Sistem OP Sang Pahlawan Cadangan

Sistem OP Sang Pahlawan Cadangan
Chapter 1.11 : Pertemuan Dengan Manusia Lain


__ADS_3

Hutan ini merupakan tempat yang berbahaya. Mungkin tempat paling berbahaya di dunia ini. Bukan tanpa alasan, monster-monster besar dan berbahaya berbagai rupa menetap di sini. Mulai dari yang biasa sampai yang legendaris.


Tanah bergetar pun adalah pemandangan biasa di sini, karena langkar berat dan besar yang dimiliki oleh hewan serta monster yang ada di sini.


Juga karena hal itu, para herbivora telah berevolusi memiliki berbagai macam perlindungan diri. Seperti sepasang gading, kulit yang lebih tebal dari besi, atau mungkin racun yang dikeluarkan saat mereka merasa dalam bahaya.


Langkah kaki mereka juga semakin ringan dan terlatih untuk tidak menimbulkan suara agar tidak menarik perhatian para pemangsa yang besar dan cepat.


Contohnya adalah para rusa dengan gading dan tanduk panjang bercabang ini. Mereka berkumpul dan mencari makanan dalam beberapa kelompok kecil yang terdiri dari sepuluh sampai lima belas ekor.


Pemimpin kawanan memimpin di depan dan pejantan yang paling kuat mengelilingi para rusa muda, rusa betina, dan juga rusa tua yang sedang memakan rumput.


Cuping telinga salah satu rusa jantan bergetar, menyadari kalau dia mendengar sebuah suara langkah kaki yang sedang mendekat. Setelah satu ekor, yang lainnya berhenti makan dan seketika ikut waspada.


Langkah itu termasuk ringan, perlahan, dan agak ragu. Tapi para rusa tidak ingin mengambil terlalu banyak resiko karena para pejantan harus melindungi para betina dan rusa muda.


KRAAKH...


Seakan menjadi alarm peringatan, ranting yang patah ketika terinjak membuat mereka semua berlari melesat menjauh dari tempat mereka makan sekarang. Meninggalkan area hutan yang kosong melompong tanpa kehidupan, padahal sebelumnya masih ramai.


Beberapa detik kemudian, penyebab suara langkah itu pun muncul. Sebuah party berjumlah empat orang berjalan dengan santainya di hutan berbahaya yang penuh monster dan hewan berbahaya.


"Jo-Joshep, apa kau yakin dengan ini? Ini hutan paling berbahaya di dunia, lho!"


Pria muda itu berbicara dengan gemetaran. Sepertinya hanya ia yang sadar dengan bahaya dari hutan ini. Namun teman-teman party-nya tidak terlalu menggubrisnya dan tetap pada pendirian mereka untuk masuk lebih dalam ke hutan ini.


"Ahahaha ...! Kau pengecut seperti biasanya, Rondesh! Tenang saja, tenang saja! Kami bertiga sudah sering masuk ke sini dan keluar dengan selamat, tidak akan ada hal buruk jika kau bersama kami. Bukankah begitu, Miranda, Arnold?!"


"Ya!"


"Serahkan saja pada kami!"


Mereka bertiga tertawa lepas tanpa beban. Membuat pria muda itu— Rondesh tidak habis pikir. Ia hanya bisa pasrah dan mengikuti mereka bertiga karena dia juga tidak mau ditinggal sendirian di tempat berbahaya seperti ini.


Memang kalau dilihat sekilas, perbandingan tubuh Rondesh dengan yang lainnya cukup terlihat timpang. Dia membawa tongkar sihir kayu besar dengan ujung atas spiral, lalu di tengahnya terdapat bola sihir berwarna hitam mengkilap.


Bola sihir itu tidak berwarna karena belum dialirkan sihir oleh Rondesh, bola itu memang sudah memiliki energi sihir, tapi warnanya akan semakin mencolok ketika mendapat tambahan energi sihir dari penggunanya.


Dia adalah mage dalam party ini. Sudah terlihat jelas sekali. Sementara tiga orang yang ada di depannya adalah tiga orang berpengalaman yang sudah malang melintang sebagai petualang.


