
"Kenapa kau seperti sembunyi dari seseorang?" tanya CEO saat melihat Lara datang sambil celingukan kesana kemari. Mencari Zaki yang mungkin membuntutinya.
"Eh, hehe...tidak kok," Lara lalu duduk di hadapan CEO.
CEO sudah memesan minuman untuk mereka berdua.
"Terimakasih..." ucap Lara ketika CEO menggeser minuman untuknya.
Lara menunggu apa yang akan di bicarakan CEO denganya. Dan CEO menatap Lara dalam, lalu mulai bicara sangat serius kali ini.
"Aku kaget saat membaca berita itu. Apakah berita itu benar? Kalian menikah kontrak?"
"Eh..." Lara kaget.
"Jawablah dengan jujur. Sebenarnya aku melihat jika kau dalam tekanan tadi oleh Zaki. Jadi aku ingin mendengarnya langsung darimu," kata CEO menatap wajah Lara seakan ingin menyelam kedalam lubuk hatinya.
"Awalnya aku memang menikah kontrak. Tapi kau jangan salah paham. Aku tahu, kau pasti menganggap aku wanita yang buruk setalah ku katakan hal ini,"
"Oh, jadi itu memang benar,"
__ADS_1
"Tapi ada kebenaran lainnya yang tidak kau tahu. Bagiku, pernikahan itu adalah nyata..."
Hati CEO terasa perih saat kalimat itu di utarakan dengan penuh perasaan.
"Maksudku, jika kau memang ingin lepas dari Zaki dan karirmu tetap aman, aku bisa melindungimu. Jangan tertekan dan membuat keputusan untuk hidup selamanya denganya sedangkan kau tidak bahagia," kata CEO berinisiatif untuk menyelamatkan karir Lara jika saja dia mau berpisah dari Zaki.
"Kau pasti salah paham padaku..." kata Lara menatap wajah CEO dan mereka saling bertatapan.
"Aku bisa melindungimu. Jadi jangan sia-sia kan hidupmu untuk pria yang tidak menyukai mu..." kata CEO membuat Lara terpana kali ini.
"Aku tahu. Semua orang akan mengasihani jika tahu pria yang aku sukai mencintai wanita lain. Tapi sebenarnya, kemarin Zaki melamarku. Dan ingin hidup bersamaku selamanya," ungkapan Lara membuat CEO terbelalak.
"Lalu, apa jawabanmu?" Tanyanya lebih serius kali ini.
CEO nampak menarik nafas dalam karena rongga dadanya tiba-tiba seperti tersekat.
Sekarang CEO sudah tahu yang ingin dia tahu. Ternyata Lara benar-benar mencintai Zaki. Dan cinta yang ada didalam hati CEO untuknya, tidak dia butuhkan. CEO lalu pulang ke rumah dan meratapi patah hatinya sambil berendam di kamar mandi begitu lama.
Seakan tidak ingin dinding dirumahnya melihat jika matanya basah saat ini.
__ADS_1
Lara membiarkan CEO pulang terlebih dahulu. Sementara dirinya masih ingin tetap tinggal di bar itu dan merenung sendirian.
Hari ini, dia telah membuat CEO kecewa dan patah hati. Dia sendiri juga masih bimbang dengan lamaran Zaki. Karena Zaki begitu pandai menyembunyikan perasaannya juga berakting untuk mengelabuhi semua orang, tentu saja kemampuannya itu membuat Lara ragu, apakah Zaki sungguh-sungguh ingin hidup bersamanya atau hanya sekedar ingin menyelamatkan karirnya saja.
"Tambah satu lagi!"
Kata Lara yang minum hingga sedikit pusing. Dia benar-benar di buat bimbang saat ini. Tidak tahu harus memutuskan apa. Dan karena kepalanya serasa ingin meledak, dia minum hingga ingin melupakan banyak hal yang membuatnya tertekan.
"Aku wanita bodoh!"
"Aku menolak CEO demi pria brengsk seperti Zaki!"
"Hahahaha...."
Lara tertawa sendiri sementara beberapa pelayan hanya memperhatikan dirinya sambil bekerja. Sesekali mereka melihatnya agar jika dia membutuhkan sesuatu, mereka cepat datang untuk membantu nya.
"Zaki....kau memang brengsk! Tapi aku menyukaimu..."
"CEO begitu baik. Tapi aku sudah melukai hatinya...."
__ADS_1
Tiba-tiba saja Lara menangis dan tertunduk menatap lantai dengan penuh penyesalan.
Nyatanya cinta tidak bisa di paksakan. Cinta juga tidak bisa diperdagangkan. Tidak pandang bulu, dia jatuh di tempat yang benar atau salah. Cinta selalu sulit untuk di pahami. Bahkan tetap menderita bersama orang yang di cintai menjadi pilihan beberapa orang, termasuk Lara sendiri.