Sistem OP Sang Pahlawan Cadangan

Sistem OP Sang Pahlawan Cadangan
Chapter 1.6 : Berhadapan Dengan Monster Tangan Seratus (3)


__ADS_3

Dalam kebingunganku, aku menyadari kalau ada sebuah apel yang berada tepat di samping tubuhku.


Kenapa dia muncul seolah ingin menjadi pusat perhatian? Aku tidak ada waktu untuk makan saat ini! Jangankan makan, mengunyah saja sudah sulit untuk aku lakukan sekarang. Lalu kenapa .... Kenapa apel ini begitu menggoda untuk aku makan?


Aku tidak tahu darimana asalnya, tapi seolah ada yang menyuruhku untuk meraih apel itu bagaimanapun caranya. Memangnya kenapa? Itu hanya sebuah apel biasa. Tidak ada yang spesial dari hal itu.


Tapi aku benar-benar tidak bisa menahan godaan itu dan meraih apel itu dengan susah payah. Aku yakin tidak akan ada hal yang berarti jika aku memakan apel itu sekarang, tapi entah kenapa aku merasa kalau aku harus melakukannya.


Akhirnya aku pun meraihnya— apel berwarna merah matang sempurna dan tanpa busuk di bagian manapun, meskipun itu sedikit kotor karena jatuh ke tanah. Aku melakukan gigitan pertama yang begitu sulit untuk kulakukan karena luka dan darah yang terlalu banyak keluar.


Rasanya seperti apel pada umumnya, manis dan berair segar. Tapi lagi ... apa yang bisa dilakukan oleh sebuah apel? Mungkin hanya menghilangkan rasa haus dan laparku untuk sesaat, tapi luka pada tanganku lebih darurat daripada hal itu.


Setelah itu aku menyadari sesuatu.


"A-apa ini?"


Aku melihat ke arah Statusku. Salah satu bar mulai meningkat. Yaitu bar kuning SP yang sedikit bertambah setelah aku memakan apel. Aku kemudian menyadari sesuatu yang telah lama aku lupakan.


Ya ampun, Arka! Kenapa kau bisa jadi sepikun ini! Tentu saja SP itu adalah singkatan dari Stamina Point! Selama aku memiliki SP yang cukup maka aku akan dapat bergerak dengan bebas dan juga MP-ku!


Aku melihat ke arah bar MP. Bar nya perlahan naik karena SP-ku juga semakin meningkat. Itu dia! Pantas saja aku SP-ku selalu rendah setiap kelaparan, karena aku butuh sesuatu untuk dimakan untuk mengisinya.


Benar-benar hal sederhana yang terlupakan. Kenapa aku baru sadar sekarang, sih?! Aku kemudian memakan habis apel hingga menyisakan tengah dan atas bawahnya saja. SP-ku bertambah dan MP juga tidak mau kalah dalam hal peningkatan.


Tapi meski begitu, tubuhku masih belum bisa bebas bergerak karena HP-ku yang secara perlahan terus menurun. Tidak apa, aku hanya perlu mencari cara agar dapat menghentikan pendarahannya. Yang penting adalah tenang dan jangan panik.


[Pemahaman Terhadap Sistem Telah Meningkat]


Eh? Tiba-tiba sistem berbicara sendiri padahal tidak ada hal penting yang terjadi. Terlebih lagi, ini pertama kalinya aku dengar sistem mengatakan hal seperti ini.


[Pengaktifan Skill Pasif : [Blessing of God] Dapat Dilakukan]


[Reward [???] Telah Ter-Update Menjadi Skill Aktif : [Rot] Menggunakan Skill Pasif : [Blessing of God] Yang Dapat Digunakan Dalam Batas Waktu Tertentu]


Tunggu. Jika aku mencernanya dengan lebih baik, maka itu berarti aku dapat menggunakan Skill [Rot] saat ini. Tapi Skill Pasif, ya? Aku tidak mengetahui kalau hal itu adalah sesuatu sampai saat ini— Atau mungkin aku tidak teliti dalam memeriksa Statusku sebelumnya.


Baiklah, baiklah. Jika ini berasal dari Sistem OP, itu berarti Skill ini dapat mengalahkan Pak Hecaton. [Rot] jika aku artikan adalah Skill pembusukan terhadap makhluk hidup. Mungkin ini adalah jawaban yang aku cari-cari dari tadi. Skill yang dapat menembus kulit keras Pak Hecaton.


Aku kemudian berdiri dengan kepayahan karena aku kini hanya punya satu tangan yang membuat keseimbanganku menjadi berkurang.


