Sistem Mengubah Takdir.

Sistem Mengubah Takdir.
Aku bukan Gay


__ADS_3

"mati aku! aku mendaftar menjadi kepala pelayan pangeran gila ini?! hah! kenapa aku tidak membunuh nya saja?" pikir Bonie.


"tuan, apa secepat ini kau berubah pikiran?" oyen.


"apa lagi?dia terlalu menyaramkan untuk ku dan lagi... apa cuma aku yang mendaftar menjadi kepala pelayan nya?! kemana semua orang jangan bilang mereka sudah selesai wawancara?" Bonie.


"tidak, hanya kau yang ada disini, kau pikir bos apa mereka mau mendaftar menjadi kepala pelayan secara suka rela seperti mu untuk mengantar nyawa mereka?" oyen.


"hehe tentu tidak" Bonie.


"jadi hanya kau yang ingin menjadi kepala pelayan ku?" tanya pangeran Kelvin.


"benar pangeran" Bonie membungkuk.


"baiklah kau lolos"


"apa?!" Bonie terkejut sampai mengeluarkan suara.


"kau lolos sekarang pergi ganti pakaian dan bekerja"


"baik" Bonie membungkuk dan pergi namun terlihat jelas di wajahnya dia sangat tidak berdaya.

__ADS_1


.......***.......


seminggu berlalu dengan penderitaan yang amat berat bagi Bonie.


"tuan kapan kita akan menyelinap ke perpustakaan?". Oyen Jadi tidak sabar.


"dia tidak memiliki sifat lebut apa? aku banar benar lelah untungnya pengetahuan ku menjadi kepala pelayan sangat baik" Bonie menghela nafas berat seblum memejam kan matanya untuk berpikir.


"kapan aku akan bebas dari penderitaan ini?!" Bonie mencoba menahan suaranya.


"bagaimana jika kau mendekatinya?" Oyen mencari akal.


"hah?! mendekati iblis itu? dan lagi kau pikir aku sudah tidak normal?! aku bukan gay kau tau?!!!" bentak Bonie.


"hah?! lalu?" Bonie.


"coba lah menjadi temannya atau apapun itu!" Oyen


"oh? aku mendapat sebuah ide gila" Bonie menyeringai.


bulu kuduk Oyen berdiri tanpa sadar melihat senyum yang di tunjukan Bonie ketika akan terjadi sesuatu yang merepotkan.

__ADS_1


"bos? apa yang akan kau lakukan?" Oyen curiga.


"besok saja aku sudah sangat lelah untuk tetap membuka mata hari ini" ucap Bonie bebelum tertidur dalam sekejap karena kelelahan.


.......*****.......


keesokan hari yang sama Bonie berjalan ke kamar pangeran untuk melapor kegiatan harian.


setelah mendekati pintu masuk kemar Bonie mendengar suara teriakan minta ampun dan tangisan seorang wanita di kamar pangeran yang sangat langka untuk di jumpai di istana ini selama 1 Minggu Bonie berkerja di sini.


bergegas memasuki kamar Bonie melihat Penampakan cukup kejam dan sadis di kamar pangeran.


seorang wanita cantik sedang berlutut di bawah kaki pangeran yang sedang mengalihkan pandangan nya ke Bonie kaki nya masih menginjak kepala wanita cantik itu Bonie merasa iba namun dia sadar bahwa situasi yang di laluinya juga tidak mudah di bawah tatapan pangeran yang merasa terganggu.


"apa yang kau lakukan di sini?" pangeran Kelvin berbicara sambil mengembalikan tatapan metanya ke wajah wanita di bawah kakinya yang sedang beandikan darah dari kepalanya yang terluka seperti terkena pecahan gelas pangeran yang terlihat berhamburan di sebelah tubuh perempuan itu dengan anggur yang tumpah ke mana mana.


"Saya mendengar teriakan dan mengkhawatirkan keselamatan yang mulia" ucap Bonie Sabil membungkuk.


"kalau begitu seret wanita ini dan selidiki siapa pelaku di baliknya" pangeran menendang kepala wanita itu hingga terantuk ke lantai dan darah di kepalanya semakin merambah ke luar.


"baik" Bonie menyembunyikan senyum di wajahnya dan mulai menarik rambut wanita itu tanpa mendengar tangisan dan teriakan ampuhnya kepada pangeran.

__ADS_1


"lebih baik kau diam, ku beritahu pangeran sangat tidak suka kebisingan" ucap Bonie dengan suara mengancam dan wanita itu terdiam sambil terus menangis meminta Bonie melepaskan rambutnya.


__ADS_2