Sistem Sepakbola : Penyerang Utama

Sistem Sepakbola : Penyerang Utama
CH 27. Awal Akademi Persija 2


__ADS_3

"Lihatlah orang yang dengan santainya melakukan pemanasan, dia adalah Zidan satu SMA dengan si Jay, dia adalah pemain tengah muda terbaik di Jakarta ini, dia juga sudah dipastikan lolos dan masuk ke Akademi Persija level 1." ucap Leon.


"Level 1? apa maksudnya Akademi level 1 itu?" tanya Ali.


"Itu adalah tingkatan dalam Akademi ini, ada 4 tingkatan level dan akan di evaluasi setiap 6 bulan sekali, apabila selama 6 bulan kamu bisa bertahan dan mendapatkan nilai baik kamu akan naik ke level 2, begitu juga 6 bulan berikutnya kamu akan naik level, terakhir adalah level 4, setelah kamu lolos level 4 kamu ada menandatangani kontrak dengan tim inti Persija Jakarta." jelas Leon.


"Owh begitu, aku mulai mengerti sekarang," ucap Ali sambil menganggukkan kepalanya, "Lalu 2 orang peserta seleksi lagi yang akan lolos menurut kamu siapa lagi?"


"Sudah dipastikan aku lah ha ha ha, di Makassar siapa yang tidak kenal aku si bocah ajaib the next Lionel Messi Indonesia, aku musim lalu bertanding 28 kali dan mencetak 25 gol di Bone FC U19 ...." Leon tiba-tiba terdiam karena merasa ada yang salah.


Aduuh keceplosan aku, malah ngomong dari Bone FC ... kira-kira ni anak merhatikan tidak yaah ...


"Waah hebat juga kamu bisa mencetak 25 gol, aku cuma 19 gol saja di Parung FC U19 ...." ucap Ali yang tidak memperhatikan tim dimana Leon sebenarnya bermain.


Leon merasa lega mendengar jawaban dari Ali yang tidak membahas tentang tim nya.


"Kamu mencetak 19 gol?" tanya Leon, "Heem lumayan laah ... berarti kamu mendaftar sebagai pemain depan di Akademi ini yah?"


"Iya aku mendaftar sebagai pemain depan ... walaupun awal musim lalu aku awalnya hanya seorang kiper cadangan, baru setengah musim kemudian aku menjadi penyerang tengah ...." jawab Ali santai.


Leon tersentak mendengar Ali yang baru setengah musim menjadi penyerang tengah.


Apa! Baru bermain setengah musim sebagai penyerang depan sudah mencetak 19 gol ... sementara aku satu musim Liga 2 U19 hanya mencetak 25 gol ...


"Orang ke 4 yang lolos apa mungkin aku? tanya Ali.


"Ha ha ha tidak mungkin kamu ... lihat di sana ada 4 kiper seleksi yang sedang di beri arahan oleh Pelatih, kira-kira kamu bisa tahu nggak kiper mana yang akan lolos seleksi?" tanya Leon.


"Heem semuanya terlihat sama saja sih, tidak ada yang spesial dari mereka ber 4." jawab Ali.

__ADS_1


"Ha ha coba perhatikan kiper paling kanan pakaiannya, perhatikan dari atas sampai bawah ...." Leon memberikan tebakan kepada Ali.


"Ada apa memang dengan pakaiannya ...."


"Dasar kampungan kamu Li, dari topi, sarung tangan sampai sepatunya itu barang ber merk semua, barang mahal tahu, mungkin kalau di gabung harganya bisa 1 miliar lebih!"


"1 miliar!?" Ali yang langsung terperanjat mendengar harga pakaian yang menempel di badan kiper itu.


Mobil Ayahku saja harganya cuma 200 juta itu juga di bayar nyicil ....


"Dia adalah Rio anak dari raja minyak asal Medan, dialah yang terakhir akan masuk Akademi Persija ini." ucap Leon sembari menggelengkan kepalanya, "Jadi sebenarnya hanya akan 3 pemain yang akan masuk dengan kemampuan dan keahlian teknis yang sangat mumpuni yang terakhir ini ... sudah laah ...."


