
"Apa-apaan kekuatan curang itu?" ucapku lemas.
Tidak ada yang tersisa. Ribuan bayanganku telah habis tersapu hanya dengan satu semburan nafas apinya. Apa-apaan itu?! Bukankah itu terlalu curang bahkan untuk sekelas naga legendaris? Keseimbangan kekuatan di dunia ini benar-benar perlu dipertanyakan!
Tapi aku tidak bisa terus mengeluh. Sekarang adalah saatnya berpikir dan bertarung. Tapi ... aku harus apa? Semua bayanganku telah hilang, bahkan tangan kiriku juga sudah tidak ada lagi. Ucapan sombong yang aku katakan kalau aku ingin membunuhnya seolah-olah ingin aku tertawakan lagi sekarang.
'Lihat lawanmu dulu, dasar bodoh!' Aku ingin meneriakkan kata-kata itu di telinga aku masa lalu. Klon Naga Gaia yang berjumlah tiga ribu kurang melesat ke arahku, masing-masing memiliki level 30 dan itu sama saja dengan melawan tiga kadal bakar sekaligus.
Aku masih heran kenapa Naga Gaia bisa menyembur habis bayanganku tapi tidak sama sekali mengenai satu pun klon miliknya sendiri. Bicara tentang akurasi tingkat tinggi. Pasti Naga Gaia memiliki Skill-Skill tertentu yang meningkatkan akurasi semburan nafas apinya.
"He ... [Healing]."
Aku memegang erat dadaku dengan tangan kananku lemah, lalu membiarkan Skill [Healing] meresap dan menyebar ke seluruh tubuh. Hal itu memang sedikit membantu dan membuatku memiliki kekuatan untuk berdiri.
Selain kekuatan untuk berdiri, luka luar akibat nafas api Gaia pun sudah lumayan mengecil meskipun belum sembuh sepenuhnya. Aku juga kembali menciptakan tangan kiri dengan Skill [Shadow Construct] sama seperti sebelumnya.
Kini aku sudah lebih siap. Aku melihat bar HP, MP, dan SP. Semuanya tidak lebih dari empat puluh persen. Wah ... benar-benar keadaan yang tidak menguntungkan sekali, ya?
Tapi aku masih bisa tersenyum— malahan, menyeringai. Sambil memperhatikan klon Naga Gaia yang jaraknya sebentar lagi sampai padaku, tiba-tiba terpikir ide gila yang aku sendiri tidak menyangka kalau diriku bisa memikirkannya.
"Gawat ..., jantungku berdebar keras sekali, woi!" Aku berteriak sambil menyeringai.
Aku tidak yakin rencanaku akan berhasil atau tidak, tapi tidak ada pilihan lain selain mencobanya. Apapun yang terjadi aku harus tetap hidup! Aku yakin Dewi sialan itu pasti sedang tersenyum menunggu apa yang akan aku lakukan dalam situasi seperti ini.
Well, well, bersiaplah untuk terhibur.
"[Rot]" Aku mengaktifkan Skill [Rot]. Kali ini tidak hanya pada bilah sabit, tapi juga pada gagang, tangan, tubuh, bahkan kepala. Tidak ada satupun yang terlewat— melawan sesuatu yang melebihi kemampuan harus dilawan juga dengan persiapan ekstra.
Kini aku tidak menunggu mereka datang, tapi aku lah yang akan menghampiri mereka! Aku berlari ketika mereka sudah sangat dekat padaku dan aku pun melompat sangat tinggi.
Menghujamkan sabit ke tanah yang membuat retakan ke seluruh penjuru dan membunuh beberapa klon Naga Gaia. Tanpa jeda, aku langsung menarik bilah sabit dari tanah dan menebaskannya secara memutar 360° dengan kombinasi Skill [Dark Wave] dan membelah lima barisan terdepan di dekatku secara instan.
Para klon naga itu benar-benar berubah menjadi partikel sesaat setelah mereka mati, tidak ada jeda yang bisa aku manfaatkan sedetikpun untuk aku memakannya. Tapi tidak apa-apa ... begini sudah cukup.
Aku terus menari tanpa henti dengan sabitku. Menusuk, menebas, membelah, memenggal. Hampir semua hal telah aku lakukan kepada mereka. Tapi tanpa rasa takut dan seolah diprogram untuk terus menyerangku, para klon ini tidak pernah berhenti menyerang.
Dan bagaimana pun juga, hal itu membuatku kewalahan.
CRAASHH...
"Gaakhh ...! Si-sialan ...."