Joseph, adalah pemimpin party ini. Badannya kekar dan tubuhnya tinggi besar. Dengan begitu banyak bekas luka di sekujur tubuhnya dan pedang besar di depan jubah di punggungnya, membuktikan kalau kekuatannya bukan hanya omongan semata.


Dia juga memancarkan aura seseorang yang bertanggung jawab pada orang yang berada di bawahnya. Meskipun orang-orang juga langsung tahu kalau dia adalah otak otot.


Lalu ada Arnold, dia juga memiliki otot dan tubuh yang besar. Dengan hansaplast di batang hidungnya dan membawa tameng besar yang ia pegang di tangan kirinya, membuatnya menjadi seorang tanker di party ini.


Matanya terlihat lebih ramah dan baik daripada Joseph, tapi ia tetap saja menuruti keinginan Joseph karena dirinya percaya pada kekuatannya dan juga party mereka.


Lalu yang terakhir ada Miranda, dia adalah satu-satunya perempuan di party ini. Tapi meski begitu, massa otot pada tubuhnya juga jauh lebih besar dan kekar daripada Rondesh. Dia membawa gada besar di tangan kanannya sebagai senjata andalannya.


Mereka bertiga adalah party berpengalaman dan kuat. Tidak ada yang meragukan mereka. Tapi ada satu kekurangan yang tidak bisa ditutupi oleh mereka, yaitu kekurangan kekuatan sihir.


Mereka semua adalah tipe petarung jarak dekat yang mengandalkan kecepatan, kekuatan dan teknik bertarung. Tapi mereka bertiga sadar kalau itu saja tidak cukup. Mereka membutuhkan kekuatan besar yang tidak bisa dihasilkan oleh latihan fisik berjam-jam atau hanya sekedar mengandalkan insting bertarung.

__ADS_1


Maka dari itu mereka merekrut Rondesh. Meskipun masih muda dan mentalnya masih lemah, tapi jika bersama mereka semuanya akan aman, menurut mereka. Bahkan jika harus masuk ke hutan paling berbahaya sekaligus.


"Nee, sebenarnya apa yang kita cari di sini?" tanya Rondesh. "Apa kau tahu Naga Legendaris Gaia?" tapi Joseph malah balik bertanya, sambil terus berjalan.


"Hn? Tentu saja aku tahu. Dia adalah hewan legendaris peliharaan dewa yang keberadaannya disembah oleh warga Lux Aeterna, kan? Tapi bukankah keberadaannya sangat sulit ditemukan, ya?"


"Sekitar sebulan yang lalu, aku dengar dari informan yang terpercaya kalau Naga Gaia sempat singgah di sini sebentar."


"Apa?! Tidak mungkin?! Itu berarti kita di sini untuk mencarinya?" Rondesh langsung merapatkan kedua tangannya dan menunduk untuk memanjatkan doa pada Naga Gaia yang mereka sembah sebagai peliharaan dewa.


"Tidak, sepertinya dia sudah pergi dari sini. Apalagi kejadiannya sudah cukup lama berlalu. Jadi yang kita incar saat ini adalah sisiknya."


"Si-sisiknya?"


"Iya, karena tubuhnya yang terlampau besar. Naga Legendaris Gaia bertarung dengan menciptakan klon dirinya dari sisik-sisiknya yang ukurannya bisa mencapai tinggi satu orang dewasa. Dan itulah yang kita incar sekarang ini."


"Mengincar ... sisik Naga Gaia?" Rondesh tak percaya dengan apa yang dia dengar. Ia juga tidak bisa menahan kekesalannya dan menggenggam erat tongkat sihirnya. "Apa kalian gila?!"


"Hn? Kenapa tiba-tiba?"


"Yang kita bicarakan itu Naga Legendaris, lho! Le-gen-da-ris! Apa kalian mau memburu sesuatu yang disembah oleh semua orang di kota?!"


Joseph, Miranda, dan Arnold melihat satu sama lain setelah mendengar perkataan Rondesh. Tapi setelah itu, mereka malah tertawa sangat keras seolah hal itu adalah sesuatu yang lucu.


Mereka masih tidak berhenti tertawa untuk beberapa saat sampai pada akhirnya Joseph memberikan tanda dengan tangannya untuk yang lainnya berhenti tertawa.


