
Aku sepertinya sedang berdiri di suatu tempat yang belum pernah aku singgahi sebelumnya, kulihat hamparan ladang rerumputan dan ilalang yang dihiasi oleh cahaya sinar matahari yang indah dan masih terasa sejuk. Aku menduga saat ini hari pasti masih pagi.
Ali ... Ali ... Ali ....
Aku mendengar suara lembut yang memanggil-manggil namaku, lalu aku menoleh ke kanan ke arah dimana suara itu datang, "oh ternyata itu suara Ibu."
Ali ... Ali ... Ali ....
Lantas aku berlari ke arah ibuku yang terlihat sedang berdiri memakai gaun putih yang sangat cantik sambil melambai-lambaikan tangannya di tengah-tengah ilalang. Anehnya, kenapa ibuku, jika semakin aku mendekat justru Ibu malah seperti semakin menjauh, semakin aku kencang berlari justru semakin cepat pula Ibuku menjauh lalu menghilang.
"Ibu!!!"
Tiba-tiba aku terbangun, tetapi sadarku masih tipis, aku tahu sekarang berada di kamar mandi Minda.
Braaak!
Ali jatuh pingsan.
.
.
Ali terbangun dan sudah berada di atas kasur dengan kompresan yang ada di kepalanya. Lalu datang Andre dan berkata, "kamu sudah bangun Ali?"
Bersamaan dengan datangnya Andre, terdengarlah juga suara sistem yang begitu cepat
Ting.Ting.Ting.Ting.
Ting.Ting.Ting.Ting.
[Sistem Aktif]
[Dalam 1 menit Poin Kontribusi akan hilang]
"Apa! kenapa cepat sekali?" tanya Ali.
[Poin Kontribusi ini hanya akan berlaku dalam waktu 3 jam sejak Tuan berhasil menuntaskan Tantangan Pilihan]
"Baiklah! Baiklah! pakai semua poinku untuk Atribut Shooting!" seru Ali dengan cepat.
[Permintaan Ditolak]
"Apa!!! Aku sudah telatkah!?"
[Poin hanya bisa dipakai untuk Atribut Pemain yang berwarna merah dengan nilai 1 sampai 10]
Sementara itu Andre melihat tingkah Ali yang baru bangun terheran-heran, dan berkata,
"Cepat kenapa Ali? atribut shooting apa? a-apanya yang telat? Ali! Ali! cepat sadar!" sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ali.
Ali tidak mengindahkan pertanyaan Andre dan bergumam, "Berwarna merah ...."
Ali yang sedang berpikir hanya terdiam ketika tubuhnya di goyang-goyangkan oleh Andre.
[Poin akan berakhir dalam hitungan 3 ... 2 ... ]
Lalu Ali berkata,
__ADS_1
"Sistem aku ingin menjadi kuat, aku tidak mau gampang sakit-sakitan lagi!" seru Ali.
[ ... 1 ... ]
.
[Permintaan Diterima]
[Kekuatan = kemampuan dalam mengerahkan fisik = Strength]
[Atribut Strength bertambah 3 menjadi 8]
Suhu badan Ali tiba-tiba memanas dan seluruh tubuhnya pelan-pelan memerah.
Bluuush!
Keluar asap dari semua pori-pori kulit tubuhnya.
Ting..
[Sistem Non Aktif]
Ali hanya diam berusaha untuk tidak menunjukkan emosinya karena takut Andre curiga padanya.
Andre yang melihat kejadian itu pun terkejut lalu tubuhnya secara alami mundur ke belakang dan berkata, "Ke-kenapa tubuhmu mengeluarkan asap Ali? ... tunggu dulu, sebelum kamu balas pertanyaanku, biar aku yang jawab sendiri dulu."
Andre yang mulai curiga pun lantas berkata,
"Ali ... kamu pasti mempunyai sistem dalam tubuhmu yah? dari ocehanmu yang tadi, aku tahu sepertinya kamu sedang berbicara dengan sistem itu yang ada dalam tubuhmu dan sistem itu yang akan menambah nilai kekuatanmu! benar, kan dengan apa yang aku katakan?"
Ali terperangah mendengar penjelasan dan pertanyaan dari Andre, lalu berkata,"I-iya Coach ... Coach be-benar ...." Seraya menundukkan kepalanya.
Lalu dengan sangat antusias Andre mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang seakan tidak ada habisnya.
"Sistem yang kamu miliki sekarang itu cara bekerjanya seperti apa Ali!? kemampuan apa saja yang kamu miliki dari sistem ini!? pasti ada tantangannya, kan? apakah tantangan yang diberikan sulit-sulit!? sudah berhasil mendapatkan berapa poin kamu semenjak sistem ini ada di tubuhmu!? sekarang poin-poin mu sudah ada berapa!?" tanya Andre yang terlihat begitu antusias begitu tahu Ali memiliki sebuah sistem di dalam tubuhnya.