Tapi bagaimana Sistem OP bisa tahu? Apa ini hanya kebetulan? Apa apel yang jatuh di sampingku juga sebuah kebetulan? Atau mungkin ... ada seseorang yang memperhatikanku dari arah yang tidak pernah aku prediksikan?


Butir keringat khawatir tercipta pada dahiku yang membuatku melihat sekeliling dengan waspada. Apa selama ini aku hanyalah tontonan yang menarik bagi siapapun yang memperhatikanku? Tentu saja Sistem seperti ini tidak mungkin aku terima secara acak lalu dengan ajaibnya mengabulkan permintaanku untuk hidup lagi begitu saja.


PLAKK...


"Yap, itu dia. Kebiasaan buruk overthinking-ku mulai keluar lagi."


Aku menampar pipiku keras-keras membuat pikiranku yang tadinya melayang ke langit akhirnya kembali. Itu ya itu, ini ya ini. Aku harus fokus pada apa yang ada di depanku terlebih dahulu. Masalah aku diperhatikan oleh seseorang atau tidak adalah urusan belakangan.


Kehidupan keduaku telah aku pertahankan dengan susah payah. Dan aku tidak ingin memberikannya begitu saja dengan mudah. Jika ada yang ingin mengambilnya, hadapi tembok besar bernama harga diri ini dulu.


Tahap meyakinkan diri sudah selesai. Kini saatnya pertarungan yang sesungguhnya dimulai. Pak Hecaton berjarak cukup jauh dari diriku saat ini dan dia terlihat menengok ke kanan dan kiri untuk mencariku.


Kelihatannya dia akan segera bosan dan menyerah padaku lalu pergi dari sini. Kalau begitu, aku akan meminta maaf dengan cara datang langsung ke depannya. Aku mempercepat langkahku dan memanjat pucuk paling tinggi di dekatnya, lalu menyapanya.


"Yo .... Sudah lima menit, ya?"


Aku menyapa Pak Hecaton dengan nada karakter utama anime yang melawan manusia raksasa—tapi ada beberapa kata yang aku ganti karena you know what, lah.


Pak Hecaton dengan cepat menyadari keberadaanku dan wajah bingungnya berubah menjadi murka.


"Bukan Gaia!!!"


Dia lagi-lagi meneriakkan hal itu. Apa dia punya urusan dengan Gaia sampai aku dianggap pengganggu olehnya, ya? Tapi beberapa tangannya kembali menyerangku sekaligus.


Aku melompat tinggi dari pucuk pohon tempatku berpijak dan ia langsung hancur karena dihujam dengan tangan besar. Sementara kini aku bebas di udara sambil memperhatikan keadaan.

__ADS_1


"Open Skill Pasif."


[Skill Pasif : [Blessing of God] Dibuka]


[Batas Waktu Penggunaan Skill [Rot] Tinggal 47 Detik Lagi]


Hah?!! Jadi aku hanya punya waktu kurang dari satu menit untuk mengalahkan monster ini?! Sistem itu pasti bercanda! Tapi aku tidak bisa terlalu lama untuk mengeluh, karena Pak Hecaton kembali menyerangku.


Aku mendorong diriku lembut dengan tangan kananku yang tersisa dengan tumpuan tangan Pak Hecaton. Lalu setelah itu, aku dapat menghindar sambil meliuk-liuk semakin mendekati puluhan kepala Pak Hecaton. Sepertinya aku bisa mengenainya kali ini!


Tubuhnya terlalu keras untuk seranganku tembus— atau setidaknya untuk saat ini. Jadi aku akan mengincar bagian kelemahan setiap makhluk hidup. Benar. Aku akan mengincar kepalanya. Tidak peduli kepala yang mana, kepala manapun tetaplah kepala walaupun ada banyak.


Aku masih terus mendekatinya dengan meliuk-liuk melewati tangannya yang mencoba meraihku dan meremukkanku seperti sebelumnya. Walaupun sampai sekarang masih belum berhasil.


[Batas Waktu Penggunaan Skill [Rot] Tinggal 27 Detik]


Sialan. Aku tidak punya banyak waktu untuk menghindari setiap serangannya. Waktu begitu cepat berlalu ketika kau sedang buru-buru. Setiap satu tangan yang aku lewati, pasti ada dua tangan lain yang menghalangiku.


Tapi kini aku menemukan celah.


