
ahh sudah hampir satu tahun aku disini..menggantikan peran fancello yang malang menjadi kejam ...
terlebih lagi aku sangat puas memiliki anjing setia yang melakukan apapun yang aku perintahkan"gumam fancello mengingat semua hal yang dia lalui ...
setelah fancello puas menyiksa azella..dia memutuskan mengirim anjingnya itu untuk tuan muda lifan
fancello menyuruh azella menggoda lifan dan tentu saja rayuan maut azella bekerja
azella berpikir sudah terbebas dari fancello namun ternyata yang menantinya adalah siksaan yang lebih parah dari apa yang dia terima saat itu
lifan pada akhirnya menjadikan azella sebagai tunangannya,
sedikit hal yang azella tidak tau
kepribadian lifan luar dan dalam begitu berbeda
ya benar dia mengikuti suasana hatinya...ketika dia rasa hari ini baik maka dia akan memperlakukan azella dengan sangat manis dan lembut..,namun jika suasana hatinya kacau maka hanya akan ada penyiksaan yang tak berujung
itulah salah satu alasan fancello tidak ingin terlalu dekat dengan lifan dan sebenarnya masih banyak alasan lainnya
azella sangat menderita,,dia selalu mendapatkan siksaan fisik dan mental selama bersama lifan
*hey nona..apa yakin kamu membiarkan azella begitu saja?!"tanya snow ragu
*ya.lagipula apa yang di inginkan fancello saat itu adalah penyiksaan yang membuat azella rela menentukan kematian nya sendiri kan?! *jawab fancello dengan senyumannya
*benar,tapi apa kamu yakin jika azella pasti memilih mati di banding kan hidup*
*lihat saja... aku merasa benar-benar kasihan melihat nya*kata fancello tersenyum licik
aku harap nona tidak tersenyum lagi.itu menyeramkan"gumam snow dalam hati
__ADS_1
________***___________
ngomong-ngomong mengenai perjanjian ku dengan Zian bukan kah Minggu ini akan berakhir ?"gumam fancello mencoba mecoba mengingat-ingat
ahh benar perjanjian itu ditulis jika fancello mau menjadi istri kontrak Zian maka dia akan memberikan apapun yang fancello inginkan
batas perjanjian nya hanya satu tahun dengan catatan bahwa Zian tidak akan menyentuh fancello selama kontrak nya itu
dan begitu saja fancello menyetujuinya
dia hanya meminta dua hal dari Zian
pertama:cari tau tentang keluarga Steven saat ini bisnis apa yang sekarang mereka jalani
dan kedua: fancello menginginkan kedudukan CEO dan pemegang saham tertinggi di perusahaan yang memilki kerja Sama dengan keluarga Steven namun dengan atas nama _sanggun_
Zian awalnya bertanya siapa sanggun ? dan apa hubungannya dengan keluarga Steven
hanya dengan alasan seperti itu Zian pun menyetujuinya tanpa banyak bertanya hal lain nya
_______***_______
dretttt.....dreettttt
handphone fancello bergetar menandakan ada pesan,dia melihatnya lalu tersenyum ketika melihat isi pesan
ini informasi tentang keluarga Steven dan zian bilang berkas-berkas yang ku minta sudah disiapkan semua termasuk alamat perusahaan yang akan kita kendalikan"ucap fancello dengan senyuman puas
snow hanya bisa tertawa kikuk mendengarnya
tugas pertama belum selsai kena pemilik tubuh menginginkan kematian azella kini dia ingin pergi menyelesaikan tugas kedua ?!! apa bosku ini gila *gumam snow menggerutu dalam hati
__ADS_1
dan Zian yang berada diluar negri pun melihat balasan yang dikirim fancello
"perjanjian kita sebentar lagi selsai tidak perlu repot-repot mengurus surat cerai"
kenapa"balas Zian
"ah tentu saja.karna aku akan pergi dan menghilang darimu"
deg...
ada rasa sakit yang tersirat dari hati Zian
awalnya dia merasa bahwa fancello sedang bercanda namun entah kenapa rasa cemas mulai muncul di hatinya
dan itu dikuatkan ketika dia menelpon nomor fancello sudah tidak aktif
bagai mana pun juga selama hampir satu tahun dia menghabiskan waktu bersama istri kontrak nya itu
sampai akhirnya Zian menyadari bahwa dia jatuh hati pada fancello
kini rasa takut kehilangan membuatnya cemas"kenapa dan mengapa fancello mengatakan hal tabu seperti itu ?..apa itu candaan atau memang sesuatu terjadi padanya"rasa khawatir itu benar-benar membuatnya hampir gila
dan sisi lain .... azella sudah tidak tahan dengan segala siksaan yang diberikan lifan padanya
kini kemewahan yang di depannya terasa hambar..
ahh sudah cukup..aku sudah tidak tahan lagi."azella menangis begitu keras menyalahkan takdir nya yang begitu buruk
apa ini karma ?..apa karna aku sering menyiksa orang lain?tapi ini terlalu kejam"mata nya kini sembab pikirannya hanya dipenuhi penyesalan
dia berjalan terhuyung-huyung kearah dapur matanya melihat sekeliling tanpa sadar dia mengambil pisau pemotong daging
__ADS_1
akhiri saja maka aku tidak akan pernah tersisa lagi"dan pada akhirnya azella bunuh diri dengan menusukan pisau itu ke arah perutnya