
Sementara itu terlihat Zidan yang sangat ahli dalam hal mengoper bola, ia dengan mudah dan santai mengoper bola dan selalu tepat kepada orang yang di opernya.
Zidan sangat tepat sekali berada di tengah sebagai gelandang serang yang aktif membantu serangan, dan sudah dapat dipastikan penyerang-penyerang yang ada di timnya akan sangat dimanjakan dengan asist-asist mautnya.
Priiitt!
Akhirnya tes Passing pun selesai.
Ali sangat khawatir dengan performa nya ketika menjalani tes itu. "Ah pasti nilai passing ku sangat jelek sekali, kira-kira untuk tes kedua ini apa yah?" Ali yang langsung terduduk lesu.
"Kamu kenapa lemes Li!" Leon yang kembali tiba-tiba datang menghampiri Ali yang terlihat lemah duduk di atas rumput lapangan.
"Astaga, kamu selalu membuatku kaget saja ..." sahut Ali. "Operanku sangat jelek, jadi aku tidak dengan yakin nilai ku sekarang, pasti sangat buruk ...." Ali lalu menundukkan kepalanya dan memukul rumput lapangan karena kesal.
Angin bercampur debu masuk ke dalam stadion karena ada beberapa tempat yang sedang di rekonstruksi.
"Tes kedua adalah Dribbling, dimana pemain akan diminta menggiring bola dengan terus menahan bola agar tetap dalam penguasaan sampai target lalu mengoper bola kepada temannya." Hari Sutjipto kembali memberikan instruksi.
"Kegunaan teknik dribbling dalam sepak bola penting digunakan untuk melewati lawan dan mencari kesempatan untuk mengoper bola kepada teman yang tepat, dengan melakukan teknik dribbling, maka jarak bola yang akan ditendang mengarah ke gawang lawan menjadi lebih dekat."
"Tujuan menggiring bola adalah untuk mendekatkan jarak ke sasaran, menghambat permainan, mengecoh lawan dan melewati lawan."
"Dribbling!? Ah Atribut itu juga yang tidak aku naikkan." Ali kembali kecewa dengan tes seleksi hari ini karena tidak ada tes untuk Stamina ataupun Shooting yang merupakan kelebihan dari Ali, dimana Atributnya sudah ia naikkan dengan poin kontribusi yang ia kumpulkan.
Satu persatu pemain melakukan dribbling dengan menggiring nya lalu balik ke tempat semula, dan ...
Ali terlihat sangat kesulitan dalam menggiring bola.
__ADS_1
"Ha ha ha dasar sampah, tadi mengoper bola lemah dan melenceng terus, sekarang menggiring bola pun selalu lepas ...." Arman yang kembali mengejek ke Ali karena melihat cara menggiring Ali yang lemah.
Ali sebenarnya sudah kehilangan kesabaran dan mulai emosi tetapi ia masih menahannya karena memang tes nya kali ini sangat merugikannya karena bukan kemampuan dan keahlian terbaiknya yang di pakai untuk seleksi ini.
Setiap Ali melirik ke arah tim penilai, pasti saja mereka selalu menggelengkan kepalanya setelah melihat Ali melakukan dribbling yang buruk itu dan bolanya jauh tidak menempel di kaki.
Di sebelah kiri Ali, terlihat Leon yang sangat lihai sekali melakukan tes dribbling ini, ia terlihat seperti menari menggiring bola dan terlihat sangat menikmati setiap gerakan yang ia keluarkan, gayanya sudah seperti pemain Brazil Ronaldinho yang selalu tersenyum ketika sedang menggiring bola.
Sudah dipastikan Leon akan mempunyai nilai yang tinggi sekali dalam tes dribbling ini, karena ia sangat menguasai teknik menggiring dengan baik dan cekatan. Bahkan tim penilai pun sesekali tersenyum bangga ketika melihat Leon memainkan bolanya.
Priiit!
Tes dribbling selesai.
"Saatnya istirahat dan siapkan mental dan fisik kalian, karena setelah ini akan ada pertandingan, dimana ke 44 pemain ini akan di bagi menjadi 4 tim, dan akan saling berhadapan!" teriak Hari Sutjipto kepada peserta seleksi.