Tubuhku sekarang condong menuju ke kepala Pak Hecaton. Aku kemudian menjadikan salah satu tangan Pak Hecaton pijakan dan kedua kakiku menekuk dan memanfaatkan daya pegas dari pijakanku untuk meluncur langsung mendekati kepala Pak Hecaton.


[Batas Waktu Penggunaan Skill [Rot] Tinggal 15 Detik]


Dengan kegesitan yang lebih cepat dari sebelumnya membuat tangan Pak Hecaton tidak mampu untuk menangkap dan mengikuti kecepatanku. Kini sudah tidak ada tangan menyebalkan yang menghalangiku.


"[Rot]"


Aku merapalkan Skill yang aku dapat dari Skill Pasif [Blessing of God] dan kini tercipta sebuah aura berwarna karat yang bergerak acak mengelilingi tangan kananku. Waktuku sudah tidak banyak, aku harus berhasil dalam satu kesempatan ini!


[Batas Waktu Penggunaan Skill [Rot] Tinggal 10 Detik]


"??!!!"


Aku lengah. Aku terlalu fokus pada kepalanya sehingga salah satu tangannya muncul dari bawahku mencoba meraih kakiku. Gawat! Aku tidak boleh terkena serangan sekarang! Aku harus lolos!


Aku menciptakan bayangan yang membuat tubuh asliku tetap bergerak ke depan, sementara bayanganku lah yang diraih oleh tangan Pak Hecaton dan berubah menjadi aura hitam lalu langsung menghilang.


Sekarang benar-benar sudah tidak ada yang menggangguku lagi, aku mengangkat tanganku setinggi pundakku dan bersiap untuk menusuk salah satu kepala Pak Hecaton dengan Skill [Rot].


"Ra-rasakan i— Sekarang ... apa lagi ...?"


Skill [Rot] yang awalnya siap untuk menyerang tiba-tiba menghilang. Tubuhku juga menjadi lemas, kepalaku pusing, dan pandanganku buram. Aku mencoba fokus dan menjernihkan mataku lagi, tapi itu percuma. Semua perasaan itu tidak hilang.


Dengan tenaga-tenaga terakhirku, aku mencoba melihat ke arah statusku. Bar MP kosong yang membuatku sadar kalau itulah penyebabku ingin pingsan sekarang. Ada apa? Kenapa MP-ku bisa kosong. Ahh ....


Skill [Shadow] yang terakhir, ya? Batas penggunaannya sehari hanyalah tiga kali— sama seperti [Dark Wave]. Jadi itu penyebabnya.


Aku yang mulai melemah dan kehilangan keseimbangan dilihat oleh Pak Hecaton sebagai kesempatan untuk menyerangku. Puluhan tangannya secara bersamaan menuju tepat ke arahku.


Sialan. Padahal tinggal sedikit lagi. Apa aku akan mati seperti ini? Mati karena kehabisan MP? Benar-benar kematian yang jelek sekali. Hahaha.


[Batas Waktu Penggunaan Skill [Rot] Tinggal 5 Detik]


....


...


..


.


Tentu saja tidak! Kematian jelek seperti itu tidak cocok untuk orang sepertiku! Menyerah? Hah! Dalam mimpimu, Pak Hecaton!


Aku mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana panjang abu-abu sekolahku. Itu adalah bagian tengah dari apel sebelumnya yang tidak sempat aku makan. Aku pun kemudian langsung melemparnya ke atas dan memakan lalu menelannya dalam satu kali lahapan.


"[Rot] !!!!!"

__ADS_1


Skill [Rot] kembali muncul di tanganku dan aku juga berhasil menghindari semua tangan Pak Hecaton yang mencoba menangkapku. Beruntung mereka semua mengincar ke titik yang sama, jadi mudah bagiku untuk menghindarinya.


"Rasakan ini! Kau membuat hidup orang susah saja!"


Aku berhasil mengenai salah satu kepala dari Pak Hecaton. Setelah aku mengenainya, seluruh seratus tangan Pak Hecaton berhenti bergerak lalu tangannya jatuh menggantung seperti sudah kehabisan tenaga.


Aku kemudian mendarat di tanah membelakangi Pak Hecaton. Pijakanku tidak sempurna sehingga akhirnya aku mendarat tersungkur. Kehabisan MP benar-benar tidak bisa aku remehkan.


