
Rasanya itu seperti mimpi. Tubuhku yang ringan dan terbang ke langit masih terasa tidak nyata bagi diriku. Apalagi aku yang hanya seorang manusia biasa yang tidak pernah merasakan hal seperti itu.
Tapi kini semuanya telah berubah. Aku sudah tidak hidup lagi di dunia ini. Jika mengingat suara perempuan yang menyebut dirinya 'Sistem' itu, sepertinya aku pindah ke dunia lain.
Tunggu. Bukankah itu sama saja dengan aku sudah mati? Berarti suara itu telah berbohong kepadaku? Sial. Seharusnya aku tidak mempercayainya begitu saja. Aku lupa dengan perkataan ibuku agar tidak berbicara dengan orang asing, dan inilah akibatnya.
"Hakh?!"
Aku membuka mataku terkejut. Karena yang pertama kali aku lihat biasanya adalah langit-langit kamarku, tapi sekarang adalah dedaunan rindang dan langit biru serta cahaya matahari yang langsung menusuk mataku. Aku pun bangun dan menghindari sinar itu.
Aku melihat ke sekelilingku. Ini jelas bukan rumahku— tidak, mau dilihat dari mana pun ini jelas tidak ada manusia yang mau tinggal di sini. Aku terbangun di tengah hutan belantara yang entah ada di bagian peta mana.
"SIALAN, SEKARANG AKU LAGI ADA DIMANA?!!"
Aku mengeluarkan semua yang ada di dadaku tapi langsung menghentikannya karena menyadari kalau itu adalah hal yang bodoh. Aku bisa saja memancing perhatian hewan buas seperti harimau atau yang lainnya kesini.
Sabar Arka, sabar. Kau ini adalah siswa yang pintar. Tiba-tiba berada di tengah hutan tanpa persiapan adalah hal yang mudah bagimu.
"Tadinya aku mau bilang begitu ..., tapi aku tidak yakin kalau orang seusiaku bisa bertahan," gumamku.
Ingatan terakhirku kalau tidak salah adalah aku ingin ditabrak truk, tapi tiba-tiba ada suara di dalam kepalaku dan ....
Oh iya! Sistem Super itu!
Dia tiba-tiba muncul dan terinstal di dalam tubuhku yang memberiku kesempatan hidup kedua. Itu berarti aku dikirim kesini kemungkinan besar juga adalah ulahnya.
Dan aku juga ingat kalau aku dapat memunculkan layar hologram di depan wajahku. Sekarang pertanyaanku adalah bagaimana caraku untuk membukanya sendiri.
Aku berpikir sejenak untuk mengingat ilmu-ilmu yang aku dapatkan ketika sedang bermain game. Sistem ini sangat mirip dengan game-game RPG yang biasa aku mainkan saat aku kecil. Dan nama layar hologram itu jika di dalam game adalah Status.
Jadi mungkin saja ....
"Open Status."
Dan benar saja. Layar hologram itu kembali muncul di depanku. Aku menyeringai sombong karena kepintaranku. Kadang aku berpikir kalau aku ini terlalu pintar. Baiklah, baiklah, mari kita lihat ada apa saja pada layar Status ini.
{Nama : [Arka Wijayakusuma]
Level : 1
Titel : [Manusia Pindahan]
Skill : Belum Memiliki Skill Aktif Apapun
Uang : [0 Zaimon] [0 Emas] [0 Perak] [0 Perunggu]}
Jadi begitu. Ini sama persis dengan game RPG. Ada nama yang membuktikan kalau ini adalah layar status milikku.
Lalu level. Tentu saja aku baru level satu karena baru saja pindah kesini. Sepertinya statusku akan terus bertambah jika semakin tinggi levelku. Apalagi di bagian bawah semua statusku ada bar hijau, merah, dan biru yang masing-masing bertuliskan HP, MP, dan SP.
Lalu kemudian ada titel. Sepertinya ini adalah titel jika aku melakukan sesuatu yang luar biasa. Titel ku di sini masih [Manusia Pindahan] karena aku belum melakukan apapun di dunia.
Tapi apa-apaan nama [Manusia Pindahan] jelek itu? Mereka membuatku terdengar seperti orang yang tidak punya rumah. Setidaknya beri aku nama yang keren seperti Reinkarnator atau semacamnya.
Mmm .... Okey, aku mengerti kalau aku bukan reinkarnator. Karena reinkarnator itu harus telah mati di dunia sebelumnya dan bereinkarnasi ke dunia ini menjadi bayi atau manusia di dunia ini yang telah meninggal.
