
Di dalam mobil ketika pulang selesai dari rumah Zola.
"Nda kita harus cari si Zola! kamu pasti tau cara nyariin dia ... iya kan?" Ali sedikit memaksakan kehendaknya menemukan Zola karena ia tahu akan mendapatkan nilai yang banyak dalam sistem apabila ia bisa menemukan Zola.
"Ya ampun Al, itu kan berbahaya, kita harus masuk ke sarang harimau ke tempatnya geng-geng motor." Minda yang kelihatannya kurang setuju dengan keinginan dari keras dari Ali.
"Betul Li, taruhannya nyawa lo?" timpal Reza.
"Tanggung!" Ali lalu menatap ke depan dengan tatapan yang sangat serius, "Kita udah sejauh ini mencari Zola, seharusnya kita jangan berenti di tengah jalan ... aku yakin sebenarnya Zola itu mempunyai hati yang baik dan bukan keinginannya untuk menjadi ketua geng motor, itu hanyalah pengaruh buruk dari kakaknya yang bejat itu ...."
Mendengar perkataan dari Ali, hati Minda dan Reza sedikit tersentuh namun ...
"Tumben kamu bisa ngomong kaya gitu Li! He he he ...." Reza justru terkekeh merasa lucu dengan cara bicara yang tidak biasa di Perlihatkan oleh Ali.
"Iya Al, Aku baru tau kamu bisa ngomong sebijak ini" Minda pun menimpali seraya menahan senyumnya.
"Nda ... Za ... aku serius mau menemukan Zola jangan di anggap becanda terus dong ...." Ali yang merasa sedikit tidak dianggap lalu memohon, "Nda tolonglah kekasihmu ini, kita cari Zola yaah ... rasa cinta dan sayangku akan bertambah banyak lagi yang akan kucurahkan kepadamu, nanti aku akan le-."
"Ah, sudah nggak usah gombal jijik aku, iya nanti aku bantu nyari Zola, karena sebenarnya memang kita sudah lumayan jauh mencarinya sayang juga kalo berhenti di tengah jalan." Minda memotong ucapan dari Ali yang sudah mulai mengawur.
"Siyaap, aku juga akan bantu ...." timpal Reza.
Di malam yang cerah itu ketiga anak manusia itu pun pulang kembali ke rumah masing-masing.
.
Di kantin sekolah ketika jam istirahat.
Ali mendapatkan WA dari Minda.
[Al, aku sudah tau dimana biasanya geng motor Zola ngumpul.]
[Mantap, kamu memang paling bisa diandalkan Nda, dimana tempatnya?]
[Nggak usah tanya tempatnya dimana, aku udah punya rencana, nanti malam kita ke sana yah?]
[Okeeh.] Ali sebenarnya masih penasaran dengan tempat dan rencana apa yang akan dilakukan oleh Minda, tetapi Ali tidak bisa memaksa dan menanyakan kepada Minda karena ia tahu tak akan di balas juga pertanyaan itu.
"Za ... malem sehabis latihan kita ngumpul bareng Minda yah ...," ajak Ali kepada Reza, "Dia udah tau tempatnya geng Zola biasa ngumpul dimana."
__ADS_1
"Owh gitu ... hebat juga pacarmu itu, semua bisa dicarinya dengan cepat, kalo ga salah teman bapaknya kan Maria semua Li ...."
"Mafia? maksud kamu orang jahat Za?" tanya Ali penasaran, namun Reza lalu berdiri dan terus berjalan menuju tempat pembayaran kantin tidak mengindahkan pertanyaan Ali.
"Za! aku tanya kamu malah pergi, woi!!!"
.
Pada malam hari selesai latihan.
Ali, Minda dan Reza dengan mobil pergi menuju tempat ngumpul geng motor dari Zola yang lokasinya sudah diketahui oleh mata-mata suruhan Minda.
"Kita ke arah pasar ini Nda? memangnya geng motor Zola nih ngumpulnya di pasar yah?" Ali yang penasaran bertanya tanpa arah tujuan ke siapa, karena matanya hanya lurus ke depan jalan.
"Memang di pasar Al, sepertinya bekas gudang gitu, aku juga belum tau pasti ...." Minda yang serius menyetir mobilnya sembari melihat handphone nya membaca titik GPS.
