
Minda langsung terkejut bahkan seperti ingin jatuh mendengar perkataan dari Reza apalagi sebelah Reza ada Ali.
Belum Minda menjawab, Reza sekali lagi dengan cepat berkata, "Kamu pasti mau ketemu Kakakmu Coach Andre yah?"
"Owh i-iya Reza yah ...," ucap Minda yang lalu menatap muka Ali. Muka Ali sudah terlihat merah seperti gunung volcano yang akan meledak.
Minda lalu memegang tangan Ali dan menarik dengan kuat lengan Ali, dan ingin membawanya ke mobilnya. Ali ingin menolak ajakan itu tetapi ia tidak kuat menolak tarikan dari Minda itu.
"Laah, kenapa jadi si Ali yang di tarik begitu yah!" Reza merasa bingung karena Minda tiba-tiba menarik begitu saja Ali.
Dari arah belakang muncul Zola.
"Naah itu dia ceweknya Ali, yang percintaan semalam kemarin!" ucap Zola kepada Reza.
"Haaah!!! Pacaran!?" Reza hanya cengok saja mendengar perkataan Zola.
"Gila! Temen smp aku si Roy, ceweknya di gebet Ali!" celetuk Reza.
Di dalam mobil Minda menjelaskan kepada Ali.
"Al, si Roy bukan pacarku, cuman teman deket aja!" Minda dengan mukanya yang mulai menegang.
"Iya temen deket ... sampe bisa jadi pasangan di nikahan kakaknya Roy!" ejek Ali yang terlihat kesal karena diduakan.
Minda lalu memukul-mukul setir mobil, lalu ia berteriak, "Memangnya setiap pasangan yang datang ke nikahan itu harus disebut pacaran yah!!!"
"Demi Tuhan! Roy itu hanya teman, aku dekat dengannya karena strata sosial kita sama!!! Kita sama-sama lahir sebagai orang yang bisa melakukan segalanya dengan mudah!!! Aku nggak suka punya temen norak!!! Aku hanya bersenang-senang saja dengannya!!!" teriak Minda yang sepertinya sudah mulai hilang kontrol.
Ali menarik nafas dalam-dalam, lalu bertanya "Aku norak kan Nda? kenapa masih mau pacaran denganku? Apa untungnya kamu pacaran denganku Nda?
"Kamu beda Al! Aku tahu kamu butuh aku, karena kamu lemah! Sama seperti Kakakku Kak Andre. Aku pernah melihat kakakku sangat terpukul ketika di diagnosa mempunyai kelainan pada ususnya yang menyebabkan nutrisi yang ia makan tidak bisa dicerna dengan baik oleh ususnya!" Minda terlihat seperti semakin bersedih.
"Padahal cita-citanya sama sepertimu ... ingin menjadi pemain sepak bola profesional ...." lirih Minda.
"Owh hanya karena aku mirip kakakmu, lalu kamu mau kujadikan pacar Nda?" tanya Ali.
"Bu-bukan karena itu Al ... aku be-," jawab Minda .
"Sehari setelah kamu menerima aku jadi pacarmu, aku sebenarnya datang ke sekolah ingin bertemu denganmu, tetapi teman-temanmu menghina aku ...." ucap Ali memotong omongan dari Minda.
"Aku tahu, aku memang tidak pantas untuk sejajar denganmu Nda, kita berbeda dunia Nda!!! Dunia mu yang penuh kemewahan dan kemudahan seperti anak raja, sementara aku hanya prajurit yang berjuang untuk menjadi pemain sepakbola profesional!" ucap Ali sembari menaikkan nada suaranya.
Ting..
__ADS_1
[Sistem Aktif]
[Tuan hanya perlu berjuang menaikkan level sistem ini supaya Tuan bisa menjadi legenda sepakbola dunia]
"Iya itu maksudku juga ...." lirih Ali.
"Maksudmu yang mana Al?" tanya Minda.
"Owh nggak Nda, nggak ada maksud apa-apa"
Ting..
[Sistem Non Aktif]
Dengan kejadian ini, kehidupan asmara Ali yang sepertinya tidak semulus perkiraannya tadi pagi. Ali mulai berpikir, saat ini ia tidak akan terlalu mengurusi hubungan asmaranya dengan Minda tetapi akan lebih ingin meningkatkan kemampuan sepakbolanya. Dengan sistim yang ada di tubuhnya kini, ia pasti bisa menjadi pemain sepak bola profesional dan menjadi pemain sepakbola pertama Indonesia yang merengkuh piala champion.
Mereka pun akhirnya sampai ke Parung dan pulang ke rumahnya masing-masing.
