Skandal Pernikahan (Diam-diam Mencintaimu)

Skandal Pernikahan (Diam-diam Mencintaimu)
Bab 9 Penolakan dari mama


__ADS_3

"Kau bertingkah seakan aku dan kamu adalah benar-benar suami istri! Lepaskan!" Lara berusaha melepas diri dari tekanan badan Zaki yang memepetnya di tembok.


"Dasar bodoh! CEO tidak boleh tahu jika kita menikah kontrak. Atau, karirmu akan tamat hari ini juga," Zaki berbisik di telinga Lara.


"Aku tahu!" Lara mendorong nya dengan kesal.


"Aku hanya memperingatkan dirimu. Kau boleh saja bodoh. Tidak menggunakan akal sehatmu saat bekerja sama. Kau gunakan hatimu lalu terbawa perasaan. Tapi kali ini, kau akan menyesal jika kau bersikap terbuka padanya," Zaki terlihat mengkhawatirkannya.


"Apa maksudmu?" Lara menjadi bingung dengan sikapnya ini.


"Seperti aku tidak tahu saja. Kau sedang menggunakanya sebagai pelarian bukan?"


"Apa? Pelarian apa?" Lara semakin bingung arah pembicaraan ini.


"Sudahlah. Aku tahu kau suka pria kaya seperti aku dan juga dia. Karena itu, kau memanfaatkan dirinya. Iya kan? Kau akan gunakan dia sebagai pelarian," Kali ini ucapan Zaki benar-benar menyinggung perasaannya.


Plakkk!


Satu tamparan mendarat di pipi Zaki.


"Kau keterlaluan! Bicara omong kosong! Kau sedang menghina diriku! Jika kau tidak mencintai ku tidak papa. Tapi jangan menghina harga diriku!" Pekik Lara dengan suara parau.


"Memangnya kau punya harga diri? Kau bahkan memasukan pria saat kau masih menjadi istriku. Dan kalian tadi duduk dekat-dekat kenapa seperti itu?" Zaki memegang pipinya yang baru saja di tampar oleh Lara.


"Sudahlah. Aku muak denganmu. Aku tidak mau bicara denganmu!" Lara mengusap air matanya, dan hatinya benar-benar terluka karena ucapan Zaki tadi.


"Aku juga. Aku menyesal kenapa bekerja sama dengan wanita seperti dirimu!" Zaki terbawa emosi sejak dia melihat CEO duduk sangat dekat dengannya tadi.


"Kalau begitu baiklah. Tidak usah menunggu satu Minggu. Kita bercerai besok saja!" Lara sudah terbawa emosi kali ini.


"Okey! Ayo kita sudahi semua ini!"


.....


Dan saat keluar, CEO sudah tidak ada diruang tamu. Lara mencarinya kesana kemari namun rupanya dia sudah pergi.


"Astaga. Aku bertengkar dengan Zaki. Dan aku membuat CEO membuang waktunya disini," Lara menyesal telah meninggalkan CEO diruang tamu sendirian.


"Aku harus menelpon dirinya,"


Ting!

__ADS_1


CEO sedang di perjalanan. Dia membaca pesan dari Lara.


"Aku ingin bertemu malam ini,"


CEO membalas pesan itu lalu tersenyum manis.


"Baiklah...."


Malam hari, Lara baru keluar dari kamarnya. Dia tidak memasak makan malam seperti biasanya. Dia membuka perlahan pintu kamarnya dan menatap kamar didepannya.


Dia berdiri lama disana dan seperti nya Zaki tidak ada dikamar itu. Lara lalu iseng mengintip di lubang pintu, dan kasur itu masih rapi. Artinya Zaki tidak ada didalam kamarnya.


"Kemana dia?"


Lara lalu turun ke lantai satu. Dan menoleh kebeberapa sudut ruangan, namun tidak melihat Zaki ada disana.


"Ck, pasti dia menemui wanita itu," gumam Lara dengan cemburu.


Lara lalu tertunduk dan memegang dadanya dan berbicara pada hatinya sambil menaruh kedua tangannya menempel di dadanya.


"Andai hatiku ini mau mendengarkan akal sehatku. Pasti aku tidak akan menjadi kecewa seperti ini, kenapa aku harus jatuh cinta pada pria yang menyebalkan seperti dirinya,"


Lara berdiri dan lama terdiam tanpa bergerak. Hanya menyesali karena dia jatuh cinta pada pria yang tidak tepat.


