Sistem Sepakbola : Penyerang Utama

Sistem Sepakbola : Penyerang Utama
CH 7. Nobita Ku


__ADS_3

"Sikap dan cara dalam menendang harus selalu benar, Apabila tembakan mengenai sasaran tetapi sikap dan cara menendangnya salah itu tidak dihitung"


"Ingat sikap sangat penting untuk menjaga kestabilan dirimu, jangan terburu buru untuk menendang"


Kata - kata dari Sistem dan Pelatih Andre masih terngiang ngiang di kepala Ali, Ia pun lalu mengimplementasikannya di dalam lapangan, tidak seperti kemarin malam lagi dimana ia sering melakukan banyak kesalahan dalam sikap menendangnya.


Kali ini Ali tidak terlalu terburu buru untuk menendang yang ada di pikirannya adalah bagaimana membentuk sikap yang benar dulu agar tendangannya tidak menjadi percuma.


Dhuuus..


Dhuuus..


Dhuuus..


Dhuuus..


Dhuuus..


Dengan tenang Ali kali ini ia menendang dan terus menendang.


Tidak terasa waktu sudah hampir jam 9 malam, waktu dimana GOR akan segera di tutup dan lampu tembak dari atas mengarah ke lapangan akan dimatikan.


Ali pun selesai dengan Tantangan Hariannya dan mulai bersiap siap untuk pulang.


"Ali!!!"


Ali mendengar namanya dipanggil oleh suara perempuan yang datang dari arah punggungnya. Ia pun menoleh ke belakang.


Terlihat gadis cantik bergaya modis dengan senyum manisnya berjalan mendekat menuju dirinya. Rambutnya lurus sebahu, kulitnya putih dengan wajah orientalnya.


Banyak orang mengira ia keturunan Cina padahal gadis berumur 17 tahun yang bernama Minda ini adalah keturunan Sunda asli.


"Minda..." ucap Ali sembari terperangah.


"Halo Al, gimana kabarnya ?" ucap Minda masih dengan senyuman manis nan ramahnya.


"A..Aku baik, kamu sendiri gimana kabarnya?"


"Aku juga baik kok" ucap minda dengan suara imutnya.


"Kok kamu bisa ada disini nda" tanya Ali yang masih terlihat kikuk.


"Aku mau jemput A  Andre"


Hah, coach Andre!


"Maksudmu coach Andre? Kamu ada hubungan apa dengan coach Andre"

__ADS_1


"Ya, kan Aku Adiknya tauu! masa kamu lupa aku punya Kakak"


Mendengar hal itu Ali terkejut tidak menyangka kalau Minda adalah adik dari Coach Andre.


Dasar kamu Nobita ku


.....


.....


-Flashback On-


Di sebuah aula Sekolah SMP 5 Negeri Parung.


Ada ratusan anak murid baru yang sedang melakukan Ospek, tapi diantara banyaknya anak laki-laki disana yang memakai topi dari potongan bola plastik, hanya Ali yang terlihat tampak jelas tidak memakai topi bola plastik.


Ketua Ospek menghampiri Ali dengan muka garangnya.


Ali mulai panik karena ia salah membawa topi karena ditipu oleh temannya sendiri yang bernama Yuda.


Ali yang sehari sebelumnya lupa mencatat apa saja yang harus dipakai diberi informasi palsu oleh Yuda.


"Kemana Topinya Ali Heryandana!!!"


"Ga kebawa Ka"


"Bohong Ka, ini topi dia Ka" ucap Yuda seraya memberikan topi kerucut kuning yang memang dibawa Ali sedari pagi.


"Dia bukan buat Topi bola plastik malah bawa topi kerucut kuning yang untuk perempuan!!!"


"Hahahahaha!!!" serempak semua anak peserta Ospek tertawa semua.


"Makanya kalau Ketua sedang berbicara perhatikan!!!. Sekarang kamu pakai topi kerucut kuning itu dan masuk barisan perempuan!!!" ucap ketua Ospek itu tegas kepada Ali.


Kembali keserempakan tertawaan semua murid membahana di dalam aula Sekolah itu.


Ali dengan perasaan malu dan pedih berjalan pelan seraya menunduk di tengah tertawaan para murid yang membahana itu.


Ali pun akhirnya masuk ke barisan perempuan tanpa sekalipun melihat ke arah muka-muka para perempuan di sekitarnya. Ia lalu berhenti di tengah kerumunan, bersamaan dengan menghilangnya suara gaungan tertawaan para murid.


