
Sebelumnya pada hari selasa malam...
Malam semakin larut, lampu dari GOR pun sudah dipadamkan, akhirnya Ali harus pulang walaupun ia masih mempunyai energi untuk melakukan tendangan-tendangan ke arah sasaran.
Ali pun pulang ke rumah dengan menaiki Angkot.
Terlihat Ali yang sedang termangu, Ia merasa kehidupannya akan berbeda dan berubah total setelah ada sistem ini.
Dulu ia tidak pernah terpikirkan untuk terus berlatih sampai malam hari, karena setelah pulang latihan biasanya ia akan buru-buru pulang ke rumah rebahan dan bermain game.
Sekarang keadaannya berbeda, justru sekarang game itu ada yang di dalam dirinya, sehingga ia yang akan memainkan game yang ada di dalam dirinya sendiri.
Sesuatu kenikmatan dalam bermain game yang belum tentu semua orang dapat merasakannya, dan ia merasa sangat beruntung dengan hal itu.
Sebenarnya petir apa yang menyambar diriku ketika itu, apakah itu datang dari kebaikan Dewa yang iba melihat diriku selalu diinjak-ingat oleh teman-temanku sendiri bahkan oleh Bapakku sendiri...
Akan kubuktikan kepada mereka kalau aku akan menjadi pemain hebat...
Dhiin...
Dhiin...
"Ayo Bapak Ibu langsung berangkat..Kemang!!..Kemang!!.."
Suara keras supir angkot memecah kemanguan Ali.
"Owh iya aku belum menghubungi Ibuku kalau aku akan pulang malam, pasti Ibu merasa khawatir"
Ali lalu mengeluarkan Handphone Samsung Young nya dan melihat pesan di Whatsapp nya.
----------------
My Lovely Mother
Aa dimana?
Ko belum pulang.
Panggilan telepon tak terjawab...
Aa dimana?
Aa ga kabur kan?
Aa?
Aa masih di GOR yah
Tadi Bapak baru ngasih tau
^^^Iya ini Aa baru pulang Buu..^^^
----------------
Terlihat Ali sudah sampai di dalam rumah.
Ibu Sri langsung menyambut dengan hangat anaknya itu.
"Aa sudah pulang? kenapa ga WA dulu sayang, Ibu khawatir, pasti laparkan? ayok ganti baju, cepat mandi lalu makan ya nak" ucap Ibu Sri lembut kepada Ali.
"Baik Buu"
"Tadi Pak Andre menelepon Bapakmu, ngasih tahu kalau Aa masih ada di GOR" ucap Ibu Sri
Sementara itu Bapak Abdul yang sedang bersantai duduk di meja tamu tampak sinis melihat anaknya yang pulang telat itu.
"Jangan terlalu memaksakan diri untuk latihan yang berlebihan, stamina kamu masih belum mumpuni untuk berlatih dengan porsi sekeras itu, bisa-bisa kamu malah mengalami cedera nantinya"
"Lagian si Andre tuh sudah Bapak suruh untuk memulangkan Ali, malah diem aja dia" ucap Bapak Abdul seraya berjalan masuk ke dalam kamarnya.
.....
__ADS_1
.....
Pada hari Rabu Keesokan harinya...
"Aa, ayok bangun sudah jam 6 pagi!!!"
"Iyaa Buu!!!"
Ali bangun dari tidurnya dan langsung membuka sistem untuk melihat berapa persentase yang didapat dari latihan Shootingnya kemarin.
"Mata sayu"
Ting..
[ Sistem Aktif ]
----------------
[ Ali Heryandana, Pemain Depan, Level 2 ☆☆ ]
[ Tantangan Harian ] ○
[ Poin Kontribusi 0 ]
[ Atribut Pemain ] [ Max. 20 ] ○
[ Spesial Ability ] ○
----------------
"Buka Atribut Pemain"
"Berapa yah persentase Atribut Shooting yang ku dapatkan kemarin"
----------------
[ Ali Heryandana, Pemain Depan, Level 2 ☆☆ ]
[ Tantangan Harian ] ○
[ Poin Kontribusi 0 ]
-[ Aerial 5 ] [ Red ]
-[ Dribbling 5 ] [ Red ]
-[ Passing 5 ] [ Red ]
-[ Shooting 5 ] [ Red ] [ 2 % ]
-[ Technique 5 ] [ Red ]
-[ Tackling 5 ] [ Red ]
-[ Speed 5 ] [ Red ]
-[ Stamina 15 ] [ Yellow ]
-[ Strength 5 ] [ Red ]
[ Spesial Ability ] ○
----------------
"Yaa cuma 2 % nambahnya!!! berarti hanya 20 tembakan yang tepat sasaran"
"Sistem, aku kemarin yakin tembakanku yang mengenai sasaran lebih dari 20, kenapa hanya dihitungnya 20 yang kena sasaran!!!"