"Jika aku dan Zaki bercerai apakah aku masih bisa syuting film itu?" tanya Lara duduk berhadapan dengan CEO.


"Apa?" CEO sangat terkejut. Baginya ini membingungkan. Mereka baru saja pulang bulan madu, tapi akan bercerai, apakah Lara sedang bercanda, pikirnya.


"Setelah bercerai, masih bisakah aku menjadi pemeran utama film itu?"


"Ini membingungkan. Film itu kental dengan Hubungan suami istri yang romantis dan harmonis. Bagaimana kau dalam keadaan bercerai tapi kau berperan sebagai keluarga yang harmonis, latar belakang pemeran utama dalam kehidupan nyata sangat berpengaruh pada penonton," CEO menjelaskan karena dia sudah berpengalaman.


"Jadi bagaimana jika kami tetap bercerai?"


"Kau akan di ganti oleh pemeran lain. Kau tidak bisa syuting film ini lagi,"


"Apa?"


"Maafkan aku. Tapi nama baik serta popularitas mu sangat penting untuk sukses tidaknya film ini, Produser tidak akan mau mempertaruhkan uangnya untuk film yang akan gagal, karena pemeran utamanya mengalami konflik dan scandal,"


"Scandal bagaimana?"

__ADS_1


"Maaf, tapi sebenarnya tadi aku tanpa sengaja mendengar pembicaraan mu dan Zaki,"


Apa? Jadi CEO mendengar pembicaraan kami. Apakah dia tahu jika kami nikah kontrak? batin Lara.


"Maaf. Saya harus turun disini. Saya akan kerumah mamah mertua,"


"Kalau begitu, hati-hati,"


Lara segera bergegas turun dari mobil CEO. Dan CEO menatapnya lama melalui kaca spion. Dalam hati dia kecewa karena ternyata Lara menikah kontrak dengan Zaki.


....


"Bagaimana kalian akan bercerai? Mamah tidak setuju. Kalian tidak boleh bercerai!" kata mamah Zaki saat itu sedang berbicara di kamarnya. Zaki datang dan tiba-tiba berbicara soal perceraian.


"Kalian berdua pikirkan kembali. Jika ada masalah, selesai kan dengan kepala dingin. Baru pulang bulan madu malah ingin bercerai? Apakah kalian sedang menguji kesabaran kami?" Mamanya melotot i putranya itu.


"Mah, bukan begitu..."


"Pokoknya tidak! Mamah tidak setuju kau bercerai. Mamah tahu jika Lara gadis biasa, dan tidak selevel dengan kita. Tapi kau juga harus sadar, kalian sudah punya anak. Makanya mamah bilang, Lara harus merawat Al, dan tidak usah main film. Ini akibatnya kalau tidak mendengarkan orang tua,"


"Mah, kau tidak mengerti,"


"Sudah cukup! Sekarang, mamah tidak mau menjaga Al lagi. Kalian lah orang tuanya yang harus mengurusnya!"


"Suster, bawa Al kemari. Dan serahkan pada ayah serta ibunya. Harusnya mereka memikirkan nasib anak malang ini. Usia belum lima tahun tapi orang tuanya sudah akan bercerai. Anak jaman sekarang, benar-benar sulit di percaya!"


Lara terpaku di pintu dan mamah mertua menatapnya dengan tajam.


"Bawa Al pulang, dan rawat dia. Jadilah ibu yang baik, jangan egois dan hanya memikirkan karirmu saja!"


"Apa? Mah..." Lara terpaku.


"Kalian sekarang pulang lalu bawa Al bersama kalian. Suster, kau tetap disini....." kata mamanya Zaki.


"Tapi mah...." Zaki nampak bingung karena tidak menduga reaksi ibunya akan semarah itu.


Suster menyerahkan Al pada Lara. Akhirnya Zaki pulang bersama istri serta anaknya.


Selama dalam perjalanan, mereka berdua diam tanpa bicara sepatah katapun.


Bahkan saat sampai dirumah, Zaki langsung masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Lara menggendong Al sambil membawa koper kecil.

__ADS_1


"Tidak berperasaan! Bahkan dia tidak membantuku menarik koper ini..." keluh Lara dan menutup pintu kamarnya.


__ADS_2