
Sore menjelang malam, selesai latihan Reza menghampiri Ali, lalu berkata, "Li aku ikut kamu latihan sampai jam 9 malam yah?"
"Oke siap, nafasmu sudah kuat tidak Za! 3 jam latihan tambahan!" ledek Ali congkak, dengan memusungkan dadanya.
"Gaya kamu Li, aku pasti kuat, tenang saja," jawab Reza santai.
Mereka pun melakukan latihan tambahan, dan tepat jam 9 malam mereka pun selesai latihan lalu bersiap untuk pulang.
Dari kejauhan terlihat Minda, Ali dan Reza pun menghampirinya.
"Ada pacarnya Roy nih, eh salah pacarnya Ali," celoteh Reza kepada Minda sembari sedikit terkekeh.
"Za nggak usah nyari masalah deh, kan sudah dibilang Minda pacarku seorang, bener kan Nda?" tanya Ali ke Minda.
"Hemm pede banget kamu Al" ejek Minda kepada Ali.
"Ha ha ha! makanya jangan sombong kamu Li!" Reza tertawa terbahak-bahak mendengar omongan Minda.
"Nda ... kamu ko jahat banget nggak ngebiarin aku berjaya di atas Reza ..." ucap Ali dengan muka sedih yang terlalu dipaksakan.
"Sudahlah nggak usah becanda lagi, aku tuh sudah tau kalau kalian sudah berdua pasti aja becanda mulu!" Minda yang sepertinya sudah mulai rada jijik dengan candaan Ali dan Reza.
"Al kamu kenapa mau ketemu aku hah? kan kalau butuh pasti kamu datang kepadaku?" tanya Minda dengan tatapan penuh sentimen negatif kepada Ali.
Ali mengambil napas panjang lalu menjelaskan panjang lebar tentang Zola dan mempunyai niatan untuk mencari alamat Zola yang sudah hampir seminggu lebih tidak latihan, ia percaya kalau Minda pasti bisa menemukan alamatnya.
"Hemm nyari alamat yah? dia pasti punya situs jejaringn sosial kan? kalian sudah cari belum disana?" tanya Minda.
"Sudah Nda, tapi nama Zola banyak dan mukanya nggak ada yang sama di profilnya!" jawab Ali.
"Memang kamu yakin nama asli temanmu itu Zola? ko namanya kaya keturunan eropa sih! memangnya muka si Zola ini bule yah?" tanya Minda kembali.
"Rambutnya warna kuning sih tapi kayanya di semir itu! kalo muka kaya orang kampung sih ...." jawab Ali.
"Iya Li, pasti namanya bukan Zola, masa muka kaya gitu namanya Zola! pantesan di medsos di cari yang keluar orang-orang bule kebanyakan" celetuk Reza.
"Yaah! kalo kalian nggak tau nama aslinya gimana mau nyarinya ... Haaah!" Minda yang kelihatan sudah mulai emosi menghadapi 2 pria lemah otak ini.
"Yaudah kalian sekarang temenin aku makan malem dulu! besok aku kasih tau dimana alamat si Zola ini!" ucap Minda dengan suara tinggi.
"Oke, kalo soal makan aku siap aja ha ha ha!" Reza yang terlihat semangat karena yakin akan di traktir makan Minda.
"Kamu bisa tau darimana Nda besok alamat si Zola ini" tanya Ali yang penasaran.
"Aku bayar orang nanti, pokoknya kamu tenang saja Al ...." ucap Minda lalu seperti biasa ia menarik lengan Ali dan membawanya ke mobil yang diikuti oleh Reza.
Keesokan harinya siang hari di kantin sekolah Ali.
Ali mendapat WA dari Minda.
__ADS_1
[Al aku sudah tau dimana rumah Zainuddin ...]
[Zainuddin siapa Nda? yang aku cari alamat Zola?] jawab Ali.
[Iya nama asli Zola itu Zainuddin Al] balas minda.
[Apa! kenapa bisa jadi Zola yah?] tanya Ali
[Ya aku nggak tau Al ... terus kalau sudah tau alamatnya kamu mau ngapain Al?]
[Aku mau ke rumahnya malam ini setelah latihan Nda]
[Aku ikut!] jawab Minda.
