
Terlihat Rahmat Idris, Kepala Pelatih Parung FC U19 sedang murka di dalam ruangan kamar ganti pemain.
"Brengs*k, pada penakut semua kiper-kiper itu, pakai alasan cedera segala untuk alibinya agar tidak datang ke pertandingan ini"
Tidak ada pilihan lain baginya untuk terpaksa memasang kiper cadangan kedua yang merupakan kiper titipan dari sobat lamanya Abdul Waris yang bernama..
Ali Heryandana.
.....
.....
Pertandingan antara Parung FC U19 VS Kujang FC U19 menasuki menit ke 90...
Terlihat Penyerang sayap kiri dari Kujang FC U19 terlepas dari jebakan offside dan terus berlari sampai ke kotak pinalti dari Parung FC U19.
Penyerang bernomor 10 itu pun langsung melesakkan bolanya dengan menendang memakai bagian dalam kakinya memakai efek gesekan sebelah kanan bola sekitar 30 % agar bolanya bisa berputar melambung lalu berbelok ke arah kiri di udara.
"Dewa di langit..."
"Tolong berikan guardian untuk Al"
"Seperti Doraemon yang selalu menjaga Nobita" Doa Minda.
Dan..
Tap...
Bola berhasil di tahan, menempel pada sarung tangan Ali dan tiang gawang.
Dhuaaar!!!
Bersamaan dengan itu kilat menyambar tiang gawang.
Ali pun langsung pingsan seketika.
Kapten Reza yang datang cepat lalu menepuk nepukan tangannya ke pipinya, dan tak berapa lama kemudian Ali bangun kembali.
Pertandingan pun selesai.
Bukan Doraemon yang datang tetapi Super Sistem yang hinggap ke tubuh dari Ali
-Flashback Off-
Hari rabu malam di GOR Parung...
Minda akhirnya bisa bertemu lagi dengan Ali setelah 2 tahun lalu menghilang tanpa kata-kata.
Ali terlihat masih dalam keadaan kikuk melihat Minda yang ada didepannya saat ini. Ia juga masih tidak menyangka kalau Minda adalah adik dari Coach Andre.
Tidak lama berselang datang Andre.
"Wah ternyata kalian sudah saling berkenalan yah, keliatannya akrab sekali"
"Ayo dek kita pulang, sudah malam ini, heem Ali kalo jalan kita searah bareng saja pulangnya"
"Kakak pulangnya naek Angkot saja yah, aku ada urusan dulu dengan pacarku ini, daah!" ucap Minda sembari memegang tangan Ali lalu menariknya.
"Lah..lah..lah..gimana sih ini Kakak ga ngerti"
"Kalian baru ketemu masa sudah pacaran!" ucap Andre yang kebingungan melihat tingkah Adiknya dan muridnya itu.
Minda yang menarik tangan dari Ali berlalu cepat menuju mobil Honda Brio Satya pemberian Ayahnya.
Sesampainya di mobil Minda langsung mengeluarkan farfumnya lalu di semprotkan kepada kepada Ali.
sssht..sssht..sssht..
"Biar kamu wangi"
Ali sebenarnya kesal dan dongkol dengan perlakuan Minda ini, tetapi ia hanya bisa diam dan pasrah saja.
Sudah tahu aku baru beres latihan, ya pasti berkeringat lah, malah bawa aku masuk ke dalam mobil lagi...
__ADS_1
"Aku kan belum mandi Nda, baru beres latihan"
"Terus kita ini mau kemana Nda? Aku ga enak sama Kakakmu, dia kan coach aku?"
Pasti dia ingin membawa pergi aku ke tempat-tempat mewah lagi ini..
"Kita makan doclang ( ketupat bumbu ) dulu" tanya memaksa Minda.
Ali terkejut mendengar hal itu, biasanya Minda selalu ke tempat-tempat mewah yang harganya sangat mahal.
"Doclang yang ada di alun-alun Nda?" tanya Ali penasaran.
"Iyalah"
"Tumben Nda" celoteh Ali.
"Heem apa maksud kamu Al, ngejek aku yah?" ucap Minda cemberut.
"Ah tidak kok, cuma tidak biasanya kamu kok mau makan di pinggiran jalan gitu" ucap Ali mulai panik karena Minda cemberut..
"Kata siapa? sok tahu kamu"
"Aku sering kok makan di pinggiran jalan gitu" sanggah Minda.
.....
Sementara itu di rumah Abdul, terlihat sepasang suami istri sedang duduk santai di ruang tamu.