[ Sikap dan cara dalam menendang harus selalu benar, Apabila tembakan mengenai sasaran tetapi sikap dan cara menendangnya salah itu tidak dihitung ]
"Kalau tahu tantangannya akan sesulit ini enakan kemarin yang ku tingkatkan adalah Atribut Shooting saja!!!"
__ADS_1
"Kalau rata-rata sehari segini, naik 1 poin saja bisa-bisa butuh waktu hampir 2 bulan!!!"
"Aku harus lebih banyak cari waktu untuk melakukan tantangan ini!!!"
"Ahhhhkkk!!!"
"Aa!!! kenapa Aa teriak-teriak!!!" seru Ibu Sri dari tangga.
"Gak apa-apa Buu, cuma mimpi buruk saja!!!"
Ali berangkat sangat pagi sekali, sebelum jam 6 ia sudah siap-siap bahkan Ibu Sri pun belum menyiapkan sarapan untuknya.
Ibu Sri heran melihat anaknya yang ingin berangkat pagi-pagi sekali.
"Aa kok berangkatnya pagi-pagi amat, Ibu juga belum nyiapin Aa sarapan ini"
"Iya Aa mau latihan dulu di lapangan Sekolah Bu, Aa buatin telor ceplok aja make nasi putih biar cepet" ucap Ali.
"Aa mau ngapaIn latihan pagi-pagi, urus sekolahmu dulu, nanti sore juga kamu latihan" ucap Bapak Abdul yang baru datang dari kamar mandi.
"Anak muda memang suka berpikir yang berlebihan, tapi tidak memikirkan resikonya, tidak ada gunanya kamu latihan pagi-pagi, sudah kamu tunggu Bapak saja, berangkat bareng Bapak!!"
"Lagipula kalau kamu pergi sendiri ngabisin ongkos saja naek Angkot, lebih irit bareng Bapak saja!!"
Ali hanya diam mendengar nasihat keras dari Bapaknya.
Bapak belum tahu saja kalau aku sudah mempunyai sistem yang bisa meningkatkan Atribut Shooting ku
Sementara itu Ibu Sri telah menyiapkan nasi dan telor ceplok untuk Ali.
Ali dengan cepat melahap sarapannya dan pergi keluar rumah untuk berangkat ke Sekolah sambil membawa bola.
Bapak Abdul tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, anaknya mulai berubah setelah timnya menelan kekalahan 0 - 8.
.....
Sesampainya di Sekolah Ali langsung menuju lapangan futsal yang ada di samping Sekolahnya.
Ia mulai melakukan Tantangan Hariannya dengan menembak sasaran ke arah tiang gawang.
.....
.....
Pada sore hari di GOR Parung.
Kembali Ali akan didampingi oleh Pelatih Andre untuk mengembangkan kemampuan menembaknya.
"Ali kulihat kamu kemarin terus berlatih menembak sampai malam, Coach sebenarnya kagum atas kegigihanmu untuk berusaha menjadi penyerang yang mempunyai Shooting yang bagus"
"Tetapi ada hal yang perlu kamu ketahui, bahwa dalam semua teknik dalam olahraga apapun kamu harus bisa menjaga kestabilan dalam bergerak, yang kamu lakukan kemarin malam itu kamu dalam keadaan tidak stabil, kamu harus tau mana yang bergerak cepat atau mana yang terlalu di buru-buru"
"Kemarin malam yang coach lihat kamu masih dalam keadaan buru-buru bukan bergerak cepat"
"Pikiran mempunyai peranan penting dalam menjaga kestabilan ini, kamu harus fokus untuk menjaga sikapmu dalam menendang, bukannya berpikir untuk secepat cepatnya dalam menendang bola"
"Ingat Sikap sangat penting untuk menjaga kestabilan dirimu, jangan terburu buru untuk menendang, mengerti kamu Ali!!!"
"Siyaap mengerti coach!!!"
"Sekarang kamu mulai pemanasan setelah itu kembali ke lapangan untuk melatih menembak"
"Siyaap Coach!!!"
....
....
Hari sudah mulai gelap dan para pemain pun pulang mengakhiri pelatihannya hari ini di GOR Parung.
Tetapi masih terlihat Ali yang masih terus melakukan tembakan tembakan ke arah sasaran kerucut plastik, sama seperti apa yang dia lakukan kemarin.
__ADS_1
"Ali!!!"
Terdengar suara perempuan yang meneriaki nama Ali.