"Oke ini tempatnya ...."
Mereka turun didepan gudang yang lumayan besar itu.
"Ko sepi yah? kaya nggak ada kehidupan di gudang ini ...." Ali yang memandangi gudang besar itu lalu mendorong dengan halus Minda untuk masuk duluan ke gudang itu, "Nda ayo kita masuk ...."
"Okee, aku duluan aja yang masuk ...." ucap Reza.
Reza mencoba membuka pintu gudang itu, yang ternyata tidak di kunci, masuk ke dalam gudang tidak terlalu jelas di dalamnya karena gelap.
Mereka sampai di ujung gudang yang terdapat ruangan lain, Reza pun masuk ke ruangan itu lalu ia melihat ada sesosok pria muda dengan hanya memakai ****** ***** saja sedang tergeletak tidak berdaya di lantai.
"Zola!" seru Ali.
"Aww!" jerit Maudy yang terkejut melihat kondisi Zola yang sekarat, Reza lalu membawanya keluar ruangan.
"Kamu kenapa Zo ... kenapa jadi begini kamu?" tanya Ali yang khawatir.
"Li ini bajunya Zola, cepat pakein, kita harus cepat keluar dari gudang ini" Reza sambil mengawasi area gudang itu takut-takut nanti ada orang datang masuk ke gudang.
Akhirnya mereka ber empat keluar dari gudang itu, namun ...
Tiba-tiba geng motor datang tepat ketika Ali dan yang lainnya itu mau masuk ke mobil.
__ADS_1
"Woooi!!! mau ngapain looh!!!" teriak Alex yang sekarang sudah menjadi ketua geng motor itu.
"Za cepat masuk ke mobil! kamu yang nyetir yaah!" Minda melempar kunci mobil ke Reza lalu masuk ke dalam mobil di ikuti Ali yang sedang menggendong Zola lalu masuk juga ke dalam mobil juga.
Reza men starter mobil dengan cepat langsung melajukan mobilnya dengan kencang, sementara Minda menelepon ...
"Om dimana?"
Geng motor pimpinan Alex lalu mengejar mobil yang di kendarai oleh Reza.
Mobil yang melaju kencang itu lalu di apit oleh beberapa motor di samping motor itu, dan ...
Dari arah berlawanan muncul cahaya yang sangat menyilaukan yang memaksa mobil dan motor itu harus berhenti karena Singaraja membutakan mata.
"Ah! lampu depan mobil siapa itu!!! aku nggak bisa liat jalan ...." teriak Reza sembari menginjak rem dengan mendadak.
Tidak lama keluar pria-pria dewasa berbadan tegap dan berotot turun dari mobil yang berada di depan.
Minda lalu keluar dari mobil, "Om Aldi!!! kenapa lama banget datengnya!!!" Minda lalu menunjuk ke arah geng motor dari Alex tersebut, "Itu bocah yang gejar-ngejar Minda terus, diburus ya om ...."
"Gampang ... udah kamu pulang sana, biar bocah-bocah ini Om yang ngurusin ...."
"Oke ... biar mampus looh, sok-sok an buat geng motor, lawan niih geng mobil Om aku ha ha ha ha ...."
Minda kemudian masuk ke dalam mobilnya.
"Za, gantian sekarang aku aja yang nyetir." Minda meminta Reza untuk bertukar supir kembali.
"Okee ...."
Mereka lalu pergi meninggalkan tempat pertemuan antara geng motor dan geng mobil tadi, tiba-tiba ...
"Percuma kalian menolong aku ...." Terdengar lirihan suara dari Zola, "Aku tidak akan selamat, mereka pasti akan melaporkan ku ke polisi karena telah banyak melakukan tindak kriminal selama menjadi ketua geng motor ...."
"Apa maksudmu Zola? memangnya kamu telah melakukan apa saja selama menjadi ketua geng motor itu?" Ali dengan polos bertanya kepada Zola yang sedang sekarat.
"Ya ampun Li, kami polos banget siih, udah jangan di tanyain si Zola lagi lemes banget dia," timpal Reza.
"Udah tenang aja kamu Zola nanti biar Om aku yang urus itu ... kita sekarang ke IGD dulu aja ...."
__ADS_1