Skandal Pernikahan (Diam-diam Mencintaimu)

Skandal Pernikahan (Diam-diam Mencintaimu)
Bab 16 Harapan semu


__ADS_3

Lara saat ini berada dirumah orang tua Zaki. Tahap awal perceraian sedang di jalani.


"Tidak ada perceraian didalam kamus keluarga besar kami. Dari nenek moyang kami hingga kami sendiri," suara mama mertuanya menggelegar di ruangan itu. Lara hanya tertunduk menatap taplak meja tanpa berani mengangkat wajahnya.


"Dan kau menggugat putraku untuk bercerai. Kami tetap tidak menerimanya. Kalian tidak boleh bercerai. Sampai kapanpun tidak bisa aku ijinkan!" Nampak ibu mertuanya marah besar padanya.


"Putramu mencintai wanita lain. Apa yang harus aku lakukan?" Tiba-tiba saja Lara berani bicara meskipun lirih. Mengungkapkan kebenaran cintanya juga cinta suaminya.


"Apa? Maksudmu Zaki berselingkuh?" Ibunya terbelalak saat tahu jika putranya mengkhianati istrinya.


"Jika itu benar, aku akan bertindak untuknya. Tapi kau harus kembali ke rumah Zaki. Dia akan kembali padamu, kau harus ingat, satu pesanku. Kami tidak pernah mengijinkan anggota keluarga kami bercerai. Dan jika itu terjadi, hukumannya sangat berat," kata ibu mertuanya.


Setelah itu, Lara pamit pulang karena keputusan yang dia buat, telah gagal total. Keluarga Zaki tidak setuju ada perceraian didalam silsilah keluarganya.


...


"Aku akan menemui wanita itu. Jika dia tidak mau mundur, karirnya aku pastikan akan suram..." Ibu Zaki bermonolog sendiri.


Setelah Lara pergi, ibu mertuanya itu menelpon seseorang yang sangat dia kenal. Dan mereka akan bertemu saat ini juga.


Irene, wanita yang di duga melakukan hubungan terlarang dengan Zaki saat ini tengah duduk sendirian menunggu seseorang.


"Mereka tidak akan bercerai. Zaki dan istrinya akan tetap bersama hingga akhir. Sebelum scandal ini menghancurkan karirmu, aku mohon, jauhi putraku. Jangan temui dia lagi,"


"Bu, kami saling mencintai. Dan lagi, Zaki dan istrinya itu tidak benar-benar menikah. Mereka menikah dalam kontrak dan kesepakatan..."


Deg. Saat ini gantian ibunya Zaki yang kaget dan terpana.


"Meskipun begitu, bagi dunia, pernikahan mereka adalah nyata. Dan aku tidak peduli pada kertas kontrak itu. Mereka tetap tidak akan berpisah,"


Irene hanya tertunduk dengan sedih. Seakan semua pintu tertutup bagi cintanya.


Terlihat Bobi berjalan di kejauhan ke arah dimana Irene duduk menunggunya. Melihat itu, Ibunya Zaki pamit padanya.


"Kau sudah punya keluarga yang tepat, sebaiknya mulai hargai yang kau miliki," pesan ibunya Zaki sebelum beranjak pergi.


Irene diam saja dan hanya tertunduk. Satu menit kemudian, Bobi datang dengan bunga ditangannya.

__ADS_1


"Maaf, aku terlambat..." ucap Bobi sambil memberikan setangkai bunga mawar merah untuk istrinya sebagai permintaan maafnya.


Irene terkejut dan mengangguk pelan. Diam-diam mencerna makna di balik ucapan ibunya Zaki tadi.


....


Sementara Zaki sedang di marahi habis-habisan oleh ayahnya saat ini.


"Jadi kau menjadi pengangguran sekarang? Demi wanita itu? Lihat aku? Apakah ayahmu ini pernah berselingkuh dari ibumu? Kami hidup bersama hingga kau dewasa. Kami sangat menghargai pernikahan kami dan lihatlah dirimu? Kau membuat kamu malu!"


"Aku dan dia sudah tidak bertemu lagi," jawab Zaki. Yang di maksud ayahnya adalah Irene, dan hubungan gelap bersamanya.


"Minta maaflah pada istrimu. Dan jangan pernah ulangi lagi perbuatanmu itu!" nasehat ayahnya saat mereka hanya berdua saja.


Tiba-tiba ibunya yang baru saja bertemu dengan Irene masuk dan menatap tajam wajah Zaki.


"Aku baru saja bertemu dengan wanita itu. Dia berkata jika pernikahan putramu itu hanyalah kontrak dan kesepakatan saja!" Ibunya berdiri disamping suaminya dan menunjuk wajah Zaki dengan sangat marah.


