
Lara terpaksa mengajak Al untuk syuting hari ini. Dan hal itu membuat beberapa kru menjadi kaget.
"Maaf, tidak ada yang menjaganya. Aku janji dia tidak akan mengganggu pekerjaan ku," kata Lara memohon pada sutradara.
Sutradara menatapnya lama, jelas sekali dia agak kesal. Anak itu masih dua tahun, sebenarnya tidak cocok dibawa ke lokasi syuting. Tapi mungkin Lara benar, tidak ada yang menjaganya jadi terpaksa hari ini ikut.
"Baiklah, ayo mulai...." semua kru sudah siap termasuk lawan main Lara.
Namun saat akan take adegan tiba-tiba Al mengantuk dan mulai menangis.
Sutradara menggelengkan kepalanya jelas dia memang kesal karena pekerjaan menjadi lebih lama dan Lara nampaknya juga tidak fokus hari ini.
"Syuting kita tunda besok saja. Dan Lara, sebaiknya kau bawa pengasuhnya kemari,"
"Eh, jadi kita tidak jadi syuting?"
"Hasilnya tidak maksimal. Lebih baik besok saja,"
"Oh,baiklah...aku minta maaf," Lara merasa bersalah.
Lara memangku Al dan menepuk pahanya dengan lembut. Tidak lama kemudian Al benar-benar sudah tidur. Lara lalu membawanya ke mobil dan mereka pulang.
Namun saat dirumah, Lara kaget, karena seperti mendengar suara orang bicara dengan keras, dia segera masuk dan melihat dua pria sedang bertengkar.
"Itu...bukankah suaminya mbak Irene?" Lara segera menidurkan Al di sofa.
Apa yang terjadi?
"Awalnya aku percaya jika kau dan Irene tidak ada apa-apa. Sekarang aku tahu semuanya. Kalian berdua telah menusukku dari belakang. Lihat apa yang akan aku lakukan pada kalian berdua!"
"Ini murni kesalahan ku. Jangan sakiti Irene. Dia tidak bersalah!"
__ADS_1
"Tutup mulutmu! Pria brengs*k!"
Pria itu langsung pergi dan berpapasan dengan Lara di pintu. Lara hanya terpana dan tidak mengerti kenapa dia bisa tahu perselingkuhan suaminya dengan istrinya itu.
"Zaki....kau tidak papa?"
"Lepaskan!" Zaki mengibaskan tangan Lara yang mencoba menyentuh luka di bibirnya karena di pukul oleh Bobi.
"Bibirmu terluka. Biar aku obati...." Lara tidak bisa melihat pria yang dia cintai terluka. Seberapapun dia di lukai, namun tetap tidak ingin orang lain menyakiti pria yang dia cintai.
Zaki akhirnya diam dan membiarkan Lara membersihkan darah lalu mengobati bibirnya.
"Kenapa kalian bertengkar? Apakah dia sudah tahu semuanya?" tanya Lara sambil menutup kotak obat.
Zaki membuang wajahnya menatap kesamping.
"Bukan urusanmu. Bawa Al dan masuklah ke kamar mu!" hardik Zaki.
"Tapi...." Lara menaruh kotak obat di lemari dan menggendong Al lalu naik ke kamarnya.
Hari ini mereka tidak jadi ke pengadilan karena penolakan mamanya juga karena Al tinggal bersama mereka.
Ah, aku benar-benar gila memikirkan mereka berdua. Aku cemas. Apa yang akan mereka berdua lakukan selanjutnya? Jika mereka berdua akan menikah, maka aku akan di usir dari rumah ini.....
Diam-diam Lara keluar dan melihat ke bawah. Dia menatap Zaki yang mondar-mandir di meja makan. Jelas sekali wajah Zaki begitu tegang.
Dia pasti bingung memikirkan apa yang akan dia lakukan? Kau sangat mencintai Irene. Kau tidak mungkin membiarkan dia menderita ataupun karirnya hancur. Kau mungkin hancur, tapi aku tidak yakin, Zaki akan menghancurkan karir wanita itu jika scandal ini tersebar di publik.