Tapi aku secara teknis seharusnya sudah mati, dong? Aku kan juga hampir ditabrak truk sebelum pindah kesini, jadi itu juga dihitung, dong? Iya, kan?
Aku mencoba untuk mengubah titel ku menjadi reinkarnator, tapi segala upaya tidak bisa aku lakukan karena yang aku lawan adalah sistem dunia ini. Dasar Sistem curang, sialan.
Selanjutnya adalah Skill. Hehehe ... ini adalah bagian kesukaan semua orang di setiap pemain yang bermain game RPG. Skill yang kuat adalah prioritas bagiku, agar orang-orang yang melihatnya akan terkesima dan mereka akan menunjukkan wajah putus asanya. Hahaha! Setelah itu semuanya tunduk kepadaku!
Okey, aku seperti seorang psikopat yang bodoh. Jadi aku segera menghentikannya.
Untuk Skill sendiri, sepertinya aku akan mengandalkan Skill yang punya banyak kegunaan. Seperti contohnya saja [Weapon Mastery] dan [Martial Art], atau mungkin [Appraisal], atau bahkan untuk berjaga-jaga agar di sekitarku aman, mungkin aku juga membutuhkan Skill [Clairvoyance].
__ADS_1
Untuk [Weapon Mastery], aku membutuhkannya karena aku ingin menguasai berbagai macam senjata. Jelas aku akan memperkuat tubuhku dengan latihan dan semacamnya, tapi senjata juga sangat berguna dalam keadaan tertentu.
Misalnya memakai panah dan menyerang musuh yang tidak bisa aku jangkau dengan tangan kosong. Lalu pedang atau pisau juga akan sangat berguna nantinya, siapa tahu aku bisa mempelajari teknik-teknik senjata yang ada di dunia ini.
Lalu Skill [Appraisal] adalah yang paling penting menurutku. Dengan memiliki skill ini, aku dapat mengintip status baik itu monster maupun manusia. Aku bisa mengatur strategiku dengan lebih baik jika aku tahu apa saja Skill yang mereka miliki dan sudah Level berapa mereka.
Dan yang terakhir, [Clairvoyance]. Aku ingin skill ini karena murni kesukaanku, sih. Di dalam game RPG, Skill ini berfungsi untuk mengecek sekitar kita dalam jarak tertentu. Jadi aku bisa mengetahui daerah sekitar dan melacak keberadaan musuh tanpa harus melihat secara langsung.
Bicara tentang bermalas-malasan. Ini adalah Skill yang ingin aku miliki di dunia nyata. Bayangkan saja, aku tidak perlu khawatir lagi untuk menyeberang jalan. Aku juga tidak akan kehilangan barang-barangku saat berada di dalam rumah. Dan masih banyak juga keuntungan lainnya.
Dan sekarang adalah tentang Bar HP, MP, dan SP ini. Aku tahu kalau HP adalah yang menunjukkan kapasitas darah kita, lalu MP adalah soal Mana atau energi untuk mengeluarkan macam-macam Skill. Tapi yang jadi pertanyaanku adalah ....
"SP? Apa ini?"
Aku mencoba kembali mengingat-ingat. Jarang game RPG yang memakai SP dalam statusnya, apalagi ini masuk ke dalam bar yang berarti hal itu cukup penting. Terlebih lagi hanya bar SP-ku saja yang tinggal sedikit, sementara yang lainnya masih penuh tak tersentuh.
"Hmm ...."
Kryuukk...
Urgh. Semua pemikiran berat ini membuatku lapar. Aku harus mencari sesuatu yang bisa aku jadikan makanan.
Aku bergerak dari tempatku berdiri dari tadi dan mematikan layar statusku, aku kemudian mencari di bawah-bawah dan atas-atas pohon jika saja aku bisa menemukan jamur atau buah.
"??!!"
Saat aku sedang sibuk mencari makanan, tiba-tiba alarm peringatan muncul di kepalaku seolah memberitahuku untuk waspada terhadap sesuatu. Saat aku sedang panik dan bingung apa yang sebenarnya terjadi, layar hologram yang kini berwarna merah muncul di depanku.
[Quest Dadakan Dimulai]
[Bertahan Hidup Dari Monster Legendaris. Ancient Nature Dragon, Gaia]
[Tingkat Kesulitan : Sulit]
[Reward : ???]
Aku menengok ke kanan dan kiri tapi tidak dapat menemukan keberadaannya. Bahkan aku mengecek ke bawah kakiku dan memeriksa getaran yang ada di tanah. Karena yah ..., dia adalah naga tanah, jadi siapa tahu dia akan muncul dari dalam tanah.