Mereka menyerang punggungku dengan telak yang menyebabkan luka cakaran besar di sana. Meskipun klon yang menyerangku sebelumnya juga langsung menghilang setelah menyentuh tubuhku secara langsung— karena tubuhku dilapisi oleh Skill [Rot].
Tapi mereka tidak peduli dengan hal itu dan terus menyerangku. Ini yang aku khawatirkan sejak awal. Ketika aku mulai terkena serangan, tubuhku mulai kembali mengingat beban rasa sakit yang timbul di pertarungan sebelumnya.
"A-aku butuh istirahat ... [Dark Domain] !!!"
Skill yang menciptakan dimensi tersendiri dan membawaku masuk ke dalamnya. Dimensi yang tak berisi dan gelap ini memang tidak bagus, tapi hanya ini yang aku punya sekarang.
Aku langsung jatuh terkapar ketika memasuki [Dark Domain] dan luka-luka yang aku derita juga lebih parah dari yang aku duga.
Tangan kananku bergetar hebat. Luka yang tidak bisa aku deskripsikan lagi tergambar pada tanganku. Hampir seluruh kulit epidermis lengan telah terkelupas dan beberapa dari mereka cukup dalam sampai meneteskan darah.
Lalu kelima jariku juga tidak kalah menyedihkan kondisinya, semua kuku tanganku telah hilang. Bahkan kelingkingku juga terpental entah kemana saat pertarungan tadi, jadi kini aku hanya memiliki empat jari.
Dan untuk wajah, yah ... mata kiriku tertusuk telak cakar naga dan kini buta total. Lalu mata kananku juga tidak bisa melihat secara jelas karena telah terlalu banyak tergenangi darah. Jadi tidak ada gunanya untuk menggunakan indera penglihatanku sekarang.
__ADS_1
Beruntung aku masih memiliki skill [Clairvoyance] yang memungkinkanku untuk mengetahui kondisi sekitar. Jika tidak ada Skill itu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada diriku.
"I-ini tidak baik. He ... [Healing]"
Aku menggunakan Skill [Healing] yang aku harap dapat menyembuhkan luka parah ini. Tapi baru sampai luka lecet saja, Skill [Healing] sudah berhenti untuk menyembuhkanku. "A-apa?" Aku melihat layar statusku dengan Skill [Clairvoyance].
Bar MP sudah terkuras habis dan tinggal tersisa sekitar lima persen saja. Jika aku paksakan lebih dari ini, maka aku pasti akan pingsan. Selain bar MP, bar HP juga tidak kalah memprihatinkan. Sekarang bar HP masih terus berkurang perlahan karena darah yang banyak keluar.
Skill [Health Regeneration] tidak terlalu banyak membantu karena HP yang berkurang lebih banyak daripada yang berhasil diregenerasi.
Aku mencoba bangun dan duduk menyandar pada dinding hitam [Dark Domain] ini. Aku memang memiliki rencana saat keluar nanti, tapi setidaknya biarkan aku istirahat sebentar. Hanya ingin menarik nafas sebentar saja.
BRAAAKH BRAAAKH...
Sebuah kuku naga merangsek masuk di samping kepala tepat aku duduk bersandar. Beruntung sekali hal itu tidak tepat dan melubangi kepala belakangku. "Sialan ... padahal aku hanya minta sebentar saja." Aku bahkan tidak dikasih istirahat meskipun sebentar, ya?
Aku berdiri dengan kepayahan. Tepat waktu ketika aku sudah tidak lagi menyandarkan kepalaku di sana, kuku naga juga menusuk dari sana. Sepertinya dimensi ini bahkan juga tidak bisa menahan serangannya lebih lama lagi. Kalau begitu, mari kita mulai lagi!
**
Seluruh Klon Naga sedang menunggu dan mencari bagaimana caranya untuk bisa masuk ke dalam, ternyata diluar [Dark Domain] telah dikelilingi oleh Klon naga sampai warna hitamnya tidak dapat dilihat lagi.
Sementara tubuh Naga Gaia yang asli masih menunggu apa yang akan aku lakukan selanjutnya dari jarak yang lumayan jauh. Dia seperti sedang menonton film yang menampilkan diriku melawan tiga ribu klon naganya.
"???"
Percikan elemen hitam tiba-tiba muncul dari benda bulat yang dikelilingi oleh Klon naga itu— dengan kata lain, [Dark Domain]. Percikan tadi makin lama makin besar dan [Dark Domain] pun meledak menghancurkan Klon Naga yang mencoba merangsek masuk sebelumnya, lalu dari dalam keluar aku dengan penampilan yang masih kacau.