"Apa maksudmu!?" Ali yang penasaran dengan pernyataan Leon yang terakhir.


Priiitt!


Priiitt!


"Tes pertama kalian pagi ini adalah passing, strategi dari tim inti Persija adalah permainan tiki taka ala Barcelona, jadi sangat penting bagi pemain disini untuk bisa passing dengan akurat, karena dengan melakukan passing, memungkinkan satu tim tetap dapat menguasai bola, mengubah arah permainan, atau menyusun serangan. Fungsi passing ini adalah sebagai cara penerimaan bola dan sebagai cara menyelamatkan bola yang kadang-kadang terpental jauh dari kaki pemain."


"Kalian akan mendapatkan teman untuk mengoper dan lakukan operan itu selama 60 menit."


Kali ini Ali dipasangkan dengan Arman untuk melakukan operen-operan dasar saja. operan pun langsung dilakukan oleh Arman lalu di balas Ali, dan ...


"Hah kamu tuh bisa bermain bola yang benar tidak!?" Teriak Arman kepada Ali, "Masa oper bola saja melenceng kesana kemari." Lanjutnya memarahi Ali.


Tim penilai juga menggelengkan kepalanya melihat operan Ali yang sangat buruk.


Ali hanya terdiam, dan berkata dalam batinnya.

__ADS_1


Aduuh aku kan tidak menaikkan Atribut Passing ku, bagaimana ini, baru awal tes saja aku sudah tidak bisa memberikan keahlian terbaik ku ...


"Ma-maaf aku masih belum panas, akan ku perbaiki operanku." Ali berusaha berkelit untuk menutupi kelemahannya dalam passing.


Aku harus berusaha dengan sekuat tenaga, agar bisa masuk Akademi ini dan kembali memperoleh Poin Kontribusi ...


Poin itu akan ku tambahkan dalam Atribut Passing ku ...


Ali kembali melakukan kesalahan-kesalahan mendasar dari Passing, yang membuatnya akan dipastikan mendapatkan nilai paling kecil dari tim penilai.


"Dasar pemain sampah, bisa-bisanya pemain seperti ini masuk seleksi di Akademi Persija ini ... Heh oper yang bener, sampah!!!" teriak Arman yang sangat kesal sekali karena harus bolak-balik mengambil bola operan Ali yang selalu melenceng.


Priiitt!


"Sekarang lakukan Rondo (kucing-kucingan), masing-masing pemain membentuk 1 lingkaran yang besar dengan 8 orang dan ada yang 9 orang" Hari Sutjipto kembali memberikan instruksi kepada para pemain seleksinya.


"Latihan Rondo ini adalah salah satu latihan yang dapat meningkatkan kemampuan dalam melakukan  passing and controlling, banyak manfaat dengan melakukan latihan rondo. Dari mulai mengambil keputusan untuk mengoper ke pemain a atau b. Melepas bola satu sentuhan atau melakukan control bola terlebih dahulu."


"Hal-hal yang akan di nilai adalah ...."


"Jumlah sentuhan dengan bola yang dilakukan pemain, Melakukan pressing dalam keadaan ditekan lawan, kemampuan kerjasama pemain, pemain yang sedang tidak memegang bola memberikan reaksi saat tidak menguasai bola, komunikasi antar pemain dan kreativitas bermain para pemain."


Dalam lingakaran yang telah di buat, Ali kembali mengalami kesulitan untuk mengoper bola dan ia pun selalu menjadi kucing karena operannya selalu mengenai kaki pemain yang sedang menjadi kucing.


"Ya ampuuun ... lemah sekali kamu ...."


"Ha ha ha jadi kucing terus, emangnya enak!"


"Sekali sampah tetaplah sampah ...."

__ADS_1


"Kamu maen catur ajalah, ngapain mau jadi pemain bola tapi ngoper bola aja nggak becus!"


Hampir semua orang dalam lingkaran itu menertawai Ali yang kelihatan kebingungan karena lemah dalam hal Passing ini.


__ADS_2