"Apa!" Kali ini suaminya tak kalah terkejutnya.


Plakkk!


Kepala Zaki di pukulnya dengan keras. Zaki diam saja dan tidak menghindar.


"Kau memang kurang ajar!" Ayahnya akan memukul sekali lagi. Tapi istrinya mencegahnya.


"Dia harus memperbaiki kesalahannya!" kata ibunya dengan lantang.


Ayahnya akan menyerang Zaki lagi dengan penuh emosi kali ini. Dia sangat marah dan terluka. Ternyata selama tiga tahun ini, putranya telah menipunya juga semua keluarga besarnya.


"Anak konyol!" Teriaknya sambil menggertak kan kedua gigi gerahamnya.


"Hiks...hiks....jika orang tahu kelakuan mu ini. Bagaimana kita akan bertemu orang lain. Mereka akan melontarkan hinaan pada prinsip keluarga kita,"


Istrinya sangat putus asa dan menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya.


Zaki tertunduk dalam diam dan sedang merasa bersalah pada kedua orang tuanya juga keluarga besarnya.

__ADS_1


....


Dirumah CEO, lara duduk disamping koper yang akan dia bawa pulang kembali ke rumah Zaki.


CEO duduk didekatnya dengan sedih dan kecewa. CEO berfikir jika Lara akan berpisah dari Zaki. Sehingga CEO akan menerima dirinya dan menjadi pelindung nya. Namun ternyata, sekarang dia harus patah hati karena harapannya hanya semu belaka.


"Aku minta maaf karena sudah merepotkan mu..." kata Lara sambil salah satu tangannya menutup koper berisi bajunya juga Al.


"Jangan ucapkan maaf dan terimakasih. Aku senang bisa membantumu. Tapi ngomong-ngomong, kenapa kau berubah pikiran?" tanya CEO karena menurutnya Lara tidak perlu kembali pada pria yang tidak menghargai dirinya


"Itu, karena keluarga Zaki, mereka tidak bisa melihat ada perceraian dalam silsilah keluarganya. Perceraian sangat dibenci oleh seluruh keluarga besarnya," jawab Lara setelah tadi bertemu dengan keluarga Zaki. Hingga membuatnya tidak bisa bercerai dan harus kembali kerumah itu lagi.


"Tapi jika kau tidak bahagia? Bagaimana?" CEO mencemaskan kebahagiaan orang yang diam-diam sudah mencuri hatinya.


"Sebenarnya, bagiku pernikahan ini seperti nyata. Kendati bagi Zaki hanyalah sebuah kertas saja," Memang benar, awalnya hanya kesepakatan, tapi entah sejak kapan, Lara melanggar kesepakatan itu dengan melibatkan emosi serta hatinya dalam cinta segitiga.


"Kau tahu, saat kau disini rumah ini terasa begitu sempurna. Aku merasa nyaman sebenarnya jika kau tetap disini," ungkap CEO dan membuat Lara menatapnya tajam.


"Kenapa begitu?"


"Karena, jika kau berpisah dari Zaki. Aku yang akan melindungi mu juga anakmu..." Akhirnya CEO mengungkapkan jika sesungguhnya dia menyukai Lara.


"Hh...."


Lara merasa tercengang mendengar pengakuan tulus CEO yang akan melindungi dirinya.


"Maafkan aku. Aku telah memberikan harapan semu padamu..." Lara merasa bersalah karena sikapnya yang membuat bingung semua orang.


"Bukankah aku lebih baik darinya?" CEO berusaha menahan Lara agar dia memikirkan kembali keputusannya untuk pulang pada Zaki yang sudah jelas menyakiti perasaannya.


"Kau lebih baik darinya dalam segala hal, karena itu, kau bisa mendapatkan wanita lain yang lebih baik daripada aku," Lara menolak cinta CEO dengan halus berusaha tidak menyinggung perasaannya.


"Hmm, jika kau ingin kembali kesini. Pintu rumahku selalu terbuka untukmu," ucap CEO setelah cintanya di tolak oleh Lara tapi dia tetap berharap didalam hati. Berharap suatu saat Lara akan mengetuk pintu rumahnya kembali dan menetap bersamanya.


"Tentu...." Lara berusaha tersenyum dalam suasana tegang yang membuatnya tidak nyaman ini.


CEO juga tersenyum kecil meskipun dalam hati kecewa. Dia berusaha untuk tidak lemah di hadapan wanita yang telah mencuri hati serta perhatian nya entah sejak kapan. Mencintai di waktu yang tidak tepat hanya akan meninggalkan luka bagi hati yang berharap. Apalagi jika sudah jelas, orang yang di cintai itu masih dalam ikatan pada hubungan lain. Seakan menggali kuburan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2