Abdul merasa senang mendengar anaknya Ali mencetak gol ketika pertandingan melawan Persib FC U19, sekarang mungkin hatinya sudah terbuka dengan Ali yang berpindah posisi dari kiper menjadi penyerang.
"Aa, ayah bangga denganmu, mungkin memang kesalahan ayah dulu yang selalu memaksa Aa untuk menjadi kiper. Ayah terlalu egois, sekarang Ayah minta maaf yah?" ucap Abdul dengan perasaan bersalahnya lalu memeluk Ali.
"Iya Ayah, aku akan berusaha keras menjadi pemain sepak bola profesional ... tahun depan aku mau masuk klub profesional Ayah!?"
"Iyaaa!" ucap Ali dengan semangat yang tinggi.
Aku akan masuk ke dalam klub Liga 1, dan menjadi pencetak gol terbanyak di Liga 1 itu.
Untuk menjadi atlet sepakbola profesional setidaknya Ali harus bisa menunjukkan performanya di tim Parung FC U19, dan ketika nanti ada scout atau pemandu bakat dari klub Liga 1, Ali bisa terpilih sebagai pemain potensial untuk masuk di klub Liga 1 itu.
.
Dalam seminggu kedepan, kehidupan dari Ali tidak banyak yang harus diceritakan.
Ali setiap hari masih berkutat dengan pelatihan menendang bola ke arah sasarannya. Minda sudah mulai diabaikan oleh Ali, setiap malam Minda menjemput Ali, tetapi Ali kali ini bisa menolaknya dan Minda pun tidak terlalu memaksanya.
Sementara Andre terus memantau bahkan terus membantu Ali dalam meningkatkan kemampuannya dalam Shooting. Ia juga tidak terlalu memusingkan kehidupan asmara Ali dengan adiknya Minda.
.
Hari Minggu ini, tim Parung FC U19 kedatangan lawan dari Cianjur FC U19. Tim ini dikenal dengan kemampuan pertahanannya yang kuat dan cenderung bermain kasar, bek mereka tidak sungkan-sungkan untuk menghantamkan tubuhnya ke lawan supaya kontrol dari lawan tidak sempurna.
Formasi Parung FC U19 masih dengan 4-3-3 nya, hanya saja pelatih Rahmat Idris mengganti posisi kiper utamanya yaitu Muksin di ganti dengan Markus yang dalam pertandingan melawan Persib FC U19 kemarin bermain sangat baik dan tidak kebobolan.
__ADS_1
Rahmat Idris di pertandingan kali ini juga mengganti penyerang tengah utamanya Dani. Ia diganti oleh Ali yang kemarin bisa mencetak gol melawan Persib FC U19.
Seperti melawan Persib FC U19 peran Ali dalam penyerang tengah ini sebagai Defensive forward yaitu penyerang yang akan menekan para pemain bertahan lawan, juga mengejar dan merebut bola dari pemain lawan, penyerang akan bertendensi untuk menyerang bersama-sama dengan penyerang lain ketimbang menerobos lini pertahanan sendirian.
Stamina Ali yang di atas rata-rata dirasa cocok untuk bermain dalam peran ini. Ia tidak mempunyai Dribbling, Passing dan Speed yang baik, dimana hal itu akan menyulitkan bagi seorang pemain depan dengan peran yang biasa saja.
Cianjur FC U19 memakai formasi 5-1-3-1 bertahan, kekuatan mereka berada pada Bek sayap di kedua sisinya yang mempunyai kelebihan dalam segi stamina dan kecepatan.
Mereka juga mempunyai gelandang bertahan yang sangat bagus yang berperan sebagai Deep-lying playmaker yaitu seorang pemain ditugaskan untuk mengatur ritme dan tempo permainan, serta juga punya tanggung jawab dalam membuka ruang permainan guna bisa mencetak gol, sekaligus membantu pertahanan ketika diserang oleh lawan.
.
.
Update Status Nilai
[ Ali Heryandana, Pemain Depan, Level 2 ☆☆ ]
[ Tantangan Harian ] ○
[ Poin Kontribusi 0 ]
[ Atribut Pemain ] [ Max. 20 ] ●
-[ Aerial 5 ] [ Red ]
-[ Dribbling 5 ] [ Red ]
-[ Passing 5 ] [ Red ]
-[ Shooting 10 ] [ Red ] [ 18.5 % ]
-[ Technique 5 ] [ Red ]
-[ Tackling 5 ] [ Red ]
-[ Speed 5 ] [ Red ]
-[ Stamina 15 ] [ Yellow ]
-[ Strength 8] [ Red ]
[ Spesial Ability ] ●
__ADS_1
-[ Positioning 11 ] [ Yellow ]