Skandal Pernikahan (Diam-diam Mencintaimu)

Skandal Pernikahan (Diam-diam Mencintaimu)
Bab 12 Cinta adalah melindungi mu


__ADS_3

Zaki keluar dari stasiun televisi yang ke lima. Dan saat berjalan ke parkir, dia berpapasan dengan Bobi yang baru saja menelpon seseorang.


"Bagaimana? Apakah kau berhasil?" tanya Bobi setengah menghina. Seolah dia sudah tahu jawabannya.


"Kau terus mengawasiku. Apakah kau tidak punya pekerjaan?" kata balik Zaki.


"Haha, aku hanya berfikir bagaimana jika kontrak istrimu juga di batalkan. Apa yang akan terjadi pada kalian berdua?"


"Jangan menyentuh pekerjaan nya! Aku peringatkan kau. Jika kau sampai menyentuhnya, maka aku bisa membunuhmu!" Zaki meradang karena bagaimanapun pekerjaan Lara sangatlah penting. Meskipun pernikahan mereka tidak nyata, tapi Zaki berjanji untuk melindungi pekerjaannya itu.


"Aku yakin, ada yang kalian berdua sembunyi kan. Jika saja aku tahu, maka hal itu akan menjadi bom waktu. Jika meledak...buuummm! Habislah kau!" ancam Bobi yang merasa sakit hati dan ingin menghancurkan Zaki.


Deg. Zaki kaget dan tiba-tiba dia sangat mengkhawatirkan Lara.


"Ku peringatkan kau untuk menjauhinya. Jika kau sampai menyentuh rambutnya satu helai pun, akan aku patahkan tanganmu!" dengan nafas tersekat, Zaki pergi ke mobilnya. Bobi tersenyum puas karena membuat pria yang di cintai istrinya itu kini seperti lalat dimatanya.


.......


Malam ini, Lara memasak masakan kesukaan Zaki. Entah kenapa saat Irene menemuinya tadi, Lara merasa ada celah yang bisa dia masuki dari hubungan yang sedang retak.


Hubungan Zaki dan Irene nampaknya bermasalah sejak suami Irene tahu segalanya. Tanpa sadar terbersit harapan dalam hati Lara untuk mengganti kan posisi Irene didalam hati Zaki.


Kreeekkk!


Zaki masuk dengan langkah kaki gontai, wajah nampak kusut dan berminyak. Bukan seperti Zaki yang biasanya ceria dan wajahnya kinclong bersinar. Nampaknya hari ini dia mendapatkan kerugian yang sangat besar, jika saja dia sedang bertaruh.


"Jika sudah mandi, makanlah. Aku sudah memasak masakan kesukaan mu," ucap Lara dan membuat langkah Zaki terhenti.


Dia lalu menatap Lara dari ujung kaki hingga ujung rambut.


"Apakah ada orang yang mengganggu mu?" tanya Zaki tiba-tiba teringat akan ucapan suami Irene itu.


"Tidak ada. Apa maksudmu?" Lara menjadi bingung.


"Aku akan naik ke atas dan mandi," kata Zaki berlalu tanpa menjelaskan pada Lara apa yang sudah terjadi. Perang dingin antara dirinya dan suami Irene sudah di mulai sejak suaminya tahu hubungan gelap mereka.


"Apa terjadi sesuatu? Sikapnya tidak seperti biasanya,"

__ADS_1


Lara berdiri menatap punggung Zaki hingga kaki terakhir nya tidak terlihat lagi di tangga.


Lara duduk dimeja makan dan menatap semua masakan yang masih mengepulkan asap karena baru saja matang.


"Mungkin dia tidak akan makan malam," Lara bicara sendiri. Dia menatap tangga sekali lagi, nampak sunyi dan tidak ada suara langkah kaki turun dari lantai dua.


.....


Jam 9 malam, Zaki turun dari lantai atas, perutnya lapar, jadi dia akan kebawah untuk makan sesuatu.


"Kenapa meja belum di beresin? Apakah burung beo itu tidak makan malam?" ucap Zaki lirih dan menoleh ke kamar Lara yang sudah gelap.


