Sistem Pembalasan

Sistem Pembalasan
anjing dan perjanjian


__ADS_3

fancello pergi kebawah di mana azella berada,


dia melihat sekeliling dan akhirnya menemukan wanita yang dia cari


senyum tipis terukir di bibir cantiknya...dia berjalan mendekati azella lalu menarik tangannya secara paksa


azella yang mendapati diri nya yang ditarik secara tiba-tiba membuat dirinya sangat terkejut


apa maksud mu!!? teriak azella cukup nyaring hingga beberapa tamu di dalam kasino melirik ke arah mreka berdua


fancello tersenyum tipis lalu membisiki telinga azella dengan lembut


azella yang menerima bisikan itu seketika tertegun dan akhirnya menuruti perkataan fancello...terlihat dari wajahnya kini dia merasa tegang dan gelisah


fancello membawa azella ke salah satu hotel terdekat dari casino...membawanya masuk tanpa ada paksaan dari pihak azella


diam dan duduk lah !!..lihat vidio ini"bisik fancello lalu melempar handphone itu ke atas ranjang


fancello keluar dari kamar sedangkan azella melihat isi handphone itu


betapa terkejutnya dia melihat sebuah Vidio percakapannya dan beberapa laki-laki yang dia atur untuk melecehkan fancello waktu itu


keterkejutannya tidak hanya disitu dia melihat beberapa vidio lagi dan seketika dia gemetar ketakutan


adik yang berada jauh di kampung halamannya


yang benar-benar dia jaga sepenuh hatinya


keluarga satu-satunya kini telah rusak


dalam vidio itu sang adik perempuan nya mabuk hingga berhubungan dengan beberapa teman pria nya...bahkan itu dilakukan berulang kali tanpa rasa penyesalan..

__ADS_1


tidak hanya disitu ternyata sang adik pun pencandu narkoba..dalam vidio itu sang adik berteriak dengan dan tertawa mengejek azella karna bodoh


"dengar kalan minumlah sesuka kalian biar aku yang bayar,,,kalian Taukan aku memiliki kakak yang bodoh,yang percaya bahwa uang yang dia kirim itu untuk biaya sekolah ku" setidaknya kalimat itulah yang membuat azella merasa sakit hati


apa ini yang kamu bisikan tentang adik ku ?!"gumam azella lirih


namun fancello masuk kedalam kamar tidak membiarkan azella larut dalam sedihnya karna dia akan membuat azella merasa jauh lebih sedih dan sakit dibandingkan sekarang


fancello mengangkat kasar dagu azella dan berkata"jadilah anjingku,maka akan ku pertimbangkan untuk melaporkanmu ke polisi?!"


ancaman itu ternyata bekerja, azella tanpa pikir panjang langsung menganggukkan kepalanya yang artinya dia setuju


setelah selsai mengancam azella kini fancello hendak kembali ke kasino namun langkahnya berhenti di depan pintu masuk


fancello " suara familiar itu memanggil namanya


dan mau tidak mau dia membalikan badannya


ahh...kenapa kamu tidak menungguku bangun saat itu ? dan kenapa hanya meninggalkan no rekening saja"tanya lifan melangkah mendekati fancello


ahh,,aku buru-buru..maaf soal waktu itu"


ya,tidak papa...lagipula aku puas dengan mu"kini tangan lifan merangkul bahu ramping fancello


bisa dipastikan lifan masih belum sadar bahwa orang yang tidur bersamanya hanya ilusi semata


ckk...apa semua pria pikirannya sama"keluh fancello dalam hati


dia kini hanya menunjukan senyum manisnya pada lifan tanpa banyak berkata apapun mreka masuk kedalam casino ...


lifan sempat menawarkan agar fancello menemaninya lagi namun kini fancello menolaknya. dengan lembut

__ADS_1


lifan pun tidak banyak memaksa dia hanya menerima apa yang di putusan fancello saat itu


_______***________________


kini fancello bertemu secara pribadi dengan Zian


fancello tidak bersuara sedikitpun begitupun dengan Zian yang memilih bungkam


mreka hanya saling menatap seakan-akan mreka berbicara dalam isyarat mata


*oyyy ada apa ini??? kenapa suasananya menjadi mencekam???*batin snow


*akhh mreka berdua seperti pisiko yang sedang rapat untuk merencanakan sesuatu yang di luar nalar*lagi snow hanya bisa bergumam dalam hati


 katakan apa mau mu ?"kini fancello memulai percakapan


tidak ada"jawab zian dengan dingin


tatapan itu begitu berbeda dengan terakhir kali mreka bertemu yang awalnya menatap dengan cinta kini terasa seperti badai salju


lalu kenapa kau memanggilku ?"lagi fancello bertanya dengan wajah datarnya


mari buat kesepakatan"kini Zian mengeluarkan selembar kertas


fancello mengambilnya dan pelan-pelan membacanya dengan teliti


lalu dia tersenyum puas dan sedikit mengeluarkan tawa


____________***_______________


(((don't forget to give advice okay)))

__ADS_1


__ADS_2