Ali sudah tau kalau WA ini tidak bisa di tolak olehnya. Oleh karena itu ia terpaksa harus mengajak Minda ke rumah Zola.
[Iya Nda]
.
Ali, Minda dan Reza sampai ke rumah Zola.
"Ayah! Sedang apa ada di rumah Zola?" Ali kaget melihat Abdul sedang duduk di halaman rumah Zola bersama dengan Rahmat yang sedang duduk di kursi roda terlihat lemah.
"Ali! Minda? heem kalau tidak salah kamu Reza yah? kalian ngapain pada kesini?" Abdul yang merasa bingung dengan kedatangan mereka, balik bertanya.
Ali menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal, "Aku mencari rumah Zola, kenapa malah ketemu Ayah dan Pelatih?"
"Owh jadi Zola itu anak angkat Pak Pelatih ...." Reza seraya memandang Rahmat yang sakit stroke terlihat dari mukanya yang menyon.
"Iya ... tidak mudah mengangkat Zola untuk menjadi anak Pak Rahmat, karena dulunya kakaknya Zola adalah pengedar narkoba, dan Zola Bapak tolong ketika sedang dalam keadaan terjerumus dalam lingkaran geng narkoba." Abdul menjelaskan kepada Reza yang juga di perhatikan oleh Ali dan Minda.
"Owh jadi selama ini Zola itu anak angkat dari Pak Pelatih yah? ko bisa nggak ketahuan yah, padahal hampir tiap hari kita latihan bareng." Ali menyatakan kebingungannya kepada Rahmat.
"Pak ... Zola nya sekarang mana yah?" Minda yang tanpa basa-basi bertanya kepada Abdul dan Rahmat dengan matanya yang menatap Rahmat lalu menatap Abdul.
Abdul menarik nafas dalam-dalam.
"Zola sebenarnya tidak sakit ... dia menghilang ketika di ajak oleh geng motor bentukan dan binaannya sendiri ...."
"Apa!!! Zola anak geng motor! Yang bener Yah!? Ali terkejut mendengar penjelasan Abdul.
"Iya benar ... yang menyerang Ayah dulu di GOR juga geng motornya Zola ...."
"Ko bisa Zola yang sejago itu bermain bola, malah terjerumus dalam lingkaran geng motor yah?" Reza yang yang bingung tidak kuasa menahan pertanyaannya kepada Abdul.
"Iya memang Zola dari dulu mempunyai masalah dalam pergaulannya, sedari kecil ia sudah salah bergaul karena hanya di asuh oleh Kakaknya yang belum bisa mengajarinya tentang kehidupan yang baik."
Selagi Abdul menjelaskan ....
__ADS_1
Ting..Ting..Ting..Ting..
Ting..Ting..Ting..Ting..
Hah suara ini ....
Kenapa muncul di saat yang tidak tepat, pasti ada bonus tantangan.
Ali memalingkan wajahnya menjauh dari orang-orang.
Ting!
...----------------...
[ Sistem Aktif ]
[ Ali Heryandana, Pemain Depan, Level 2 ☆☆ ]
*[ Tantangan Bonus ] ○
[ Tantangan Harian ] ○
[ Poin Kontribusi 0 ]
[ Atribut Pemain ] [ Max. 20 ] ○
[ Spesial Ability ] ○
...----------------...
"Buka Tantangan Bonus"
...----------------...
[ Tantangan Bonus ] ●
-[ Temukan Zola dan jauhi dari geng motor ]
-[ + 10 ] [ Red ]
...----------------...
"Apa!!! Tantangan macam apa ini! tidak ada hubungannya dengan teknik sepak bola!"
Serempak semua orang di dekat Ali terkejut. "Kamu kenapa Al? kamu punya tantangan apa? nggak usah jadi aneh deh Al!" Minda yang terkejut lalu memarahi Ali.
"Ah nggak ini aku lagi maen game di Handphone," Ali yang berusaha berkelit.
__ADS_1
Reza yang memerhatikan Ali merasa ada yang aneh dengan temannya, dan mulai berpikir kalau temannya Ali ini mempunyai sesuatu di dalam dirinya.
Apakah Reza juga mulai mencurigai Ali yang sudah mempunyai sistem.