Sistem Pembalasan

Sistem Pembalasan
eps 1 (Malam yang kacau)


__ADS_3

Nara kini terbaring lemah di lantai rumahnya sendiri..


keramik marmer putih kini tertutup oleh merah darah yang terus keluar dari tubuhnya


apa yang terjadi sebenarnya ? kenapa Nara begitu pasrah dengan keadaannya ?...


_______***_______***_______


2 jam sebelum nya


Nara begitu bahagia karna hari ini adalah hari ulangtahun nya


Nara melihat pesan dari ayah nya dia melihat berulang kali tanpa rasa bosan,senyum di wajahnya terus berkembang...


bagaimana tidak karna yang dimiliki nya saat ini hanya ayahnya...dia begitu lembut dan tidak pernah sekalipun membentak nya


adapun ibunya sudah tiada 2 bulan lalu karna sebuah kecelakaan beruntun ...


walupun begtu Nara masih bersyukur karna ayahnya masih ada di sampingnya


entah bagai mana jadinya jika ayahnya tidak ada ....


"kejutan apa yang akan ayah berikan kepada ku ?" gumamnya


tak begitu lama suara pintu terbuka terdengar olehnya ...


"ayah !! "


teriak Nara dan langsung berlari menuruni anak tangga hingga ke pelukan ayahnya itu...


"Happy birthday baby"


ucap ayah Nara...


Ya dia Steven ayah nara.Tidak akan ada yang menyangka bahwa umur nya sudah 47 tahun


karna postur tubuh dan tampangnya begtu menawan bisa dibilang sangat tampan dan awet muda ...


"ck...mana kadoku ?..."


ucap Nara berharap ada sebuah kado yang di janjikan Steven untuknya


"ayah lupa ? ....


lagi..Nara memastikan bahwa sang ayah tidak lupa akan kejutan yang dia bilang di pesannya waktu itu...


"ayah tidak lupa...tunggu ayah ambilkan kejutannya..."


Balas Steven dengan senyum lembutnya kemudian pergi melangkah kelar rumah...


Nara begitu penasaran hingga ingin rasanya mengikuti ayahnya keluar...tapi dia tahan sebisa mungkin dan memilih untuk menunggu ayahnya kembali...

__ADS_1


"Nara... ini..."


suara lembut itu memanggil Nara dan di saat bersamaan menunjukan sosok wanita yang asing


"ini kejutannya...dia Cleir calon istri ayah dan calon ibu mu...


kata Steven penuh percaya diri..


\_Deg\_


bagai sebuah mimpi buruk yang menjadi kenyataan...


"a..a..apa maksud ayah ?"


senyuman kaku dan dengan suara terbata-bata Nara meminta penjelasan dari ayahnya....


Nara menatap mata laki-laki yang begtu dia hormati itu...


berharap ini hanya sebuah lelucon yang di buat ayahnya...


namun...mata yang di tatap Nara itu begtu angkuh dan sombong seakan akan menjawab semua pertanyaan dan penjelasannya...


kini senyuman Nara memudar dan menghilang mata yang indah kini tertutup awan mendung ...


"ini .... ini GILA !!!!"


_prang_


dia terjatuh duduk di atas lantai terisak menangis oleh kenyataan


"kenapa ..?kenapa ayah ?ibu baru saja pergi dua bulan lalu ..kenapa begtu cepat ayah mendapatkan pengganti ibu ?"



"tidak bisakah menunggu sedikit lebih lama ?"



"sejak kapan wanita \*\*\*\*\*\* ini bersama mu ?"



"apa sejak ibu belum meninggal dunia ayah sudah menjalin asmara dengan dia ?!!"


_plakk_


tamparan keras mendarat di pipi Nara...


"jaga ucapanmu !!!


siapa yang mengajarimu kata-kata yang begtu kasar Nara !!!..aku sudah memutuskan akan menikahinya tentang kamu merestuinya atau tidak itu bukan masalah bagiku !!"

__ADS_1


ucap Steven dengan suara penuh emosi karna wanitanya di hina oleh anaknya


Nara yang begtu terkejut dengan perubahan ayahnya itu hanya bisa menangis


dia yang biasanya berkata lembut kini sudah berkata kasar bahkan menampar wajahnya hanya untuk seorang wanita asing


kecewa atas apa yang di pilih ayahnya.nara menatap wanita itu penuh dengan emosi


ingin rasanya menerkam dan membunuh wanita itu...


senyum licik wanita itu terukir di wajahnya saat Nara menatap nya


seakan-akan mengejeknya dan berkata bahwa "aku pemenangnya"


cinta memang membutakan semua orang bahkan Steven sendiri rela menyakiti anaknya demi kekasih nya


Steven berjongkok kedua tangannya menyentuh bahu Nara


"aku hanya ingin menikahinya Nara...mengertilah..."


suara yang begtu lembut dan tatapan mata penuh harap agar Nara bisa mengerti keinginan nya saat itu...


namun yang di ucapkan Nara berbeda dari apa yang dia inginkan ..Nara tersenyum dan menatap mata ayahnya itu


"bunuh aku ...ayah


agar aku segera menyusul ibuku dan bisa mengutuk mu di sana...!!"


ucapan Nara sekali lagi berhasil membuat Steven darah tinggi hingga dengan kesadaran penuh dia menusukkan pecahan vas bunga itu ke dada Nara...


Steven tidak lagi peduli,kini yang ada di pikirannya hanyalah wanita yang saat ini ingin dia nikahi


Nara hanya terdiam tidak ada lagi suara Isak tangis yg keluar dari mulutnya yang ada hanya air mata yang terus mengalir di pipinya


darah mengalir dari dadanya...namun tidak ada rasa sakit yang melebihi perkataan ayahnya saat itu


Steven tetap tidak peduli pada Nara walupun dia melihat banyak darah yang keluar dari tubuh Nara tapi yang dia lakukan adalah langsung keluar meninggalkan Nara yang penuh luka


"gadis b o d o h !! hahaha"


ejek wanita itu kepada Nara sebelum dia menyusul Steven keluar dari rumahnya...


______***______***_____***______


Saat ini ...


"ahh seandainya ada keajaiban ingin sekali rasanya membalas dendam"


gumam Nara lirih dalam hatinya air mata terus mengalir dia memejamkan matanya pasrah dengan semua keadaan saat ini


bibir Nara tersenyum tipis dan bergumam

__ADS_1


"sungguh kejutan yang luar biasa ...ayah "


__ADS_2