Kadang aku iri dengan mbak Irene. Dia dicintai dua pria dengan begitu besar. Yang satu suaminya yang selalu ada bersamanya,dan satu lagi suamiku, yang rela mengorbankan apapun demi dirinya. Mereka berdua benar-benar pria bodoh! Ck!
Lara lalu masuk kedalam dan menutup pintu dengan pelan. Tapi dia benar-benar tidak bisa tidur dengan apa yang baru saja terjadi.
__ADS_1
.....
Bobi kembali kerumahnya dan Irene sudah menunggunya di ruang tamu. Entah darimana Bobi tahu hubungan gelapnya dengan Zaki. Irene tidak tahu karena semua terjadi begitu tiba-tiba.
Bobi lalu duduk di hadapan Irene. Dia menatap tajam wajah istrinya itu dan tatapannya benar-benar seperti pedang yang terhunus saat ini.
"Tinggalkan dia. Aku akan melupakan semua yang terjadi...." kata Bobi menatap istrinya yang cantik bak boneka Barbie itu.
"Apa yang kau lakukan padanya?"
"Aku hanya memukulnya dan membuat bibirnya berdarah. Jangan khawatir, dua hari juga akan sembuh. Jauhi dia, sebelum aku mengeluarkan jantungnya dari dalam tubuhnya!" kata Bobi dengan ancaman sadis yang tidak main-main.
Nafas Irene langsung tersengal-sengal dan sesak. Sepertinya ancaman suaminya tidak bisa diremehkan.
"Jangan sakiti dia. Aku akan meninggalkan nya..." kata Irene dengan jantung yang berdebar sangat kuat.
"Bagus! Sekarang, lupakan semua yang terjadi. Aku sangat mencintaimu dan aku tidak bisa membiarkan kau pergi dariku..." kata Bobi mengambil tangan Irene lalu mengajaknya ke kamarnya.
Irene tidak bisa berbuat apa-apa selain menurut dan memejamkan matanya karena saat ini dia sudah tidak bisa bertemu lagi dengan pria yang dia cintai. Tanpa terasa airmatanya menetes di pipinya.
Bobi mematikan lampu dan mulai menarik selimut untuk menutupi dirinya juga Istrinya. Mereka akan bercinta malam ini. Dan Bobi berencana untuk membuahi dan membuatnya tidak bisa pergi bersama pria manapun dan tetap akan menjadi istrinya selamanya.
Irene, demi keselamatan Zaki, dia tidak bisa pergi padanya, suaminya bukanlah pria biasa yang akan melepaskan dirinya begitu saja. Dia berkuasa akan uang dan juga kedudukan.
Selesai bercinta, Irene memblokir nomor Zaki. Dan kini dia tidak bisa bertemu sama sekali dengan Zaki karena ada dua penggawal orang suruhan suaminya yang terus mengawasi dirinya.
.
Lara terbangun di pagi hari. Dia turun ke bawah. Dia kaget saat melihat Zaki tidur di sofa semalam an. Dan saat dia mendekati nya dia terkejut melihat bantal itu basah di dekat matanya.
"Bagaimana aku bisa menggantikan sayapmu yang patah? Bagaimana aku mengobati hatimu yang terluka. Aku tidak tahu harus berbuat apa melihat kau seperti ini...." Lara sangat sedih melihat pria yang dia cintai menangis dalam tidurnya.
__ADS_1
"Lukamu pasti sangat dalam. Jika tidak kau tidak akan menangisi wanita itu seperti ini. Wanita itu sangat egois. Dia bahkan tidak tahu jika kau terluka karena dirinya. Dia terus saja membuatmu menjadi lilin bagi dirinya. Kau sungguh bodoh! Kau bodoh! Karena kau jatuh cinta pada wanita yang sudah menjadi istri orang lain...." Lara memarahi Zaki ketika dia sedang tidur.
Dia lalu mengambil tisu dan menyeka bekas airmatanya tanpa membuat nya bangun.