Tapi semua perkiraanku salah. Sekelebat bayangan menutup matahari di atas kepalaku yang membuatku sontak melihat ke atas.
"Be-besar gila!"
Naga itu lebih besar dari bayanganku. Sayapnya membentang sampai hampir menutupi langit di sepanjang mataku, bagaimana makhluk sebesar itu bisa ada di dunia ini?!
Selain itu besar tubuhnya juga tidak kalah gila. Jika kau mengatakan kalau paus biru adalah hewan yang paling besar, maka panjang naga ini dari kepala sampai ekornya mungkin sama dengan lima paus biru yang disejajarkan.
Lalu naga itu berwarna silver— tidak, mungkin abu-abu? Entahlah, tapi sepertinya yang aku lihat itu adalah bagian perutnya. Jadi aku tidak begitu tahu warna sisiknya yang sebenarnya.
Lupakan soal bentuk fisiknya dan kekagumanku pada betapa megahnya naga yang bernama Gaia ini. Tadi sistem bilang kalau aku harus berusaha bertahan hidup dari monster legendaris itu, tapi aku tidak yakin kalau dia bisa melihatku.
Maksudku ... perbandingannya terlalu jauh! Tubuhku bahkan hanya sedikit lebih besar dari satu keping sisiknya. Sepertinya aku tidak akan terlalu menarik perhatiannya jika aku bersembunyi di balik ribuan pohon di hutan ini.
Saat aku sudah lumayan tenang karena naga itu hanya terbang melewati hutan ini, tiba-tiba dia berhenti berselancar di udara dan turun di dekat tempatku berada saat ini.
Apa-apaan kesialan yang aku miliki ini?
Kepakan sayapnya saat turun saja sudah mampu membuat pohon-pohon di sini hampir terbang. Dan saat ia mendarat pun, tanah yang ia pijak menciptakan kerak sepanjang puluhan meter dan tercipta gempa kecil di sekitar sini. Pepohonan yang ia duduki pun juga hancur tak bersisa. Kau ini bencana berjalan atau gimana, oi?!
Dia melihat ke bawah dan matanya berjalan kesana kemari seakan mencari sesuatu. Dia tidak melihatku, kan? Tidak lihat, tidak lihat, tidak lihat. Aku adalah pohon, aku hanya batu, aku tidak bernafas dan tidak hidup.
Aku mencoba menyembunyikan diriku sekeras yang aku bisa. Lalu setelah mencoba sekeras itu, aku kembali mengintip dari batang pohon yang sedang aku jadikan tempat sembunyi.
"?!!"
Pupil mata kadalnya dan mataku bertatapan secara langsung. Dia bisa menyadari tubuhku dari ribuan pohon yang sedang menyamarkanku. Bagaimana bisa?! Apa mata semua naga di dunia ini memang setajam itu?!
__ADS_1
Aku menelan ludah keringku. Tubuhku terlalu kaku untuk digerakkan. Aku gemetar ketakutan. Apa ini akhir hidupku padahal bahkan belum sehari aku tiba di sini?
Saat mata kami sedang bertatapan, ia kemudian memejamkan matanya. Lalu ratusan sisik silver miliknya berjatuhan dari tubuhnya. Menjijikkan jika bisa aku deskripsikan. Tapi setiap sisik yang jatuh langsung beregenerasi dan menumbuhkan sisik baru.
Setelah itu, sisik-sisik kecil yang berjatuhan membentuk versi mini dari dirinya. Dan mereka semua mulai beterbangan ke seluruh penjuru hutan. Sebenarnya apa yang monster ini inginkan?! Apa dia segitunya memburuku sampai menciptakan versi mini dirinya hingga ratusan ekor.
Aku mengumpulkan kekuatan serta keberanianku. Kakiku yang awalnya kaku kini perlahan sudah bisa digerakkan dan aku menggerakkannya untuk mundur dan lari dari sini. Mustahil. Jika bahkan aku tidak bisa menggerakkan kakiku untuk kabur, maka aku tidak layak untuk mendapat kehidupan kedua ini.
Ayolah diriku yang pintar dan pemberani! Masa bodoh dengan quest itu! Pertama-tama selamatkan dirimu dulu.
Tiga dari Gaia mini menyadari keberadaanku dan kini mengejarku. Gawat, gawat, gawat! Mereka terbang dan gerakannya sangat gesit yang dengan mudah menyusulku.
Aku menengok ke belakang dan cakar kaki salah satu dari mereka berada telah berada di belakang kepalaku. Sial. Bahkan dari bentuknya saja aku tahu kalau cakar itu bisa menembus tengkorakku seperti menembus tempe.
