Skandal Pernikahan (Diam-diam Mencintaimu)

Skandal Pernikahan (Diam-diam Mencintaimu)
Bab 24 Terusik


__ADS_3

Mereka berdua akhirnya pulang bulan madu setelah satu Minggu lamanya. Dan mereka di kejutkan dengan berita gugatan cerai dari Irene pada suaminya Bobi yang di layangkan dua hari lalu dan kini menjadi berita hangat di mana-mana.


Zaki baru saja sampai dirumahnya. Dia melihat surat kabar tentang gugatan cerai Irene dan kini membuat hatinya bimbang lagi.


Tiba-tiba saja dia yang baru sampai di rumah, berdiri dan akan keluar lagi.


"Zaki...kau mau kemana?" tanya Lara yang keluar dengan dua gelas minuman jus segar.


"Aku akan segera kembali. Aku hanya pergi sebentar," kata Zaki lalu segera meninggalkan rumahnya.


Lara yang terkejut lalu menaruh minuman yang tadinya untuk mereka berdua. Namun Zaki tiba-tiba pergi dan terpaksa dia minum sendirian saat ini. Saat sedang minum, matanya terpaku pada majalah di atas meja.


Dia mengambil majalah itu dan membaca bagian depannya.


"Jadi mbak Irene menggugat cerai suaminya? Apakah Zaki pergi menemui wanita itu lagi?" nampak Lara menjadi sedih saat melihat berita ini.


Padahal mereka baru saja bulan madu dan Zaki serta dirinya telah berjanji untuk saling menyayangi setelah pulang dari bulan madu. Bahkan Zaki melamar dirinya kembali dan berjanji untuk hidup bersamanya selamanya. Apakah setelah melihat berita ini sikapnya akan berubah lagi? Dia akan kembali menemui wanita itu dan meninggalkan dirinya? batin Lara dalam hati.


"Bagaimanapun, mereka pernah saling mencintai. Dan entah kenapa hatiku menjadi gelisah saat ini..." kata Lara melihat ke halaman rumahnya. Seakan berharap Zaki kembali dan mengurungkan niatnya untuk pergi.

__ADS_1


Zaki mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia menuju rumah Irene.


"Nyonya sudah tidak tinggal disini lagi. Nyonya pindah ke apartemen," kata salah seorang pelayan di rumah itu.


"Ohh, ya... terimakasih...."


Zaki segera berbalik ke mobilnya dan menuju apartemen milik Irene.


Tidak lama kemudian dia sampai di apartemen dan segera naik ke atas. Dia sampai di kamar Irene. Dia menelpon Irene dan ingin bicara dengannya.


"Aku ada di depan kamar apartemen mu. Aku ingin bicara dengan mu..." kata Zaki setelah Irene mengangkat teleponnya.


Tidak lama kemudian, pintu di buka dari dalam. Mata Irene nampak sembab karena dia baru saja menangis.


"Zaki...aku sangat merindukanmu. Aku tidak bisa kehilangan kau lagi...." kata Irene tiba-tiba membuat Zaki terpana.


"Duduklah. Ayo kita bicara...." Zaki memapah Irene ke pinggir ranjang.


"Aku terkejut kau menggugat cerai suamimu. Karena itu aku datang,"

__ADS_1


"Zaki, aku tidak bisa mencintainya. Aku sudah berusaha. Tapi aku hanya mencintai dirimu...." kata Irene dengan Isak tangisnya.


Zaki nampak menghela nafas dalam dan panjang. Bagaimana pun dia sudah berjanji pada Lara untuk bersama disisinya selamanya. Dan saat ini dia datang pada Irene, tidak lain hanya karena khawatir akan keadaanya saja.


"Irene...bukankah kau sedang mengandung?"


Irene nampak menggelengkan kepalanya.


"Aku keguguran. Dan karena itu kami bertengkar hebat. Lalu aku pergi dari rumah dan menggugat cerai dirinya," kata Irene tertunduk menatap lantai.


Masih terdengar jelas kemarahan Bobi karena dia keguguran di lokasi syuting. Bobi menyalahkan dirinya, dan karena itu Irene pergi dari rumah dan menggugat cerai suaminya.


"Jadi kau keguguran?"


Zaki nampak terkejut dan menatap sedih wajah Irene karena turut prihatin akan keadaan nya.


"Aku ikut prihatin. Tapi seharusnya kau tidak mengambil tindakan saat kau sedang marah,"


"Zaki, kau sudah berubah. Kau banyak berubah. Kau tahu, aku melakukan semua ini agar bisa bersamamu lagi. Aku benar-benar mencintai mu. Aku ingin hidup bersama denganmu selamanya," kata Irene dan kembali memeluk Zaki. Namun Zaki tidak membalas memeluknya. Dia hanya diam saja saat ini.

__ADS_1


Drttt...


Lara menelpon Zaki karena ingin tahu dia ada dimana saat ini.


__ADS_2