
CEO sungguh berbesar hati menerima jika Lara lebih memilih Zaki daripada perlindungannya. Namun kabar baiknya adalah film yang di bintangi Lara begitu sukses di pasaran. Dan memberikan keuntungan besar untuknya juga Produser yang sebelumnya sempat ketar-ketir akan scandal pemain utamanya.
Lara dan Zaki saat ini tengah berbulan madu karena hadiah dari CEO. Mereka berkemah di pinggir pantai, dengan pemandangan matahari saat fajar dan senja yang sungguh memukau.
Berbalut pakaian dengan motif bunga-bunga yang dia kenakan nampak Zaki terus menatapnya dengan pikiran yang sulit di artikan.
Tiba-tiba saja dia bangkit dan membawa cincin yang kemarin dia beli untuk melamar Lara kembali. Kali ini untuk hidup selamanya di sisinya, dan bukan pernikahan sementara.
"Maukah kau menjadi istriku?" Zaki menunduk kan wajahnya dan berlutut di hadapan Lara.
Lara tersenyum sambil mengangguk tanda dia sudah memikirkannya.
"Untuk apa cincin ini?" tanya Lara terpaku pada cincin ditangan Zaki.
"Kita akan menikah setelah pulang dari sini," jawab Zaki melihat lekat wajah cantik Lara dari tempatnya berlutut.
"Kenapa menikah lagi? Bukankah kita sudah menikah dan sekarang aku masih resmi istrimu?" Lara tidak ingin suasana menjadi kaku karena lamaran Zaki ini.
"Apa!?" Tangan lara terulur padanya dan Zaki meraihnya sambil berdiri perlahan lalu berjalan mendekat ke hadapan Lara.
__ADS_1
"Zaki, kita masih suami istri. Kita belum bercerai, tidak perlu menikah lagi. Kita hanya perlu memperbarui janji kita sebelumnya," Lara mengingat kan status pernikahan mereka saat ini.
"Ya, kau benar. Baiklah. Mari kita berjanji untuk hidup bersama selamanya dan tidak akan pernah bercerai," Zaki nampak bersemangat.
"Zaki, apakah kau sungguh-sungguh ingin hidup denganku?" Lara ingin meyakinkan hatinya dan mempercayai ucapan Zaki.
"Tentu saja. Jangan ragu lagi. Aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Dan akan menjadi suami yang baik untukmu," Zaki menatap Lara dengan hangat dan meyakinkan.
"Jika kau sungguh-sungguh, maka aku setuju kita tidak berpisah,"
"Lara...."
Zaki sudah mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir Lara.
Zaki duduk dan Lara tiduran di pangkuan nya. Menatap senja sebelum matahari benar-benar tenggelam di ujung lautan. Warna langit menguning sangat indah. Lara sangat bahagia akhirnya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan lagi.
Dari dalam tenda dua insan merasakan kebahagiaan hanya berdua saja.
Zaki menggenggam jemari Lara ketika matahari bergerak perlahan mulai tenggelam. Di ujung senja, malam mulai gelap. Angin berhembus semakin kencang saat malam hari. Hawa dingin terasa menambah kemesraan dua insan yang berbulan madu didalam tenda.
__ADS_1
"Tutup pintunya," kata Zaki
"Kenapa?"
"Banyak nyamuk," jawabnya.
Perlahan pintu tenda tertutup. Namun mereka masih bisa menyaksikan indahnya bintang-bintang yang bertaburan di langit dari dalam tenda karena bagian atas tenda ada plastik mirip seperti kaca tembus pandang.
"Pakai selimut ini, udara semakin dingin," kata Zaki dan tersenyum nakal saat melihat mereka hanya membawa satu selimut saja.
"Kita akan berbagi selimut ini. Karena hanya bawa satu saja," jawab Zaki sambil merentangkan selimut untuk mereka berdua.
Lara memabukkan badannya dan kini wajah mereka saling berhadapan, saling menatap sangat dekat.
"Jangan lupakan janjimu malam ini," kata Lara lirih.
"Akan aku ingat selamanya," jawab Zaki sambil mendekatkan wajahnya kembali. Dan hidung mereka saling bersentuhan.
Maafkan aku, selama ini tidak sadar telah melukai hatimu, bisik Zaki lirih nyaris hanya dia saja yang bisa mendengarnya.
__ADS_1