Ali lalu duduk di pinggir lapangan dan meminum air mineral yang di bawahnya dari dalam tas.
"Aaahhk, kalau tahu tes yang dilakukan di Akademi ini adalah passing dan dribbling , pastinya aku akan meningkatkan kedua Atribut tersebut dan dengan mudahnya masuk ke Akademi Persija ini." ucap Ali yang berbicara kepada angin yang berhembus.
"Umurku sudah 17 tahun, tahun depan tidak mungkin lagi untukku bisa masuk Akademi, dimana pun itu, dan aku tidak bakalan bisa menjadi pemain timnas Indonesia, aaahhhk!!!" Ali lalu merebahkan tubuhnya ke tanah dan seperti ingin mengeluarkan air mata walau dalam mata terpejam.
"Li kenapa kamu bermuram durja terus." Leon yang kembali membuat hati Ali terkejut datang menghampiri.
Ali tetap memejamkan matanya walau tahu ada Leon yang datang menghampirinya.
Lagi lagi anak ini datang kepadaku ...
__ADS_1
Memang anak setan sepertinya dia selalu tiba-tiba muncul ...
"Dibawa santai aja Li, kan kamu sudah tahu kamu nggak akan lulus, nikmatin dulu aja suasana stadion megah nan mewah ini, jangan di ambil pusing." Leon tetap berbicara kepada Ali walaupun ia telah di abaikan oleh Ali. "Orang jauh seperti kita kapan lagi bisa melihat stadion semegah ini ...."
"Orang jauh seperti kita, katamu? rumahku hanya 2 sampai 3 jam sampai ke stadion ini." Ali yang tak terima di bilang orang jauh kali ini menimpali Leon, "Aku juga tidak percaya dengan semua bualanmu."
"Aku masih yakin bisa lolos seleksi ini, karena aku percaya dengan keajaiban yang terjadi di dunia ini dan keajaiban itu akan datang dan memberikan keberuntungan kepadaku." Ali lalu duduk dari rebahannya.
"Ha ha ha ...." Leon lalu tertawa lebar, "Kamu tahu kenapa jumlah peserta seleksi 44 orang? kenapa tidak sekalian saja 50 orang ...."
"Heem iya juga yah ... memangnya kenapa yah?" tanya Ali.
"Tadi kamu dengarkan, kata Kepala Pelatih Akademi setelah ini akan ada pembagian tim? tanya balik Leon.
"Ya, aku tahu, memang apa urusannya dengan jumlah peserta?" tanya Ali.
"Ya itulah maksudku, dengan jumlah peserta 44 maka bisa di bagi menjadi 4 tim, mengerti, kan?"
"Owh, iya yah, di bagi 4 tim dengan posisi yang sama ... jadi sebenarnya di semua lini sudah di siapkan 4 orang di posisi masing-masing?"
"Betul ... jadi dari 44 orang itu ada 4 orang di posisi yang sama, seperti kiper 4 orang, penyerang sayap kanan 4 orang dan seterusnya."
"Pembagian tim itu nantinya di dasari tingkat kemampuan pemain, pemain dengan kemampuan tinggi akan di taro di Tim A, tingkat kemampuan lebih rendah akan masuk Tim B dan seterusnya Tim C dan Tim D dan semua tim akan memakai formasi 4-3-3."
"Aku, Jay, Zidan dan Rio sudah dipastikan di Tim A, karena kemampuan kami di atas rata-rata pemain lain ha ha ha, Owh kecuali Rio, kemampuan uang dia yang melebihi rata-rata ...." Leon menutup penjelasannya.
Ali mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya dengan cepat, "Haah kira-kira aku ada tim mana yah? bisa jadi tim D yang merupakan tim paling lemah."
__ADS_1
Tapi aku tidak akan menyerah, aku akan tetap berusaha sekuat tenaga ... aku mempunyai kelebihan dengan sistemku ... akan kucetak gol yang banyak hari ini ...