Sistem Pembalasan

Sistem Pembalasan
memulai


__ADS_3

Zian setelah menenangkan pikirannya akhirnya memutuskan untung pulang..dalam perjalanan pulang dia selalu mencoba menelfon fancello.


namun seberapa banyak pun dia mencoba


*panggilan yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan*


selalu terus menerus hal itu yang dia dengar


sedangkan disisi lain lifan setelah pulang bekerja memanggil azella seperti biasanya..namun dari pihak yang dia panggil tidak ada respon sama sekali


dia melihat ke dalam kamar dan taman namun azella tidak ditemukan bahkan batang hidungnya pun tidak terlihat


hingga pada akhirnya suara teriakan menarik perhatiannya


aaaaaahhhhhh"


lifan langsung berlari menuju suara itu


kenapa ada apa bi"dia menanyakan situasinya kepada art nya bi idah


tu...tuan ituu...ituu "bi idah menunjuk ke arah bawah wastafel dengan tangan yang gemetar


karna lifan masih di depan pintu dia tidak bisa melihatnya dengan jelas hingga dia melangkah mendekat kemudian...


azella!!!


 dia berteriak kencang melihat tubuh tunangannya bersimbah darah


ckk....wanita sial*n"keluh lifan


di awal dia memang sangat terkejut hingga berteriak namun sedetik kemudian dia kembali tenang bahkan mencaci wanita yang sudah mati di depannya


tidak lama polisi pun datang dan menanyakan kejadiannya tentu saja lifan menjawab seadanya begitupun dengan bi Idah ...


disisi lain Zian tiba di rumahnya dia langsung menanyakan kepada pelayannya itu di mana fancello berada

__ADS_1


tentu saja pengurus rumah mengatakan *nona masih ada di dalam kamarnya tuan*


uhhhh..."Zian bernafas lega mendengar jawaban yang di berikan pelayannya itu


dia menaiki tangga satu demi satu saat pintu dibuka dia melihat tubuh fancello berbaring di atas ranjang


Zian mendekat memanggil namanya dengan lembut namun saat dia menyentuh tubuh fancello dia merasakan tubuh istri nya terasa dingin


hingga pada akhirnya dia menyadari bahwa fancello sudah tidak bernafas lagi...


Zian menangis memanggil nama fancello berulang kali berharap istri nya bangun dan memarahinya seperti biasa karna mengganggu tidur siangnya


lifan yang mendengar kematian fancello pun merasakan pukulan berat bagaimana tidak dia diam-diam mencintai istri temannya itu..


bahkan saat dia sudah bertunangan dengan azella-pun hatinya masih untuk fancello


pada akhirnya Zian berakhir di rumah sakit jiwa...


sedangkan lifan menjadi orang yang tak berguna yang hanya tau minum dan minum dia tidak lagi mengurus kantor nya bahkan ayahnya sendiri kini tidak menganggapnya hidup lagi


"sayang kamu pasti kembalikan


maaf maaf maaf maaf


tolong kembalilah


aku mohon..."


kalimat itu terus menerus keluar dari mulut Zian


____________***________________


_tingg


selamat misi pembalasan dendam fancello telah selsai

__ADS_1


anda mendapatkan 5000 poin sebagai hadiah_


*selamat nona.kamu telah berhasil menyelesaikan tugas*ucap snow memberi selamat pada bosnya


itu luar biasa kan..."balas Nara tertawa kecil


ya benar,aku kira azella tidak akan memutuskan untuk bunuh diri ternyata aku salah menebaknya...dan lihat bahkan dua bajingan itupun menerima balasannya karna berani menyentuhmu...."gumam snow menahan tawanya


kini Nara dan snow sudah kembali kedalam sistem..mereka merayakan kemenangan besar misi nya


hey snow gunakan koin itu untuk mencari tubuh baru...kita harus kembali secepatnya kesana,,,dan melihat keadaan ayahku tentunya"kini bibir Nara tersenyum namun itu terlihat menyeramkan bagi snow


eeeeh ... baiklah.aku kira kita akan beristirahat sebentar..."gumam snow merasa sedikit kecewa


aku sudah selsai mencari nya..."tunjuk snow kearah layar sistem


coba kulihat*ucap Nara melihat layar di depannya


ahh lihat identitas nya sempurna dan seperti yang kuharapkan dari snow...kamu langsung menemukan tubuh yang cocok dengan yang ku mau...."


Nara tersenyum puas melihat layar di depannya bagai mana tidak gadis yang dia minta beberapa detik lalu sudah snow dapatkan


ahh syukur lah jika kamu puas"ucap snow merasa lega


uhhh untung saja menemukan tubuh yang cocok,jika tidak habislah aku dicabik-cabik olehnya..karn ini tidak ada sangkut pautnya dengan misi jadi kupikir aku akan memakan banyak waktu untuk mencari tubuh dan nama yang tepat.. ternyata hanya butuh beberapa detik saja...ahh pintarnya aku hehe" gumam snow membanggakan diri sendiri dan yang pasti hanya dalam hati


baiklah ayo kita mulai..ucap Nara bersemangat


Nara tersenyum dia terlihat tidak sabar memulai balas dendam pada ayahnya sedangkan snow dia terlihat antusias karna ini bukan misi hanya janji yang snow berikan pada Nara waktu itu


_loding_


memulai perjalanan pembalasan pribadi


hitungan detik dimulai

__ADS_1


1....2....3....


__________________________***_____________


__ADS_2