
nona apa tidak apa-apa meninggalkan laki-laki itu begitu saja"tanya snow
lalu aku harus bagai mana menemaninya tidur hingga pagi hari?!"jawab fancello ketus
oh iya bukankah keluargaku juga dari dunia ini ?!mencoba menebak
iya benar,ada apa ?"tanya snow bingung
tidak aku hanya terpikirkan sebuah rencana saja"tersenyum
ahhh baiklah jangan tersenyum lagi itu menyeramkan"jawab snow merinding
Letak kosan yang jauh dari keramaian begitu rawan kejahatan
namun dia tidak takut sama sekali pulang tengah malam dengan baju yang terbuka
hey cantik baru pulang?"beberapa preman datang menghadang fancello
melihat nya dari atas sampai kebawah
ohh sungguh mangsa yang cantik"ucap salah satunya
fancello hanya tersenyum kecut
kalian mau tubuhku ?"tanya fancello sedikit menggoda
ahhh dia benar-benar tau situasi hahaha"ucap salah satu preman itu
mungkin dia bosnya karna dilihat bavai manapun tubuhnya besar dan tinggi dan yang lainnya ada di belakang orang ini
lagi fancello tersenyum
bagai mana kita mengadakan game?"
game?!"jawab serempak preman itu sempat kebingungan
nona jangan menipu kami"ucap bos preman itu
tidak,tidak...aku tidak menipumu, lagipula aku wanita lemah mana mungkin menipumu benar kan ?!"ucap fancello meyakinkan bos preman itu
__ADS_1
*wanita lemah dari mana?bahkan kekuatan Hulk pun kalah*gumam snow dalam hati
game apa yang kamu sebut,dan apa taruhannya?"
fancello mengambil salah satu pistol dari preman itu...mreka sempat panik namun fancello mengeluarkan 3 peluru dan kemudian memutar acak peluru yang tersisa
dia tersenyum kemudian berkata "jika aku tertembak kalian boleh menikmati sepuas nya bagai mana ?"
jika ku tertembak bukan kah kau akan mati ?"ucap salah satu preman
heyy ayolah kita main tembak di kaki itu tidak akan fatal kan luka nya ?"
ohh bener juga hahah"tawa mreka serempak
baik kita mulai dariku dan kemudian kalian bertiga
baiklah"
mreka memainkan sambung lagu dan kebetulan fancello tidak bisa menjawab jadi breka mengarahkan pistol ke kaki mulusnya
dor.....
mreka membuka matanya ternyata tidak ada peluru di dalamnya
Ahhh syukur lahh"jawab mreka hampir bersamaan
baik giliranku"fancello mengambil pistol itu dari bos preman
kali ini tidak ada sambung lagu lagi fancello langsung menembak kan peluru ke arah kepala bos preman dan "dorrrr"
bos preman itu tertegun melihat darah keluar dari kepalanya dan sebelum dia membuka mulutnya dia sudah jatuh terlebih dulu
melihat itu kedua anak buahnya tercengang
brengsek!!!wanita jal**g !!!! dia berteriak ingin meninju fancello namun sayang gerakannya kalah cepat Dean peluru yang di arahkan ke jantungnya
dorrr"dor"
dua tembakan di arahkan langsung
__ADS_1
satu untuk jantungmu dan satu untuk lehermu
dua anak buah preman itu tercengang tak bisa berkata apapun
wanita ini gila
dia benar-benar gila
dia iblis
dia bukan manusia
setidaknya itulah yang sekarang ada di pikiran mreka
darah mengenai baju fancello namun ekspresi di wajahnya menunjukan rasa puas
ahhh lihat lah ketiga bajingan yang ingin meniduri ku malah mati terlebih dulu"gumam fancello
*nona ayo pergi suara tembakan itu menari beberapa orang*ucap snow mengingatkan fancello
pedahal aku belum puas memandangi ajal mreka"keluh fancello
mau tidak mau fancello pergi dari TKP karna desakan snow
benar saja tidak lama setelah fancello pergi ada beberapa warga yang datang dan menelpon polisi
*uhh untung saja kamu sudah tidak di sana*ucap snow merasa lega
di mana aku bisa membunuh?"
aku sangat haus akan cairan merah itu snow" gumam Nara pelan
astaga nonaku ini benar-benar sudah gila
tolong akuu uhhhh*gumam snow dalam hati meminta bantuan dewa agar menolongnya dari bosnya itu
_________cantik-cantik kejam ya 🤧_____________
__ADS_1