Tidak sempat! Aku akan mati lagi!
Aku memejamkan mataku dan tersandung akar kayu yang timbul ke atas tanah. Beberapa lama mataku tertutup tapi tidak ada yang terjadi, yang membuatku penasaran dan membuka mata.
"E-eh?"
Tiga-tiga mini Gaia terbaring di tanah dengan luka benda tajam yang besar. Apa mereka menabrak sesuatu? Yang pasti hal itu bukan karena aku.
Saat aku sedang memproses apa yang terjadi, tiba-tiba sekali lagi sekelebat bayangan lewat di atas kepalaku. Aku bahkan terkejut karena cukup sering seseorang yang lewat di atas kepalaku. Kali ini ia tidak terlalu jauh di atas kepala.
Dan barulah aku sadar, kalau yang barusan membunuh mini Gaia adalah sejenis monster burung— mirip elang bisa aku katakan. Tapi yang ini hampir sepuluh kali lipat jauh lebih besar dari elang di bumi. Apa semua yang ada di sini memang raksasa semua, ya?
Monster elang itu sepertinya tidak berniat untuk melindungiku, ia hanya melindungi daerah teritorinya. Dengan cepat belasan mini Gaia sudah tumbang karenanya dan terus bertambah.
Dan beberapa saat kemudian, semua Mini Gaia yang ada di sini sudah dihabisi. Monster elang ini sepertinya memang adalah penguasa kawasan hutan ini. Jadi berkat instingnya, tidak peduli itu monster legendaris atau bukan, dia akan tetap melindungi daerah teritorinya.
Setelah urusan di sini selesai, ia mengepakkan sayapnya gagah dan melesat menuju ke langit. Monster elang itu berencana untuk melawan Gaia sendirian. Dia sudah gila!
Monster elang memang kuat, tapi yang akan ia lawan adalah monster legendaris, lho! Bahkan aku yang tidak tahu apa-apa tentang dunia ini, tahu kalau melawan monster legendaris adalah bunuh diri.
"Oi! Jangan melawannya!"
Tanpa sadar aku berteriak menghentikannya, tapi itu percuma. Aku tidak yakin kalau monster elang itu mengerti bahasaku. Lalu yang kulihat selanjutnya adalah hembusan api yang langsung membakar habis monster elang.
Mataku membelalak. Semburan api di langit itu hawa panasnya bahkan terasa pada aku yang sedang terduduk di lantai hutan. Dia tidak mungkin dikalahkan. Sejak awal, kenapa monster tak masuk akal sepertinya bisa ada.
Semburan apinya pun menghilang dan mata kadal itu kembali bertatapan langsung denganku. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, kabur pun sepertinya sudah tidak bisa.
Tapi yang terjadi selanjutnya diluar dugaanku.
"Eh?"
Dia pergi begitu saja setelah menatapku. Ahh .... Aku mengerti. Tatapannya itu adalah tatapan iba. Aku sangat tidak berharga sampai Gaia yang seekor monster legendaris melepaskanku. Ia tidak menganggapku sebagai ancaman sama sekali.
Entah kenapa itu membuatku kesal.
Harga diriku yang dulunya selalu dipuji dan diakui menjadi tercoreng. Terbesit di hatiku kalau aku tidak bisa membiarkan harga diriku tercoreng. Aku kemudian berdiri dan mengepalkan tanganku kesal.
Aku yang sekarang mungkin tidak bisa apa-apa, tapi tunggu saja, Gaia. Kau mungkin tidak pernah merasakan bagaimana rasanya dikalahkan oleh sampah yang kau remehkan, bukan?
[Quest Dadakan : Bertahan hidup dari Monster Legendaris, Ancient Nature Dragon, Gaia. Berhasil Dilakukan]
[Mendapatkan : 1000 Perunggu, 100 Perak, 10 Emas, 1 Zaimon]
[Level Anda Meningkat Menjadi Level 5]
[Reward Spesial [???] Telah Diperbarui]
Aku terkejut melihat uang yang aku dapatkan, cukup banyak juga dan peningkatan level juga lumayan. Meskipun aku masih belum menemukan peradaban manusia, sih. Jadi uang-uang ini rasanya tidak terlalu aku butuhkan. Tapi ada lagi yang membuatku terkejut.
Aku menekan [???] pada Reward Spesial yang aku dapatkan. Dan aku pun mendapatkan sesuatu.
__ADS_1
[Reward : Dapat memilih satu dari tujuh elemen dasar, [Api], [Air], [Bumi], [Angin], [Listrik], [Cahaya], [Kegelapan].]