Skandal Pernikahan (Diam-diam Mencintaimu)

Skandal Pernikahan (Diam-diam Mencintaimu)
Bab 15 Salah paham


__ADS_3

Irene bertengkar dengan Bobi di jalan, hingga dia turun dan berlari ke rumah Zaki.


"Irene! Tunggu!" Teriak Bobi saat dia lari.


Bobi hanya bisa menarik nafas dalam, melihat istrinya pergi pada Zaki.


Dia bersalah karena telah menuduh Irene masih menemui Zaki diam-diam hingga mereka bertengkar. Sedangkan Irene, sejak saat itu dia sama sekali tidak bertemu dengan Zaki. Mereka bertengkar karena kecemburuan Bobi padanya.


Irene baru saja mengingat kejadian beberapa menit yang lalu antara dia dan suaminya.


Irene duduk di samping Zaki dengan tatapan kosong. Dia mengatakan jika akan berpisah dari Bobi. Dia tidak bisa lagi berpura-pura untuk mencintai suaminya itu. Namun, apa yang terjadi?


Jawaban Zaki sungguh tak terduga. Dia tidak bisa menerima Irene kembali padanya saat ini. Entah apa sebabnya, hingga dia memilih untuk menyuruh Irene pulang ke rumah suaminya.


"Irene, maafkan aku. Sepertinya.aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita. Aku akan mengantarmu kembali kepada suamimu...." kata Zaki perlahan.


"Tapi...tapi kenapa?" Tentu saja Irene terkaget-kaget di buatnya. Dia sudah menyusun rencana untuk kembali padanya dengan susah payah.


"Ini demi kebaikan kau dan aku. Aku baru menyadari jika aku membuat kesalahan besar," kata Zaki lagi. Dia saat ini tidak bisa menerima Irene. Selain karirnya sudah hancur, dia tidak mau karir Irene dan Larasati juga hancur karena scandal yang mungkin akan lebih heboh lagi.


"Jadi...kau hanya mempermainkan perasaanku?" Irene menatap sedih tepat di manik mata Zaki.


"Tidak. Tapi, kita tidak bisa bersama lagi. Aku sungguh-sungguh minta maaf padamu," kata Zaki lalu bangun dan berdiri memunggungi Irene. Salah satu tangannya mengusap beberapa titip airmata yang jatuh ke pipinya.


"Aku akan mengantarmu pulang," kata Zaki berbalik.


"Jika itu keputusan mu. Baiklah...." Irene pergi dengan langkah terseret penuh kekecewaan.


"Biar ku antar kau pada suamimu,"


"Tidak perlu! Aku bisa sendiri!" Irene menepis tangan Zaki dan dengan berurai airmata dia keluar dari ruang tamu itu.


.....

__ADS_1


Sementara Lara didalam kamarnya, dia mengemasi barang-barang miliknya dan dia masukkan ke dalam koper. Jika melihat hal tadi, bisa dipastikan suaminya dan Irene akan hidup bersama. Sebelum dia diusir dan merasa lebih terhina lagi, dia akan pergi dari rumah Zaki.


Irene turun menggendong Al malam ini dengan menyeret koper. Dia melihat ruang tamu tidak ada orang lagi. Dan dia berfikir jika Zaki dan Irene saat ini sudah masuk ke kamar Zaki.


Dia menoleh sekali lagi ke kamar itu, dan hatinya bagai di iris sembilu membayangkan suaminya berada di dalam kamar bersama Irene.


"Jika dia tinggal disini. Untuk apa aku disini? Aku benar-benar bodoh!"


Lara bermonolog sendiri dan tersenyum pahit.


"Aku tidak bisa melihat mereka berdua bangun bersama besok pagi dan keluar dari kamar yang sama,"


Lagi-lagi Lara bermonolog sebelum memegang gagang pintu.


"Ayo nak, kita pergi dari rumah ini. Sebelum kita di usir...."


Lara keluar dari rumah yang sudah dia tempati selama tiga tahun lamanya. Pernikahan kontrak ini mungkin harus dia akhiri malam ini. Tak tahan rasanya melihat Zaki memeluk wanita lain di rumah dimana mereka tinggal bersama selama ini.


....


Zaki lalu naik ke kamar Lara. Kamarnya tidak di kunci, jadi dia langsung membukanya.


"Lara...." Dia memanggil Lara karena tempat tidur itu kosong.


Tiba-tiba saja dia melihat secarik kertas di atas lipatan selimut.


"Zaki, mari kita akhiri pernikahan kontrak ini. Demi kebaikan kau dan aku, juga Al,"


Kalimat singkat di tulis malam itu setelah memasukkan semua bajunya ke dalam koper.


"Lara.....!" Zaki langsung beranjak dan melihat ke kamar mandi. Ternyata Lara benar-benar pergi meninggalkan rumahnya.


Zaki terduduk lesu di pinggir ranjang. Dia kaget saat Lara memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kontrak ini secara mendadak. Tidak ada pertengkaran sebelumnya. Bahkan dia juga tidak pernah berhubungan lagi dengan Irene. Tapi kenapa Lara memutuskan untuk pergi, saat dirinya mulai nyaman dengan kehadiran nya.

__ADS_1


Zaki berlari turun ke lantai satu dan keluar dengan mobilnya. Dia akan mencari Lara di lokasi syuting.


"Hari ini, nona Larasati tidak ada jadwal syuting," jawab salah satu kru film.


"Ohh, terimakasih..."


Zaki bertolak akan pergi, namun tiba-tiba dia melihat sebuah mobil berhenti. Dan itu adalah mobil mewah milik CEO.


Lara sedang menggendong Al, nampak turun dari mobil CEO. Zaki sangat terkejut melihatnya, dia langsung memalingkan badannya saat mengetahui jika Lara bersama dengan CEO.


"Ohh, dasar bodoh! Untuk apa aku mencarinya? Pernikahan kita hanya kontrak. Dan dia sekarang sudah bekerja sama dengan pria yang lebih tajir,"


Zaki memalingkan badannya hingga CEO dan Lara berlalu dari hadapannya.


Setelah itu dia kembali ke mobilnya dan mengirimkan pesan untuknya.


"Jika kau ingin pergi pada pria itu, tinggalkan Al bersamaku..." Zaki mengirim pesan pada Lara.


Tidak lama kemudian, Lara membuka ponselnya. Setelah membaca pesan itu, roman wajahnya menjadi sangat sedih.


"Aku semakin yakin jika keputusan ku ini benar. Kau dan Irene akan menikah. Kau juga mendapatkan hak asuh Al," gumam Lara lirih.


CEO menatapnya sejenak dan mengamati perubahan pada wajahnya.


"Ada apa?" tanyanya penuh kepedulian.


"Setelah kami bercerai, kami dulu sepakat jika Al akan menjadi miliknya, dan aku bodoh karena aku setuju saat itu. Sekarang, aku merasa berat untuk berpisah dengan Al," Tanpa terasa airmatanya jatuh menetes di pipinya.


Dengan lembut, CEO menyeka air mata Lara dan memberikan bahunya agar ia bersandar padanya.


Lara dan Zaki rupanya telah salah paham. Mereka sama-sama menduga jika pasangan nya akan pergi pada orang lain.


Lara mengira jika Zaki akan menikahi Irene. Dan Zaki mengira jika Lara akan menikah dengan CEO. Kesalahpahaman ini membuat mereka ingin mengakhiri pernikahan kontraknya lebih cepat dari yang tertulis di surat.

__ADS_1


__ADS_2