[Batas Waktu Penggunaan Skill [Rot] Tinggal 0 Detik]


[Batas Waktu Penggunaan Skill [Rot] Telah Habis. Pasif Skill [Blessing of God] Telah Selesai]


[Berhasil Mengalahkan The Prisoner of Tartarus, Hecatoncheires]


[Level Anda Meningkat Dari Lv. 15 Menuju Lv. 20]


[Mendapatkan Titel Baru : Hecatoncheires Slayer]


[Syarat Untuk Peningkatan Progres Quest Skill [Weapon Mastery] Telah Dicapai. Mendapatkan Skill Pasif [Weapon Mastery Lv. 1].]


[Syarat Untuk Peningkatan Progres Quest Skill [Healing] Telah Dicapai. Mendapatkan Skill Aktif [Healing Lv. 1].]


[Syarat Untuk Peningkatan Progres Quest Skill [Appraisal] Telah Dicapai. Mendapatkan Skill Aktif [Appraisal Lv. 1].]


[Syarat Untuk Peningkatan Progres Quest Skill [Clairvoyance] Telah Dicapai. Mendapatkan Skill Aktif [Clairvoyance Lv. 1].]


[Level Skill Aktif [Dark Wave Lv. 3] Meningkat Menuju [Dark Wave Lv. 5].]


[Level Skill Aktif [Dark Marble Lv. 2] Meningkat Menuju [Dark Marble Lv. 4].]


[Level Skill Aktif [Shadow Lv. 2] Meningkat Menuju [Shadow Lv. 4].]


[Level Skill Pasif [Martial Art Lv. 3] Meningkat Menuju [Martial Art Lv. 5].]


[Reward : Mendapatkan Skill Aktif Baru [Shadow Construct Lv. 1] [Rot Lv. 1] [Mana Regeneration Lv. 1] [Health Regeneration Lv. 1].]


Wah .... Kepalaku tiba-tiba dipenuhi banyak informasi setelah mengalahkan Pak Hecaton. Tapi untuk sekarang, aku terlalu malas untuk memeriksa penjelasannya satu persatu. Aku hanya ingin istirahat dan tidur di kasur batuku.


Aku kemudian berdiri dengan susah payah lalu menengok ke arah Pak Hecaton yang masih berdiri tak bernyawa dan perlahan salah satu kepalanya yang terkena Skill [Rot] mulai membusuk dan tubuh besarnya pun jatuh ke tanah.


"Sepertinya kau punya urusan dengan Gaia, ya?"


Tapi sayangnya aku harus membunuhnya sebelum dia bisa bertemu dengan Gaia. Yah ..., mau bagaimana lagi, aku hanya mempertahankan tempat tinggalku. Jadi ini memang tidak bisa dihindari.


Aku membalikkan badanku dan berjalan menghampiri mayat Pak Hecaton. "Tenang saja, aku akan menyampaikan urusanmu kepadanya. Karena apapun yang terjadi ... aku juga punya urusan dengannya." Aku mengeraskan tinjuku kesal dan setelah itu menjauh dari sana.


Kini aku ingin berjalan pulang ke rumahku. Sambil berjalan, aku mengarahkan telapak tanganku ke arah tanganku yang putus. "[Healing]" Dan menggunakan Skill [Healing] padanya.


Sesuai dugaanku, bar HP yang sebelumnya selalu menurun kini telah berhenti dan bahkan sekarang mulai meningkat. Tapi Skill [Healing] saja sepertinya belum cukup untuk mengembalikan tangan kiriku yang telah putus.


"Hah ... padahal baru satu musuh, tapi sudah hilang satu tangan aja," gumamku.


Aku terus berjalan sampai pada akhirnya sampai ke rumahku .... Hanya untuk terkejut pada sesuatu yang aku lihat saat sesampainya di sana.


"Ti-tidak mungkin ...."


Rumah yang aku bangun dengan susah payah kini hancur berantakan menciptakan kawah kecil seolah diterpa oleh meteor. Apa yang sebenarnya terjadi? Aku yakin sekali kalau Pak Hecaton sama sekali tidak mendekat kesini selama pertarungan, bahkan lemparan pohonnya pun tidak mungkin kena kesini.


Jadi kenapa— Akhh!


"Jangan bilang ...?!"


Aku ingat kalau dia sempat menepis [Dark Marble] yang membuatnya terbang kemana-mana. Dan sepertinya secara ajaib, salah satu [Dark Marble] mengenai tempat ini.


Aku hanya bisa menunduk dan tubuhku gemetaran menahan kesal. "Kebetulan seperti itu ...." Aku menarik udara sebanyak-banyaknya ke dalam paru-paruku hanya untuk mengeluarkan sebagai sebuah teriakan keras yang menggema di seluruh hutan.


"... DASAR PAK HECATON SIALAN!!!"

__ADS_1


__ADS_2