Ali hanya terdiam tanpa kata ketika melihat bagaimana perilaku inspirator barunya itu yang selalu bertanya dan bertanya terus tanpa henti, dan dalam hatinya ia bergumam, "Sepertinya aku pernah mengenal orang seperti ini, tetapi dimana yah?"
Author berkata, "Mirip lo bod*h!"
Ali pun hanya menjawab seadanya dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Andre.
Setelah menjawab semua pertanyaan Andre, ia lantas teringat dengan Ibunya dan memeriksa Handphone untuk melihat WA dari Ibunya. Dari banyak WA yang dikirim Ibunya, ada satu pesan yang paling membuat ia girang yaitu pesan yang mengatakan,
[ Aa, Bapak sudah memasukkan Aa lagi ke Tim Parung FC U19, Aa pulang yah?]
Ali pun menjawab,
[Iya Bu, Aa pulang]
"Hemm kira-kira Minda dimana yah?"
.
.
Sementara itu, jam Istirahat di Sekolah Minda.
__ADS_1
Terlihat seorang anak remaja laki-laki yang sedang berdiri di depan kelas dengan sangat gagah dan kekar , lelaki dengan bahu dan pundak lebar serta pinggang yang sempit ini sedang menunggu dengan belingsatan, ia menunggu Minda keluar dari kelasnya. Laki-laki ini bernama Roy. Ia berencana untuk mengajak pergi Minda makan siang bareng di cafe dekat sekolah mereka.
Dari dalam kelas terlihat Minda yang bergegas dengan cepat keluar kelas setelah jam istirahat dibunyikan, Ia lalu berlari dengan kencang menuju ke mobilnya, sebelum diberhentikan oleh Roy.
"Eet, et mau kemana kamu sayang?" ucap Roy sembari mengambil lengan kecil Minda yang sangat putih mulus itu.
"Ee ... ee ... aku mau nganter Ibu ke Rumah sakit dulu Roy, sudah yah aku buru-buru nih?" jawab Minda.
"Aku ikut yah ... biar aku yang nyetir?" pinta Roy tanpa melepaskan pegangannya di lengan Minda.
"Gak usah, aku sendiri aja," tolak Minda
"Biar aku saja yang nyetir, Minda! nanti kalau ada apa-apa dengamu bagaimana?" ucap Roy dengan sedikit memaksa dan kembali menambah cengkramannya di lengan Minda.
"Eh! Gua udah kasih tau ke Lo beberapa kali yah! Jangan pernah Lo ngerasa iba apalagi kasian ke gua! ngerti!?" bentak Minda sembari melepaskan cengkraman dari Roy.
Minda pun akhirnya berlari kembali dan melewati teman-teman 1 geng nya berkata sambil lalu, "Gua cabut dulu! nanti absenin gua yah!?". Alisa teman geng nya Minda lalu memanggilnya, "Cen cen Lo mau kemana!?"
Roy semakin mencurigai Minda setelah kemarin juga dirinya merasa di ingkari janjinya oleh Minda.
Sesampainya di mobil, Minda langsung menginjak gas dalam-dalam. Ia ingin tau keadaan Ali dengan melihatnya secara langsung yang sekarang berada di rumahnya bersama dengan kakaknya Andre. Karena kejadian tadi pagi Andre sampai harus izin untuk tidak masuk ke tempat ia bekerja sambilan.
Setelah sampai di rumahnya, Minda pun melesit dengan cepat menuju kamarnya dan sesampainya di kamar malah ia tidak melihat siapa-siapa yang ada di dalam kamarnya. Sembari termengah-mengah nafasnya, ia berkata, "Astaga ... pada kemana yah?"
Minda pun lalu mencari Kakaknya dan Ali dengan seksama ke seluruh tempat yang ada di rumahnya.
.
.
Update Status Nilai
[ Ali Heryandana, Pemain Depan, Level 2 ☆☆ ]
[ Tantangan Harian ] ○
[ Poin Kontribusi 0 ]
[ Atribut Pemain ] [ Max. 20 ] ●
-[ Aerial 5 ] [ Red ]
-[ Dribbling 5 ] [ Red ]
-[ Passing 5 ] [ Red ]
-[ Shooting 10 ] [ Red ] [ 3\,5 % ]
-[ Technique 5 ] [ Red ]
-[ Tackling 5 ] [ Red ]
-[ Speed 5 ] [ Red ]
-[ Stamina 15 ] [ Yellow ]
-[ Strength 8] [ Red ]
__ADS_1
[ Spesial Ability ] ●
-[ Positioning 11 ] [ Yellow ]