
Beberapa bulan kemudian,
Irene akhirnya tetap berpisah dengan Bobi dan disaat yang sama Lara melangsungkan ulang tahun pernikahannya dengan Zaki di sebuah hotel mewah. Empat tahun yang berbeda dirasakan Lara saat ini. Tiga tahun yang lalu, setiap tahun aniversary di lakukan hanya untuk formalitas saja. Untuk menutupi hubungan Zaki dan Irene.
Tapi kali ini, semua terasa berbeda. Sungguh di luar dugaan jika akhirnya dia jatuh cinta pada Zaki. Pria yang awalnya mencintai wanita lain dan menjadikan dirinya sebagai istri bayaran saja.
"Selamat untuk kalian berdua. Mama dan papa bahagia melihat kalian akur seperti ini...." mamanya menatap Lara dan Zaki dengan tatapan hangat. Baginya mereka berdua tetaplah anak-anak yang jiwanya masih labil. Karena itulah dia selalu memberi nasehat untuk tidak berpisah.
"Ma... terimakasih. Sudah menganggap aku seperti putrimu..." Lara memeluk ibu mertuanya.
Papa dan mama Zaki sangat menyayangi Lara. Tidak peduli jika pernikahan mereka awalnya hanya kesepakatan saja.
Zaki tersenyum menatap Lara dengan lembut. Salah satu tangannya menggenggam tangan Lara dengan erat. Wanita ini sangat tulus mencintai nya. Bahkan saat Zaki telah pergi pada wanita lain, dia tetap mencintai nya. Dimana dia temukan cinta seperti yang Lara berikan padanya? Pada diri Irene? Sepertinya Zaki mulai melupakan dirinya.
Zaki lalu melayangkan pandangan nya pada tamu yang baru datang dan berjalan kearahnya. Dia adalah Bobi yang tidak lain adalah mantan suami Irene. Dia datang karena mereka terikat bisnis dan pekerjaan. Mau tidak mau Zaki tetap mengundangnya. Namun bukan hal itu yang membuat Zaki terheran, melainkan seorang wanita yang bersamanya. Wanita itu adalah sekretaris Bobi yang sering berpapasan dengan Zaki saat di kantor.
"Selamat untuk kalian berdua," mereka berdua menyalami Zaki. Dan sekilas Zaki melihat masing-masing dari mereka memakai cincin yang sama. Apakah artinya mereka telah bertunangan? Zaki teringat akan Irene. Namun kali ini, dia memilih untuk tidak mencemaskan wanita yang dulu dia cintai itu.
Ini sudah pilihannya, sebaiknya aku berhenti memikirkan dirinya. Aku hanya berharap, dia menemukan pria yang bisa membahagiakan dirinya, batin Zaki sambil tersenyum.
Bobi menepuk pundak Zaki sambil tersenyum padanya, seakan dia sudah melupakan jika mereka pernah ada masalah sebelumnya.
Tamu yang datang berikut nya adalah CEO. Dia juga datang dengan seorang wanita. Mereka berjalan kearah Zaki dan Lara untuk bersalaman. Lara terpana melihat betapa cantiknya wanita yang bersama CEO ini. Sangat cantik, batinnya.
"Selamat untuk kalian berdua,"
"Terimakasih,"
"Kenalkan ini adalah sepupu ku dari Amerika," kata CEO.
__ADS_1
"Hai..."sapanya.
"Namaku Jane. Dan aku datang untuk menyelamatkan dirinya," bisiknya pada Lara.
CEO nampak tersenyum kecil melihat Jane bercanda pada Lara. Lara melirik CEO dan tersenyum kecil juga. Dia ternyata salah menduga. Padahal jika mereka berpasangan, mereka terlihat sangat cocok. Yang satu tampan dan gagah, yang ceweknya cantik dan anggun.
Tamu berikut nya sungguh mengejutkan. Dia adalah Irene. Dengan percaya diri dia datang tanpa siapapun.
"Apakah kau yang mengundangnya?" bisik Lara di telinga Zaki.
"Hem...iya..." jawab Zaki.
"Kenapa dia datang sendiri?" tanya Lara.
"Karena dia baru saja bercerai...." jawab Zaki tenang. Namun Zaki bisa melihat gurat kecemburuan di wajah Lara melihat Irene datang dengan dandanan yang cetar dan mempesona.
"Jangan terlalu lama melihatnya, nanti kau ...." ucap Lara saat melihat Zaki menatapnya. Zaki lalu meremas jemari Lara dan menggenggamnya erat, lewat genggaman tangannya dia mengatakan kekuatan cinta yang baru, yang dia miliki untuk Lara.
Beberapa pria menoleh ke arah Irene. Mereka nampak mengagumi kecantikannya. Dan hanya Zaki yang menganggap kecantikan Irene biasa saja, saat ini terlihat di matanya.
"Selamat...."
Irene menggenggam tangan Lara.
"Tak ku sangka kau ternyata musuh didalam selimut...!" ucapnya tajam.
"Itu tidak benar..." Lara akan meneruskan ucapannya tapi Zaki menyambung nya.
"Aku mohon jangan kacaukan acara ini..." ucap Zaki saat Irene melirik padanya dengan genit.
__ADS_1
"Jika kau bosan dengannya, kau bisa datang padaku kapan saja. Aku masih menunggu mu..." ucapan Irene benar-benar membuat Lara melotot.
Zaki menarik Lara menjauh dari Irene.
"Jangan dengarkan dia,"
"Tapi...dia benar-benar tidak tahu malu. Di acara ulang tahun pernikahan kita dia berkata seperti itu..."
"Jangan rusak suasana hatimu karena orang lain," Zaki menarik Lara berdiri berhadapan.
Salah satu tangannya lalu meluk pinggang nya yang ramping. Dan alunan musik mulai di putar. Dari jarak tidak begitu jauh, nampak Irene kesal melihat Lara dan Zaki berdansa bersama dengan mesra.
Zaki terus berusaha meyakinkan Lara agar suasana hatinya tidak merusak acara hari ini.
"Lihat aku...." kata Zaki lagi. Kali ini wajah mereka begitu dekat.
Dan tiba-tiba Zaki mencium Lara di hadapan semua orang di pesta itu. Kini, Lara benar-benar yakin jika Zaki sudah berubah. Dia tidak terpengaruh lagi dengan Irene, sang mantan.
Irene menunduk, tak ingin melihat hal itu. Sementara Zaki terus memperlakukan Lara dengan mesra di hadapan semua orang.
Pada akhirnya, Lara mendapatkan cintanya yang dia pendam diam-diam selama ini. Dan mereka menjalani kehidupan yang bahagia. Karena Zaki juga mulai menyukainya. Cerita masa lalu telah dia kubur kedalam palung hati yang terdalam. Meskipun mantannya masih berusaha menariknya kembali, namun Zaki tidak lagi menghiraukan nya.
End.
Hai teman-teman 😍
Terimakasih sudah mampir dan membaca kisah Lara dari awal hingga akhir 🙏
Semoga teman-teman semua terhibur dan maaf jika ada salah kata dan penulisan dalam karya ini.
__ADS_1
Karena ini masih suasana lebaran, otor ucapkan minal aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin 🙏😍