
Zian setelah menenangkan pikirannya akhirnya memutuskan untung pulang..dalam perjalanan pulang dia selalu mencoba menelfon fancello.
namun seberapa banyak pun dia mencoba
*panggilan yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan*
selalu terus menerus hal itu yang dia dengar
sedangkan disisi lain lifan setelah pulang bekerja memanggil azella seperti biasanya..namun dari pihak yang dia panggil tidak ada respon sama sekali
dia melihat ke dalam kamar dan taman namun azella tidak ditemukan bahkan batang hidungnya pun tidak terlihat
hingga pada akhirnya suara teriakan menarik perhatiannya
aaaaaahhhhhh"
lifan langsung berlari menuju suara itu
kenapa ada apa bi"dia menanyakan situasinya kepada art nya bi idah
tu...tuan ituu...ituu "bi idah menunjuk ke arah bawah wastafel dengan tangan yang gemetar
karna lifan masih di depan pintu dia tidak bisa melihatnya dengan jelas hingga dia melangkah mendekat kemudian...
azella!!!
dia berteriak kencang melihat tubuh tunangannya bersimbah darah
ckk....wanita sial*n"keluh lifan
di awal dia memang sangat terkejut hingga berteriak namun sedetik kemudian dia kembali tenang bahkan mencaci wanita yang sudah mati di depannya
tidak lama polisi pun datang dan menanyakan kejadiannya tentu saja lifan menjawab seadanya begitupun dengan bi Idah ...
disisi lain Zian tiba di rumahnya dia langsung menanyakan kepada pelayannya itu di mana fancello berada
__ADS_1
tentu saja pengurus rumah mengatakan *nona masih ada di dalam kamarnya tuan*
uhhhh..."Zian bernafas lega mendengar jawaban yang di berikan pelayannya itu
dia menaiki tangga satu demi satu saat pintu dibuka dia melihat tubuh fancello berbaring di atas ranjang
Zian mendekat memanggil namanya dengan lembut namun saat dia menyentuh tubuh fancello dia merasakan tubuh istri nya terasa dingin
hingga pada akhirnya dia menyadari bahwa fancello sudah tidak bernafas lagi...
Zian menangis memanggil nama fancello berulang kali berharap istri nya bangun dan memarahinya seperti biasa karna mengganggu tidur siangnya
lifan yang mendengar kematian fancello pun merasakan pukulan berat bagaimana tidak dia diam-diam mencintai istri temannya itu..
bahkan saat dia sudah bertunangan dengan azella-pun hatinya masih untuk fancello
pada akhirnya Zian berakhir di rumah sakit jiwa...
sedangkan lifan menjadi orang yang tak berguna yang hanya tau minum dan minum dia tidak lagi mengurus kantor nya bahkan ayahnya sendiri kini tidak menganggapnya hidup lagi
"sayang kamu pasti kembalikan
maaf maaf maaf maaf
tolong kembalilah
aku mohon..."
kalimat itu terus menerus keluar dari mulut Zian
____________***________________
_tingg
selamat misi pembalasan dendam fancello telah selsai
__ADS_1
anda mendapatkan 5000 poin sebagai hadiah_
*selamat nona.kamu telah berhasil menyelesaikan tugas*ucap snow memberi selamat pada bosnya
itu luar biasa kan..."balas Nara tertawa kecil
ya benar,aku kira azella tidak akan memutuskan untuk bunuh diri ternyata aku salah menebaknya...dan lihat bahkan dua bajingan itupun menerima balasannya karna berani menyentuhmu...."gumam snow menahan tawanya
kini Nara dan snow sudah kembali kedalam sistem..mereka merayakan kemenangan besar misi nya
hey snow gunakan koin itu untuk mencari tubuh baru...kita harus kembali secepatnya kesana,,,dan melihat keadaan ayahku tentunya"kini bibir Nara tersenyum namun itu terlihat menyeramkan bagi snow
eeeeh ... baiklah.aku kira kita akan beristirahat sebentar..."gumam snow merasa sedikit kecewa
aku sudah selsai mencari nya..."tunjuk snow kearah layar sistem
coba kulihat*ucap Nara melihat layar di depannya
ahh lihat identitas nya sempurna dan seperti yang kuharapkan dari snow...kamu langsung menemukan tubuh yang cocok dengan yang ku mau...."
Nara tersenyum puas melihat layar di depannya bagai mana tidak gadis yang dia minta beberapa detik lalu sudah snow dapatkan
ahh syukur lah jika kamu puas"ucap snow merasa lega
uhhh untung saja menemukan tubuh yang cocok,jika tidak habislah aku dicabik-cabik olehnya..karn ini tidak ada sangkut pautnya dengan misi jadi kupikir aku akan memakan banyak waktu untuk mencari tubuh dan nama yang tepat.. ternyata hanya butuh beberapa detik saja...ahh pintarnya aku hehe" gumam snow membanggakan diri sendiri dan yang pasti hanya dalam hati
baiklah ayo kita mulai..ucap Nara bersemangat
Nara tersenyum dia terlihat tidak sabar memulai balas dendam pada ayahnya sedangkan snow dia terlihat antusias karna ini bukan misi hanya janji yang snow berikan pada Nara waktu itu
_loding_
memulai perjalanan pembalasan pribadi
hitungan detik dimulai
__ADS_1
1....2....3....
__________________________***_____________