"Ali kok kamu lucu banget silih"


"Tidak usah mengejekku lagi, harga diriku sudah hancur" lirih Ali tanpa melihat siapa yang berbicara kepadanya.


"Aku serius kok, kamu lucu, aku suka"


Mendengar hal itu Ali lalu mengarahkan pandangannya ke arah perempuan itu.

__ADS_1


-Flashback Off-


Pada saat dan tempat itulah awal pertemuan Ali dan Minda.


Ali dan Minda bisa disebut khalayak muda yang berbeda kasta di dalam imperium pergaulan murid-murid Sekolah SMP ini.


Ali hanyalah anak dari seorang PNS bergaji rendah dengan kehidupan yang pas-pasan sementara Minda adalah anak dari pengusaha tambang yang kekayaannya sudah terkenal bukan hanya seantero Parung tetapi di seluruh Indonesia.


Ali sangat menyukai Minda, bahkan pada pandangan pertama mereka di dalam aula Sekolah, jantung Ali sudah mau copot melihat senyuman Minda yang mempesona. Menurutnya Minda adalah perempuan yang sempurna, dia cantik berpenampilan modis gampang bergaul dan selalu terlihat menonjol diantara para perempuan lainnya. Berbeda jauh dengannya yang selalu ceroboh dan selalu menjadi bahan olok-olokan murid yang berkuasa di Sekolah itu.


Minda pun pada dasarnya sangat menyukai Ali, dia tipe perempuan yang mempunyai empati yang tinggi, mungkin itulah mengapa ia sangat suka dengan Ali yang ceroboh, manja tetapi memiliki antusiasme tinggi terlihat dari gelagatnya yang selalu ingin tahu akan segala hal.


Menurut Minda karakter dari Ali sangat mirip dengan Nobita yang ada di film kartun Doraemon.


Oleh karena itulah kadang ia memanggil Ali yang ceroboh dan manja itu dengan sebutan...


Nobita ku


Ali dan Minda pada kelas 3 SMP menjadi teman sekelas, dan pada saat inilah Minda seperti menjadi Guardian Angel untuk Ali.


Pernah pada awal-awal masuk kelas 3, Ali dikerjai oleh Yuda yang juga menjadi teman sekelasnya.


Yuda dan teman-temannya di saat jam kosong tidak ada guru, ingin mempermalukan Ali di kelas dengan menarik celana pendek SMP nya, sementara teman-temannya memegang badan Ali.


Celana Ali hampir terlepas dan sebelum turun dari pahanya, ada Minda yang memarahi Yuda dengan tegas. Yuda pun akhirnya tidak jadi membully Ali di dalam kelasnya. Ali pun hanya bisa diam dan kembali ke mejanya lagi.


Tepat di hari kelulusannya, Ali dengan keberanian yang ia kumpulkan dari kenekatannya, mendatangi Minda dan ingin menyatakan sayangnya kepada Minda lalu meminta ia untuk menjadi pacarnya.


Bukan tanpa alasan Ali menembak Minda tepat di hari kelulusannya, ia sudah memikirkannya matang-matang.


Ali sudah tahu kalau Minda pasti akan menolaknya, tetapi Ali yang sudah mempunyai hati kepadanya semenjak pertemuan pertamanya sudah sangat ingin melepaskan kegundahan hatinya, karena daripada ia menderita tanpa adanya perjuangan ia lebih baik nekat menembaknya di hari kelulusan.


Toh kalaupun di tolak ia tidak perlu lagi untuk bertemu dengannya karena sudah tidak sekelas lagi dengannya dan ia tidak akan mau mencari Sekolah SMA yang sama lagi dengannya.


-Flashback on-


Saat ini Minda sudah ada di depan mata Ali tetapi ia sama sekali tidak berani untuk sekedar mendogakkan kepalanya apalagi untuk menatap mata Minda.


"Kamu kenapa Al, kenapa ti-" belum selesai Minda berbicara.


"Minda aku sayang kamu, aku mau kamu jadi pacar aku?" tembakan Ali yang singkat, padat dan jelas.


"Owh kamu nembak aku Al"


"Kalau nembak lihat ke mataku dong Al"


Ali pun pelan-pelan melirikkan matanya ke arah mata Minda.

__ADS_1


"Maaf Al..."


__ADS_2