Setelah itu, ia berjalan menghampiri Rondesh dan sedikit menunduk agar tinggi mereka sejajar. "Dengar sini Rondesh, apa kau tahu kalau sisik mereka dianggap hama oleh para penduduk hutan ini?"


"Be-benarkah?"


Kemarahan Rondesh mereda. Dia cukup pintar untuk mengetahui alasannya sekarang dan akhirnya protesnya pun tidak jadi ia lakukan. "Baiklah, aku mengerti."


"Yosh! Sekarang tetaplah berada di dekat kami. Karena jika lengah sedikit saja, maka kau akan kehilangan nyawamu di Hutan Jinnestan ini!"


Miranda dan Arnold tersenyum karena Joseph bisa memberikan alasan yang bisa diterima kepada Joseph. Dan dengan begitu, perjalanan mencari klon sisik Gaia pun dilanjutkan.


**


Apa kalian tahu apa yang sedang aku rasakan sekarang? Ya, benar. Aku kekenyangan.


Semenjak aku mengalahkan Neigh, aku belum keluar dari gua ini dan aku malah memakan seluruh tubuh Neigh. Tapi tentu saja aku sadar apa yang akan aku dapatkan jika memakan tubuhnya mentah-mentah.


Aku keracunan. Bar HP-ku berkurang sedikit demi sedikit setiap kali aku mengunyah daging Neigh. Lalu ketika aku sudah mencapai batas yang berbahaya pada bar HP-ku, aku memakai Skill [Healing] sampai barnya penuh lagi.


Jika kalian bertanya apakah daging Neigh enak atau tidak. Wow. Itu buruk, bahkan bisa dibilang menjijikan. Darahnya yang berwarna ungu membakar mulutku setiap kali aku mengunyah. Dan kalian bisa membayangkan betapa tersiksanya diriku ketika harus menjadikannya hidangan utama selama satu minggu.


Iya. Aku berada di sini selama satu minggu karena aku memang ingin menghabiskan mayat Neigh. Tubuh laba-laba besarnya yang tidak mengenakkan itu terpaksa aku makan sambil mengumpulkan kembali kekuatanku dan sekalian menambah level-ku.


Apa?! Kalian bertanya kenapa aku menghabiskan banyak waktu di tempat ini dan makan-makanan yang menjijikkan seperti ini? Kufufu ... sini biar aku beri kalian sebuah pengetahuan.


Dunia ini berjalan dengan sistem seperti RPG sebagai penopang kehidupan makhluk hidup di sini. Dan sistem tersebut memberikan para makhluk hidup Skill yang bisa di dapatkan dengan berbagai cara.


Ada jalan pintas dengan Skill [Blessing of God] yang aku miliki, tapi sepertinya tidak semua orang di dunia ini memilikinya. Lalu cara kedua yang lebih mudah dan umum untuk dilakukan, tapi juga lebih merepotkan, adalah mendapatkannya secara manual.

__ADS_1


Benar. Yang kalian perlu lakukan adalah mengulang kegiatan yang kalian lakukan terus, terus, terus, terus sampai mendapatkan Skill yang kalian inginkan.


Aku bisa memberikan kalian contoh seperti jika seorang pengrajin kayu yang terus memoles dan membentuk kayu menjadi berbagai macam perabotan, maka di dunia ini dia akan mendapatkan Skill yang berhubungan dengan keahlian kerajinan kayu.


Itu juga berlaku untukku saat ini. Aku terus memakan Neigh sampai hanya tersisa tulangnya saja. Ketika sudah di hari keempat dan makan sekitar setengah tubuh Neigh. Akhirnya aku mendapatkannya dan saat itu aku harus jujur, kalau aku bahagia sampai ingin meneteskan air mata.


Aku mendapatkan Skill [Eater Lv. 1]. Itu berarti aku bisa memakan makhluk hidup apapun dan selalu mendapatkan poin EXP untuk menambahkan levelku. Benar-benar Skill yang hebat! Luar biasa! Dan orang yang memikirkannya lebih luar biasa lagi! Yaitu diriku.


Aku berdiri membusungkan dada di atas kerangka tulang Neigh yang sudah tidak memiliki daging lagi. Oh iya, aku juga mendapatkan Skill lain yaitu [Poison Resistance] dan [Hypnotic Resistance] untuk Skill Pasif.