Zaki membuka tudung saji itu dan kaget saat melihat makanan semua masih utuh.


Zaki menarik nafas dalam dan seperti nya dia mulai bisa mengendalikan kekalahannya setelah merenung lebih dalam.


Dia naik ke atas dan saat akan membuka pintu, dia kaget karena Lara keluar dari kamarnya dan hampir saja mereka bertabrakan.


"Apa yang kau lakukan didepan kamarku?" tegur Lara sambil memegang dadanya.


"Sudah dari tadi. Kau sudah makan?" tanya Lara sambil menutup pintu perlahan agar Al tidak terbangun dan mencarinya.


Zaki menggeleng kan kepalanya sedikit.


"Kalau begitu, ayo makan bersama. Aku juga belum makan," ajak Lara.


"Kenapa kau belum makan? Apakah kau ingin sakit? Kau tahu jika kau sakit siapa yang repot? Aku?!" tiba-tiba saja Zaki bicara dengan nada tinggi memarahi Lara.


Lara kaget karena nada bicara Zaki yang marah-marah padanya.


"Jika aku sakit aku akan ke dokter. Aku tidak akan menyusahkanmu. Kau tidak usah khawatir!" jawab Lara dengan kesal.


"Kau bisa ke dokter. Lalu Al? Siapa yang akan menjaganya?" Zaki marah tanpa alasan dan sebab membuat mata Lara berkaca-kaca.


"Aku akan membawanya ke dokter juga. Jika aku sakit lalu dirawat dia akan bersama ku disana bersama suster. Tapi kenapa kau marah-marah padaku? Memangnya apa kesalahan ku? Jika kau kesal di luar, jangan lampiaskan didalam rumah! Dasar pria bodoh!"


Tanpa diduga, Lara memakinya dengan penuh emosional dan nada tinggi.

__ADS_1


Zaki mengejar Lara yang menuruni tangga.


Begitu berada tepat dibelakangnya, dia mengambil tangan Lara dan menariknya karena di bilang bodoh barusan. Dia sangat tersinggung.


"Apa kau bilang?!"


Sreeeettt!


Buuuukkkk!


Untung saja Zaki segera berpegangan. Mereka hampir saja tergelincir bersamaan ditangga. Dan tanpa sadar, Lara berada dalam dekapan Zaki berpegangan sangat kuat.


Beberapa detik mereka saling berpandangan, merasakan detak jantung yang berirama, dan satu detik kemudian, mereka saling memalingkan wajahnya.


"Dasar! Bisa-bisanya hampir membuat aku celaka!" rutuk Lara sambil berjalan meninggalkan Zaki.


Zaki berjalan di belakangnya dan menarik kembali tangan lara.


"Jika kau bilang aku bodoh lagi? Mati kau!" Ancam Zaki menatap tajam wajah cantik Lara dalam cahaya lampu yang tepat mengenai wajahnya.


Lara tidak menghiraukan nya. Dia hanya berdecak kesal salam hati.


Mereka makan malam bersama. Tidak ada pertengkaran, dan mereka sama-sama menikmati makan malam karena perut yang lapar.


"Sebaiknya kau hati-hati sejak sekarang..." kata Zaki tiba-tiba dan membuat lara terpana. Apakah dia tidak salah dengar? batinnya. Setalah bertengkar, tiba-tiba dia jadi sok perhatian.


"Memangnya kenapa?"


"Karena....." Zaki ingin mengatakan jika Bobi bisa saja mencelakai nya. Namun kata-kata itu tidak bisa keluar dari kedua bibirnya.


"Aku akan mengantarmu kemana kau pergi sejak sekarang,"


"Hah? Apa? Memangnya kau tidak sibuk?" Antara senang dan terkejut membuat Lara jadi tidak lapar lagi.


"Aku ingin cuti dari pekerjaan ku untuk beberapa bulan kedepan...." kata Zaki menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya jika sekarang dia sedang menganggur.


Bahkan dia sudah pergi ke stasiun televisi lainnya namun semua menolak bekerjasama dengannya.

__ADS_1


__ADS_2