Tentu saja, Host jangan melupakanku ya?" Bonie menghilang perlahan dengan cara cahaya putih menyinari dirinya lalu lenyap.


"Ya tentu saja" Iyan tersenyum sedih saat Bonie sudah benar benar menghilang dari penglihatannya.


***


Bonie kini muncul di tempat yang cukup akrab dengannya.


"Kembali ke tempat yang indah ini lagi! Bukanya kau senang Yen?" Bonie menatap Oyen lalu terkejut sampai mundur beberapa langkah ke belakang.


"Eh?! Apa itu?! Yang mengelilingi mu?! Kenapa kau terlihat sangat menyeramkan?!" Bonie kaget.


Tanpa sadar tubuhnya memasang kuda kuda pertahanan.


"Hihi, aku lupa memberitahumu Beberapa peraturan sampai sampai aku membiarkannya seperti tidak pernah ada, saking senangnya. Tapi... aku akan memberitahumu nanti setelah aku menghukum mu!" Oyen sosoknya di kelilingi sebuah kabut hitam yang menyeramkan bulunya menghitam dan matanya sepenuhnya berwarna merah.

__ADS_1


Oyen terlihat seperti iblis yang baru terlepas dari kurunganya dan sangat lapar sehingga ingin menyantap Bonie bulat bulat.


Oyen terbang mendekat.


[Perhatian! Sumber bahaya terdeteksi, di harap menjauh segera]


"Sistem! Kenapa Oyen bisa menggila seperti ini?!" Bonie berteriak dan berlari melewati jembatan di dan bersembunyi di belakang pohon Keajaiban.


Sistem tak menjawab, ya itu harus Bonie tanyakan pada Oyen sendiri.


"Hehe apa kita akan bermain petak umpet? Tapi sayang aku sudah menemukan mu!" Oyen tiba tiba sudah berada di belakang Bonie yang sedang mencoba mengintipnya dari belang pohon Keajaiban.


"Aduh, maaf bos Oyen, saya salah jalan, lari!!!" Bonie berlari menuju kerumah dengan sekuat tenaganya.


Namun tubuhnya terasa sangat sakit ketika dia ingin melarikan diri.


"Ukh" teriak Bonie saat merasa tangan ya di patahkan oleh Oyen.


"Peraturan pertama, Jangan pernah terlalu dekat dengan Host itu bisa berdampak buruk" Oyen sambil melepaskan tangan Bonie yang di patahkan nya dan mulai mengapai tangan lainnya.


"Aku mengerti maafkan aku..." Bonie menangis kerna kesakitan dan memohon sambil berusaha menghindar.


Namun nihil semakin dia mencoba semakin dia merasa kesakitan.


Bonie pasrah sambil terus menangis saat Oyen ingin mematahkan tangan ya yang lain.


"Sudah, maafkan aku tuan, karna hitam akan terbangun jika tuan sistem melakukan pelanggaran, aku sudah mencoba membujuknya tapi... dia benar benar tidak bisa di bujuk" Oyen merasa bersalah dan duduk di depan Bonie yang sedang tersungkur karna kesakitan.


"Lupakan itu... tolong aku" Bonie mencoba berdiri.


Bonie kembali tenang saat duduk bersandar di pohon Keajaiban.


Tangannya benar benar patah sekarang.


"Hitam?" Bonie bergumam.


Layar Sistem muncul di depan ya dan memperlihatkan gambar kucing hitam yang terlihat ganas. Berserta deskripsi nya.


[Kembaran Oyen yang akan muncul jika Tuan Sistem melakukan pelanggaran dan menghukumnya sesukanya]


"Ah?!! Sesukanya? Bagaimana jika pelanggaran lebih keras bukan kah aku akan mati?!" Bonie menatap tangannya yang mulai tak merasa sakit.


"Itu resiko mu" Oyen mengangkat bahunya .


"Oyen... kau harusnya memberitahuku peraturan nya" Bonie mencubit pipi Oyen.


"Ku berani mencubit Ku?" Sosok Oyen berubah sekali lagi menjadi hitam.


"Hua?! Kenapa muncul lagi!" Bonie mencoba mundur kebelakang tapi tidak bisa karna di belakang nya adalah pohon Keajaiban.


"Tentu saja, untuk mendisiplinkan mu" Hitam.


"Tuan... apa kau baik baik saja?" Hitam berubah menjadi Oyen kembali.

__ADS_1


"Ya, tapi kenapa hitam bisa keluar lagi?" Bonie.


__ADS_2