Sepertinya karena aku terlalu banyak memakan daging beracun Neigh dan tidak mati, makanya aku mendapat Skill itu. Sementara untuk [Hypnotic Resistance] rasanya karena aku berhasil sadar dari hipnotis yang diberikan Neigh sebelumnya.


Dan untuk Skill Aktif ... aku mendapatkan sesuatu yang tidak begitu kumengerti. Aku mendapatkan Skill [Dark Domain]. Jika aku telaah dengan baik penjelasannya, sih ... sepertinya aku bisa membuat sebuah dimensi sendiri dan memerangkap musuh di dalamnya.


Hnm? Lalu apa keuntungan aku memerangkapnya? Bagaimana jika dia lebih kuat dariku? Lalu jika musuhnya lebih besar dariku, apa dimensi yang aku ciptakan juga bisa memerangkapnya?


"Ya, sudahlah. Nanti juga bakal tahu sendiri," gumamku yang setengah peduli dengan Skill Aktif yang aku dapatkan sebelumnya.


Aku kemudian berdiri dan melihat ke arah [Shadow Construct] yang aku ciptakan untuk menutup lubang jalan masuk. Aku rasa sudah saatnya untukku keluar dari sini. Targetku sudah tercapai dan tidak ada lagi yang bisa aku lakukan.


Levelku juga sudah naik ke level 38 berkat [Eater]. Aku pun mengambil kuda-kuda dan melompat keras ke atas, menghancurkan kerangka tulang Neigh yang sebelumnya tersusun rapih.


"[Shadow Construct : Wall, Off] !!"


Aku menonaktifkan Skill [Shadow Construct] dan beberapa dari laba-laba kecil masih menungguku di sana dan ada juga yang jatuh karena Skill-ku yang hilang tiba-tiba. Kalian penyabar sekali, ya? Terima kasih sudah menungguku kalau begitu.


"Ini hadiah karena sudah sabar menungguku!"


Aku mencabut sabit di punggungku dan mengaktifkan Skill [Shadow]. Lima klon bayangan diriku muncul dengan sabit hitam yang juga berada di tangannya. Benar. Sekarang klon bayanganku sudah bisa memegang senjata. Selain makan, tentu saja aku juga melatih hal lainnya.


"Kalau begitu, adios semuanya!"


Dan yang terjadi selanjutnya adalah pembantaian terhadap para laba-laba kroco itu. Sambil terus bergerak, aku serta para bayanganku menghabisi semua laba-laba yang menghalangi jalan dan mencoba menyerangku.


Pergerakan kami tidak terhentikan dan akhirnya aku keluar dengan mudah dari gua yang sebelumnya begitu menyulitkan bagiku. Saat di bibir gua, aku melakukan salto ke depan dan melempar sabit ke atas, sementara aku mendarat dengan pose 'superhero landing' dan menangkap sabit yang berputar jatuh bebas dengan tangan kiri.


"Sumpah, aku keren sekali." Aku berbicara pada diriku sendiri. Bahkan aku berhasil mendapat dua level dan kini levelku genap menjadi Level 40.


"Miranda! Hati-hati dengan ekornya!"


"??!!"


Saat aku sedang mengagumi diriku sendiri, tiba-tiba suara teriakan seseorang mengalihkan perhatianku.


Eh ...?


Tunggu ....


Teriakan seseorang?! Ada orang lain di hutan ini?! Maksudku, manusia yang benar-benar manusia sungguhan?!


Aku yang menyadari hal itu tanpa basa-basi langsung menghampiri sumber teriakan itu dan memperhatikannya dari balik semak-semak agar mereka tidak bisa melihatku.


Mataku terbelalak dan mulutku menganga. Yang aku lihat benar-benar manusia lain. Itu bukan monster besar atau hewan aneh, itu benar-benar manusia lain!

__ADS_1


Gawat. Aku tidak bisa menyembunyikan kesenanganku dan ingin langsung menghampiri mereka. Tapi aku baru sadar kalau mereka sedang sibuk. Yap. Mereka sedang bertarung melawan monster besar lainnya.


__ADS_2