Aku mengangkat tangan kananku tinggi-tinggi dan menunjukkan empat jari mengenaskan yang masih tersisa. Dan setelah itu ....
CRAAASHH...
Bar SP-ku mulai terisi dan perlahan bar MP juga mengikuti. Ternyata cara ini lumayan ampuh jika aku pikirkan lagi.
"[Shadow Construct : Thumb Finger]" Jempolku kembali tercipra, tapi kini dalam bentuk bayangan yang tidak aku kombinasikan dengan Skill [Healing] seperti sebelumnya, karena hal itu akan memakan lebih banyak mana.
"Sekarang ... ayo kita mulai lagi."
Mereka ternyata cukup sabar menungguku— atau lebih tepatnya, waspada pada apa yang aku lakukan. Dan itu adalah kesalahan mereka.
Aku kemudian mengoper sabitku ke tangan kanan dan kembali menari. Menghancurkan puluhan sampai ratusan klon naga yang langsung menghilang menjadi partikel di udara.
Kombinasi antara Skill [Rot], [Dark Wave], dan [Dark Marble] yang terus aku gunakan untuk menyerang memang bisa dibilang cukup ampuh dalam melawan mereka. Tapi dengan catatan, jika lawannya hanya sedikit.
Pertarungan saat ini berlangsung cukup singkat, hanya sekitar sepuluh menit sebelum akhirnya mataku kembali buram dan tubuhku kembali melemas. Sial ... sepertinya MP-ku mulai habis lagi.
CRAAASHH...
"Arrkghh ...!"
Mereka menyerangku di saat aku sedang berpikir. Tidak ada waktu untuk melamun saat ini. Aku melihat ke atas dan melompat setinggi-tingginya untuk saat ini menghindari mereka.
Beberapa dari mereka masih mencoba terbang untuk mengejarku. Tapi kecepatan lompatanku lebih cepat daripada mereka. Aku kembali menebas jariku— kali ini jari telunjuk, lalu melahapnya bersama dengan darah yang menetes dari lukanya.
Beberapa Klon Naga yang mengejarku kini terlihat ragu, tapi itu sudah terlambat bagi mereka. Sebuah tebasan efektif tanpa ampun berhasil menghancurkan mereka semua secara bersamaan. Dan kini aku kembali turun ke tanah, siap melawan mereka lagi.
Setiap jari yang aku makan menghasilkan pertarungan paling lama sekitar sepuluh sampai lima belas menit yang makin lama waktunya semakin berkurang setiap jari yang aku makan. Tapi dalam waktu yang singkat itu, aku berhasil membunuh hampir sekitar seribu lebih Klon Naga dan jika ditotal aku sudah mengalahkan hampir 1500an Klon Naga.
__ADS_1
Meskipun sudah cukup banyak dan pertarungan yang totalnya hampir mencapai dua jam ini, tapi pertarungan masih belum selesai. Pertarungan masih jauh dari kata selesai.
"Masih ... masih belum cukup." Aku bergumam pada diriku sendiri.
Kini kelima jariku sudah berubah menjadi bayangan [Shadow Construct]. Aku sudah kehilangan hitungan pada berapa kali aku telah menggunakan Skill [Dark Wave] dan Skill [Dark Marble].
Tapi yang paling sering aku gunakan adalah [Healing]. Karena hampir semua tubuhku kini sudah menerima luka. Mungkin wajahku yang tampan ini sudah berubah karena lukanya terlalu parah. Sialan. Dari semuanya, itu yang paling aku sesalkan.
[Shadow] juga kini sudah terlalu mahal untuk aku gunakan, karena aku sedang kekurangan MP yang kebanyakan aku alokasikan untuk mempertahankan Skill [Shadow Construct] dan [Clairvoyance] pada penglihatanku.
Tapi meski jariku sudah habis, aku masih tidak kehilangan akal. Jika yang kecil sudah habis, saatnya gunakan yang besar. Aku menyeringai padahal situasi sedang genting. Lagipula memangnya apa yang bisa aku lakukan sekarang. Menangis? Mengeluh? Tentu saja tidak!
Aku menonaktifkan [Shadow Construct] pada jari-jariku, lalu setelah itu memotong bagian lengan kananku dengan sabit. "Gaakhhk ...! Akhhkh ...!" Ini gila. Ini benar-benar gila. Darah mengucur dengan sangat deras dari lenganku yang membuatku berteriak kesakitan.