"Sepertinya aku akan mengeluarkan Ali dari Akademi di Parung FC U19" ucap Abdul menjelaskan kepada Sri.
"Lebih baik ia lebih fokus pada pendidikannya saja, daripada percuma terus berlatih sepak bola tetapi malah selalu gagal"
"Aa pasti akan ngambek, lebih baik biarkan saja ia mengejar impiannya dulu" ucap Sri lembut kepada suaminya itu.
"Sepak bola untuknya bukan impian tetapi lebih ke mimpi yang tidak akan menjadi kenyataan"
"Sudahlah aku bukannya meminta pendapatmu, aku memberimu informasi" ucap Abdul menutup percakapan itu.
"Baiklah, ngomong-ngomong sudah jam 9 malam Aa kok belum pulang yah Pak?" tanya Sri kepada Abdul merasa khawatir
.....
Terlihat Ali dan Minda sedang makan doclang.
Ting..Ting..Ting..Ting..
Ting..Ting..Ting..Ting..
"Suara Handphone mu berbunyi terus itu Nda" ucap Ali.
"Suara Handphone apa sih Al, tidak ada suara apa-apa kok" sahut Minda.
"Itu terdengar suara ting ting ting ting" balas Ali yang semakin mengecil suaranya.
Apa itu suara sistem ku yah?
Ali memalingkan mukanya dari Minda lalu menutup mulutnya, dan...
"Mata sayu"
Ting..
----------------
[ Sistem Aktif ]
[ Ali Heryandana, Pemain Depan, Level 2 ☆☆ ]
*[ Tantangan Bonus ] ○
[ Tantangan Harian ] ○
[ Poin Kontribusi 0 ]
__ADS_1
[ Atribut Pemain ] [ Max. 20 ] ○
[ Spesial Ability ] ○
----------------
"Buka Tantangan Bonus"
----------------
[ Tantangan Bonus ] ●
-[ Kecup Minda ]
----------------
Minda yang melihat Ali memalingkan mukanya, lalu bertanya.
"Kamu kenapa Al?"
Mendengar Minda menyebut namanya, Ali lalu mengarahkan mukanya dengan cepat menghadap tepat ke depan muka Minda dengan mata sayunya yang membuat muka mereka berdua saling bertatapan mata dalam jarak dekat.
Dan...
"Hahaha mata kamu kenapa Al" ucap Minda seraya mengusap tangan mulusnya ke mata sayu Ali.
Ting..
[ Sistem Non Aktif ]
Minda mengantarkan Ali sampai ke depan rumahnya.
"Yang temboknya warna putih dan pagar warna hitam, itu rumahku" ucap Ali
"Oke, sudah sampai" ucap Minda
"Terima kasih ya Nda, sudah di ajak makan dan di antar pulang pula lagi" ucap Ali sedikit mengangguk sambil menundukkan kepalanya karena malu untuk menatap Minda.
"Terus hubungan kita gimana Al" tanya Minda dengan cepat.
Mendengar hal itu, tiba-tiba dengan cepat mata Ali langsung menatap mata Minda yang indah itu.
Mereka pun hanya terdiam dalam tatapan yang di iringi lagu"Linger" dari Cranberries yang sedang di putar dalam mobil itu.
Ali ragu untuk mendekati Minda, karena takut tiba-tiba ia menertawainya lagi.
Tetapi diliihatnya kelopak mata Minda yang pelan-pelan turun.
Ali pun memberanikan diri untuk mengecup bibir tipis Minda.
Cup..
Lalu dengan cepat ali keluar mobil sembari kembali menundukkan kepalanya lagi.
"Besok kita ketemu lagi ya Al!"
"Baiklah" balas Ali sembari membungkukkan tubuhnya.
Lalu Ali dengan cepat masuk ke dalam rumahnya.
Minda kembali menyetir mobilnya pulang ke rumah.
Cepat sekali ciuman mu Al...
Mendengar suara pagar di buka, Sri langsung keluar kamar lalu menuju ke pintu luar rumah.
"Ya ampun, Aa malam banget pulangnya, di WA Aanya ga aktif"
"Itu siapa yang nganter kamu kesini? terus Aa sudah makan belum? Ibu panasin dulu yah sop dagingnya"
Mendengar Ibunya memasak sop daging kesukaannya, Ali langsung terperanjat.
"Asiiik!!!"
__ADS_1
"Aku mau Buu, hehehehe"
Padahal baru makan doclang dia..