"He ... [Healing]" Bar HP-ku juga dengan cepat menurun setelah aku melakukannya. Tapi itu adalah perjudian yang harus aku lakukan, karena setelah aku melakukan [Healing], penurunan bar HP mulai melambat.
Dan aku pun langsung melahap tangan kananku sendiri dengan rakus. Memberikan energi dan SP yang lebih besar daripada memakan jari sebelumnya.
"Kalau begitu ... akan aku selesaikan di sini."
Aku melompat mundur untuk mengambil jarak cukup jauh dari para Klon Naga yang berusaha menyerangku. Aku akan menggunakan sesuatu yang belum pernah aku lakukan sebelumnya.
Aku menyatukan kedua telapak tanganku yang terbuat dari Skill [Shadow Construct] layaknya orang berdoa. Tanpa Skill ini, aku sudah tidak memiliki tangan dan penglihatanku lagi, jadi aku sangat berterima kasih padanya.
Setelah mengonsentrasikan pikiranku cukup lama, percikan elemen kegelapan yang menggelegar sampai menghancurkan pijakan tanah di sekitarku keluar. Tapi klon Naga Gaia tidak menghiraukan hal itu, seolah tanpa rasa takut mereka terus berlari dan terbang ke arahku.
[Syarat Penciptaan Skill Baru Telah Diraih, Silahkan Beri Nama Skill Tersebut]
Baru saat seperti ini sistem berbicara padaku? Yah ... memang sistem ini agak telat sih dalam hal yang seperti ini. Lagipula kenapa aku bisa dapat Skill baru di saat seperti ini?
Tapi nama baru, ya? Aku sudah bosan menggunakan nama 'Dark', 'Darkness', dan semacamnya. Saatnya menggunakan nama yang lebih kreatif.
Setelah memikirkannya dengan cukup cepat, akhirnya aku menemukannya. "Mengamuklah! [Whip of Judgement]"
Aku mengarahkan kedua tanganku ke depan dan dari telapak tangan, muncul sebuah aura yang mirip pecutan listrik berwarna hitam yang menghancurkan apapun yang dilewatinya— termasuk Klon Naga dan tanah pijakannya.
Jumlah mereka berkurang drastis berkat Skill baruku, tapi itu masih belum cukup untuk mengalahkan mereka semua. Masih tersisa sepertiga Klon Naga lagi dan itu akan menjadi yang terakhir.
Kali ini aku berlutut pada satu lututku dan memegang tanah dengan telapak tanganku. Aku ingin mencoba sesuatu dengan Skill [Dark Domain]. Daripada membentuk sebuah cangkang atau kandang yang mengurung lawan, bagaimana kalau kita lebarkan?
Aku mengonsentrasikan pikiranku dan energi kualirkan pada telapak tanganku. Hampir 50% MP-ku telah terkuras akibat Skill [Whip of Judgement] sebelumnya. Jadi aku pikir, jika aku memakai Skill yang kekuatannya kurang lebih sama, maka aku tidak akan kehilangan seluruh MP-ku.
[Syarat Penciptaan Skill Baru Telah Diraih, Silahkan Beri Nama Skill Tersebut]
Apa? Lagi? Aku tidak akan protes, sih. Tapi apa-apaan privilege akhir pertarungan yang tidak masuk akal ini? Kenapa tidak muncul lebih awal dan membuatku harus menderita terlebih dahulu?!
Tapi aku langsung menghela nafas. Aku harus mengurangi marah pada hal yang remeh. Kini lebih baik aku fokus untuk memberi nama Skill selanjutnya. Ini adalah Skill tingkatan dari [Dark Domain], jadi dia juga akan menyerap para musuhnya. Oleh karena itu ....
"Menyebarlah ... [Abyss of Banishment]"
Skill [Dark Domain] yang sebelumnya berbentuk kubus atau bulat, kini menyebar di bawah kaki para Klon Naga Gaia. Bahkan ada sesuatu yang menarik para Klon Naga Gaia yang sedang terbang rendah.
"Akh ...?!"
Tapi tiba-tiba kedua lututku jatuh ke tanah. Kepalaku terasa pusing dan memuntahkan banyak sekali darah. Sepertinya ini adalah efek samping dari memakai Skill tingkat tinggi.
Tidak apa-apa. Aku harus tetap sadar dan bisa menahan rasa sakit ini, karena mau bagaimana pun, aku telah berhasil mengalahkan 3000 Klon Naga Gaia.
__ADS_1
[Level Anda Meningkat Dari Lv. 52 Menuju Lv. 60]